
Sepeninggalan Juna dari kediamannya,Varo Hanya memasang wajah Masamnya sambil menarik Senyum tipis dibibirnya,Kejadian ini perlahan lahan akan membongkar Kebenaran tentang Kanaya,Wanita Tawanannya.
"Kau memang bodoh Juna,Kau menganggap seorang wanita jalang seperti malaikat Yang mulia dalam hidupmu,sampai kau melupakan Statusmu"Ucapnya Sambil menyeka sudut bibirnya yang terasa perih karena Pukulan dari Juna,
..........
Juna kembali mengemudikan mobilnya keluar dari area Perumahan Elit Di daerah mansion Milik Varo.Tak henti hentinya Juna mengumpat dalam hatinya, Sesekali Dia memukul kemudi mobilnya dengan Kuat,Amarahnya belum juga reda.
Dia terus Berperang dengan rasa Marah juga rasa bingungnya,Banyak pertanyaan pertanyaan yang muncul dibenaknya,Dibalik Kejujuran Varo yang mengungkapkan Bahwa dia Yang menelfonnnya Tadi malam,Ada perasaan yang mengganjal dalam benaknya,100 persen dia yakin bahwa yang menelfonnnya tadi malam itu adalah seorang Wanita,Yang tak lain Adalah Kanaya.
Lalu kenapa Bisa Varo yang menelfonnnya,Pendengarannya yang Salah,Atau kefokusannya terganggu atau karena memang Kanaya masih hidup..Batinnya dalam hati.
"Atau Kematian Kanaya Ada hubungannya dengan Varo"Gumamnya yang masih terus Berperang untuk menjawab pertanyaan yang muncul didalam benaknya.
"Aku harus mencari tahunya,Bila tidak ada orang yang ingin membantuku Aku sendiri yang akan mencari tahunya"Sambungnya lagi dengan keteguhan Hati dan tekadnya.
Kebanyakan Berfikir mengenai Kanaya,Membuat Juna melupakan istrinya,Melupakan statusnya dan tanggung jawabnya.
Hingga 20 menit kemudian,Dia masih setia membawa mobilnya ketujuan yang akan dikunjunginya.Tidak kekantor,Juga Tidak Ke rumah,Dia hanya ingin mengunjungi tempat yang menurutnya dapat Meredakan Amarahnya.
.....@......
Pukul 17:53...
Dara yang masih setia duduk di tangga rumahnya sambil sesekali menyeka air matanya Yang tak henti-hentinya mengalir sedari tadi.Apa Salahnya?..Hanya itu pertanyaan yang memenuhi benaknya saat ini.
Melihat Juna yang pergi begitu saja tanpa memperdulikannya.Itu membuatnya merasa bahwa semua janji Dan ucapan Cinta yang dilontarkannya hanya angin yang berlalu begitu saja,Inikah yang ditakutkannya selama ini,Inikah yang dulu pernah Berkunjung dalam benaknya.
"Dimana janji yang dulu pernah kau ucapkan Juna.hiks...Apa itu hanya buah manis bibirmu saat belum mendapatkan ku"Gumamnya Dengan suara seraknya.
Sudah lebih dari Tiga jam lamanya dia menangis sendiri di rumah itu,Tanpa makan dan minum,bahkan tidak bangkit dari duduknya sama sekali.Hanya rumah itulah yang mengerti tangisnya,Seberapa banyak pun dirinya mengeluh Hanya rumah ini lah yang mendengarnya.Perlahan dia mulai menenangkan dirinya dan berhenti untuk menangis.
Tangannya beralih Mengusap Perutnya yang masih rata.Jika mengingat perlakuan Juna padanya tadi air matanya kembali menetes.Jika masih ada anaknya dalam Rahimku,Juna memperlakukanku seperti ini,Lalu bagaimana jika aku tidak hamil..Batinnya dalam hati sambil menahan Air matanya yang sudah ingin tumpah sedari tadi.
Setelah benar benar tenang,Dara memutuskan untuk Masuk kedalam Kamarnya untuk membersihkan dirinya karena hari sudah mulai petang.
.......
Setelah selesai membersihkan tubuhnya,Dara berjalan kebawah untuk menunggu kepulangan suaminya,Karena Jam sudah menunjukkan Hampir pukul Tujuh malam.
Namun hingga pukul delapan malam,Juna tak kunjung pulang,Mengingat itu dara kembali menitikkan air matanya,Namun dia mencoba untuk tetap tenang.
__ADS_1
Dara meraih ponselnya yang berada didekat Televisi,Dia ragu untuk menelfon Juna,Jadi dia memutuskan untuk menelfon Asisten Kelvin saja.
"halo"ucap dara saat panggilan teleponnya terhubung.
"Halo,"jawab Kelvin di sebrang sana.mendengar suara Serak Dara itu membuat membuat Kelvin menanamkan kecurigaan kepadanya.
