
Satu minggu kemudian.....
_Kini Tibalah Hari dimana Mereka semua mulai membangun sebuah Proyek yang telah direncanakan mereka seminggu yang lalu.Baik Juna maupun Tuan Hendra,mereka sama-sama menghadiri untuk meninjau langsung tempat itu.Dengan Didampingi Oleh Kelvin,Juna memperhatikan Setiap Detail bangunan serta interaksi Tuan Hendra Dengan Salah satu karyawan yang menjadi sasaran mereka.
Disepanjang kegiatan mereka,Baik Juna maupun Kelvin,mereka hanya menebar senyum keterpaksaan Bila mendengar setiap perkataan yang keluar Dari Mulut Tuan Hendra.Sangat Jarang Bagi mereka untuk membentuk sebuah wacana Dan membiarkan Tuan Hendra sendirilah yang berbicara.
"Saya Dengar bahwa Pria yang Mengkorupsi Dana Proyek anda sudah ditahan sekarang" Juna membawa pandangannya kearah tuan Hendra untuk melihat Ekspresi apa yang ditunjukkan nya.
Awalnya Tuan Hendra Terdiam sambil menatap Juna dengan Pandangan Kecemasan.Namun sedetik Kemudian,Wajahnya kembali berubah Agar tidak membuat Juna merasa Curiga sedikitpun.
"Itu adalah Hal yang pantas untuk didapatkannya Setelah apa yang telah diperbuatnya" Jawab Tuan Hendra seraya tertawa kecil.
Juna tersenyum tipis."Lalu Apa hukuman yang pantas Untuk seorang pengecut yang memanfaatkan Kesulitan orang lain demi Kepuasannya?"Juna berkata sambil melontarkan tatapan Remeh kearahnya.
Deg!!!!
Kali Ini Tuan Hendra cukup bungkam karena pertanyaan Juna barusan. Wajahnya berubah kaku.Bahkan jika dilihat,ekspresi yang kini dilihatnya mampu menjawab siapa seseorang yang dimaksud Juna tadi.
"Maaf jika pertanyaanku membuat suasana kita menjadi muram."Sambung Juna sambil cengengesan.
Kelvin yang mengerti arah pembicaraan Juna hanya bisa terdiam Dan sesekali tersenyum tanpa berniat untuk Mencampurinya.
"Ah,Santai Saja Tuan Muda" Jawab tuan Hendra sambil menepuk Bahu Juna."Kita Tidak perlu memikirkan nya.Biarkan mereka mendapatkan ganjarannya tersendiri."Sambungnya.
Juna mengangguk paham sambil menarik nafas panjang." Benar.Selain aparat kepolisian,Tuhanpun mempunyai hukuman tersendiri bagi mereka." Jawab Juna.
Mendengar perkataan Juna yang mulai mengarah kepadanya,membuat Tuan Hendra merasa emosi sekaligus takut.Dia takut bahwa Juna akan mengetahui segala kedoknya ataupun Kejadian Dibalik Kegagalan Proyek Milik Varo saat itu.
' Apa sebenarnya maksud dari perkataan Juna Ini.Apa dia tahu kedokku atau Hanya kebetulan saja '
Batin Tuan Hendra yang terus memandangi wajah Juna.Namun dia kembali berfikir Positif,Dia merasa bahwa tidak mungkin Juna mengetahui Kedoknya karena selama ini dia selalu bermain cantik Dalam Rencananya.
Hingga Siang mulai Tiba,Akhirnya Mereka memutuskan untuk kembali keperusahaan mereka masing-masing.
......@......
_Didalam Mobil,Juna menyandarkan punggungnya dengan tangan yang terlipat didada serta kaki yang terlipat di Pahanya.Pandangannya terus menatap kesamping,Dimana Ada banyak mobil yang berlalu lalang disekitaran Mobilnya.Entah apa yang sedang dipikirkannya,Hanya Dialah yang tahu.Bahkan Kelvin saja tidak berani membuka mulutnya saat Melihat wajah Juna dengan tampang seriusnya.
Disepanjang perjalanan,Juna hanya mengunci rapat Mulutnya.sesekali dia menarik nafas panjang Sambil menjilat bibirnya.Entah kenapa perkataannya tadi mengingatkan tentang Ayahnya yang menjadi sasaran tentang kematian kedua orang tua Varo.
Memang,Kecelakaan Itu terjadi karena Keruasak Mobil yang dikendarai Ayahnya yang tanpa sengaja menabrak Mobil milik orang tua Varo yang berpapasan dengannya.
Tapi Jika Dipikirkan,Pasti ada orang Dibalik kejadian Itu.Dan Hingga orang tuanya meninggalpun,Juna tak kunjung mendapatkan Jawaban Dari pertanyaannya itu.
