
Semilir angin menyibakkan rambut Dara yang tergerai dengan sangat Indah.Saat ini,mereka bertiga sedang duduk di bangku taman sambil memandangi langit hitam yang dipenuhi oleh cahaya rembulan dan bintang.
" Juna Apa kau pernah melihat bintang jatuh?"Dara bertanya dengan riang,membuat Juna menoleh dan tersenyum kearahnya.
"Hummmm" Juna mengangguk dengan deheman."Bahkan bintang itu sangat besar."
"Oh ya?"Dara Terlihat sangat antusias.Bahkan mata bulatnya sudah menatap berbinar kearahnya.
"Lalu apa yang kau minta?"
"Tidak banyak " Juna menjedanya Hinga beberapa detik." Aku hanya meminta sebuah Kisah yang bahagia"
"Apa kisah bahagia itu bersamaku?"Dara bertanya dengan Pelan,membuat Juna kembali menoleh dan menatapnya dengan sangat dalam.
Juna mengangguk.Kemudian dia kembali mendekat dan merapatkan tubuhnya dengan istrinya."Tidak ada wanita lain yang tertulis dalam kisahku dara.Hanya dirimu,hanya dirimulah satu-satunya wanita yang akan menjadi ratu dihati serta kehidupanku" Juna merangkulnya dengan sangat Lembut,membuat Dara terus terjatuh dalam cinta api asmara yang diberikan suaminya kepadanya.
Kemudian pandangan Juna teralih kearah Baby Ar yang sedang mengerjap polos dalam pangkuan Momynya." Berikan padaku" Dengan sangat hati-hati,Juna mulai menerima putranya dan menggendongnya dengan sangat hangat.
Pandangan mereka terus tertuju kearah baby Ar yang saat ini masih mengerjap dengan berbinar.
" Ar......"Panggil Juna dengan pelan.Dia sedikit mengangkat Baby Ar untuk lebih dekat dengan wajahnya." Jika kau besar nanti,Jadilah seorang pria Yang tangguh dan tetap teguh dengan pendirianmu....
Jadilah seorang pria yang tak henti-hentinya membuat orang lain merasa sangat kagum dan Menghargaimu." Dara tersenyum sambil mengusap Rambut Putranya dengan sangat lembut.
__ADS_1
"Dan jadilah pria pertama yang akan menghapus air mata Mommymu disaat Daddy tak sanggup lagi untuk menghapusnya nanti"
"Kenapa kau berbicara seperti itu Juna?"Dara memotongnya.Dia tidak suka jika berbicara tentang perpisahan,karena dia hanya ingin Juna dan selalu ingin bersamanya.
" Sayang,Aku berbicara seperti Ini karena aku tahu bahwa setiap kehidupan akan selalu ada ujungnya walau waktu ini tak ikut berhenti menemani kita"
"Tapi aku ingin terus bersamamu Juna.Aku ingin kau melakukan segalanya untukku,bahkan hanya untuk mengusap air mataku saja" Dara tetap menolak,Dia tidak ingin jika Juna meninggalkannya.
Juna Tersenyum dan mengangguk.."Aku tidak akan pernah meninggalkanmu" Dia mendekat dan mencium kening istrinya dengan sangat lama.
Kemudian Dara Mulai masuk kedalam pelukan suaminya,memeluknya dengan sangat erat seolah mengatakan bahwa dia tidak ingin yang namanya perpisahan."Sayang,kau harus berjanji kepadaku bahwa kau akan terus menemaniku disetiap langkah kakiku" Ujar Dara yang berubah sendu.Dia merasa sangat sedih jika harus membayangkan tentang perpisahannya dengan Juna, walaupun hal itu pasti akan terjadi nanti.
"Hummm" Juna mengangguk dan tersenyum.
Juna Mengangguk dan kembali mencium pucuk kepala istrinya."Aku akan menemanimu disetiap Langkah kaki yang akan kita pijak untuk mencapai kebahagiaan itu sayang"
Mereka berdua tersenyum dalam kebahagiaan dan juga cinta yang tak akan pernah pudar dan usai.Begitupun dengan Baby Ar yang tidak ingin tertidur karena tidak ingin melewatkan sebuah Kisah yang sangat indah dan bersejarah ini.
"Sayang..."Dara mengusap pipi gembul Putranya."Jika besar nanti,Mommy juga ingin kau tumbuh menjadi pria sejati seperti daddymu.Yang tidak akan pernah meninggalkan sebuah Keteguhan demi kenikmatan dunia yang mungkin saja akan berujung sebagai Penyesalan nantinya."
"Hummm,Kau memang harus seperti Daddy.Bahkan kau juga harus meniru ketampanan daddymu ini"Ucap Juna dengan tawa kecil,yang membuat Dara memutar matanya dengan malas dan menatap kesal kearah suaminya.
"Sayang mommy menyuruhmu untuk meniru sifat daddymu yang baik itu,dan bukannya meniru sifat daddymu yang sangat narsis itu"
__ADS_1
"Hey,aku memang tampan bukan?"Juna tak mau kalah dan terus mengatakan bahwa dia tanpan.
"Tidak...kau tidak tampan"Ujar Dara dengan menggelengkan kepalanya."Putraku jauh lebih tampan darimu" Dara meraih baby Ar dan mulai menggendongnya.
"Jangan salah sayang,ketampanan anakmu itu juga dariku"
"Tidak Juna,Putraku ini memang digariskan untuk terlahir sebagai pria tampan.Jadi jangan terlalu percaya diri karena kau benar-benar tidak tampan " Dara mulai berdiri Dan meninggalkan Juna yang masih menerobos tak jelas dengan kata tampannya itu.
"Hey,aku memang tampan sayang" Juna juga ikut menyusul istrinya dengan berlari kecil untuk masuk kedalam.
' Didunia ini yang kuinginkan hanyalah Juna dan kebahagiaan.Aku tidak ingin yang lain walau Dunia memberikan sesuatu hal yang lebih menarik dari pada ini......
Untuk putraku Arshaka...
sekali lagi selamat datang sayang...
selamat Karena telah menjadi bukti atas besarnya cinta antara Mommy dan Daddy sayang,dan juga Terimakasih karena telah menjadi penguat Cinta dalam keluarga kecil kita ini.
Mommy selalu berharap,bahwa kau akan tubuh menjadi pria yang baik dan penyayang.Dan mommy juga berharap bahwa Tuhan akan selalu menyertai kebahagiaan dalam langkahmu untuk menuju masa depanmu nanti.
sekali lagi,selamat datang Arshaka ku sayang.Mommy dan Daddy akan selalu mencintaimu '
~Diandra Adistha Sanjaya*
__ADS_1