
_Setelah makan malam,Juna lebih memilih menenggelamkan dirinya diruang kerja.Dia masih memikirkan tentang Naya juga Perkataan Kelvin tadi siang,Dan sekarang dia sangat bingung saat Dara bertanya ' Ada apa ' kepadanya.
Sedangkan Dara,Sudah dari tadi dia menunggu Juna.Dia sampai Mondar-mandir didepan pintu,berharap Juna Akan segera kembali kekamar.Dia yakin bahwa Juna sedang ada masalah,Apalagi saat melihat Wajah Juna yang sedikit lebam tadi."Apa Aku susul aja ya" Gumamnya.Dia melirik kearah jam yang menunjukkan keangka sembilan.
Tapi saat memikirkannya lagi,Akhirnya Dara mengurunkan niatnya dan lebih memilih untuk tidur.Dia tahu bahwa Juna Masih ingin sendiri sekarang.
10 menit...
15 menit...
hingga 20 menit berlalu pun,Dara tak kunjung memejamkan matanya.Pikirannya masih dipenuhi tentang Juna,Keanehan Juna Setelah pulang tadi."Oke Dara,Tunggulah sebentar lagi" Gumamnya Dan kembali mencari posisi yang nyaman untuk tidur.
Tapi hingga pukul 11 malam,Tak ada tanda-tanda sedikitpun tentang kedatangan Juna.Hingga Akhirnya Dara memutuskan untuk menyusulnya.
Saat sampai didepan Pintu,Dengan ragu-ragu Dara Mulai mengetuknya.
Juna menoleh kearah pintu,Dia tahu bahwa itu adalah istrinya."Boleh aku masuk Juna" Suara Dara terdengar Indah diluar sana.
Juna tersenyum dan menunduk."Masuklah"
Setelah pintu itu terbuka,Juna menatap Hangat kearah istrinya yang mulai berjalan kearahnya."Kenapa belum tidur?" Tanya Juna lembut.Dia merentangkan tangannya yang meminta Dara untuk langsung memeluknya.
"Kau tahu kan Jika aku tidak akan bisa tidur jika Kau tidak berada disampingku" Dara mendongak menatap wajah rupawan Leo dari dekat.Saat ini hatinya sudah mulai menghangat karena tatapan serta pelukan Juna yang sangat lembut.
Juna tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya."Juna..!" Panggil dara dengan pelan.
"Huuummm" Jantung Juna berdetak kencang,Dia tahu Bahwa istrinya akan mengatakan apa setelah ini."Kau ada masalah?"Dara bertanya dengan hati-hati.Dia tidak ingin terlalu menekan Juna.
"Apa aku terlihat tak baik-baik saja?"Juna bertanya kembali kepadanya.Dara Mengangguk,Dia Menatap Juna dengan lekat.begutupun dengan Juna."Kau berubah setelah Kepulanganmu tadi,Wajahmu juga terluka.Dan sekarang,kau lebih memilih berdiam diri disini Tanpa berniat untuk kembali kekamar.Aku tahu kau sedang ada masalah Juna,Itu semua terlihat dari raut dan prilakumu."Dia menjedanya.Dia masih ingin memperhatikan Wajah Juna yang Menatapnya dengan serius."Aku mungkin tidak terlalu bisa untuk mencari jalan keluarnya, tapi setidaknya aku akan menjadi pendengar yang baik untuk mu."
Juna terdiam.Dia menunduk dan menyembunyikan senyum tipis dibibirnya.
' Jika masalah ini menyangkut tentang Naya,Apa kau masih akan menjadi pendengar yang baik untukku dara '
"Kenapa kau diam?,Kau tidak ingin mengatakannya?"
Juna kembali menatapnya,menatapnya dengan sangat-sangat dalam."Ini hanyalah masalah pekerjaan,Kau tidak perlu khawatir." Jawab Juna asal.
__ADS_1
Dara menunduk,Menatap lantai yang kini dipijaknya.kemudian dia kembali mendongak."Kau tidak berbohong kan?" Tanya Dara memastikan.
Juna tersenyum kaku dan menggeleng.
"Sudah malam,Ayo tidur" Juna Melepas pelukannya dan menggandeng Dara untuk masuk kedalam kamar.
Dengan Hangat dia membungkus dara dalam pelukannya.pelukan ini sangat erat,seolah menggambarkan bahwa mereka tak akan terlepas."Sayang" Dara mendongak,
Dia menatap mata Juna yang tertutup namun tak tertidur
"Tidurlah" Jawab Juna masih dengan mata yang terpejam.