"Ummmmm,Kita langsung kekantor apa berhenti dulu?"Akhirnya Kelvin membuka mulutnya demi mencairkan Kebekuan antara dirinya dengan Juna.
pertanyaannya tadi mampu membuat lamunan Juna terpecah sambil membawa pandangannya kearahnya."Kantor"Jawabnya singkat dan kembali menatap Kearah samping yang kini menjadi pusat perhatian nya.
Setibanya di kantor, Juna langsung melenggang pergi meninggalkan Kelvin Tanpa berkata apa-apa.Moodnya terlanjur Hancur setelah memikirkan Hal Itu.Sedangkan Kelvin yang melihat itu hanya bisa bersikap acuh dan mulai mengayunkan kakinya Untuk menuju ruangannya.
_________
~
__ADS_1
Ada resah dalam hati.....
Takut yang Tak terkendali
Dunia kita sedang
Tak baik-baik saja
ini memang tidak mudah
Namun kau tetap berjalan
Aku menunggumu
Untuk segera pulang
Jaga diri,Kuatkan hati
Tetap tersenyum
Aku berdoa,Terus berdoa
untuk dirimu
Tuhan,Dia sedang berjuang
Jaga dia, Lindungi dia
karena ada,yang menunggunya
Kita memang sedang berduka
Bukan berarti kita menyerahkan
Kita harus saling menjaga
Dan menguatkan
Hingga Tuhan menolong kita........
Jaga Diri,Kuatkan hati
tetap tersenyum
Aku berdoa,Terus berdoa
untuk dirimu....
Tuhan,Dia sedang berjuang
Jaga dia,lindungi dia
Karena ada yang menunggunya
__ADS_1
untuk pulang
Kita memang sedang berduka
Bukan berarti kita menyerah
Kita harus saling menjaga
Dan menguatkan
Hingga Tuhan menolong kita haaaa
Kita harus saling menjaga
Dan menjaga
Hingga Tuhan menolong kita.....
~Aviwkila-Doa Untuk kamu
Prok...prok..prok.....
Suara tepuk tangan menggema diruangan itu menemani keterkejutan Dara Yang Sama sekali tak menyadari kepulangannya.
Juna datang saat Mendengar suara merdu yang menghiasi rumahnya.Dia sengaja membiarkan Dara menyelesaikan lagunya,karena telinganya yang terlalu dimanjakan oleh suara Istrinya."Kau sudah pulang" Dara menutup wajahnya karena malu dengan apa yang baru saja dilakukannya.
Rasa lelahnya telah terobati saat melihat senyum yang menghiasi bibir Istrinya.Dengan langkah lebar,Juna mulai berjalan mendekati Dara yang kini sedang menatapnya.
Cup.....
Satu kecupan mendarat dibibirnya."Suaramu indah sayang" Bisiknya yang membuat Dara semakin merasa malu setengah mati."Kau mendengarnya" Dara langsung menenggelamkan wajahnya didada Suaminya.
"Kenapa malu?.Kau tidak ingin bernyanyi lagi?"Tanya Juna yang mencoba untuk menggapai wajah istrinya.
"Juna" Rengeknya sambil menghentakkan kakinya kelantai."Kenapa Tidak langsung menghampiriku saja tadi" Omel Dara untuk menghilangkan Rasa malunya.
"Aku tidak ingin mengganggumu"Jawab Juna sambil menarik senyumnya.Sedangkan Dara hanya bisa tersenyum kikuk karena pandangan Juna yang sangat berbeda dari biasanya."Itu Untukku?"Tanya Juna yang diangguki oleh Dara.
"Hu'um.Aku ingin tuhan selalu menjaga dan melindungimu saat Kau jauh driku.Aku juga menanti kepulangan mu dengan harapan kau pulang dalam keadaan selamat." Jelasnya sambil mengalungkan tangannya keleher suaminya.
"terimakasih" Juna kembali membawanya kedalam pelukannya dan menghujaninya dengan ciuman hangatnya."Aku juga berharap,Bahwa tuhan akan selalu mempermudahkan segala urusan dan pekerjaanmu.Mungkin tuhan berfikir bahwa aku sangat egois.Ya,memang benar bahwa aku sangat egois.Itu semua kulakukan karena aku tidak ingin kehilanganmu Juna." Matanya dipenuhi kehangatan saat Mengucapkan itu.
"Bersikap egois lah jika itu perlu.Dan Mintalah sebanyak mungkin bila Kau Butuh.Aku Yakin Tuhan akan mengabulkan segala permintaanmu bila kau memintanya dengan tulus." Jawab Juna.Mata mereka terus menyapa dalam cinta,Dan tangan mereka terus menggenggam dalam kehangatan.
Dan inilah cinta......
__________________. ___
Bersambung...
Happy reading all ๐๐
Terimakasih untuk pembaca setia Novel Author๐๐
__ADS_1
"Saranghaeo"