
Juna turun dan mendapati istrinya Tengah menyiapkan Sarapan dimeja makan.
Dara terdiam Dan menatapnya Hingga lebih dari beberapa menit."Ada yang aneh dengan penampilanku?"Juna bertanya Sambil memperhatikan penampilannya yang terlihat Sama seperti hari yang lalu.
Dara menggeleng dan tersenyum."Tidak,Hanya saja kau lebih tampan hari ini"Jawab dara yang membuat Juna Bersemu.Dia berjalan mendekat dan Mengecup Pipi Juna.
" Terimakasih" Ucapnya Sembari Menyerahkan Kembali ponsel Juna."Kau sudah menelfonnya?"Dara mengangguk sambil memperhatikan Juna yang tengah sibuk menatap Layar ponselnya.
' Untung saja Masih sempat menelfon Elma tadi,Jika Tidak aku tidak tahu apa yang terjadi sekarang '
Juna memasukkan ponselnya dan beralih menatap istrinya.kemudian Dia duduk dan membawa dara kedalam Pangkuannya."Sayang,Kau sudah terlambat bangun pagi ini.Dan sekarang Kau malah bermain denganku,Apa kau tidak takut telat kekantor?" Ujar Dara.
Juna menggeleng dan terus menatapnya."Apa kau lupa Jika Aku adalah bosnya!.Aku bisa datang kapanpun yang Kumau" Jawab Juna dengan sombong.
Dara Cemberut dan menoleh kearah lain."Dalam sebulan kau terus-terusan Bertingkah seperti itu,Mungkin perusahaan besarmu itu akan bangkrut dalam sekejap" Gumam Dara yang merasa kesal.
"Aku bisa mendengarnya" Juna Membuyarkan lamunannya.
"benarkan apa yang kukatakan.Seeorang bos itu Tidak bisa melakukan sesuatu dengan sesuka hatinya.Dia harus bertingkah Yang baik agar menjadi panutan untuk bawahannya.Dan jika seorang bos bertingkah sesuka hatinya,aku menjamin bahwa seluruh karyawannya akan melakukan Hal yang sama dengannya.lalu apa yang terjadi selain kebangkrutan nantinya." Dara mencoba Menjelaskan.Dia tidak ingin suaminya terus-terusan bersikap seperti itu.
Juna tersenyum dan mengangguk."Istrimu Memang pintar" Jawab dara yang diangguki oleh Dara.
"Makanlah" Dara berdiri dan Mulai Menyendokan Makanan kepiring nya.
"Kau tidak makan?"Tanya Juna saat menyadari Istrinya yang hanya berdiam diri menatapnya.
"Aku masih kenyang" Jawabnya Dengan singkat.
Dia terus memperhatikan Juna yang masih berfokus Dengan Makanannya."Sayang apa kau sibuk hari ini?"Dara bertanya dengan pelan.
Juna menoleh dan menggeleng."Kenapa?"Tanya Juna dengan lembut.
"Aku ingin Mencoba Makanan Direstoran yang baru diresmikan Minggu kemarin.Bisakah kau menemaniku nanti siang." Dia Menjedanya."Aku yang traktir" Sambungnya dengan wajah Gembira.
Dia terus menatap wajah Juna yang terlihat sedang berfikir."Baiklah" Jawab Juna disertai senyuman.
Dara merasa bahagia hingga Dia bertepuk tangan Layaknya Seorang anak kecil yang mendapatkan mainan baru."Aku mencintaimu" Dia mendekat dan memberikan kecupan kedua dipipi Juna
"Bersiaplah,Sebelum jam 12 nanti aku akan menjemputmu" Juna memeluk pinggangnya Dengan posesif.
__ADS_1
Dara menggeleng dengan bibir yang mencerut."Jarak dari kantor ke rumah sangat jauh Juna.Bagaimana Jika kita bertemu disana saja."
Juna menunduk dan berfikir."Baiklah.Tapi kau harus berjanji Untuk jaga diri."
"Hu'um"
"Aku berangkat ya" Juna mengecup keningnya dengan sangat lama.Ini sangat Indah,Dan inilah Cinta.Juna sangat mencintai Istrinya walau bayang-bayang itu masih terasa jelas Dipikiran dan hatinya.
"I love you" Bisik Juna ditelinganya.
Dara Menunduk dan Menyembunyikan Senyum nya."I love you too" Jawabnya Pelan.
Juna Membungkuk dan Menempelkan kepalanya diperut Istrinya tercinta."Daddy kerja dulu ya sayang.Jaga mom Dan jangan nakal okeii"
"Siap Daddy" Jawab Dara layaknya seorang anak kecil.
