CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Tujuh puluh Dua


__ADS_3

Pagi hari ketika Alesha sedang memandikan Khaira, Kenzo mendatanginya di kamar mandi.


"Ada apa dad, apa mau mandi juga"


"Kamu yang tenang ya..."


"Emangnya ada apa..."tanya Alesha dengan gugup


"Ayah kembali tak sadarkan diri dan saat ini berada di ruang ICU"


"Apaa....ayah, aku mau kesana kak"


"Iya, kamu pergilah ke rumah sakit. Biar Khaira bersama kakak aja"


"Tapi jika Khaira menangis bagaimana..."


"Masih banyak stok ASI kamu di kulkaskan"


"Iya , kak"


"Nanti siang kakak menyusul ke rumah sakit. Khaira tidak baik lama lama berada di rumah sakit"


"Baiklah kak, aku siap siap dulu "


Alesha mandi dan mengganti pakaiannya dengan kemeja putih dan celana jeans.


Setelah berpakaian , ia pergi menuju rumah sakit di antar supir perusahaan Kenzo. Setelah Alesha pergi, Kenzo menidurkan Khaira. Ia pun segera mandi, setelah berpakaian Kenzo menuju perusahaannya dengan membawa Khaira.


Alesha yang telah sampai di rumah sakit berjalan tergesa menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang ICU.



Sampai di depan ruang ICU ia melihat bunda yang menangis dipelukan Azril. Alesha mendekati bunda dan memeluknya.


"Bunda, jangan menangis terus. Nanti ayah tambah sedih. Bunda harus sabar dan berdoa agar ayah segera pulih"


"Bagaimana bunda tidak menangis nak. Dokter mengatakan harapan hidup ayah hanya sedikit. Penyakit jantungnya ayah sudah sangat kronis. Selama ini ternyata diam diam ayah telah berobat ke dokter. Cuma ayah tidak pernah mau mengikuti saran dokter untuk melakukan operasi"


Alesha makin mempererat pelukannya. Lama bunda menangis dalam pelukan Alesha. Sampai baju Alesha basah oleh air mata bunda.


Setelah bunda sedikit tenang, Azril mengajak Alesha bicara berdua di kantin. Alesha awalnya menolak. Tapi Azril terus aja memaksa. Alesha akhirnya menyetujui maunya Azril, karena bunda yang memintanya. Ia mengikuti langkah Azril menuju kafe yang ada di rumah sakit.


Azril memilih duduk di sudut ruangan agar sedikit jauh dari keributan. Ia memesan minuman dan kue.

__ADS_1


"Ada perlu apa kak. Cepatlah bicara, aku tak mau kak Kenzo melihatku lagi berdua dengan kak Azril"


"Kenapa...kamu takut Kenzo cemburu"


"Kak, Kak Kenzo itu suamiku. Aku tak pantas berduaan dengan lelaki lain tanpa suamiku "


"Apa aku harus minta izin Kenzo dulu ...."


"Kakak mau bicara sekarang atau aku pergi"ucap Alesha dan berdiri dari duduknya. Azril menarik tangan Alesha memaksanya kembali duduk.


"Sampai kapan kamu akan menyembunyikan kebenaran ini"


"Kebenaran apa...apa yang aku sembunyikan"


"Jangan pura pura bodah Lesha"


"Aku tak mengerti maksud kakak"


"Apa kamu tak merasa bersalah jika ayah pergi tanpa tahu jika ia memiliki cucu dari darah dagingku"ucap Azril penuh penekanan. Alesha kaget mendengar ucapan Azril, tapi ia berusaha tenang.


"Aku tambah tak mengerti maksud ucapan kakak"


"Lesha, Khaira anakku. Kenapa kamu tega menyembunyikan semua kebenaran ini dariku dan kedua orang tuaku. Apakah begitu bencinya kamu padaku sehingga kamu menghukumku dengan memisahkan aku dan darah dagingku"


"Kamu nggak bisa berbohong Lesha, siapapun yang melihat aku dan Khaira pasti bisa langsung menebak jika aku adalah ayah kandung Khaira. Wajah kami tak bisa menipu"


"Itu hanya kebetulan aja..."


"Kalau begitu biarkan aku test DNA Khaira"


"Untuk apa kamu melakukan test DNA, kamu pikir aku akan tinggal diam. Khaira anakku, kamu tak berhak melakukan apapun padanya"ucap Kenzo yang tiba tiba telah hadir dihadapan Alesha dan Azril.


"Jika ia memang anakmu dan Alesha , test itu akan membuktikannya. Alesha, apa kamu sudah melupakan bagaimana ayah yang menyayangimu melebihi aku anak kandungnya. Kamu tega membohongi ayah. Apa kamu nanti tak akan menyesali jika umur ayah pendek dan ia belum mengetahui jika ia memiliki cucu dari darah dagingku"


"Cukup Azril, kamu tak boleh mengintimidasi Alesha seperti itu, aku sudah katakan jika Khaira anakku...."ucap Kenzo keras membuat pengunjung lain memandang ke arah mereka.