Kemudian Juna dikejutkan Dengan Dara yang sudah bangkit dari Tidurnya."Mau kemana?"Tanya Juna lembut.
"Minum" Jawabnya singkat.
"Kau haus?"Tanya Juna yang diangguki oleh Dara."Tunggu disini ya,Aku akan mengambilnya" Juna beranjak dan mulai turun kebawah.
Tak lama kemudian dia kembali dengan segelas air putih ditangannya."Terimakasih" Dara meraihnya dan langsung meminumnya hingga setengah.
"Siapa?"Tanya Dara.
Dia mengangkat bahunya."Biarkan Saja.Ayo tidur."Juna mematikan Ponselnya dan kembali berbaring disamping istrinya
*****@*****
_Keesokan paginya,Tidur Juna sedikit terusik karena Dara yang dengan sengaja mempermainkan wajahnya."Sayang.."Juna Berbalik dan memeluk guling ya.
"Sayang ini sudah siang,apa kau tidak berniat kekantor" Mendengar kalimat kantor membuat Juna harus bangun dari tidurnya.padahal dia masih merasa ngantuk karena Tadi malam Tidak bisa tidur saat memikirkan Naya.
"Mandilah" Ujar Dara dengan senyumnya.
Juna mengangguk dan mulai turun dari ranjang."Sayang bisa aku meminjam ponselmu?"Ucap Dara dengan wajah yang berbinar.Alis Juna mengkerut dengan sempurna.Dia merasa heran karena masih pagi-pagi sekali Dara Meminjam ponselnya.
"untuk apa?"Tanya Juna yang mulai menariknya masuk kedalam Pangkuannya."Menelfon temanku" Jawab Dara.
"Wanita atau pria?"Tanya Juna lagi.
__ADS_1
"Wanita"
"Sayang apa kau tidak takut jika teman wanitamu itu menyimpan Nomor ponselku?"Goda Juna sambil menciumnya.
Dara tersenyum karena geli."Tidak akan yang berani mengganggumu karena kau adalah milikku Juna" Jawab Dara Yang membuat Juna terdiam memaku.
Dara adalah istrinya,Dan otomatis bahwa dirinya adalah Milik Dara seutuhnya bukan?,Lalu kenapa Juna masih memikirkan Naya,seorang wanita yang dilihatnya semalam.apa Dia berniat menjadi pria yang kejam dan Meninggalkan Dara serta anaknya begitu saja.Tidak..tidak,itu tidak mungkin.
"Sayang" Panggil Dara yang membuat Juna Keluar dari lamunannya.
"Oh iya,Itu ponselku" Tunjuk Juna kearah nakas.
Dara mengangguk dan mencium bibir Juna."Mandilah" Setelah itu dia langsung mengambil ponsel Juna dan berlari turun kebawah.
,.......
"Halo" Jawab Seorang pria dari sebrang sana.
"Hali Vin" Dara berkata dengan pelan."Ini aku Dara" Sambungnya lagi.
"Ohh kau ternyata.Ada apa Ra?" Tanya Kelvin.
"Emmm,Begini Vin.Apa kau tahu Apa yang terjadi dengan Juna?,Karena setelah kepulangannya tadi malam Juna sangat aneh dan tampak berbeda dari biasanya" Ucap Dara langsung keintinya.
Kelvin terdiam.Dia Bisa menebak bahwa ini semua karena Naya.Dia tidak menyangka bahwa Juna akan membawa Masalah itu hingga kerumahnya."Hanya masalah pekerjaan Ra,Ada sedikit masalah dikantor" Jawab Kelvin asal,karena dia juga tak tahu harus menjawab apa.
Dara diam sambil mencerna semuanya.Apa yang dikatakan kelvin barusan Itu sama dengan apa yang dikatakan Juna tadi malam.tapi dara maaih tak percaya dengan itu semua.
"Ya sudahlah.Aku hanya ingin bertanya itu saja.Maaf jika aku mengganggu waktumu" Ujar Dara.
Kelvin mengangguk."Santai saja"
"Oh iya Vin,Jangan beritahu Juna jika aku menelfonmu ya" Ucap Dara sebelum panggilan itu terpustus.
"Okei"
Dara tersenyum dan langsung memutus panggilan itu.
__ADS_1