Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Perkelahian


__ADS_3

"Cepat pulang sayang" ucap Dara lemas.


Juna langsung menariknya kedalam pelukannya,menyatukan dahi mereka masing masing,tapi lama kelamaan,Juna mulai menyentuh bibir merah muda itu,yang membuat siempunya terkejut.



"Sayang" Rengek dara malu malu saat Juna menyudahi ciumannya itu.Juna hanya terkekeh geli melihatnya.


"Ayo kuantar" ajk Dara menggandeng tangan suaminya.


Dara mengantarkan Juna hingga depan pintu,Juna membelai pipinya dengan lembut menghantarkan kehangatan yang mendalam bagi dirinya sendiri.


"Tidurlah,jangan begadang oke" ucap Juna yang diangguki oleh Dara,setelah itu Juna langsung berjalan menuju mobilnya.dan melakukannya ketujuan yang akan didatanginya.


Dara masih diam melihat kepergian sang suami,Merasa angin malam mulai menusuk ketubuhnya,dia pun memutuskan untuk masuk kedalam.


...........)


1 jam kemudian Juna telah sampai ke tujuannya,Dia melihat gedung kosong yang menjulang tinggi itu,.


Dia langsung turun dari mobil untuk memasuki gedung tersebut,Tetapi saat berjalan matanya menangkap mobil Varo yang telah terparkir tidak jauh dari mobilnya.


"Dia sudah datang" gumamnya yang sambil berlalu memasuki gedung itu.


Gelap,itu yang pertamakali Ia tangkap,Dia berjalan dengan santainya menaiki setiam tangga penghubung untuk menuju lantai atas.


Dertttt.


Dia merasakan getaran di ponselnya,


saat mengeceknya ternyata itu pesan dari Varo.


From Varo


πŸ“₯,Naiklah ke atap.


itulah pesan singkat yang masuk ke ponsel Juna,


Juna langsung menapakkan kakinya menuju ropftof tempat Varo berada.


Tap..tap..tap.


Suara langkah kaki yang terdengar sangat angkuh berjalan kearah seorang pria yang tengah duduk sambil menikmati sebatang rokok miliknya.


prok,,prok,,prok..


Suara tepuk tangan menghiasi sunyinya malam ini,


"Kau memang selalu menang dalam waktu tuan muda" ucap Varo basa basi.


"Apa maumu?" tanya Juna spontan.


"Wooooooo,santailah dulu,bukannya aku mengatakan untuk bermain denganmu,dan kau datang malam ini,itu berarti kau setuju untuk bermain main denganku" ucap Varo panjang lebar..


Juna tersenyum sinis kearahnya,sambil melemparkan tatapan mautnya kepada Varo


"Jangan bertele-tele,aku tidak memiliki banyak waktu" ucap Juna dingin.


"hahaha,kau merindukan istrimu itu" ucap Kelvin sambil berdiri menghadap kearah Juna.


Degh....

__ADS_1


jadi benar dia mengetahui pernikahanku


batin Juna sambil menatap wajah Varo dengan tatapan kebencian.begitupun dengan sebaliknya.


Varo menatap Juna dengan tatapan penuh kebencian,Saat menatap wajah itu,Dia selalu teringat akan kedua orang tuanya bahkan dengan putranya.


Rasanya dia sudah tidak sanggup lagi untuk menyimpan semua ini,selama ini Juna hanya tahu bahwa kebencian Varo kepadanya hanya sebatas kebencian seseorang yang kehilangan kekasihnya.


"Rupanya kau bisa move on juga ya" ucap Varo sambil tertawa.


Juna hanya diam menanggapi perkataan Varo barusan.


Sedetik kemudian ia pun ikut tertawa,


"Apa kau pikir aku akan melajang disisa umurku,seperti dirimu" ucap Juna sinis.


Wajah Varo langsung berubah seketika.wajahnya dipenuhi dengan emosi,Rasanya ia Ngin meluapkan emosinya dengan menghabisi Nyawa Juna sekarang.


"Ayolah,kita selesaikan masalah yang kita punya sekarang,jangan mengulur waktu lagi,jika kita tidak bisa berteman Anggap saja bahwa kita bukan orang yang saling mengenal" ucap Juna dingin.


"Sampai kapan kau akan menjalani ini semua".


"Sampai aku membunuhmu" jawab Varo .


Juna tersentak kaget mendengar perkataan Varo barusan.sebenarnya dendam apa yang dimilikinya pada Juna sehingga dia sampai ingin membunuhnya.


"Aku tidak akan membiarkanmu dengan mudah menghabisi ku Tuan Alvaro" ucap Juna sambil membenarkan posisi Dasi Varo.


