
_Varo Tercengang Mendengar perkataan Pria itu.Ingin rasanya dia tertawa sekuatnya Untuk menanggapi perkataannya itu."Istrimu?Anakmu?.Lalu apa saat itu kau berfikir bagaimana jadinya perusahaanku atas dampak penghianatan mu itu"Teriak Varo.Dan pria itu hanya bisa menunduk dan tak berani menatap Wajah Varo.
Kini suhu ruangan itu semakin meningkat.Aura Intimidasi yang dilontarkan Varo Membuat Mereka semua Terdiam tanpa Berani berbicara apa-apa termasuk Sekretaris Akbar.Kini dia mulai menarik Pria itu untuk berhadapan langsung dengannya."Seorang Pengkhianat Akan tetap menjadi pengkhianat walau kau meminta maaf seribu kalaupun" Bisik Varo sambil kembali Mendorongnya hingga tersungkur kelantai.
Kini pria itu tidak bisa berkata apa-apa.bahkan untuk menangis saja rasanya susah.Keterpaksaannya lah yang membuatnya berada dalam situasi ini.Seberapa keraspun dia memohon,seberapa keras pun dia menjelaskan,Varo akan tetap menganggapnya salah.
"Bawa dia pergi dari hadapanku.Dan pastikan bahwa Hukuman yang akan diterimanya dapat membayar seluruh kerugian yang kualami" Ucap Varo dingin sambil Membenahi jasnya.
Untuk memenuhi perintah sang bos,Orang suruhan Varo langsung menyeret pria itu keluar Dari Ruangan itu.Bahkan Teriakan Pria itu tak dihiraukan olehnya."Tuan,saya mohon,maafkan saya.Kasihanilah saya.Bagaimana dengan nasib istri dan anak saya kedepannya" Ucapnya sambil bersimpuh Dikaki Varo.Varo langsung menatap Tajam kearah Orang suruhannya.
"Apa kalian tidak mendengarku.Seret dia keluar"Bentaknya dengan tatapan penuh amarah.
Dan akhirnya,dengan terpaksa pria itu hanya bisa mengikuti langkah Anak buah Varo yang menyeretnya hingga keluar perusahaan.Kini pria itu Sudah diperlakukan seperti Binatang yang tidak memiliki harga diri sedikitpun.
"Masuk"perintah Anak Buah Varo sambil membuka Pintu untuk pria itu.Dan tak lama kemudian,Mobil itu mulai melaju menuju Kantor polisi.
_________
_Sesampainya dirumah,Dara langsung menyiapkan makan malam untuk mereka.Dan Juna sudah Lebih dulu naik keatas untuk membersihkan dirinya.
Tak butuh waktu lama baginya untuk menyelesaikan Masakannya.karena menu pilihannya malam ini adalah Spageti yang dipilih Juna tadi.Setelah dirasanya semuanya telah selesai,Kini dia mulai menapaki anak tangga untuk menyusul suaminya yang tak kunjung selesai sedari tadi.
Sesampainya dikamar,Dara disambut oleh keheningan.Karena Juna masih berada didalam kamar mandi."Sayang,Kau masih lama?"Tanya Dara sambil mengetuk Pintunya.
"Sebentar" Teriak Juna dari dalam.Selang Waktu Lima menit,Pintu kamar mandi sudah terbuka yang menampakkan seorang pria tampan yang kini menggunakan Setelan santainya.Rambutnya yang basah,mampu menambah kadar ketampanannya.
'Oooo tuhan.Suamiku sangat tampan'
Dara Asik melamun sampai tak menyadari bahwa kini suaminya sudah berada dihadapannya.
"Aku tahu aku tampan"Bisiknya yang mengejutkan Dara.
Wajahnya bersemu merah.Lagi-lagi Dia ketahuan Saat mengagumi wajah Juna.
__ADS_1
"Jangan Kepedean" Elak Dara sambil berdiri Dari duduknya.
Tak mau kalah,Juna langsung menariknya hingga kini Dara duduk di pangkuannya.
"Kau sampai tidak berkedip tadi." Goda Juna sambil mengecup Pipi Dara.
"Sayang,aku harus mandi bukan?Bukannya tadi kau bilang bahwa dirimu sangat lapar"Dara berkata sambil Berusaha untuk lepas dari Kungkungan suaminya.Nin apalah Daya,Tenaga Juna jauh lebih kuat darinya.Jika Dara memiliki 10 Cara untuk berusaha lepas darinya,Maka Juna memiliki 1000 Cara untuk mempertahankannya.
