
Dunia seakan ingin runtuh,Luna berfikir lebih dirinya dikubur dalam dalam dari pada harus mendengarkan lengguran petir dari bosnya.
Juna melemparkan tatapan tajamnya kearah sekretaris bodohnya itu.Emosinya semakin memuncak.jika diperhatikan ada kobaran asap yang keluar dari daun telinganya.
sedangkan Luna,masih setia dengan posisi setengah berdiri dengan pandangan kebawah.Rasa pegalnya telah tergantikan oleh ancaman yang dilontarkan oleh Juna
"Keruanganku sekarang"Ucap Juna dengan lantang dan penuh penekanan.Tanpa menunggu jawaban dari Luna Juna langsung melenggang pergi dan tak sengaja bahu mereka bertabrakan karena Luna berada tepat didepan pintu.
Luna hanya melongo menatap kepergian Juna dengan posisi yang masih sama.Tanpa dia Sadari Kelvin sudah berdiri didepannya sejak kepergian Juna tadi.
"Yhaahhhhhhhh"Pekiknya kaget setelah melihat Kelvin.Dia langsung berdiri tegak sambil menarik nafasnya dalam dalam dan membuangnya dengan kasar.
"Apa ada hantu yang setampan diriku"Ucapnya dengan tenang,Dia tidak habis pikir dengan tingkah sekretaris Juna satu ini.Dia orang yang cerdas namun juga orang yang dungu.Tanpa aba aba Kelvin langsung menutup pintu itu dengan kuat.
Brakkkk....
"Astaga"Pekiknya lagi karena terkejut.Luna mengelus dadanya dengan kasar,Pagi pagi sudah mendapat Ganjaran,batinnya.
Drttt...dertttt.......
"Siapasih"Omelnya sambil meraih handphonnya yang ada didalam sakunya.
Saat melihat nama yang tertera dilayar ponselnya,Tanpa segan Luna langsung membulatkan matanya hingga hampir saja keluar.
Bos tamvan is calling
"Mati aku"Ucapnya dengan pelan, Karena kebanyakan mengkhayal dirinya sampai lupa dengan perintah yang dilontarkan Juna padanya tadi.Dia langsung berlari kecil sambil mengangkat telfon itu.
"maaf tuan,sebentar lagi saya akan tiba"Ucapnya Dengan hati hati.
Tut.......
Juna langsung memutus panggilan itu secara sepihak.Rasanya kepalanya ingin meledak saat ini juga,Tidak Kelvin tidak sekretarisnya semua sama saja,Sama sama menyebalkan.
Ceklek....
Pintu ruangan itu terbuka,Menampakkan seorang wanita berjalan kearahnya dengan posisi menunduk.
"Selamat pagi tuan"Sapanya dengan hormat.Juna hanya menatapnya dengan tajam tanpa menjawab sapaannya tadi.
"Sepertinya memang benar,Bahwa kau menganggap wajahku berada dilantai,Apa aku harus mengulangi perkataanku hingga beberapa kali Hah"Bentak Juna sambil menggebrak mejanya.Luna terperanjat kaget mendengar bentakan dari Juna.
"Maafkan saya tuan"Ucapnya dengan pelan,Rasanya air matanya sudah ingin tumpah, Karena kecerobohannya sendiri dia Dibentak oleh Juna.Perlahan Luna mulai memberanikan diri untuk Menatap Juna.
"Jelaskan kepadaku,Apa aku menggajimu hanya untuk menguping pembicaraanku"Tandas Juna dengan nada tinggi.Jika Luna bukan seorang wanita,mungkin Juna sudah melayangkan pukulannya kewajah itu karena telah berani menguping urusan pribadinya.
"Tidak tuan"Ucapnya dengan suara serak,Dadanya sesak akibat menahan tangis sedari tadi.
"Keluarlah"Ucap Juna yang mulai melunak karena melihat Luna yang ketakutan karena amarahnya.
"Jika kau mengulanginya lagi,Maka bersiaplah untuk menjadi pengangguran disisa umurmu"Ancamnya yang langsung kembali duduk.
"Ter...Terimakasih tuan"Ucapnya dengan gelagapan,Luna bersyukur karena Juna tidak langsung memecatnya sekarang, setelah menunduk hormat.Luna langsung keluar dari ruangan Juna.Dan berjalan kearah ruangan Kelvin.
__ADS_1
....@....
Sedangkan Disebrang sana, Tawa riuh mengisi ruangan luas itu,Tidak henti hentinya Varo tertawa sedari tadi setelah Mendapatkan telfon dari Kelvin.
Ya dia tahu bahwa nomor ponsel yang menelfonnnya tadi adalah milik Kelvin.tangan kanan Juna.
"Juna...Juna.....Aku tidak menyangka bahwa kau masih mengharapkan wanita jalang itu, Sampai-sampai kau memerintahkan asistenmu untuk mencari tahu informasi mengenainya"Gumamnya sambil menggelengkan kepalanya
"Ternyata benar,Bahwa istrimu itu bagaikan pelarian seorang pria yang Terluka karena cinta,Sunggu malang nasib wanita itu"Gamamnya lagi sambil menarik senyumnya sinis.