"Kenapa,kau takut istrimu kenapa Napa" ucap Varo entrng


bughhh...


satu pukulan melayang diwajah Varo,Juna yang emosi karena Varo yang ingin menyeret Istrinya kedalam masalah mereka berdua pun merasa emosinya meluap seketika.


Varo hanya diam sambil.menyeka darah segar yang mengalir disudut bibirnya.


Tak lama kemudian Varo bangkit dan langsung melayangkan tinjunya kewajah Juna.


Bukhhh..


Juna langsung tersungkur akibat pukulan keras dari Varo.


"Diam kau brengsek" ucap Varo.


Bughhh....


Juna langsung membalas pukulan Varo tadi.mereka bertengkar hebat,sama sama melayangkan pukulan masing masing.


Sesaat kemudian,mereka berdua tersungkur kelantai dengan tenaga yang terkuras habis karena perkelahian mereka barusan.


"Apa kau sangat mencintainya,hingga kau rela menghabiskan waktumu demi balas dendam padaku" ucap Juna dengan suara seraknya.


Varo hanya diam menanggapi perkataan Juna tadi


sudah hampir Pukul 12 malam,Tapi Mereka berdua tetap saja diam,tidak berbicara juga tidak bertengkar,Mereka mengatur deru nafas yang tak beraturan sambil menyeka darah yang mengalir pada Wajah mereka.


...(.....)


Dimansion Juna.


Dara hanya bisa mondar mandir di depan pintu untuk menunggu kepulangan suaminya.

__ADS_1


Hatinya mulai gusar,sudah tengah malam namun Juna tak kunjung pulang,


Rasa khawatir menyerang dirinya,Dia sudah mencoba menelfon Kelvin tadi namun Kelvin bilang bahwa Juna sedang tidak bersama dengannya.


"Kau kemana Juna" gumam Dara,Tak lama buliran kristal itu lolos begitu saja dari pelupuk matanya.Dia sangat takut sekarang,...


Dia mencoba menghubungi suaminya lagi,namun tetap sama,nomornya tidak aktif,dan iyu sukses membuat kantuk Dara berdetak kencang.


Dara menghapus air matanya,dan mencoba untuk menenangkan dirinya.ia berjalan kearah sofa dan duduk disana.


"Juna pasti baik baik saja,tenanglah dara,sebentar lagi,Juna pasti akan pulang" ucapnya tegas sambil.menghapus sisa sisa air matanya.


Digedung XX.....


Juna bangkit dari duduknya,dan membenarkan bajunya yang berantakan.


"Aku lelah dengan semua ini,jika kau tak kunjung berhenti,terserahlah,aku tidak perduli.tapi jika kau berani mengganggu istriku,aku tidak akan segan segan untuk membunuhmu"ancam Juna langsung berlalu keluar gedung itu.


Juna memasuki mobilnya dan langsung melakukannya untuk pulang kerumahnya, sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.Wajahnya penuh lebam.


Ada rasa khawatir dalam dirinya mengingat sang istri yang sedang sendirian di rumah.


Jika aku tidak pulang malam ini pasti Dara akan khawatir,tapi jika aku pulang aku takut Dara akan marah dan sedih. Lalu Apa yang akan kukatakan padanya nanti tentang luka luka ini,


Batin Juna dalam hati.


1 jam kemudian mobil Juna melenggang masuk ke halaman mansionnya.


Dia hanya diam memandangi mansionnya yang masih terang,yang menandakan bahwa istrinya belum tidur saat ini.


Dengan berat hati dia melangkahkan kakinya menuju Rumahnya,


Ceklek...


pintu rumah terbuka menampakkan seorang pria yang dipenuhi luka disekujur tubuhnya.


Dara yang sadar dari lamunannya langsung berlari menghambur ke pelukan suaminya itu..


tapi dia belum sepenuhnya sadar akan luka diwajah juna.


"Kau jahat Juna,kau jahat...kau meninggalkanku sendirian dirumah,kau juga mematikan ponselmu hiks..hiks..hikss..." ucap dara dalam isaknya dan langsung memeluk Juna dengan erat


Juna merasa bersalah dengan istrinya,tak seharusnya dia datang menemui Varo tadi,inilah hasilnya dia membuat istrinya ketakutan setengah mati.


"maafkan aku sayang" ucap Juna sambil mengecup kening istrinya berulang kali.


.


.


.


.


BERSAMBUNG


jangan lupa like πŸ‘, komen dan bantu votenya ya cinta β€οΈπŸ™πŸ™πŸ₯°πŸ˜πŸ˜β€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ˜πŸ₯°πŸ₯°..


Sampai ketemu besokπŸ˜„πŸ˜‚


LOVE YOU ALL β€οΈπŸ–€β€οΈπŸ–€β€οΈπŸ–€

__ADS_1


........


__ADS_2