"Apa kau masih berada di kantor"Tanya dara hati hati,Agar Kelvin tidak Curiga terhadap nya.
"Iya,Kenapa?"Tanyanya balik.
"ummmm,Apa Juna masih memiliki banyak pekerjaan?"Tanyanya lagi.
Kelvin hanya diam mendengarkan pertanyaan Dara barusan,Dia bingung harus menjawab apa.mengingat Juna yang sama sekali tidak kembali kekantor dari tadi siang.
"Apa kalian sedang ada masalah?" tanya kelvin lagi.Dara langsung membulatkan matanya,hampir saja dia tersedak mendengar pertanyaan Kelvin barusan.
"Apa yang kau bicarakan,kami baik baik saja, lagipula kenapa kau membalas pertanyaanku dengan pertanyaan"Ucapnya sambil tertawa kecil untuk mencairkan suasana.Dia tidak ingin Kelvin mengetahui masalahnya.
"Dia tidak ada dikantor sejak tadi siang"Jelas Kelvin dengan nada datar,
Bagaikan tombak yang menancap hatinya dengan kuat,Dara sampai terdiam mematung saat Kelvin mengatakan bahwa suaminya tidak kembali kekantor sejak tadi siang.Lalu kemana perginya Juna?batinnya.
"Baiklah, terimakasih Vin"ucapnya tercekat yang langsung memutuskan Panggilnya sepihak tanpa mendengarkan Jawaban kelvin.
"Kau kemana Juna hiks...hiksss......
apa aku tak lagi berharga dalam hidupmu,hikss......"Teriaknya sambil menangis sejadi jadinya.
Dia langsung berlari keatas menuju kamarnya,Kamar yang dulu pernah Ditempatinya.
Lama dia duduk diranjang yang dulu pernah menemani tidurnya,Kemudian dia berjalan kearah balkon menatap langit yang cerah namun tah secerah hatinya.
"Apa salahku tuhan"Gumamnya sambil terus menatap lekat langit yang cerah itu.Bahkan sudah hampir pukul Sembilan malam Juna tak kunjung pulang.
Kepalanya mulai pusing,Dan dia memutuskan untuk kedalam untuk mengistirahatkan diri agar keadaannya lebih baik,Dia tidak boleh egois,Ada bayinya dalam rahimnya,Sebesar apapun masalahnya.Anaknya tetap tidak bersalah.
Namun belum lagi kaki itu benar benar masuk kedalam,Langkahnya terhenti saat mendengar suara mobil diiringi cahaya lampu yang terang memasuki pagar mansionnya.
Hatinya mulai tenang,Saat Juna kembali kerumah,Dia langsung bergegas turun kebawah untuk membukakan pintu untuk suaminya.
__ADS_1
Dia berharap Juna tak lagi marah kepadanya,Dia rindu laki laki itu,Dia rindu pelukan laki-laki itu.Sesampainya didepan pintu dia langsung membuka Pintu dan menampakkan senyum indahnya,Sekejap dia melupakan kesedihannya karena orang yang dicintainya kembali kerumah.
Namun senyum itu langsung pudar,Kala melihat kondisi suaminya yang acak-acakan dan mencium bau alkohol dari arah suaminya.Dengan mata yang sudah tak lagi melihat dengan jelas apa yang ada didepannya,Juna berjalan sempoyongan untuk meraih tubuh istrinya.
"Kau masih hidup sayang"Ucapnya ditengah tengah ketidaksadaran nya.
Dara tersentak kaget mendengar ucapan Juna,Hidup..memang kapan dia telah tiada.
"Kau kembali kepadaku baby"Ucapnya yang langsung merengkuh tubuh mungil itu.Juna mengusapnya dengan pelan.Sambil meninggalkan kecupan berulangkali dipucuk kepala istrinya.
"Kau minum Juna?"Tanya istrinya sambil melepaskan Pelukan mereka dan menatap lekat wajah suaminya.
"Jangan tinggalkan aku,Kanaya"ucapnya yang kembali merengkuh tubuh mungil itu.
Deg!!!!!!!!!!!!
Bagaikan Diterpa ribuan reruntuhan,Hatinya hancur berkeping keping,Dadanya sesak.matanya memerah,Dara tak sanggup lagi untuk berucap Apa apa..
.
..
.
*BERSAMBUNG
, Happy reading all π€π€
terimakasih untuk pembaca setia novel baru Author π€ Saranghaeo untukmu kak π€β€οΈ Dan terimakasih buat para readers yang udah Dukung Author sampai disini π₯°.
jangan lupa like π komen sebanyak banyaknya π―π― Dan Votte seiklahsnya ya cinta π plus Favorit β€οΈ
Ig Author π€
@Indahnovita487Nvt
Fb Author π€
_-Indah Novita Sari
Kenalan yuk π€π€
__ADS_1
Love you all π€*