Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 128_Ikat rambut


__ADS_3

_Dara Datang dengan membawa Sebuah sisir dan ikat rambut ditangannya."Sayang" Dia Mengganggu Juna yang sedang asik menyaksikan Siaran Berita saham yang Tersiar Ditelevisi.


Juna menoleh,"Taraaaaa" dengan polosnya Dara Menunjukkan Sisir serta Ikat rambut itu kehadapan Juna.


Sudut bibir Juna terangkat,Dia menatap tak percaya Kearah istrinya sekarang."Untuk apa?" Juna bertanya tanpa mengalihkan pandangannya.


"Tolong ikat rambutku seperti ini" Dara mendekat Dan memperlihatkan tataan rambut yang ada Diponselnya.


Mata Juna terbelalak dan tak percaya dengan keinginan Istrinya sekarang."Sayang,Jangan yang tidak-tidak.Aku tidak bisa melakukannya" Juna mencoba untuk menjelaskannya.


Dara merasa kesal Dan langsung menceritakan bibirnya.Dia tidak habis Pikir,Bagaimana Juna tidak bisa mengikat rambutnya,padahal hanya seperti itu saja.


Juna Tersenyum penuh makna.Tangannya terangkat Untuk mencubit pipi Istrinya dengan sayang.Tapi dengan cepat,Dara langsung Menepisnya."Baiklah,Baiklah...Berikan padaku" Juna mulai membujuknya,Karena Sepertinya Dara sudah benar-benar ngambek sekarang.


"Sayang,Berikan padaku" Ucap Juna lagi,Karena sedari tadi dara hanya diam seolah tuli dan tidak mau mendengar kan ucapannya.


"Sayang" Dara semakin menjauh dan menyembunyikan sisir itu dibelakang punggungnya.


Juna tersenyum lucu Karena melihat Wajah Dara Yang Sudah memerah karena kesal.Dia mendekat Dan menenggelamkan Wajahnya Diperut Istrinya."Sayang,Bantu Daddy untuk membujuk mommymu" Tanpa Juna Sadari,Dara Sudah tersenyum dan Menunjukkan ekspresi mengejek kearahnya.


Juna mendongak,dan dengan cepat Dara kembali mengubah ekspresi wajahnya."Sayang," Juna memanggilnya lagi.


"Apa.."Jawabnya ketus.


"Mana Sisirnya" Juna berkata lagi.dengan malu-malu dara mulai memberikan Sisir itu ketangan Juna.


"Sini" Juna Menarik tangannya untuk lebih mendekat."Kenapa Kau sangat Suka Ngambek ha" Juna Mematuk bibirnya singkat sebelum kembali menatapnya lagi.

__ADS_1


"Karena kau sangat menyebalkan" Jawabnya ketus.


Juna Terkekeh Dan mulai Menyisir rambut istrinya dengan hati-hati.


5 menit berlalu......


10 menit berlalu.....


15 menit berlalu....


Dara mulai kesal karena Juna tak kunjung Mengikatnya.


Sedari tadi,Juna hanya Menyisirnya,Membentuknya tapi dara tidak tahu sampai kapan Juna akan mulai mengikatnya."Sayang,Kenapa lama sekali" Dara mulai Mengomentarinya.


"Sabar sayang,Ini sangat Sulit" Juna juga kesal dengan Dara yang suka memaksanya.


"Huh,Tidak begitu buruk" Dara memandangi kucirannya dipantulkan cermin sambil bergaya layaknya seorang model.


"Cantikkan?" Dara mengangguk,Dan langsung menghambur kepelukan suaminya.


"Kini giliran mu" Dara mencoba untuk mengikat rambut Suaminya,Namun dengan celat Juna langsung mencegahnya."Sayang,Sudah kubilang jangan yang tidak-tidak.Aku bukan wanita" Bibir dara kembali mencerut.


"Juna diamlah." Dara kembali Melanjutkan keinginannya.Dan akhirnya,Juna hanya bisa mengikuti kemauannya saja,karena tidak ingin jika dara ngambek nantinya."Kau tahu,Anakmu yang meminta ini" Dara mulai menceritakan Keinginannya.


"Bukannya Si boy itu laki-laki?.Kenapa Dia Suka Jika kau mengucur rambutku?" Juna menatap istrinya dengan Pandangan yang sulit dimengerti.


Dara tersenyum dan meneluk bahu suaminya dengan pelan."Siapa yang bilang anak Kita laki-laki ha?." Dara merasa aneh,karena selama ini mereka berdua tidak pernah mencari tahu apa jenis kelamin anaknya.

__ADS_1


"Feeling ku yang mengatakan Bahwa dia adalah jagoan tampan sepertiku" Jelas Juna yang disambut tawa oleh Dara..


Juna ikut tertawa saat mendengar tawa lepas Yang keluar dari Bibir manisnya.Juna sangat Suka hal itu,Dan dia juga merasa telah menjadi suami yang berhasil karena bisa membuat istrinya selalu tersenyum dan tertawa.


"Sudah" Dara bersorak gembira setelah berhasil mengikat rambut Juna menjadi dua."Mari berfoto" Dara meraih ponselnya dan membuka aplikasi kamera untuk memfoto mereka.


Juna Tersenyum dan hanya bisa mengikuti keinginan istrinya saja."1 2 3....."


Cekrek....


Satu foto telah berhasil diabadikan Lewat kameranya.Dara tersenyum bahagia,Apalagi saat mwlihat wajah Juna yang sangat menggemaskan baginya."Berikan ponselnya"Dara mulai menyerahkannya.


Tangan Juna terangkat untuk merangkul pinggang istrinya.


Cekrek..cekrek..cekrekk..


Entah sudah berapa foto yang telah mereka ambil,Dan Sekarang mereka sudah mulai kelelahan karena sedari tadi sudah bergaya Seperti ini dan itu.Tapi rasa lelah mereka tak bisa Mengimbangi kebahagiaan pernikahan keduanya yang terus Dikaruniai hal-hal kecil yang bisa melengkapi Indahnya Hubungan mereka ini.


"Juna.." Dara memanggilnya dengan rendah.


Juna menoleh dan Menunggu perkataan Istrinya selanjutnya."Aku bahagia.Bahkan sangat-sangat bahagia" Juna tersenyum dan langsung membawanya kedalam dekapannya."Aku juga bahagia Jika kau bahagia sayang" Juna terus memeluknya,Perasaannya yang sangat indah membuatnya seakan enggan untuk melepaskan Dara dari pelukannya.


dara Memejamkan matanya, Mencoba untuk menikmati indahnya cinta serta hangatnya pelukan Juna saat ini.Dara sangat beruntung karena memiliki Juna Didalam hidupnya.karena apa?,Karena Juna selalu memberikan perhatian,memberikan cinta serta memberikan kasih sayang yang lebih untuknya,


__________


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2