Khaira yang kaget mendengar suara Kenzo yang keras jadi menangis. Alesha mengambil Khaira dari gendongan Kenzo.


"Bawa Khaira ,Sha. Ada yang harus aku bicarakan dengan Azril"


"Kak, sudahlah. Kita pulang aja"


"Aku harus bicara dengan Azril, kamu bisa menunggu aku di lobby atau di mobil. Supir ada menunggu di mobil"

__ADS_1


"Baiklah kak"ucap Alesha. Seperti biasanya Alesha tidak akan bisa menolak apapun yang Kenzo inginkan.


"Aku menghargai ayah dan bunda yang telah Alesha anggap seperti orang tuanya, makanya aku datang. Aku tak mau kamu mendekati Alesha lagi. Ini peringatan pertama dan terakhir dariku"ucap Kenzo penuh penekanan.


"Aku tak akan berurusan lagi denganmu atau Lesha jika terbukti Khaira bukan anakku"


"Apa maksudmu..."


"Aku sudah melakukan test DNA dan aku sedang menunggu hasilnya tiga hari lagi"


"Apa maumu sebenarnya"ucap Kenzo penuh penekanan


"Seharusnya aku yang seharusnya bertanya, apa sebenarnya maumu. Kenapa kamu menyembunyikan kebenaran jika Khaira anakku"


"Khaira anakku, lihat identitas dirinya ini"ucap Kenzo memperlihatkan kartu identitas Khaira yang tertera namanya sebagai ayah ayah kandung Khaira


"Kamu memalsukan identitas Khaira. Jika aku bisa membuktikan jika ia anakku, aku akan menuntut kamu "


"Silakan saja...jika kamu ingin orang tahu kamu telah memperkosa Lesha, dan aku bisa menuntut kamu atas tindakanmu itu"


"Aku nggak takut, aku sudah pernah meminta Alesha melakukan tuntutan jika ia tidak terima atas tindakan aku dulu, tapi ia tak melakukannya"


"Jikapun kamu bisa membuktikan Khaira anakmu , kamu tidak akan bisa memiliki Alesha"


"Kenapa....kamu takut Alesha kembali padaku jika aku tahu ia mengandung anakku. Itu sebabnya kamu menyembunyikan kebenaran ini. Kamu nggak yakin akan cinta Alesha padamu. Kamu sebenarnya cinta atau obsesi dengan Alesha. Dan apa maksud kamu menjauhkan aku dari darah dagingku"


"Aku ingin kamu merasakan bagaimana rasanya dipisahkan dan dijauhkan dari orang yang kamu cintai. Kamu pernah melakukan itu dulu padaku. Kamu meminta aku menjauhi Lesha, padahal kamu tahu aku sangat mencintai Alesha saat itu. Kamu seakan yang mengatur hidup Alesha, padahal kamu bukan siapa siapanya Alesha"


"Jadi ini balasan kamu padaku. Kamu ingin balas dendam atas sikapku dulu padamu. Kamu tahu saat itu aku hanya ingin melindungi Alesha sebagai seorang kakak"


"Kamu yakin hanya menganggap Alesha sebagai seorang adik"


"Ya itu dulu, sebelum aku menyadari jika aku mencintainya, disaat aku telah benar benar kehilangannya. Dan aku rela melepaskan Alesha denganmu, karena cintaku bukan cinta yang egois. Aku tak akan memaksa Alesha berada disampingku jika ia memang tak nyaman bersamaku...."


"Aku dan Alesha saling mencintai. Aku juga bukan pria yang egois"


"Jika kamu bukan egois, kamu tidak akan menyembunyikan kebenaran tentang anakku. Kamu takut aku merebutnya. Jika kamu dan Alesha memang saling mencintai seharusnya kamu tak takut aku mengetahui kebenarannya. Aku hanya ingin hakku sebagai seorang ayah. Kamu ingat jika aku akan mengatakan semua kebenarannya dengan ayah dan bunda juga kedua orang tuamu. Aku yang harus mengatakan semuanya pada orang tuamu atau kamu sendiri yang akn mengatakannya. Aku tidak akan merebut Alesha, aku hanya minta hakku sebagai ayah Khaira..."


Kenzo berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Azril tanpa mau mendengar kelanjutan ucapan Azril.


"Aku akan tetap meminta hakku sebagai ayahnya Khaira, aku selama ini bukannya tak bertanggung jawab atas Khaira tapi semua itu karena aku memang yang tak tahu kehadiran Khaira"


*******************

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2