
__Setelah membersihkan dirinya,kini Juna mulai menyusul istrinya untuk Rebahan disampingnya.
"Kau sudah makan"Tanya Dara yang hanya diangguki oleh Juna.
Juna mulai merebahkan tubuhnya dan menarik istrinya untuk Tidur diatas perutnya.
"sudah minum susu?"Tanya Juna.
"Sudah"Jawabnya antusias.
Namun hanya sebentar,Juna langsung membalikkan posisi mereka Karena takut istrinya merasa kesakitan.
"Kau masih marah?"Tanya Dara sambil mendongak untuk menatap suaminya.
"Kapan aku marah?"Tanya Juna balik.
Dan dengan cepat Dara langsung menatapnya dengan sinis."Apa kau sedang bercanda sekarang?.Kau mendiamkan ku Dari semalam,Bahkan Saat aku berbicara,kau sama sekali tidak mendengarnya." Omel Dara Tapi Juna hanya menanggapinya dengan tawa kecilnya.
"Jangan membahasnya lagi.Aku hanya ingin memelukmu sekarang"Ucap Juna sambil mempererat pelukannya.
Sekarang Dara merasakan kehangatan yang mendalam.Matanya terpejam demi menikmati Pelukan suaminya,Hingga tak terasa dirinya mulai tertidur.
Setelah tidurnya sudah pulas.Juna mulai membenarkan posisi mereka dan Menenggelamkan istrinya kedalam pelukannya."Selamat tidur,Nyonya Penggoda"Bisiknya.Namun percuma, Dara tidak akan bisa mendengarnya lagi.Karena dirinya sudah berada dialam bawah sadar.
______
__Sebelum fajar tiba,Juna sudah mulai terjaga Dari tidurnya.Dipandangnya Istrinya yang masih Terlalap dalam pelukannya.Bahkan saat tertidur saja,Tangannya masih bisa memeluk Juna dengan erat.
Juna lebih Dulu meninggalkan kecupan Singkat Dikening istrinya sebelum bangkit Dari ranjangnya.
Hal yang pertama dilakukannnya adalah mengecek ponselnya.Dan benar saja,Ada pesan masuk Dari Kelvin yang dikirimnya tadi malam.
📥Kelvin..
Sepertinya aku mendapatkan Sedikit petunjuk.
Senyum sinis tersungging dibibirnya.Tanpa membalas pesan Kelvin,Juna langsung turun kebawah untuk melakukan rutinitas paginya.
Hanya berselang satu jam,Dara turun kebawah untuk menyusulnya.Rambutnya yang tergerai indah mampu membuatnya Bertambah cantik pagi ini.
"Sudah bangun?"Tanya Juna Yang melihatnya sedang berjalan kearahnya.
"Sudah mandi malah"Jawabnya yang langsung menghambur kedalam dekapan suaminya.
"Hummmm,Mommy sudah wangi sekarang"Goda Juna sambil menciuminya.
"Sayang..."Rengek Dara karena mendapati ciuman dari Juna yang bertubi-tubi diwajahnya.
__ADS_1
Dan Juna hanya bisa terkekeh geli melihatnya."Masak sana.Aku berangkat pagi hari ini"Ucap Juna seraya mengacak-acak rambutnya dan berlalu pergi Untuk naik keatas.
Sepeninggalan Juna dari dapur,Dara langsung berkutat untuk membuatkan sarapan untuk suaminya.Mengingat Dirinya Juga Ada janji dengan Varo siang ini.
Sepanjang Melakukan kegiatan memasaknya,Dara juga berperang dengan pikirannya bagaimana caranya Untuk meminta Izin kepada Juna tentang pertemuannya dengan Varo siang ini.
Bisa Saja Dia bilang bahwa ingin bertemu dengan Elma.Namun Dia tidak ingin Ada kegundahan Dibelakang hari yang menyebabkan Kemarahan Dari Juna nantinya.Atau Dia harus jujur saja?.Tapi bagaimana Jika Juna tidak Mengijinkannya nanti?...
Ahhhh,Rasanya Kepala Dara hampir meledak karena memikirkan ini.
30 menit kemudian,Juna turun kebawah Bertepatan dengan Dara yang baru selesai menatap masakannya diatas meja.
"Apa Ada meeting pagi hari ini?"Tanya Dara sambil menyendok kan nasi dan lauk kepiring Juna.
Juna diam,Dan bingung harus menjawab apa.Pagi ini dia berangkat pagi bukan karena ada meeting,melainkan untuk Membicarakan mengenai masalah yang menumpa Varo semalam."Ummmm, Sepertinya begitu sayang"Jawabnya sambil menyuapkan Sesendok nasi kedalam mulutnya.
