Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 102_Patah hati.


__ADS_3

Ketika Tuhan menitipkan Cinta kepada kita,Kita tidak bisa memilih kepada siapa kita mencinta.Pun tak kuasa menolak cinta yang datang,Karena cinta itu adalah titipan.


Begitupun saat kita mencintai orang Yang telah termiliki.Kita tidak bisa menyalahkan diri kita sendiri hanya demi menutup Cinta Itu.biarkan saja,Biarkan dia mengalir dan terlupakan Dengan Berjalannya waktu.Dan percayalah,bahwa Waktu akan terus membantumu....


____________


_Di ruangan yang luas,Yang bercatkan putih menjadi saksi dimana mereka Melepas rindu dalam dekapan,juga Dalam kehangatan.


Lama mereka berpelukan tanpa memperdulikan waktu,Tanpa memperdulikan orang lain dan hanya memperdulikan tentang cinta.Cinta mereka yang Telah mereka Rajut dalam kebahagiaan.


Juna diam sambil membalas pelukan istrinya.Sedangkan Luna Lebih memilih untuk pamit pergi meninggalkan mereka .Kini hanya tinggal mereka berdua lah yang tertinggal diruangan itu.


"Apa ada masalah?"Tanya Juna yang tahu kemana Arah Kelakuan Istrinya itu.Dara menggeleng sambil terus menenggelamkan wajahnya kelengan Suaminya.


Matanya memerah,Dan mulutnya terasa kaku.Dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya tadi.Jadi benar bahwa Perhatian Varo kepadanya selama ini adalah bentuk perhatian Kepada seorang wanita.


"Sayang.."Panggil Juna sambil menggapai wajah istrinya."apa Ada masalah?Atau ada yang menyakitimu?.Katakan kepadaku." Ucapnya setelah mata mereka bertemu.


Juna tahu istrinya sedang berada dalam masalah sekarang,Itu semua terlihat dari raut wajahnya.Tapi seluruh pertanyaan Juna tadi,Hanya dijawab gelengan oleh Dara.


"Aku hanya merindukanmu"Ucapnya yang kembali menghambur kedalam pelukan Suaminya.


' Aku telah menyakiti seseorang Juna.Kesalahankulah yang membuatnya merasakan itu.Lalu bagaimana caraku untuk menyembuhkannya ' Batinnya sambil memeluk Juna dengan erat.


,Juna membawa istrinya untuk Duduk disofa Agar Tidak terlalu lama berdiri."Jangan terus menyembunyikan wajahmu,Dan tatap aku" Pinta Juna karena Dara yang kembali memeluknya walau mereka sedang duduk.


"Aku hanya ingin memelukmu,Apa Itu salah"Ucap Dara.


"Tidak ada yang salah dengan itu.Kau bersikap aneh Setelah kembali dari pertemuanmu dengannya.Apa menurutmu aku tidak curiga dengan itu?.Apa menurutmu aku tidak khawatir dengan mu?.Aku bertanya kepadamu tentang apa yang terjadi padamu.namun apa,kau hanya menjawab seluruh pertanyaanku dengan gelengan."Juna berkata sambil menatapnya dengan tajam.Dan itu cukup membuat Dara bungkam Dan menggeser tubuhnya sedikit lebih jauh Dari suaminya.


Menyadari raut ketakutan Dari Istrinya,membuat Juna menghela nafas dengan kasar sambil kembali menariknya kembali kedalam pelukannya."Jangan pernah menutupi Hal sekecil apapun Dariku,Dan Jangan beranggapan Bahwa kau bisa menyelesaikannya sendiri.Ada aku yang bisa membantumu menyelesaikannya nanti"

__ADS_1


Juna berkata sambil membelai Rambutnya.


"Sayang,Aku mencintaimu"Ucapnya sambil memeluk Juna Dengan erat.Hatinya dipenuhi Kehangatan saat mendengar perkataan Suaminya.Dan kini,rasa bersalahnya mulai Terkikis didalam benaknya."Huummm,Aku tahu itu"Jawab Juna sambil Tersenyum.


"Lalu,Bagaimana pertemuanmu Dengannya tadi?."Tanya Juna yang mencoba untuk merubah suasana mereka.


"Kak Regan ingin bertemu denganmu"Ucapnya yang teringat akan perkataan Varo tadi.


"Oh ya?.Apa yang dia katakan?"Tanya Juna.


"Dia ingin bertemu denganmu,Agar kau tahu siapa Dirinya sebenarnya.jadi kau tidak akan berani untuk menyakitiku,Saat tahu siapa dia sebenarnya".Ucapnya sambil menyombongkan dirinya.


