Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Sebuah pertemuan


__ADS_3

Juna melajukan mobilnya dengan santai,membawa kebahagiaan yang mendalam Dihatinya.Jika dia tumbuh tanpa orang tua,maka Hari ini dia berjanji kepada anaknya untuk selalu menemani pertumbuhan jagoannya hingga ajal menjemputnya.


Sesampainya diKantor Juna disambut oleh para staf kantor dengan ramah.Karena suasana hati yang sedang Bahagia.juna membalas Seluruh sapaan karyawannya dengan ramah sambil tersenyum.


Bagaikan Pelangi yang menyinari Indahnya pagi.Karyawan itu langsung meleleh dibuatnya.Terlebih lagi karyawan wanita.Bagi mereka senyuman Juna adalah penghargaan terbaik Dikantor ini.


"OOO tuhan,kuatkan Iman hambamu ini" Gumam karyawan itu dengan pelan sambil menatap kepergian Juna.


Saat ingin memasuki Lift,Tanpa disengaja Luna juga ingin memasuki lift itu.


"Ah, selamat pagi tuan"sapa Luna sambil membungkukkan Tubuhnya.yang dijawab anggukan Oleh Juna.


Mereka berdua pun langsung memasuki lift itu secara berbarengan agar dapat menghemat waktu.Hening.tidak ada yang berbicara sedikitpun.Juna hanya menatap lurus ke depan tanpa melirik sedikitpun kearah sekretarisnya yang sudah ingin pingsan sedari tadi.


OOO tuhan.Bagaimana ini,berada dalam satu ruangan dengan tuan Juna sama saja seperti berada di kutub Yang terpencil."


batin Luna yang sedang berusaha melawan Degupan jantung yang kapan saja bisa meledak.


Sesaat keheningan mereka terpecahkan oleh dering telfon milik Juna.


Dertttt..derrtttt...derttt.


Saat melihat nama yang tertera dilayar ponselnya,Juna menarik senyumnya dengan lebar tanpa memikirkan sekretarisnya yang meleleh dibuatnya.


"Halo"Sapa Dara disebrang sana.


"Halo,Ada apa"Jawab Juna tanpa ekspresi.Dara yang mendengar itu langsung mengerti bahwa sekarang Suaminya itu Tidak sedang sendiri.


Luna hanya bisa diam dan sesekali mendengarkan Perbincangan Juna.


"Sayang,siang ini kau makan diluar atau dikantor?"Tanya Dara.


"Tergantung Schedule hari ini" jawab Juna sambil tersenyum.


"Aku dan Elma akan keluar hari ini,Apa Daddy tidak ingin ikut"Ajak Dara dengan manja.


Juna terdiam beberapa saat,Istrinya adalah tipekal orang yang ceria.dia suka keluar Hanya untuk menghabiskan waktunya bersama dengan teman-temannya.Juna juga sadar Dia tidak pernah mengajak istrinya untuk keluar.Lalu kenapa hatinya sangat berat bila Istrinya mengatakan Jika ingin keluar.apa karena masalah Varo.


Ada rasa takut dihatinya bila istrinya Keluar rumah tanpa dirinya.namun bila dia hanya mengurung istrinya dirumah,dia takut Istrinya akan jengah Terhadapnya.


Dara yang tidak mendengar jawaban sama sekali dari suaminya Langsung bertanya Lagi.


"Sayang,apa kau mendengarkanku?"tanya dara yang membuyarkan lamunan Juna.


"Jam berapa kau ingin keluar" Tanya Juna.


"Jam makan siang"Jawab dara.


Ting.....


pintu lift terbuka lebar,Juna dan Luna langsung keluar untuk menuju Ruangannya.

__ADS_1


Sesampainya diruangannya Juna langsung duduk di kursi kebesarannya dengan ponsel yang masih berada didekat telinganya.


"Tunggu sebentar ya"ucap Juna yang langsung menatap sekretarisnya itu.


"Apa saja Scheduleku hari ini?"Tanya Juna dingin.


"Jam 9 pagi ada rapat dengan dewan direksi,Disambung dengan jam 1 siang ada rapat Dengan PT Wv Di restoran XX.dan sorenya ada pertemuan dengan Direktur Diroganda Corps."Jelas Luna dengan teliti.


Juna berfikir sejenak mencoba mencerna penjelasan dari sekretarisnya barusan.Jadwalnya padat hari ini.dan mungkin saja bahwa dia Sedikit pulang terlambat malam ini.


"Kau bisa keluar"Ucap Juna dengan dingin.


Setelah Luna menghilang dibalik pintu Juna langsung kembali mengambil telfonnya dan berbicara dengan istrinya.


"Kau menunggu lama sayang"Ucap Juna dengan lembut.


"Jika kau tidak bisa,tidak apa"Ucap Dara.


