Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Terungkap


__ADS_3

"Kau ingin tahu, Baiklah akan kuberi tahu sekarang, lagipula aku sudah tidak sanggup mengulur waktuku lebih lama lagi karena dirimu"jawab Varo sambil melepaskan cengkeramannya dari kerah Juna.


"Cepat katakan,dan jangan bertele-tele" ucap Juna tegas sambil membenahi bajunya yang sedikit berantakan.


"Seorang remaja pria,yang menangis meraung-raung didepan kantor polisi hanya untuk meminta balasan yang setimpal atas kematian kedua orangtuanya" jelas Varo dengan dada yang naik turun tidak beraturan.


Deg!!!!!!!


Jantung dan Otak Juna langsung berpicu dengan cepat,Dia hanya terdiam memandangi wajah Varo dengan tatapan tidak percaya akan kebenaran yang baru saja diungkapnya.


"Kenapa kau diam" tanya Varo.


"K-k-ka-kau,Adalah putra dari Lorenz Louro" jawab Juna dengan suara tercekat.


"Hahhhhhhhhhhhhhhhhhh,"Tawa Juna menggema di seluruh penjuru udara,


"Kenapa,kau terkejut ha," ejek Juna dengan senyuman namun tatapan yang tajam.


"Ja-jadi" belum siap Juna melanjutkan ucapannya,Varo lebih dulu memotong ucapan nya


"Ya,Semua tentang identitas yang kupublikasikan dimedia itu benar,Aku ada hubungannya dengan kecelakaan itu" Sambung Varo.


Juna masih terdiam mematung mendengarkan semuanya,Dinginnya angin malam tidak menghentikan Keringat yang bercucuran di tubuh dua pria tampan itu.


"Jadi,Hal yang kutakutkan itu memang benar,bahwa Varo ada hubungannya dengan kecelakaan itu,dan itu berarti dendam yang disimpan oleh Varo selama ini karena dendam kedua orang tuanya"Batin Juna dalam hati sambil mengingat saat dia membaca artikel tentang semua Identitas masalalu Varo.


Flashback on.


Siang itu disaat Dara sedang pergi berbelanja ke supermarket,Juna dan Kelvin Memutuskan untuk pergi ke luar guna mencari tahu tentang masalalu Varo.


Saat Mereka telah menemukan apa yang mereka cari,Mata Juna dan Kelvin membulat dengan sempurna, Pasalnya apa yang mereka dapatkan Itu membuat jantung mereka berdetak dengan kencang.


"Apa maksudnya ini" ucap Kelvin.Namun Juna hanya diam saja,Dia masih asik membaca artikel itu berulang ulang karena dia tidak percaya dengan semua ini.


"Di-dia" ucap Juna gagap.


"Apa dia adalah kerabat dari orang yang ada dalam tragedi kecelakaan itu" sambung Kelvin.


Namun Juna hanya diam saja,Dia sibung dengan seribu pemikiran yang ada di kepalanya.


"Tapi siapa orang itu" gumam Juna dengan suara tercekat


Pasalnya kejadian itu adalah kecelakaan beruntun,Yang membuat Juna bingung,siapa kerabat Varo itu.


Flashback off..

__ADS_1


"Jadi menurutmu apa hukuman yang pantas untuk dosa itu" ucap Varo.


"Lalu bagaimana dengan dosa yang harus ditanggung oleh Seseorang yang bukan pendosa" jawab Juna yang berusaha untuk tenang.


Varo memicingkan matanya mendengar perkataan Juna barusan.


"Lalu apa menurutmu,kecelakaan itu bukan dosa Mr, Leonidas?" tanya Varo sinis.


"Lalu apa kau pernah berfikir tentang suatu alibi yang menghiasi suatu kejahatan" sambung Juna.


"Apa kau menganggap ayahmu sama sekali tidak pendosa hah" ucap Varo Dengan kemarahan yang membuncah pada dirinya .


"Lalu bagaimana jika aku mengiyakan apa yang kau katakan." jawab Juna santai.


"Heh," Hela nafas Varo dengan kasar.


"Apa kau ingin menjadi pengecut seperti ayahmu?" tanya Varo lagi.


"Ayahku bukan seorang pengecut" Timpah Juna.


"Lalu apa julukan untuk seseorang yang lari dari tanggung jawab hah" bentak Varo.


"Apa kau pernah berfikir ataupun membayangkan,Bila saja kejadian itu tidak terjadi mungkin saat ini orang tuaku masih ada disisi ku saat ini" jelas Varo.


"Ini hanya salah paham" timpal Juna.