Setelah menyiapkan kebutuhan suaminya,Dara Juga ikut sarapan Disamping Juna.Keheningan Memenuhi Ruangan itu,Karena Juna Dan Dara hanya Fokus dengan makanan yang Berada dihadapan mereka.
Perlahan,Dara mulai melirik kearah suaminya sambil memperhatikan ekspresi apa yang kini dipasang oleh Juna.Dan Dia berfikir bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk Meminta Izin kepada Juna.
"Uhumm"Dia berdehem sambil meneguk segelas air putih yang ada dihadapannya hingga tersisa setengah.
"Sayang"Panggilnya dengan manja.Juna langsung menoleh kearahnya sambil menunggu apa yang akan dikatakan oleh Istrinya selanjutnya.
Sebelum dirinya bicara. Dia hanya diam sambil menatap wajah Juna yang kini masih setia menunggunya."Aku izin ya"Akhirnya Kalimat itupun keluar Dari mulutnya.
"Ummmm,Aku ingin bertemu dengan Kak Regan"Sambungnya lagi.
Setelah itu Juna langsung terdiam diri sambil memikirkan perkataan Istrinya.
'Bertemu Regan.Untuk apa?' Batinnya sbil memperdalam pandangannya terhadap Dara.
"Dia sedang ada masalah.Dan aku cukup prihatin melihatnya.Tapi jika kau tidak mengizinkanku,Aku tidak akan pergi"Sambungnya lagi yang mencoba untuk menjelaskan Kepada suaminya agar tidak ada Kesalahpahaman.
"Pergilah"Akhirnya Juna Mengizinkannya setelah memikirkannya beberapa saat.
"Tapi kau harus ingat,Walaupun Regan itu adalah temanmu.Kau juga harus menjaga Jarak dengannya,Karena kau adalah milikku" Sambungnya Lagi.
Dengan senyum yang mengembang,Dara mengangguk dengan pasti sambil Kembali Melanjutkan sesi Sarapannya.
....@....
Dara mulai mengantarkan Suaminya Hingga kedepan pintu."Kalian akan bertemu dimana?"Tanya Juna sebelum memasuki mobilnya.
"Ummmm,Mungkin Di Mall"Jawabnya.
"Hati-hati ya"Ucap Juna sambil Mengusap rambut Istrinya.
__ADS_1
"Hu'um,Kau juga harus berhati-hati.Jangan lupa makan siang,Dan Selalu semangat" Jawabnya Sambil mencium pipi suaminya.
Setelah itu Juna langsung masuk kedalam mobilnya,dan melajukannya menuju kantornya yang meninggalkan Dara yang masih asik memandangi Mobilnya yang sudah mulai menjauh dari pandangannya.
_______
Sebelum jam 12 siang,Varo sudah menunggu Direstoran yang menjadi pilihannya dan Dara.
Hatinya berdegup kencang,Saat melihat Dara yang kini sudah sampai dan mulai melangkahkan kakinya kearahnya.
"Kau sudah lama kak"Tanya Dara yang langsung duduk dihadapan Varo.
"Tidak"Jawabnya asal.
"Emmmm,Kau mau pesan apa Ra?"Tanya Varo Yang mulai memecahkan keheningan yang tercipta diantara mereka.
"Ikut kakak aja deh"Jawabnya.
Sambil menunggu pesanan mereka,Kini Varo dan Dara mulai Membicarakan Hal-hal yang tidak terlalu penting demi mencairkan Suasana mereka.
"Lalu bagaimana dengan perusahaan kakak?"Tanya Dara.
"Sudah beroperasi dengan baik.Hanya saja,Aku masih terlalu kecewa dengan Pria itu." Jelas Varo.
"Semoga saja,Ini untuk yang terakhir kali ya kak"Imbuh Dara yang Merasa sangat prihatin terhadap Varo.
Dan pembicaraan mereka terhenti saat pelayan sudah mulai menyusun Pesanan mereka diatas meja.
"Terimakasih" Ucap Dara Sebelum pelayan itu pergi.
' Sangat manis ' Batin Varo sambil mengulum senyumnya.
"Silahkan kak"Dara berkata sambil menyerahkan pesanan Varo tadi,Karena Varo hanya berdiam Sambil memandanginya.
"Iya Ra"
Kini mereka berdua sudah mulai menyantap makanan masing-masing.Dengan dihiasi Alunan musik yang merdu serta Obrolan manis yang mulai mempercairkan suasana mereka.Varo merasa bahagia,Karena hari yang selalu dinanti-nantinya telah tiba.Kini bukan hanya mimpi melainkan sebuah kenyataan Indah yang mulai Menaburkan kebahagiaan Dalam dirinya.
__________ _
Bersambung....
happy reading all 🤗❤️🤭
Salam Cinta Dari Author untuk kalian yang tersayang 😁❤️
"Saranghaeo 💜💜"
__ADS_1