Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Siapa yang nakal?


__ADS_3

Dara duduk disofa ruang tengah sambil menunggu kepulangan suaminya.Hatinya sedikit gusar karena sudah hampir pukul sembilan malam suaminya tak kunjung pulang,Jika Jadwalnya padat kenapa tadi siang dia tidak mengatakan apa-apa padaku,Batin dara dalam hati.


Dia melihat Handponnya guna menelfon sang suami,Namun Ponsel Juna dalam keadaan Off sekarang.


"Mungkin saja dia sedang dalam perjalanan"Gumam dara sambil melawan kekhawatiran yang menyeruak dalam benaknya.


tepat Pukul 9 malam,Juna baru sampai kemansionnya.Malam ini Juna pulang sedikit terlambat,Karena Schedule yang sangat padat.


Mendengar suara deruman mobil Tak membangkitkan Wanita cantik itu dari duduknya.Dia sengaja tidak membukakan pintu untuk suaminya karena saat ini dia sedang dalam mode ngambek.


Merasa tidak ada yang membukakan pintu,Juna menarik gagang pintu itu dan langsung melenggang masuk Kedalam Rumah untuk segera menemui sang pujaan hati yang membuat hatinya tak karuan hari ini.


Saat berjalan,dia menoleh kearah ruang tamu,Tv itu menyala yang menandakan bahwa ada seseorang yang sedang menonton,Siapa lagi jika bukan istrinya.Juna membawa langkahnya kearah istrinya.


"Jika dia berada disini,kenapa tidak membukakan pintu untukku"


batin Juna yang masih membawa langkahnya kearah istrinya.


"Sayang"Panggil Juna yang langsung duduk disamping Istrinya.Dara hanya diam tanpa membalas sapaan suaminya ataupun melirik sedikitpun kearah Juna.Dia hanya memfokuskan dirinya menonton Drama Korea kesukaannya.


"Sayang"Panggil Juna lagi,Namun tetap sama,istrinya itu masih diam.Juna tahu,bahwa sekarang istrinya itu sedang dalam Mode ngambek.


"Aku Bela-belain tidak minum ataupun makan agar pekerjaanku lekas selesai hanya untuk Segera pulang dan memelukmu,Namun kau samasekali tidak mengharapkan ku"Ucap Juna seraya bangkit dari duduknya.Namun belum lagi dia melangkahkan kakinya Istrinya langsung menarik tangannya untuk duduk kembali disampingnya.


Setelah Juna kembali duduk,Dara langsung menghambur kedalam pelukannya.


"Aku merindukanmu"ucap Dara sambil menatap wajah letih Suaminya itu.Juna langsung membawa pandangannya kearah istrinya.Mengusap perut istrinya dengan hangat sambil sesekali mengecup Pipi Istrinya.


"Apa jagoannya Daddy nakal hari ini?"Tanya Juna yang masih tetap mengelus perut yang masih rata itu.


Dara menggeleng pelan dengan ekspresi yang sangat menggemaskan.


"Kalau begiti,apa mommy yang nakal"Ucap Juna beralih mengelus lembut rambut istrinya.


Dara menggeleng lagi, dengan ekspresi yang masih sama.


"Lalu siapa yang nakal?"Tanya Juna pura pura berfikir.


"Daddy"Jawab Dara dengan suara imutnya.juna langsung menatapnya dengan kehangatan yang dapat melelehkan hati istrinya.


"Daddy yang nakal?"Tanya Juna sambil menunjuk kearah dirinya sendiri.Dafa langsung mengangguk pasti sambil mencerutkakan bibirnya.


Juna semakin gemas dibuatnya,ingin rasanya dia langsung memakan habis istrinya sekarang juga.


"Kenapa Daddy yang nakal hmmm"Tanyanya dengan lembut sambil menyelipkan Rambut Dara kedaun telinganya.


"Daddy pulangnya terlambat"jawab Dara dengan jujur,Matanya menandakan bahwa tadi dia merasakan kesepian.Juna langsung membawanya kedalam pelukannya.


"Kau tahu,seharusnya dulu aku terlahir kembar, Agar kau tidak kesepian saat dirumah"Ucap Juna sambil tersenyum.


"Maksudmu aku harus menikahi keduanya?"Tanya dara dengan keheranan.

__ADS_1


"Tidak,Kau hanya boleh menikah dengan ku.namun dia bisa menemanimu saat dirumah.wajah kami kan Sangat mirip,jadi kau tidak perlu melihat wajah yang lain"Jelas Juna.


"Jika aku jatuh cinta kepada kembaranmu?"Tanya Dara dengan kepolosan dirinya.


"Jika cintamu untuknya,maka biarkan Dirimu menjadi milikku"Jawab Juna dengan enteng.Dara langsung menatapnya dengan ekspresi yang tidak terbaca


"Aku tidak perlu cintamu,Namun yang kuperlukan adalah kesetiaanmu.Biarkan cintaku saja yang menghiasi pernikahan kecil kita dengan Kebahagiaan dan kenangan yang kita ciptakan"Jelas Juna sambil menatap mata Istrinya.