"Kau pikir aku takut dengannya.Bahkan aku bisa membuatnya bungkam saat Aku menjualmu dipasar gelap" Imbuh Juna.


"Dasar Brengsek"Ucapnya dengan diiringi tawa kecil sambil meninju lengan suaminya.


"Yasudah,Kembalilah bekerja.aku ingin pulang."Dara berkata sambil membenahi bentuk rambut Juna yang sedikit berantakan.


"No..no..no.Itu Tidak benar.Aku harus pulang,dan menunggumu dirumah"Ucapnya seraya bangkit dari duduknya.


"Aku pulang ya"Kini Dara mulai Berjinjit Untuk mengecup Pipi kanan Juna."Semangat Daddy"Ucapnya seraya tersenyum Indah.


"Yasudah, Hati-hati okey"Ucap Juna sambil membalas kecupan Istrinya.Setelah itu Dara langsung keluar Dari Ruangan itu meninggalkan Juna yang masih setia memandangi kepergiannya


________


_Sepulangnya dari restoran tadi,Varo lebih memilih untuk berdiam diri Didalam kamarnya sambil menatap langit-langit ruangan itu.Dirinya masih tidak percaya dengan kenyataan yang mengatakan bahwa Dara telah menikah,Dan itu semua jauh dari prediksinya.Dia mengira bahwa hari ini adalah hari yang paling indah dalam Perjalanan hidupnya.Namun ternyata tidak.Tuhan telah berkehendak lain Diluar dari Rencananya.


Kesal,Marah,Sakit,semuanya bercampur dalam hati dan pikirannya.Tapi Varo kembali menarik ulur pemikirannya,Bukan Dara atau Dirinyalah yang salah.melainkan Waktu Yang dengan seenaknya mempertemukan mereka dan menumbuhkan cinta dalam dirinya.


Varo tidak ingin bersikap Egois Tentang ini.Dia tidak ingin menghancurkan kebahagiaan dara demi dirinya Dengan Cara menghancurkan rumahtangganya.Dia lebih ingin membiarkan waktu yang membuatnya melupakan Dara dengan perlahan.

__ADS_1


"Apakah hanya Sakit hati yang menjadi teman hidupku"Gumam Varo sambil tertawa kecil.


Tawanya seolah mampu menggambarkan kesedihannya saat ini.untuk kedua kalinya dirinya kembali merasakan sakit hati karena cinta,Hanya saja Yang membedakannya adalah situasinya.


Lalu ingatannya memutar kepada Wanita tawanannya yang belum Ditemuinya selama beberapa hari ini.itu semua karena terlalu sibuk mengurus masalah yang ada dikantornya.Senyum sinis kembali mengembang dibibirnya,Sekarang Varo tahu kemana dia bisa melampiaskan kekesalannya ini.


Dia bangkit dari duduknya dan berjalan kearah nakas dimana ponselnya berada.Tangannga mulai mencari Nomor kontak yang akan ditujunya kali ini.


"Halo....."Ucap Varo setelah panggilan itu terhubung.


Entah apa yang dibicarakan mereka,Hingga kini Senyum Varo terus saja terus tersungging dibibirnya walau panggilan itu telah berakhir.


10 menit kemudian,Terdengar ketukan pintu dari luar yang membuat Varo berseru untuk mempersilahkannya masuk.


"Selamat malam tuan muda"Ucap pria itu sambil menunduk dengan hormat.kemudian Varo berdiri sambil menjawab sapaannya dengan anggukan.


"Suruh dia masuk sekarang" ucap Varo dengan datar sambil berbalik arah untuk membelakangi mereka.


Tak lama kemudian,Dua orang pria masuk kedalam kamar Varo sambil menyeret seorang wanita yang tak lain adalah tawanannya.Para pesuruh Varo langsung keluar yang meninggalkan mereka berdua diruangan itu.


Suhu ruangan itu semakin meningkat,saat Varo membalik arah sambil menatapnya dengan tajam.Begitu Juga dengan wanita itu yang hanya bisa menunduk Takut tanpa berbicara Apapun.Kaki Varo mulai melangkah kearahnya.Dan Wanita yang tak lain adalah Kanaya,hanya bisa meringkuk Ketakutan sambil membenamkan wajahnya Diantara lututnya.Tanpa berkata apa-apa,Varo langsung menggendongnya dan melemparkannya keranjangnya.


_______ ____


Bersambung....


Happy reading all πŸ€—πŸ€—..


Salam Cinta Dari Author untuk kalian yang tersayang 😁❀️


"Saranghaeo πŸ’œ"

__ADS_1


__ADS_2