
Di Pagi yang cerah,Juna melajukan Mobilnya Sambil menggenggam erat Tangan mungil milik istrinya.Hari Ini Dia Berencana Untuk mengantar Dara ke supermarket.Karena jalanan tidak terlalu macet,Mereka Hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit untuk sampai ketujuan." Ayo" Ajak Juna sambil Membuka seat belt nya.
Juna Mengulurkan tangannya.
Dara mengangguk dan membalas ulurannya.
Adegan mereka pagi ini cukup menyita perhatian banyak Orang,Pasalnya Ini adalah pertama kalinya bagi mereka saat Melihat seorang tuan Juna Mengantar seorang wanita Untuk berbelanja.
Sepanjang Mereka berbelanja,Juna selalu setia membuntutinya dari belakang." Sayang,Kau ingin ini?" Dara menunjuk kearah Sebuah Cemilan kentang yang tersusun rapi disana.
Juna menggeleng,Namun tangannya tetap meraih Cemilan itu." Kau bilang kau tidak Mau,Terus kenapa Kau mengambilnya" Dara tertawa melihat Tampang Juna yang sangat menggemaskan baginya.
"Saat Ini tidak,Tapi aku tidak tahu bila nanti.Jadi ya..Kita Beli saja" Jawab Juna santai.
Mereka terus Berbelanja,Hingga dering ponsel Juna Membuat kegiatan mereka terhenti." Halo" Ucap Juna Setelah Panggilan itu terhubung.
"........"
"Baiklah,Tunggu aku disana" Juna Langsung mematikan Telfonnya dan menatap kearah Istrinya.
"Kenapa?" Tanya Dara.
"Sayang,Ada Pekerjaan mendadak di kantor." Dara mengangguk sebelum suaminya menyelesaikan ucapannya." Pergilah,Aku sudah bilang tadi kan,Kalau aku bisa sendiri"
"Tapi kan..." Juna masih Ragu untuk meninggalkan istrinya disini." Juna pergilah,Aku Baik-baik saja.Jangan khawatir" Dara mencoba untuk menjelaskannya.
__ADS_1
Karena Pekerjaannya terlalu penting Dan juga Penjelasan Dara,Akhirnya Juna mengangguk menyetujui."Segeralah pulang.Jika ada apa-apa langsung telfon aku,okeiii" Juna mendekat Dan Memeluk pinggang istrinya dengan sayang.
"Hu'um." Dara mengangguk
"Pergilah,Tapi ingat Kau harus ingat Waktunya makan siang dan iatrirahat" Juna mengangguk seraya meninggalkan kecupan Dirambut dara.
"Aku pergi ya" Dara mengangguk.Setelah itu Juna Langsung pergi meninggalkan nya seorang diri.
Saat punggung Juna Telah menghilang dari pandangannya,Dara kembali melanjutkan kegiatannya Dan cepat-cepat untuk bergegas untuk pulang.
Setelah Beberapakali mengelilingi supermarket itu, akhirnya Troli Yang didorong dara telah penuh.Dan kini tinggal Pergi kekasir untuk melakukan transaksi pembayarannya.
Walaupun dia adalah istri dari seorang Pembisnis muda yang sangat terkenal,Dara tidak mau bersikap seenaknya dan menggunakan Itu untuk mengalahkan orang lain.Dia selalu bersikap rendah hati dan menghormati orang lain.Seperti halnya dengan ini,Dara masih mau menunggu antrian Dengan memenuhi peraturan Di supermarket,Tanpa Menerobos seenaknya layaknya Sesuatu yang sering dilakukan oleh seseorang yang berada dikalangan atas.
Dia diam dan terus memandangi Varo dari tempatnya.Perasaan bersalah itu kembali menyerang dirinya dengan kuat.Pasalnya,Mau berusaha sebesar apapun,Mau seikhlas apapun,manusia tetaplah manusia.Seperti halnya dengan perkataan yang dikatakan Varo saat itu.Mungkin saat itu Varo mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja,Dan akan menerimanya Dengan Cara terus bersahabat dengannya.Tapi Dara bisa merasakan bagaimana perasaan Varo saat ini,Karena semenjak hari itu Ada,Varo sama sekali tak pernah Bertemu dengannya Ataupun Memberinya Kabar lewat pesan singkat sedikitpun.
Karena terus tenggelam Dalam Lamunannya,Tanpa Disadarinya Seorang kasir itu telah memanggilnya sedari tadi." Eh,Maaf mbak" Dan tersenyum menunduk dan memberikan belanjaannya.
Tak butuh waktu lama Bagi dara untuk melakukan transaksi pembayaran.Setelah Itu,Dia keluar dengan membawa Tentengan yang memenuhi tangannya.
Varo masih berada disitu.Dia masih setia Berdiri dengan Sebotol Air itu ditangannya." Kak Regan" Dara memanggilnya dengan rendah.
Varo merasa terkejut dan langsung membalik arah." Dara..?" Dia menatap tak percaya dengan Makhluk ciptakan Tuhan Yang kini berada dihadapannya.
"Hu'um," Dara mwngangguk tak berani menatap Varo.
__ADS_1
"Kau sedang apa disini kak?" Dara Memberanikan diri untuk bertanya.
Varo tersenyum Dan menatap wajah Dara yang menunduk." Tidak ada!.Hanya menghilangkan penat saja" Jawab Varo.
Dara Mengangkat kepalanya dan membalas tatapan Varo."Kau sendiri Ra?.Dimana suamimu?" Varo mulai melihatkan matanya kesana-kemari.Dia ingin mencari sosok pria yang telah berhasil mendapatkan Dara,Sahabat kecilnya.
"Ummm,Tadi Dia nemenin aku sih,Tapi Mem
ndadak ada pekerjaan Yang harus Dikerjakan,Jadi dia sudah pergi lebih dulu tadi" Varo mengangguk paham Dengan penjelasan Dara.
Walaupun mereka saling melempar Senyum saat ini,Namun mereka juga Bisa merasakan bagaimana jarak atau Dinding besar yang Membuat mereka sangat jauh sekarang.
' *Senyummu itu sangat indah Ra...
Sampai-sampai aku ingin terus memandang dan menikmatinya.Tapi Aku juga Harus sadar,Bahwa kau adalah Wanita Yang telah termiliki.Aku tidak ingin merusak kebahagiaanmu karena Ingin memenuhi Keinginan ku saja.Dan mungkin Ini lah yang terbaik untuk kita Ra,Maafkan Aku..Maafkan aku yang mungkin terus menjauh dan tak lagi bertegur sapa denganmu.
Sampai saat Ini,Aku juga tidak bisa berbohong bahwa aku masih mencintaimu....
Jika Saja Kau adalah manusia yang bisa melihat ataupun Membaca Hatiku,Mungkin saja Kau Tahu bahwa Rasa cintaku Ini masih Terlalu besar Untukmu*.'
Varo terus menatap Dara dalam lamunnya."Oh iya,Saat itu kau mengatakan bahwa kau ingin memperkenalkanku dengan suamimu.Lalu kapan Kita Bertemu?" Varo mulai menghilangkan kecanggungan yang tercipta diantara mereka.
"Bagaimana Jika weekend nanti kak" Dara tersenyum dan menunggu jawaban Varo.
"Ummmm,Baiklah" Akhirnya Varo menyetujuinya setelah memikirkannya Hingga beberapa lama.
__ADS_1