"Tapi aku mencintaimu"Ucap Dara lagi.


"Maka biarkan aku untuk memupuk cintamu agar tidak pernah mati ataupun layu didalam hatimu"jelas Juna.


"Sejak kapan Daddy Berprofesi sebagai puitis"Ucap Dara dengan keimutan.


"Saat kau menjadi istriku"Ucap Juna yang langsung menggendong istrinya secara tiba tiba.dengan Refleks Dara langsung mengalungkan tangannya keleher suaminya agar tidak terjatuh.



"Sayang,aku bisa berjalan sendiri"Ucap Dara yang memberontak minta diturunkan.


"Jangan bergerak,nanti kau terjatuh"ucap Juna.


........


setelah sampai dikamar Juna langsung membaringkan istrinya dan menyelimutinya dengan hangat.


"Tidurlah,ini sudah malam"Ucap Juna sambil mengelus lembut rambut istrinya.


"Tidurlah lebih dulu,Aku ingin mandi dan ada sedikit pekerjaan yang harus diselesaikan"Jelas juna.namun sebelum dia bangkit,Juna langsung mengecup Singkat bibir merah muda itu.


Cup....



"Selamat tidur sayang"Ucapnya yang langsung bangkit dari duduknya dan menghilang dibalik pintu.


......@@@........


Setelah selesai membersihkan tubuhnya,Juna langsung bergegas keruangannya untuk menyelesaikan sisa pekerjaanya tadi sore.


Ditengah tengah kegiatannya.ponselnya berdering mengisi heningnya ruangan itu.namun tak mengalihkan pandangan Juna dari layar laptopnya.


Hingga beberapa kali ponselnya tidak berhenti berbunyi.hingga membuat Juna kesal setengah mati.


"Siapa sih'' umpatnya yang langsung meraih ponselnya.saat melihat nomor yang tertera dilayar ponselnya, Juna kembali meletakkan ponselnya saat nomor itu tidak ada di kontaknya.


Namun Ponsel itu kembali berdering,Karena tidak sabar Juna langsung mengangkat telfon itu.


"Siapa kau"Ucapnya dengan nada yang meninggi.


"Juna"Panggil wanita itu disebrang sana.

__ADS_1


Juna mematung mendengar suara itu,suara yang selalu menemaninya disetiap hari-hari nya.Suara yang dirindukannya.Suara yang mampu mengindahkan telinganya.


"Na-Nnaya"Ucap Juna dengan terbata bata,sdia menjatuhkan ponsel itu karena sangat terkejut.


Namun belum sempat dia kembali meraih Ponsel itu,ketukan pintu ruangannya membuatnya langsung melihat kearah pintu.


"Sayang,boleh aku masuk"Ucap Dara dari luar.


"I-iiya sayang"Ucapnya dengan kegugupan yang mengelabui benaknya.


Juna langsung mengambil ponselnya dan memutuskan panggilan telfon itu.


Ceklek.....


Pintu ruangan terbuka lebar yang menampakkan sosok wanita cantik yang berjalan kearahnya.


Juna langsung mengontrol dirinya agar tetap tenang dihadapan istrinya.jantungnya berdetak kencang,keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya


"Kau terbangun?"Tanya Juna yang menatap Kosong kearah istrinya.


Dara menatap suaminya dengan pandangan aneh,Suaminya seperti seorang pencuri yang sedang Ketahuan mencuri.


"Sayang,kau baik-baik saja?"Tanya dara yang langsung mengelus wajah suaminya.


"Hu'um"Jawab Juna mengangguk pasti.


"Kau berkeringat,apa yang terjadi"Tanyanya lagi.


"Aku baik baik saja sayang"Ucap Juna sambil mengusap puluh yang berada Dikepalanya.


"Apa ku sakit"Tanya dara dengan kecemasan yang menguasai dirinya.


"Aku baik baik saja"Ucap Juna lagi sembari bangkit dari duduknya dan menuntun istrinya untuk kembali ke kamar mereka.


.


.


.


. *BERSAMBUNG


Terimakasih untuk pembaca setia novel baru Author πŸ€—πŸ€— Saranghaeo untukmu kak β€οΈπŸ€— Dan terimakasih buat para readers yang udah Dukung Author sampai disini πŸ₯°πŸ₯°.


Jangan lupa like πŸ‘ komeen sebanyak-banyaknya πŸ’―πŸ’― Dan Votte seiklahsnya ya cinta πŸ™ plus Favorit ❀️.


Follow Ig Author πŸ€—


@Indahnovita487Nvt


πŸ€—LOVE YOU ALL πŸ€—*

__ADS_1


__ADS_2