Juna tidak menjawab namun langsung mengalihkan panggilan mereka ke panggilan video.Saat ponsel keduanya sudah terhubung.Juna langsung tersenyum memandang wajah cantik istrinya.


"Hanya dengan Elma?"Tanya Juna yang dibalas anggukan oleh Dara.


"Sekretaris mu sudah pergi"tanya Dara.juna membalasnya dengan anggukan.


"Sayang"Panggil Juna.


"Hmmmm"


"Kenapa?"Tanya Dara antusias.


"Aku tidak ingin melihat orang lain menganggap mu masih lajang,Juga agar mereka tahu siapa pemilik mu"Ucap Juna sambil tersenyum.


"Kau takut aku selingkuh"ejek dara.


Juna langsung tertawa saat itu Juga.memang benar bahwa dia takut istrinya dilirik oleh pria lain.


"Istriku cantik,Akan ada banyak pria yang menginginkan mu"ucap Juna yang dibalas kekehan oleh Dara.


"Sayang,Aku rapat dulu ya,Saat jam makan siang nanti.ajak Elma kerestoran XX"jelas Juna..


"Oke,Semangat Daddy" ucap Dara sambil mengakhiri Panggilan video mereka.


......


siang ini sesuai rencana tadi pagi,Dara akan mengajak Elma makan siang untuk berbagi Kebahagiaan atas hadirnya Benih cinta Dirahim Dara.Dara sengaja menjemput Elma Ke KF dan meminta izin langsung kepada Richo.


Saat ingin menyebrangi jalan,Tak sengaja dia menabrak tubuh tegap seorang pria yang ada didepannya,Dara yang merasa syok langsung Terduduk lemas dibibir aspal,Dia diam sambilemegangi perutnya.


Untung saja aku tidak terjatuh


Batinnya dalam hati sambil mengucap syukur kepada tuhan.

__ADS_1


Awalnya pria yang ditabrak Oleh Dara tadi sudah siap ingin meluapkan amarahnya,namun belum sempat dia melontarkan kemarahannya,Dara lebih dulu mengangkat kepalanya.


"Maafkan saya tuan"Ucap Dara sambil melihat wajah pria itu.


Deg!!!!!!


Mata keduanya bertemu,Degupan jantung pria itu tidak bisa dikendalikan.Dara sangat terkejut saat Melihat pria yang ditabraknya tadi.bagaimana bisa Jika dia menabrak seseorang,maka orang itu adalah pria yang sama.


Varo Diam membeku saat gadis kecilnya sekarang tengah berada di depannya.


"Dara"Panggil Varo.


"Tuan mengenalku?"Tanya Dara sambil bangkit dari duduknya.


"Kau dara kn,Diandra Adistha Sanjaya"Ulang Varo sambil menatap lekat wajah cantik itu.


"Iya,Tapi kenapa tuan bisa mengenalku"Tanya dara yanb merasa bingung.


Varo berfikir walaupun Ini ditempat yang tidak tepat,Namun suasana ini sangat tepat untuk dirinya mengatakan yang sebenarnya,agar gadisnya ini tidak Lagi menghilang dari pandangannya.


"Kau tidak mengingatku?"Tanya Varo sambil menatap wajah Dara yang sedang dipenuhi oleh Kebingungan.Dara menggeleng pelan yang mengartikan bahwa dia tidak mengingat atau mengenal Varo sedikitpun.


"Regan"Ucap Varo dengan penuh keyakinan.Sesaat dara terdiam dan langsung menutup Mulutnya dengan tangannya tanda ia tidak percaya dengan perkataan pria itu.


"Kk-Kak Regan!"Ucap Dara.


"Iya aku Regan,Temanmu dulu"Ulangnya lagi.


"Bukannya namamu adalah"Ucap Dara yang berhenti sejenak sambil mengingat nama Varo.


"Varo"tanya Varo kepada dara.,dara langsung mengangguk karena Elma pernah bilang bahwa nama pria ini adalah Varo.


"Hahahah,Kita berteman bertahun tahun,namun kau tidak Mengetahui nama panjangku"Ejek Varo sambul terkekeh geli.


.


.


.


BERSAMBUNG.


*Happy reading all πŸ€—πŸ€—


Terimakasih untuk pembaca setia novel baru Author πŸ€—πŸ€— Saranghaeo untukmu kak πŸ€—β€οΈ, Dan terimakasih untuk para readers yang udah Dukung Author sampai disini πŸ₯°πŸ€—πŸ™.


Jangan lupa like πŸ‘, komeen sebanyak-banyaknya πŸ’―πŸ’― Dan Votte seiklahsnya ya cinta πŸ™πŸ™, plus Favorit ❀️.


Follow Ig Author ya cinta πŸ™


@IndahNovita487Nvt.

__ADS_1


πŸ€—LOVE YOU ALL πŸ€—*


__ADS_2