
Akhirnya Juna pun membuka mulutnya dan menerima suapan itu dari istrinya.
Rasanya perut Juna seakan meledak sekarang,Dia sudah memakan Satu porsi tadi,namun istrinya memaksa untuk menyuapi Juna.
Melihat Juna yang makan dengan lahap, Entah kenapa Dara merasa bahagia,Tenaganya menjadi lebih kuat saat Juna makan dengan banyak, seolah-olah perutnya disatukan dengan perut Juna dan Juna harus makan dua kali lipat dari biasanya.
"Aku tidak kuat" ucap Juna yang langsung bangkit dari duduknya dan berjalan Kekamarnya.
Dara merasa bahwa tingkahnya itu Sudah melewati batas,Dia merasa sikapnya berubah,Dia sering membangkang,juga sering sesuka hatinya.
Dara bangkit dari duduknya dan berjalan untuk menghampiri suaminya.
Sebelum membuka pintu kamar mereka,air mata itu lebih dulu menghiasi pipinya,Dia sudah terlalu sering meminta maaf,namun dia mengulanginya lagi,Apa karena Juna sangat lembut padanya maka itu dia berbuat seenaknya.
Dengan berat hati dia mencoba membuka pintu itu dengan pelan.
Ceklek....
Begitu melihat suaminya yang duduk sambil memijat kepalanya,Dara langsung berlari kearahnya dan langsung memeluknya.
Juna kaget,karena tiba tiba istrinya muncul begitu saja dan langsung memeluknya.Kemejanya basah karena dara menumpahkan kesedihannya didadanya.
"Maafkan aku hiks...aku yang salah" ucap dara senggugukan yang semakin memeluk Juna erat.
Dia memberanikan diri menatap mata indah milik suaminya itu,Air matanya tidak berhenti mengalir,namun Juna membiarkan semua itu,Dia ingin memberikan sedikit pelajaran kepada istrinya itu.
"Sayang hikkss....Maafkan aku,Aku janji gak akan nakal lagi,Aku janji akan selalu nurut sama kamu,,hiksss,dan aku janji gak akan nyusahin kamu lagi" ucapnya dalam isaknya,Juna terdiam mendengar ucapan Istrinya itu.
Dia berfikir apa kemarahannya tadi malam itu membuat istrinya berfikir bahwa dia mengusahakannya.Juna langsung menghapus air mata yang tak ada muaknya mengalir dari mata istrinya dan membawanya kedalam dekapannya.
"Kau tidak menyusahkan ku,Juga tidak membebaniku,Aku marah karena aku tidak ingin kamu kenapa Kenapa" jelas Juna.Dara langsung membawa pandangannya kepada suaminya.
Juna selalu memaafkannya, selalu mengerti dirinya,Selalu mengalah padanya,kenapa dia tidak bisa,kenapa dia selalu saja membuat Juna marah.bukannya berhenti Dara malah semakin menangis.
"Hey,kenapa malah semakin menangis" ucap Juna yang langsung membawa istrinya kedalam pangkuannya.
"Aku sayang kamu hiks...." ucapnya dalam isaknya.
"Berhentilah menangis,Kau terlihat jelek saat menangis" goda Juna.
"Ya aku memang jelek,Kenapa hah,kau ingin mencari yang lain,Aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi" ucapnya dengan kesal.
Juna terkekeh dibuatnya,Tadi dia menangis dan sekarang mendadak emosi,memang wanita selalu seperti itu,selalu benar.
"Jangan nangis lagi" ucapnya yang langsung membawa istrinya kedalam pelukannya.
"Kenapa kau seperti ini,apa kau sedang datang bulan?" tanya Juna yang dibalas gelengan oleh Dara.
"Lalu kenapa kau sangat manja hmmmmm" ucap Juna sambil menarik hidung dara.
"Entahlah,Aku ingin selalu bersamamu" ucapnya sendu.
__ADS_1
"Woooo apa istriku sudah Bucin sekarang" goda Juna.
"Hu'um" jawab dara dengan imut yang berhasil menaklukkan hati sang Arjuna.
Cup...
satu kecupan mendarat dipipi istrinya,Semakin hari tingkah dara seperti anak anak,Terkadang tingkahnya itu membuat Juna kesal juga membuatnya gemas.
"Kau tidak pergi kekantor?" tanya dara yang sedang bergelayut manja dipangkuan Juna.
"Aku masih menetralkan perutku sayang" jawab Juna sambil mengelus perutnya.
"Maaf" ucap dara sendu.
"Hey,aku tidak ingin kau menangis lagi,Lagipula aku tidak ingin makan banyak karena aku tidak ingin perutku buncit,Lalu bagaimana dirimu,jika aku buncit hmmm"
"Aku bahagia jika perutmu buncit" ucap dara mengejek.Juna langsung menatapnya dengan tajam.sontak dara langsung menyembunyikan wajahnya pada dada Juna..
