Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 83_Sakit


__ADS_3

_Suasana Siang yang begitu terik,Membuat Juna sedikit kelelahan Saat menghadiri meeting dengan beberapa koleganya diberbagai tempat.Dengan ditemani Luna yang kini berjalan dibelakangnya setelah menyelesaikan Meeting bersama salah satu koleganya di Hotel Ternama kota ini.


Langkah Luna terhenti didepan Mobilnya sambil memandangi langkah berat milik Juna yang tak kunjung sampai kedepan mobilnya.Ya setelah kejadian siang itu,Luna memutuskan untuk Mengendarai mobilnya sendiri Saat melakukan meeting diluar.


Melihat Juna yang telah memasuki mobilnya,Lunapun bergegas masuk untuk kembali kekantor.sampai mobil Luna keluar dari area hotel itu.Juna tak kunjung melajukan mobilnya.


Dengan pelan,Tangan itu mulai membuka jas yang saat ini dikenakannya karena sudah Dipenuhi oleh keringat, Hingga menyisakan Kemejanya saja.Tangannya meraih beberapa lembar tissue Untuk mengelap Puluh yang memenuhi Wajahnya.


Kini nafasnya sedikit berat,Bahkan keringat dingin sudah memenuhi tubuhnya.tak henti-hentinya helaan nafas itu keluar dari mulutnya. " Ada apa denganku.."Gumamnya sambil memijit pelipisnya.


Setelah Dirasanya Bisa,Juna mulai melajukan mobilnya menuju kantornya.Sepanjang perjalanan,Dia hanya memfokuskan dirinya menatap jalanan yang sedikit buram dalam pandangannya.


Sedikit demi sedikit rasa pusing mulai menguasai kepalanya.kepalanya terasa berat,Namun Juna tetap memaksakan diri untuk mengendarai mobilnya menuju kantornya.


40 menit kemudian....


Mobilnya melenggang masuk Kedepan lobby perusahaannya.Dengan sisa Tenaga yang dia punya.Juna mulai menapakkan kakinya untuk berjalan kelantai 27 Dimana ruangannya berada.


Para karyawan yang melihat Wajah Pucat Juna Hanya bisa bertanya-tanya dalam hati ' Kenapa dengan tuan Juna '..


Berat rasanya bagi mereka untuk menanyakan hal itu secara langsung kepada juna.karena mereka sendiri tahu bagaimana Sifat bosnya itu.


.....


Sesampainya Diruangannya Juna langsung melemparkan Tubuhnya Dikursi kebesarannya.tangannya terangkat untuk Menyentuh dahinya.panas,Itulah yang dirasakannya.


Tak lama kemudian,Terdengar Suara ketukan pintu Dari luar.


"Masuk..." Ucapnya dingin.


Luna yang mendapati izin dari Juna langsung masuk kedalam sambil membawa proposal Ditangannya.


"Ini proposal yang anda minta tadi tuan" Luna berkata dengan sopan.Tanpa berkata-kata Juna langsung meraihnya dan bergegas membacanya.


Lalu mata Luna menyelidik wajah Juna yang sangat pucat.Dengan mengumpulkan keberanian yang tinggi akhirnya Luna bertanya kepada sang bos tentang keadaannya


"Sebelumnya maaf atas kelancancangan saya tuan,Apa anda baik-baik saja?"Tanya Luna dengan keberanian Yang meninggi.


Mata Juna beralih untuk menatapnya,Dia diam sampai akhirnya mulutnya terbuka untuk menjawab sekretaris itu.


"Hu'um" Jawabnya acuh.


' Gila....Aku menanyakan Pertanyaan panjang lebar,Dan hanya dibalas oleh deheman....'. Batin Luna dalam hati.


"Kau bisa keluar" Juna berkata dengan dingin tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun.

__ADS_1


"Baik tuan..." Luna membungkuk hormat sambil membalik badannya.Belum lagi sampai Didepan pintu itu,Juna sudah lebih dulu Menghentikannya.


"Tunggu" Luna langsung kembali menatap Juna sambil menunggu apa yang ingin dikatakan oleh bosnya itu.


"Pergilah Dengan Kelvin untuk pertemuan selanjutnya.saya yang akan menyelesaikan pekerjaan kantor" Setelah mengatakan itu,Dara langsung pamit keluar untuk menyiapkan segala berkas yang dibutuhkan untuk meeting nanti.


Pekerjaan kantor terlalu banyak,ditambah lagi dengan rencana pembangunan atau Menciptakan hal baru,Yang membuat Juna tidak sempat untuk mengabari istrinya.Bahkan untuk makan siang saja dia tidak sempat.