"Ayahku tidak bersalah,Ada yang menjebaknya" Ucap Juna yang mulai merasa emosi.


"Hah,itu hanya alibimu sebagai pengecut,sama seperti kalian yang menutup kasus ini sedalam dalamnya.karena kalian orang terpandang" ucap Varo sambil mengatur deru nafasnya.....


..........''''''''...........


Disebrang sana,Dara masih asik mondar mandir tidak jelas didepan Pintu utama sambil menunggu kepulangan sang suami.


Sudah hampir jam 10 malam,namun Juna tak kunjung pulang, Handponnya tetap tidak bisa dihubungi.Dara mencoba untuk menahan air matanya yang ingin jatuh dari tadi.


Pikiran aneh mulai menggerogoti otaknya,Dia takut Juna kenapa Napa,


"Sayang kamu kemana si" ucap dara Disela sela tangisannya.


Dia juga berusaha menelfon Kelvin namun sama saja,nomornya juga tidak aktif..


"Cepatlah pulang" gumamnya sambil menekuk tubuhnya dipintu utama.


Kembali pada Juna dan Varo......

__ADS_1


Sunyinya suasana malam membuat keadaaan semakin menegang,Ditambah lagi dengan seluruh kenyataan yang baru didengarnya.


"Aku tidak ingin langsung Melenyapkanmu sekarang,Karena menurutku itu semua sama sekali tidak seru,Dan satu lagi.Sekarang kita tengah memainkan suatu permainan,Jadi bermainlah dengan baik" jelas Varo sambil berlalu dari hadapan Juna,Juna hanya diam saja sedari tadi,Dia masih terlalu shock dengan kenyataan ini.


"Dan satu lagi" ucap Varo sambil menghentikan langkahnya dan berjalan ke arah Juna.Juna langsung menatapnya dengan Intens


"Jangan biarkan Istrimu menyandang gelar Janda muda"Ucap Varo sambil menepuk Bahu Juna dan langsung berlalu pergi.


Juna matung mendengarkan semuanya sampai sampai Dia tidak lagi sanggup untuk menopang tubuhnya, hingga ia terduduk di lantai dengan Keringat yang memenuhi Tubuhnya.


"Tidak" gumamnya pelan,Tak terasa air matanya juga jatuh.Kenyataan ini membuatnya seperti berada diujung tanduk,Hanya bisa diam Agar tidak terjatuh dan berusaha untuk Selamat.


......


Varo menghentikan Laju mobilnya pada jembatan yang sepi,Dadanya Terasa sesak sedari tadi saat dia mengungkapnya semuanya.Setelah sekian lama,Akhirnya Dia bisa mengeluarkan semua memori Yang ada dihatinya.


AAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAAAAA


teriak Varo dengan lantang,Dadanya masih terasa sesak,Saat dia menceritakan itu semua,semua Kejadian itu berputar kembali Dikepalanya.


"Hikkksss...Hiksss...hikss..."Isaknya yang menemani sunyinya malam ini.


"Pah,Mah,Apa kalian tidak merindukanku,Apa kalian tidak tahu apa yang kurasakan selama ini.Setiap kali aku mengingat kalian,Rasanya jantungku berhenti Berdeta saat itu juga."gumamnya sambil menatap langit yang gelap itu.


"Jika bukan karena kecelakaan itu,Jika bukan karena mereka mungkin saat ini kalian masih berada dialam yang sama denganku hikss..hikss..hiksss"Teriaknya dengan lantang.


"Aku memang seorang pria,Namun aku juga manusia yang membutuhkan pelukanmu,kasih sayangmu,Belaianmu,Lalu saat kalian telah pergi dariku,siapa lagi tempatku untuk pulang"Gumamnya yang langsung menyandarkan Dirinya dijembatan.


"Jika kita sama sama memiliki waktu,Bisakah kita bertemu,Aku ingin merasakan apa yang mereka rasakan jika memiliki orang tua" Ucapnya yang masih dalam isaknya.....


.


.


.


BERSAMBUNG.


*terimakasih untuk pembaca setia novel baru Author ❤️🤗❤️, Saranghaeo untukmu kak 🤗❤️,Dan juga aku ucapin terimakasih untuk dukungan para kesayangan sekalian🤗


Jangan lupa like 👍. komen sebanyak banyaknya 💯💯, Dan Votte seiklahsnya ya kesayangan 🙏🙏🙏🙏🙏


Follow Ig Author ya cinta ❤️


@IndahNovita487Nvt.

__ADS_1


🤗LOVE YOU ALL🤗*


__ADS_2