Tak lama kemudian Handpon milik Juna berdering.
Dertttt...derrtttt......
"Siapa sih,mengganggu saja" ucap Juna.
"Sebentar ya,aku ambilkan ponselmu" ucap Dara yang langsung bangkit dari pangkuan Juna.
Setelah menikah Dara tidak pernah sedikitpun menyentuh atau melihat handphone Juna,karena baginya walaupun mereka telah menjadi sepasang suami istri,itu adalah tindakan yang tidak sopan.
"Siapa?" tanya Juna.
Juna langsung mengambil Handponnya dari tangan istrinya dan langsung mengangkatnya.
"Jika kau penasaran dengan semuanya,Maka tanyakan saja langsung padaku,jangan mencari informasi dibalik identitas ku" ucap Seseorang disebrang sana,Belum lagi Juna mengatakan sesuatu seseorang itu lebih dulu memutuskan panggilannya.
Wajah Juna menjadi tegang,bahkan untuk bernafas saja rasanya sangat sulit,Dara yang melihat perubahan wajah suaminya langsung dihantam oleh rasa khawatir.
"Kenapa sayang?" tanya Dara karena dari tadi Juna tak kunjung berbicara.
"A-Ak-Aku tidak papa" ucap Juna gagap.dara semakin khawatir dibuatnya,
Siapa yang telah menelfon suaminya barusan,batinnya dalam hati.
...
Sedangkan disebrang sana,pria itu dengan santainya memutar mutar handponnya yang berada ditangannya dan ditemani oleh tawa yang menggema di seluruh ruangannya.
"Aku tidak bisa membayangkan,bagaimana hidupmu nanti bila kau mengetahui siapa aku sebenarnya" ucap pria itu yang tak lain adalah Varo,musuh Dari Juna.
"Selama ini mungkin aku hanya menghantuiku dengan alasan kau merebut wanita jalang itu dariku,Namun perlu kau ketahui,bahwa bukan itu sebenarnya alasan yang membuatku membencimu." jelasnya lagi.
........
__ADS_1
Mansion Juna
"Sayang,kenapa?" tanya dara lagi.Juna langsung membawa pandangannya kepada istrinya.
"Aku tidak papa," jawabnya mencoba untuk tetap tenang.
"Siapa yang menelfon?" tanyanya lagi.
"Bukan siapa siapa,hanya saah sambung" jawabnya yang langsung bangkit dari duduknya.Juna berjalan kearah almari miliknya,Dia mengambil setelah Jas yang senada dengan warna kemejanya dan langsung memakainya.
"Kau mau kekantor" tanya Dara yang dijawab anggukan oleh Juna.
Ada sesuatu yang mengganjal dihatinya disaat melihat suaminya begitu tegang,ada apa sebenarnya,batinnya.
Sikap Juna yang seperti ini membuat dara takut akan kejadian malam itu dimana Juna babak belur karena berkelahi entah dengan siapa.Dia tahu bahwa yang dikatakan Juna itu adalah bohong,namun dia tidak ingin memperpanjang masalah dan hanya diam saja
Dara langsung mengantarkan Juna sampai kedepan pintu,Namun Juna hanya diam saja,Dia hanya sibuk dengan seribu pemikiran yang ada di kepalanya.
"Sayang" panggil dara.namun Juna masih saja diam,bahkan untuk melirik kearahnya pun tidak.
"Sayang"panggilnya lagi
"Hemmmmm" jawabnya sambilenoleh kearah istrinya.
"Kenapa diam saja" tanya dara.
"Hah" ucapnya lagi.
"Iya,kenapa kamu diam saja,Tidak jadi kekantor?" tanyanya.
"Iya,aku berangkat" ucap Juna yang langsung berlalu begitu saja tanpa meninggalkan ucapan manis seperti biasanya.Dara hanya menatap kepergian suaminya dengan perasaan campur aduk.
"Semoga kau baik baik saja" gumamnya pelan.
.
.
.
. BERSAMBUNG.
*Happy reading all π€π€.
Terimakasih untuk pembaca setia novel baru author β€οΈπ Saranghaeo untukmu kak β€οΈπ€,,Dan teerimakasih atas dukungannyaππ.
Jangan lupa like π, komen sebanyak banyaknya π―π―, Dan Votte seiklahsnya ya kesayangan π₯°π,πππ, Plus klik Favorit β€οΈ.
Ditunggu up-nya ya kesayangan β€οΈπ€π€
Follow Ig Author
__ADS_1
@Indahnovita487Nvt.
π€LOVE YOU ALL π€*