Tak lama kemudian,Notifikasi pesan masuk kedalam ponselnya.Dia langsung meraihnya untuk melihatnya.


📥My life❤️


Semangat Sore💪


Sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman saat membaca pesan dari Istrinya.Tangannya langsung mengetik balasan untuk dara.


📤My life ❤️


Thanks baby😘


Tak lama kemudian,ponselnya kembali bergetar,Juna kembali membukanya.


📥My life ❤️


📤***My life❤️


Jam Sembilan,Ada banyak pekerjaan dikantor.maaf🙏🙏


📥My life❤️


Kami menunggumu Daddy🥰😘***


Setelah mengirim pesan singkat,Juna langsung kembali menyibukkan dirinya dengan setumpukan berkas yang ada di atas mejanya.


_________


Tepat pukul sembilan malam,Mobil Juna baru memasuki Garasi mansionnya.Sedangkan Dara yang mendengar suara mobil suaminya langsung bergegas membuka pintu untuk Juna.


"Daddy..."Rengeknya dengan gembira.Tapi saat melihat wajah Juna,Ekspresi wajahnya Berubah panik.Kenapa tidak?Wajah Juna sangat pucat saat ini.Kulitnya yang putih membuat Wajah pucatnya semakin terlihat.


"Juna,Ada apa denganmu..." Dengan refleks Dara langsung menyentuh Wajah Juna.Panas,bahkan sangat panas.


"Kau sakit" Ucapnya tercekat sambil membawa suaminya untuk masuk kerumah dan langsung menutup pintu.


Tangan mungilnya kini menuntun suaminya menuju kamar mereka.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja"Juna mencoba menenangkan kepanikan istrinya Saat mereka telah sampai dikamar.


"Apanya baik-baik saja,Kau Demam,Wajahmu juga sangat pucat" Dara merasa emosi saat Juna bersikap seolah tidak terjadi apa-apa pada dirinya.Kenapa Juna selalu seperti ini,Mencoba untuk kuat didepan semua orang dan tidak perduli dengan rasa sakitnya.


"Tidak papa,Aku hanya sedikit pusing" Juna mencoba tersenyum agar tidak membuat istrinya khawatir.


"Kita kedokter ya..."Kini dara mulai membuka Jas yang dikenakan Juna.Jas yang berbeda dengan Yang ia kenakan tadi pagi.Karena sepulang meeting tadi,Juna langsung mengganti bajunya yang basah karena Keringat.


Juna menggeleng pelan"Aku baik-baik saja,Jangan khawatir"


"Juna berhentilah berbohong,Jika kau sakit karakn sakit.Aku istrimu,Dan sudah menjadi tanggung jawabku untuk merawatmu saat kau sakit" Kini Nada bicaranya mulai meninggi.Dia kesal sangat kesal dengan Juna yang tidak perduli dengan sakitnya.


"Okeii..." Juna menghela nafas berat sambil menahan rasa pusing yang menyeruak dalam dirinya.


"Tolong ambilkan air putih" Pinta Juna,Dara langsung bergegas turun kebawah untuk Mengambil air yang diminta Juna.


Setelah kepergian istrinya,Juna bangkit dan berjaln kearah laci Dan mengambil kotak obat dari dalamnya.


Tak lama kemudian,Dara Datang dengan membawa segelas air putih Dan Semangkuk air untuk mengompres Juna.


"Ini" Ucapnya sambil menyerahkan air itu kepada Juna.Dan Junapun langsung menerimanya dan meminum obatnya.


"Tidurlah"Pinta Dara sambil Membantu Juna untuk merebahkan tubuhnya.


Dengan cekatan dia langsung Menempelkan Sapu tangan yang digunakannya untuk mengompres Juna.Dan itu cukup membuat Juna tersentuh.Perhatian dan cinta yang di berikan Dara inilah yang membuatnya tidak ingin berpisah darinya.


' Maafkan aku yang sering menyakitimu sayang,Aku berjanji akan melupakannya demi dirimu dan masa depan kita.TUNGGU AKU....." Batin Juna dalam hati sambil menekankan katanya pada kalimat ' Tunggu aku ' Karena dia tidak ingin Dara meninggalkannya saat dirinya belum melupakan Kanaya Dalam waktu dekat ini.


Kini dia mulai sadar,Bahwa cintanya semakin bertambah Setiap harinya untuk istrinya.Dan itu cukup membuatnya lebih mudah untuk melupakan Kanaya......



..."***Tunggu aku......."...


~Arjuna L . Leonidas***


___________ __


Bersambung.....


happy reading all 🤗❤️🤭


Salam cinta dari Author ❤️🤗❤️


"Saranghaeo 🌹"

__ADS_1


__ADS_2