
Hancur.......
Itulah kata pertama yang dapat mengartikan tangisan Dara saat ini,Suaminya,bahkan Pria yang sangat dicintainya kini Mulai menorehkan Luka tersendiri di hatinya.
Inikah Akhir dari kebahagiaannya,Kebahagiaannya yang pernah mereka rajut untuk menciptakan Kisah abadi Dimasa depan,Inikah akhir dari segala-galanya.
"Jika aku tahu mencintaimu sesakit ini,Maka aku tidak akan pernah membangun cinta dihidupku yang menyebabkan kehancuran ku saat ini"
Batinnya dengan kehancuran hati yang tidak terbandingkan.
Sedangkan Juna,Dia masih Fokus memandangi wajah hangat itu.Tanpa rasa bersalah atau penyesalan sedikitpun
Sedikit Demi sedikit Juna mulai kehilangan kesadarannya,Juna bukan Tipekal Pria yang melampiaskan Amarahnya dengan Membantai meminum minuman keras,Namun berbeda dengan malam ini,Dia ingin Melupakan semuanya dengan Meneguk beberapa gelas Alkohol itu.
"Baby,Kenapa kau tidak kembali sedari dulu ...,Hanya aku yang percaya bahwa kau Masih hidup,Bahkan Kelvin menganggap ku Halu karena mendengar suaramu"Juna terus meracau tidak jelas yang masih mengenai Kanaya mantan kekasihnya.
Hal itu semakin membuat hati istrinya teriris iris.Bahkan Tangisannya pun sama sekali tidak dapat meredakan Sakit hatinya.
Siapa Kanaya Juna
Batinnya lagi dengan berderai air mata.Namun Mulutnya terasa enggan untuk melontarkan pertanyaan itu langsung kepada Juna.Rasanya telinganya tidak akan kuat mendengar jawaban dari Juna nantinya.
Dengan sisa kesadaran yang dimilikinya dia berjalan Sambil menggenggapm tangan istrinya,Yang dianggapnya sebagai Kekasihnya.Dara hanya mengikuti langkah suaminya sambil sesekali memapah tubuh Juna yang sempoyongan.
Seperti memijak Paku,Itulah yang dirasakan Dara pada setiap langkahnya,Dia hanya diam tidak menangis juga tidak berbicara,Rasanya sudah lelah,sangat lelah baginya untuk menangisi Suaminya.
........
Sesampainya dikamar,Juna langsung menjatuhkan Istrinya keranjang mereka,Dia Memposisikan dirinya tepat Di atas istrinya.Ditatapnya wajah sembab itu,Wajah yang menemaninya beberapa bulan terakhir ini,Bukan wajah yang menemaninya beberapa tahun silam.
Juna mendekatkan wajahnya Yang berniat untuk merengkuh bibir tipis itu,Namun sebelum.Bibir mereka menyatu,Dara memberontak keras agar terlepas dari Kungkungan Juna.
"Lepaskan aku Juna,Lepas..."Ucapnya sambil memberontak keras agar terlepas dari Juna.Namun tenaganya kalah Kuat dari suaminya.
"Mau kemana hmmm,Kau tidak merindukanku"Ucapnya dengan Lembut sambil menghapus air mata yang membasahi pipi Istrinya.
"Juna lepaskan aku,Aku bukan Kanaya"Pekiknya lagi sambil terisak..
Seakan tuli,Juna bahkan tidak mendengarkan perkataan istrinya sama sekali,Dia langsung menarik tengkuk istrinya dan menyatukan Bibir mereka,Ciuman itu sangat lembut tapi penuh Siksaan bagi Dara.
__ADS_1
Dara terus saja memberontak untuk melepas tautan mereka,Dengan sisa tenaga yang dimilikinya dia menendang perut Juna dengan kuat,Hingga ciuman mereka pun terlepas bahkan Juna sampai terhuyung kebelakang,
"Ahhhh"Pekik Juna sambil memegangi perutnya yang terasa sakit karena Tendangan dari istrinya.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan,Dara langsung bergegas untuk turun dari ranjangnya dan Berlari menuju pintu.tapi belum sempat tangan mungilnya menggapai gagang pintu itu,Juna telah menarik pergelangan tangannya.
"Mau kemana?"Tanya Juna.
"Aku mohon lepaskan aku Juna.hikss.....Aku bukan Kanaya"Ucapnya dengan berderai air mata yang berharap bahwa Juna akan mendengarkan Perkataan nya.
"Tapi aku merindukanmu"Jelas Juna sambil Merengkuh tubuh istrinya dan mendekapnya dengan hangat.
Dara langsung mendorong Tubuh kelas suaminya itu dengan sekuat tenaga,tak lupa dia melayangkan Tatapan tajamnya kepada suaminya itu.
