
_Pagi ini,Juna bangun sebelum Fajar tiba,Bukan tanpa alasan dia bangun pagi Sepagi ini,Karena Ada meeting diluar kantor yang Membuatnya harus berangkat sepagi mungkin.Juna melirik sekilas ke arah Dara yang masih Tertidur seperti bayi.Sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman,Dengan perhatian Dia mengelus rambut Dara membuat kehangatan Yang mendalam Bagi Dara.
Setelah itu dia langsung bergegas turun kebawah untuk mencuci piring.(Hadeuh, Sabar Ya Juna, Maafkan Authormu ini 😂😄)
Terkadang Juna bisa tersenyum sendiri Bila memikirkan kegiatan yang tengah dilakukannya saat ini,Dia memang sering berada di dapur,Tapi tidak untuk mencuci piring.Karena menurutnya itu adalah hal yang kotor .Tapi Saat sekarang Istrinya sedang hamil,Dia malah mengerjakan Pekerjaan yang dulu sangat dibencinya,Demi membuat istrinya merasa nyaman.Itulah mengapa sering dikatakan bahwa keadaan Saat berumah tangga Sangat berbeda dengan Keadaan yang masih Single.
Tap..tap..tap...
Lamunannya terpecah kala mendengar suara langkah kaki yang mulai mendekat kearahnya,Tapi sebelum Juna membalik Arah.sepasang tangan mungil itu sudah lebih dulu melingkar di pinggangnya dengan sempurna.Juna Tersenyum.Dia tahu tangan ini milik siapa?...
"Kau terbangun?"Juna langsung membalik arah Untuk lebih leluasa menatap wajah istrinya."Hu'um"Jawab Dara dengan manja.Dia langsung menyandarkan Kepalanya didada milik suaminya.
"Ini masih pagi,Kenapa Kau sudah bangun"Dara sedikit mendongak keatas Untuk mendengar jawaban Juna.
"Ada meeting diluar kantor pagi ini,Jadi aku harus segera bersiap"Jawabnya dengan lembut.
"Tidur sana, Ini masih pagi Tau"ujar Juna sambil mengecup pipi Istrinya.Dengan cepat dara langsung menggeleng.Hal itu berhasil membuat Juna mengerutkan alisnya."Kenapa?"Tangannya.
"Aku disini saja, Nemenin kamu"Jawab Dara sambil memanyunkan bibirnya.Juna langsung mengangguk paham.
"Duduklah disana, Sebentar lagi aku selesai"Ujar Juna sambil menunjuk kearah kursi yang tidak jauh darinya.Dengan Patuh Dara langsung terduduk manis disitu sambil memandangi kesibukan suaminya.
Dia terus memandangi punggung Juna yang Sedang sibuk Dengan setumpukan piring kotor yang ada didepannya itu. Wajahnya bersemu,Senyumnya terus menghiasi wajahnya saat melihat Kesigapan Juna dalam Menghadapinya.Kemudian pandangannya beralih menatap perutnya yang masih merata ,"Sayang, Kau tahu Daddymu sangat perhatian,itu sebabnya mommy sangat mencintainya"Bisiknya sambil mengusap perutnya dengan lembut.
Kemudian ide gila muncul dalam benaknya,Dia bangkit Dari duduknya dan berjalan keatas.
"Mau kemana"Tanya Juna,Dia langsung beralih untuk menjawab pertanyaan suaminya
"Kekamar, Sebentar aja kok"jawabnya sambil meneruskan langkahnya.
Setelah sampai dikamarnya,Dara langsung meraih ponselnya yang berada di Atas nakas Dan Bergegas untuk kembali kebawah.Sesampainya dibawah,Dara langsung duduk manis sambil menyiapkan Kamera Diponselnya.
"Sayang"Panggilnya manja..Juna langsung membalik arah untuk Menatap Istrinya.
Cekrekk.....
Tepat sasaran,Kamera itu langsung Mengabadikannya.Wajah Bear face khas bangun tidur miliknya yang tidak pernah dilihat oleh siapapun.
__ADS_1
"Sayang apa yang kau lakukan"Ujar Juna sambil berjalan untuk menghampiri istrinya.
"Daddy,Kau sangat tampan Walau Saat mencuci piring seperti ini"Ucapnya dengan mata berbinar.Juna yang tadinya Ingin merebut ponsel itu langsung luluh saatelihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Dara.
Setelah itu Juna langsung kembali melanjutkan pekerjaannya,Karena waktu terus berjalan,Meninggalkan Dara yang tersenyum sendiri sambil mengamati wajah Juna yang Diabadikan oleh Ponselnya pagi ini.
...@...
_Setelah selesai menggunakan Pakaiannya, Juna langsung Menghampiri Dara yang sedang duduk santai diranjang mereka sambil membawa Dasi ditangannya.Tanpa basa-basi,Dia langsung mengambil posisi berjongkok untuk mensejajarkan posisinya dengan Istrinya.