Dia meraih ponselnya untuk menelfon seseorang.Setelah panggilan itu terhubung,hanya sepatah dua kata yang diucapkannya,Dan panggilan itu segera Terputus.
"Berterima kasihlah padaku,Karena aku masih memperdulikan wanitamu yang kau telantarkan"Gumamnya sambil bangkit dari duduknya dan membawa langkahnya menuju Jendela ruangan itu untuk lebih leluasa menatap bangunan pencakar langit yang tersusun rapi Dikota ini.
......
13:00.
Dara yang sedang bersantai diruang tamu dikejutkan oleh bunyi bel yang berbunyi sedari tadi.
"Siapa ya"Gumamnya sambil berjalan kearah pintu.Dia mengintip dari balik tirai itu untuk memastikan bahwa orang yang datang kerumahnya adalah orang yang aman.
"Paket"Gumamnya saat melihat label yang tertera pada jaket pria itu.Dara langsung membawa langkahnya untuk membuka pagar Yang menjulang tinggi itu untuk menemui sang pengantar paket.
"Selamat siang nona,"Ucap pria itu dengan ramah.
"Siang"Jawabnya tak kalah ramah.
"Ya,saya sendiri"
"Oh,kebetulan.ini ada Paket untuk nona"Ucap pria itu sambil menyerahkan Buket bunga mawar yang indah ketangan Dara.
"Dari siapa ya?"Tanya dara dengan wajah Bingung.
"Dari orang yang spesial"Jawab Pria itu sambil tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi nona"Ucap pria itu yang langsung berlalu dari hadapan Dara.
Dara masih setia berdiri sambil menatap Buket bunga yang ada ditangannya ini,Dia tahu Bahwa buket ini pasti dari suaminya .Dia sangat bahagia.walau sedang bekerja Juna selalu meluangkan waktunya untuk mengingatnya.
Dara langsung membawa Buket itu kedalam rumah,sambil sesekali mencium aromanya.
"Sangat indah"Ucapnya bahagia.Tapi kenapa tidak Juna langsung yang memberikannya kepadanya,Batinnya dalam hati.
Dia meraih ponselnya yang berada diatas nakas,dan membuka aplikasi kamera untuk memfoto Buket pemberian dari Juna.
Setelah selesai Difoto,Dara langsung mengirimkannya kepada Juna,Untuk mengucapkan rasa terimakasihnya.
๐ Bee......
Makasih hadiahnya sayang,Semangat terus๐๐
__ADS_1
Setelah pesan itu terkirim,Dara langsung mematikan Ponselnya dan memfokuskan diri Kepada serangkaian bunga mawar pemberian dari Juna tadi.
.........
Ditengah tengah kegiatannya,Kefokusan Juna teralihkan saat mendengar Notifikasi pesan masuk ke ponselnya,Dia langsung meraihnya untuk melihatnya.
Dia menarik senyumnya,kala melihat pesan itu ternyata Dari istrinya,Juna langsung membaca pesan itu.
๐ฉMy life....
Makasih hadiahnya sayang,Semangat terus๐๐
Juna langsung terkejut setelah membaca pesan itu,Hadiah,hadiah dari mana.dia tidak pernah mengirim hadiah kepada istrinya,lalu siapa yang mengirimkan itu.
Dia mengerutkan alisnya,mencoba mencerna ingatannya,Dan memang benar dia tidak mengirim Buket itu.
Juna memejamkan matanya menjoba mengatur deru nafasnya,Siapa yang berani memberikan buket bunga kepada istrinya.Namun Juna langsung membuka Matanya saat terpengarah kepada satu orang yang muncul dibenaknya.
Juna mengepalkan tangannya,Hanya satu nama yang diyakininya,Varo.ya Varo dia yankin bahwa varolah yang mengirim buket itu kepada istrinya.
"Brengsek"Ucapnya yang langsung berlari keluar kantor.Para karyawan itu hanya melemparkan tatapan aneh kepada bosnya yang selalu bersikap tenang.
Tanpa memperdulikan tatapan karyawannya,Juna terus melangkahkan kakinya menuju mobilnya...
.
.
.
BERSAMBUNG.
*happy reading all ๐ค๐ค
terimakasih untuk pembaca setia novel baru Author ๐ค Saranghaeo untukmu kak โค๏ธ๐ค Dan terimakasih untuk para readers yang udah Dukung Author sampai disini ๐ฅฐ,
Jangan lupa like ๐ komen sebanyak banyaknya ๐ฏ๐ฏ Dan Votte seiklahsnya ya cinta ๐ plus Favorit โค๏ธ
Ig Author ๐ค
@IndahNovita487Nvt.
Fb Author
_-Indah Novita Sari.
Kenalan yuk๐ค๐ค
๐นLove you all๐น*
__ADS_1