"Heemmmmm,Aku memang lapar"Jawab Juna sambil menjilat Bibirnya.Dara Tahu kemana arah Ucapan Suaminya kali ini.Dia ingin memberontak Namun dirinya kalah cepat Dari Juna,Dan kini Juna sudah Menghujani seluruh Wajahnya dengan ciumannya.
Juna mulai berdiri sambil menggendongnya menuju ranjang mereka.
"Daddy aku lapar"Rengeknya untuk menghindari Juna.
Mendengar hal itu.Bukannya malah berhenti,Juna malah semakin Bersemangat Untuk melakukannya."Sayang...."Ucap Dara Rendah sambil menahan Dada Suaminya.
"Aku lapar....."Ucapnya.Matanya dipenuhi kelembutan saat menatap suaminya.
"Baiklah"Akhirnya Juna mengalah dan mulai melepaskan Dara dari kungkungannya.
15 menit kemudian,Dara telah Selesai dari acara bebersihnya."Ayo" Ajaknya sambil menggandeng tangan Juna Untuk turun kebawah.
Saat melakukan sesi makan,Juna lebih banyak diam sambil memasang raut kesal.Padahal Tadinya dia sempat berfikir bahwa malam ini dia Bisa menghabiskan Waktu dengan istrinya dengan bercinta.Namun Ternyata tidak.
"Kau ingin lagi?"Tanya Dara.
Namun Juna hanya meliriknya sebentar,dan kembali berfokus pada makanannya."Sayang.."Panggil Dara lagi.tapi tetap sama,Juna hanya diam tanpa memperdulikan Panggilan Istrinya.
Dan bukannya Membujuk suaminya,Dara malah ikut-ikutan Berdiam diri tanpa Memperdulikan Juna disampingnya.Hingga saat sesi makan berakhirpun mereka masih sama-sama diam.
....@....
Pukul 11 Malam,Juna baru keluar Dari ruang kerjanya.Ya karena Asik berdiam diri masing-masing,membuatnya lebih ingin Menyendiri Dari pada harus menghadapi Istrinya.
__ADS_1
Tangannya Meraih gagang pintu kamarnya dan membukanya hingga separuh.Matanya dikejutkan Saat melihat Istrinya yang tidak ada dikamar.Kakinya mulai berlari menuruni anak tangga untuk menuju Ruang tamu.
Dan ternyata benar,Istrinya masih bersantai diri sambil menonton televisi disitu."Kenapa belum tidur?"Ucap Juna setelah sampai dihadapan Istrinya.Dan Dara hanya meliriknya sebentar dan kembali menatap layar yang kini berada dihadapannya.Tepat seperti apa yang diperbuat Juna kepadanya tadi.
' Sial...Dia membalasku' Batin Juna sambil meraih Remote yang berada diatas meja untuk Mematikan Televisi itu.
"Kenapa dimatikan"Pekik Dara yang merasa kesal atas tingkah Juna.Namun Juna hanya Berdiam diri sambil menatap wajahnya yang kini mencerut kesal.
"Apa kau tidak lihat jam berapa sekarang ?Cepat masuk kamar" Juna berkata dengan Datar sambil menunjuk kearah atas
Tapi Dara tak bergeming sedikitpun Dari tempatnya dan memilih untuk diam Sambil menatap Kearah Televisi yang kini sudah tak menyala.
"Diandra Adistha Sanjaya,Apa kau tidak mendengarku"Juna berkata sambil meninggikan suaranya.
Dengan perasaan kesal Dara mulai melangkahkan kakinya untuk naik keatas sambil menatap suaminya dengan tajam.
______
_Tak butuh waktu satu hari,Kini berita mengenai pria yang menggelapkan Dana Proyek milik Varo sudah trending dimana-mana.Bahkan Seluruh Chanel menayangkan bagaimana Varo menuntutnya atas perbuatannya itu.Kini semua Pengusaha Lain,berdecak kagum dengan Cara Varo dalam menghadapi masalahnya.
Di Kantor Leonidas Corporation,Kelvin masuk keruangan Juna saat Juna berseru untuk mempersilahkannya masuk."Kau sudah dengar beritanya?"Tanya Kelvin yang kini sudah berada dihadapan Juna.
"Berita apa?"Tanyanya balik.
"Kita kalah cepat.Orang suruhan Varo sudah lebih dulu menemukannya"Jelas Kelvin sambil menghidupkan iPad yang ada ditangannya Dan langsung menunjukkan berita trending itu kepada Juna.
_______ __
Bersambung
Happy reading all π€β€οΈπ€
Salam Cinta Dari Author β€οΈπ€
__ADS_1
"Saranghaeo ππ"