"Bantu aku"Pintanya Dengan mata puppy eyes nya sambil menyerahkan Dasi itu ketangan istrinya.Dengan senang hati,Dara langsung menerimanya.
"Nanti Meeting dimana?"Tanya dara sambil memfokuskan dirinya untuk membentuk simpul Dikerah Juna.
"Hotel GM"Jawabnya sambil tersenyum,tepat saat simpul itu terbentuk sempurna.
"Semangat"Ucapnya Dengan renyah,Juna langsung menarik senyumnya melihat Tingkah dara.Kemudian dia langsung berdiri untuk turun kebawah.
"Ayooo"Ajaknya sambil menggandeng tangan Istrinya.Dengan serentak Kaki itu menuruni anak tangga hingga langkah kaki mereka berhenti tepat Dimeja makan.
"Aku bisa sendiri"Ujar Juna sambil mengambil alih Untuk mengambil makanannya sendiri.Dan menyuruh istrinya untuk duduk.
Saat juna sudah mulai menyuapkan Nasi kedalam mulutnya, Dara malah asik Memperhatikannya.menurutnya wajah Juna sangat menggemaskan saat mengunyah makanan itu, Pipinya menjadi sedikit gembul saat Suapan penuh itu masuk kedalam mulutnya.
Juna yng menyadari tatapan istrinya,Langsung berhenti mengunyah makanannya"Kenapa tidak makan?"Tanya Juna dengan ekspresi menggemaskan Karena Masih ada sisa makanan di dalam mulutnya.Dara menggeleng lemah dan langsung meraih Gagang sendok yang ada di tangan Juna.
"Aku siapin ya"Ujarnya sambil mengambil piring Juna."Aaaaaa"Pintanya.Mulutnya juga ikut memperagakan perkataannya.
"Aku bisa sendiri sayang"Tolak Juna Yang ingin meraih kembali sendok itu,. Dengan cepat Dara langsung mengelak dan menyembunyikannya di belakangnya.
"Aku Yang akan menyuapimu"Dara berkata dengan serius, Tatapan matanya seolah tengah melontarkan kata 'Tidak ada bantahan' kepada Juna.
"Tapi"...
"Anakmu yang memintanya"Sanggah dara sambil menyodorkan Sesendok penuh nasi itu kemulutnya.Jun langsung teringat saat dirinya Dipaksa menghabiskan dua porsi Makanan oleh Dara saat itu,Ah...Rasanya dia tidak sanggup bila harus merasakannya lagi.
"Sayang aku Ada meeting pagi hari ini,Jadi aku harus segera selesai sarapan bukan"Ucap Juna mencoba meyakinkan Istrinya,Tapi tetap sama,Dara masih kokoh dengan pendiriannya sendiri.
__ADS_1
"Kau ingin cepat makan kan?Maka dari itu aku yang menyuapimu.Dan kau hanya tinggal mengunyahnya saja"Jawabnya sambil menyuapkan kembali Nasi itu.
Dengan terpaksa Juna Langsung memakannya,Hingga Suapan terakhir Daralah yang menyuapinya,Untung saja pagi ini dia tidak disuru untuk Memakan Dua porsi sekaligus seperti saat itu.
"Aku sudah kenyang"Juna langsung meneguk Segelas air putih itu hingga tersisa setengah.
Setelah itu,Dia langsung bangkit dari duduknya untuk berangkat kekantor Diikuti Dara yang berjalan dibelakangnya.
......
"Aku berangkat ya" Ujar Juna sambil menghujani Setiap inci wajah istrinya,Hingga kecupan terakhir diberikannya kepada bibir mungil itu,Dara yang mendapati perlakuan seperti itu hanya bisa mengulum senyumnya sambil menunduk karena malu.
"Hati-hati"Ucapnya dengan lembut,Juna yang melihat rona meraj menghiasi wajahnya langsung mengacak-acak rambut istrinya sambil tertawa kecil karena melihat Istrinya yang sedang malu malu itu
"Masuk sana,Jangan lupa sarapan dan minum susu okey"Ujar Juna sambil membawa istrinya kedalam pelukannya."Hu'um"Jawabnya sambil mengangguk.Setelah puas,Juna langsung melepaskan pelukan mereka Dan berjalan kearah mobilnya berada.
.
.
.
. *BERSAMBUNG
happy reading all 🤗.
Jangan lupa kasih yang manis-manis ya cinta.
Like👍komen💯 Votte🙏plus Favorit❤️
Hehehehe....
Salam cinta Dari Author untuk kalian yang tersayang 😁😁😁🤣😁🤣😁
"🌹Saranghaeo"🌹*
__ADS_1