"Masuk sana.Jangan lupa sarapan Humm"Juna mengangkat tangannya untuk mengusap Rambut istrinya dengan Sayang.
"Hati-hati."
Setelah menyaksikan Mobil Juna yang mulai menjauh dari pandangannya,Dara kembali masuk kedalam Untuk Menyesuaikan pekerjaannya.
Pekerjaan Dikantor tidak terlalu banyak,tapi Juna Tak mau terlalu bersantai-santai karena siang Ini dia Sudah ada janji dengan istri tercinta nya.
Dengan teliti sepasang mata itu Mulai membaca barisan huruf yang tercetak di selembar kertas yang kini berada ditangannya.itu hanyalah laporan bulanan perusahaan,Tapi menurut Juna itu adalah suatu aset yang berharga Karena Jika ada satupun kesalahan didalamnya,itu akan Menciptakan masalah yang besar nantinya.
Juna Melirik kearah pergelangan tangannya.Disitu ditunjukkan bahwa sekarang masih pukul sebelas Kurang sepuluh menit.Itu berarti Juna Masih memiliki waktu sepuluh menit lagi sebelum pergi kesana.
Tok..tok..tok..
"Masuk" Jawabnya singkat.Dia masih fokus dengan lembaran-lembaran kertas yang berada didepannya itu.
"Permisi Tuan,"Luna membungkuk setelah berada didepannya."Saya ingin bertanya Tentang Rapat siang Ini.Anda ingin menemuinya sendiri atau diwakilkan saja."Luna berkata dengan hati-hati.
"Wakilkan saja" Jawab Juna Dengan Singkat.
"Baik tuan.saya permisi" Luna kembali membungkuk dan berbalik untuk pergi.
"Tunggu" Juna menghentikannya.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Belikan Saya ponsel yang baru."pinta Juna dengan dingin.
Luna terdiam.Dia masih tidak percaya dengan permintaan bosnya itu,padahal baru kemarin sore dia membelikannya."Ponsel itu bukan untukku tapi untuk istri saya" sambung Juna.
"Ahh,Baik tuan." Luna kembali menunduk dan berjalan untuk keluar dariri ruangan Juna.
setelah keluar dari ruangan bosnya,perasaan sedih Kembali menghantam jiwa dan hatinya.Mendengar kata istri yang keluar Dari mulutnya itu bagaikan sebuah duri yang menancap didadanya.
Luna sangat merasa tersiksa dengan ini.Sangat tersiksa dengan cinta Ini.Ingin rasanya dia pergi menjauh agar cinta ini hilang dan mati.Tapi itu semua mustahil,Karena Luna sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk membiayai hidupnya.
Berulang kali dia mencoba untuk melupakan Juna,tapi semuanya sia-sia seolah Tuhan tak mengijinkannya untuk mencintai Pria lain.
Luna terus berjalan Tanpa tau arah.Wajahnya berubah pias dan kaku.Bahkan dia tak lagi mendengar suara yang tercipta disekitarnya."Sadarlah Luna,Sadar.Sadarlah Bila Juna itu telah beristri dan Juga kau tak pantas untuknya" Gumamnya dengan Rasa sakit yang teramat dalam.
.........
Saat Juna Masih fokus dengan pekerjaannya, Tiba-tiba ponselnya berdering dengan nyaring.
Dia bisa menebak jika telfon ini tidak dari istrinya,mengingat ponsel dara yang sedang rusak karena ulahnya.
Dia meraihnya dan menatap Suatu nomor yang Tak dikenalnya.Kemudian ingatan Juna berhenti dititik sebuah nomor yang Menelfonnya tadi malam.Nomor itu sama dengan nomor yang saat ini menelfonnya.
Karena kelamaan Mengangkatnya, Panggilan Itu jadi terputus.Juna kembali meletakkannya dan Kembali mengerjakan pekerjaannya.Tapi taklama kemudian ponselnya kembali berdering.
"Siapa sih" Dia merasa kesal karena harus terganggu dengan Panggilan Yang tak dikenalnya Itu.
"Halo" Ucap Juna setelah panggilan itu terhubung.
"Halo" Ucapnya lagi saat tak ada sahutan sedikitpun dari sebrang sana.
" Juna.....!"
Deg!!!!
Juna terdiam memaku ditempatnya.kedua matanya membulat dengan sempurna dan tubuhnya hampir lemas tak berdaya.Suara itu?.....Juna sangat mengenal suara itu.Suara yang dulu selalu menemani hari dan setiap teriakan nafasnya.Dan hari ini suara itu...suara itu kembali Memanggilnya...
_____________
__ADS_1
...BERSAMBUNG...