"Sadarlah Juna....Lihat aku,"Teriaknya sambil memegang wajah suaminya tepat dihadapannya.
"Aku istrimu Juna ,Bukan Kanaya.Aku istrimu Juna hiks........Aku tidak tahu siapa Kanaya,Entah dia kekasihmu ataupun Selingkuhanmu Sekalipun aku tidak pernah Tahu...Hikssss....namun kumohon sadarlah...Aku bukan Kanaya"Teriaknya dengan lantang namun tetap saja,Air mata itu tidak ada henti hentinya untuk keluar dari Matanya.
Juna terdiam mematung ditempatnya,Kalimat yang dilontarkan istrinya itu Berputar di kepalanya.
Istri......
batinnya dalam hati sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.
Dengan telaten dia membuka jas yang dikenakan suaminya Tadi,Membuka dasinya juga membuka Dua kancing kemeja suaminya.Setelah selesai Dia menyelimuti Juna dengan kasih.
Ditatapnya wajah itu.wajah yang selalu menorehkan Kebahagiaan serta rindu dihatinya,Namun sekarang juga pria yang menorehkan luka dihatinya.
Sekuat tenaga dia Menahan tangisnya,Menahan
sakitnya,juga Menahan kekecewaan nya.Perlahan Dia mendekatkan dirinya kepada suaminya dan bersandar diri sambil mendengarkan detak jantung suaminya yang ternyata bukan hanya miliknya seorang.
"Juna....Aku kecewa,Ternyata selama ini kau memiliki wanita lain dibelakangku.Apa kurangnya aku Juna hingga kau menduakan cintaku..apa karena aku orang biasa yang bisa seenaknya kau tindas seperti ini,Atau Apa Juna hikss....."akhirnya air mata itu kembali membanjiri pipinya.
"Selama ini kau selalu membuatku bahagia,Membuatku tersenyum bahkan membuatku berfikir bahwa aku adalah wanita yang beruntung karena memilikimu....Namun apa semua ini Juna,Cintamu hanya sebuah angin yang bahkan tidak akan bisa kugenggam dengan erat.Cintamu hanyalah kepalsuan Yang berhasil membuatku terluka.Jika kau tidak benar-benar mencintai ku,untuk apa pernikahan ini Juna,Untuk apa hubungan ini hikkksss......." sambungan nya lagi,Namun seperapa Banyak dia berkata kata,Keluhan itu akan didengar oleh Telinganya sendiri.karena sekarang Juna benar benar telah tertidur.
Dara langsung Berdiri dan menghapus air matanya,Dia menarik senyumnya,senyum kepalsuan yang hanya untuk menutupi rasa sakit hatinya,Perlahan dia berjalan keluar untuk menuruni tangga.....
..........
__ADS_1
03:00 Wib....
Pukul Tiga dini hari Juna mengerjapkan matanya,Kepalanya terasa sangat pusing,
"A..aaaair"Ucapnya pelan.
Juna terperanjat dari tidurnya,Dia melihat kearah sampingnya.,Kosong.itulah yang ditangkap matanya untuk pertama kali.
Dia langsung menarik ingatannya Kepada Kejadian sebelum dia pingsan.
Perkataan Kelvin,Perkataan Varo,Bahkan perkataannya juga kelakuannya sendiri kembali berputar putar Dikepalanya.
"Dara"Gumamnya pelan,Bahkan itu terdengar seperti bisikan.Air matanya menetes.Apa yang telah dilakukannya.
Juna langsung bergegas keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan istrinya.Bahkan Rasa sakit kepala yang dirasanya tadi hilang begitu saja.
Dengan tergesa gesa Dia memeriksa seluruh kamar yang ada dimansionnya,Bahkan Kamar yang dulu pernah Digunakan oleh istrinya,Namun tetap sama semuanya kosong.
"Kamu kemana sayang"Ucapnya sambil terus berlari kearah pintu utama.Namun keadaan pintu itu masih tetap sama,Tidak ada tanda tanda bahwa istrinya keluar rumah,
Dia melihat Lampu Ruang tamu yang masih menyala,Juna langsung membawa langkahnya dengan harapan Besar untuk menemukan istrinya disitu....
.
.
.
BERSAMBUNG.
*terimakasih untuk pembaca setia novel baru Author π€ Saranghaeo untukmu kak π€π€ Terimakasih juga untuk para readers yang udah Dukung Author sampai disini π₯°π₯°
jangan lupa like π komen sebanyak banyaknya π― Dan Votte seiklahsnya ya cinta π plus Favorit β€οΈ.
Ig Author π€
@Indahnovita487Nvt
Fb Author π€
__ADS_1
-_Indah Novita Sari.
Love you all πΉπ*