Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Luka


__ADS_3

Dengan langkah tergesa gesa,Dia berjalan kearah ruang tamu,berharap bahwa istrinya berada disitu.


Sesampainya disitu,Juna dikejutkan dengan keadaan istrinya yang acak-acakan,Namun hatinya merasa lega karena Istrinya masih berada dirumah.


Dia Berjongkok untuk Mensejajarkan dirinya dengan Wajah istrinya,Ditatapnya wajah sembab itu,Wajah sembab yang juga menorehkan luka terdalam bagi Juna.


"kau bodoh Juna,Apa yang telah kau lakukan,"


Batinnya dengan penuh penyesalan.


Diusapnya dengan pelan Wajah damai itu,wajah yang Membuatnya ingin cepat pulang,Wajah yang selalu menjadi penyemangat hatinya juga wajah yang selalu dirindukannya.


"Sayang"Panggilnya pelan,Namun karena kelelahan Menangis membuat Dara tidak menyadari kehadiran suaminya.


Dengan hati hati,Juna membawa istrinya untuk naik keatas.Setelah sampai dikamarnya Dia langsung membaringkan tubuh mungil itu tepat setelah menyelimutinya dengan hangat,Juna meninggalkan Kecupan hangat diKepala istrinya.


"Mimpi indah sayang"Ucapnya pelan yang langsung berjalan Kembali ke posisinya untuk mendekap istrinya.


Tak butuh waktu lama bagi Juna untuk menyusul istrinya merajut mimpi dengan bersama.


Pukul 7 pagi,Dara baru bangun dari tidurnya,Kepalanya terasa berat karena terlalu lama menangis.Dia melihat sekeliling kamarnya


"Kamar"Gumamnya pelan,Seingatnya dia tidur di sofa semalam.


"Juna"Ucapnya lagi yang langsung melirik kearah samping,Namun nihil Juna tidak ada disampingnya.Mengingat kejadian semalam membuatnya kembali Menitikkan air matanya.


terlalu larut dalam lamunannya, Dara Sampai tidak menyadari kehadiran suaminya.


"Sudah bangun"Ucap Juna lembut yang langsung membuyarkan lamunan istrinya,Mata Dara langsung beralih menatap suaminya itu.


Dipandangnya manik coklat milik seseorang yang telah membuatnya kecewa.Bukan masalah bunga namun masalah wanita lain yang terus disebut Juna dalam sisa kesadarannya.


"Sayang"Panggil Juna lagi.


"Siapa aku Juna?"Tanya Dara sambil menarik Senyum hambar.


"Kenapa bertanya seperti itu"Ucap Juna yang berpura pura Tidak tahu.Dia mendekati istrinya dan berniat merengkuh Tubuh mungil itu,Namun belum sempat Tangan Juna melingkar sempurna ditubuhnya,Dara langsung mendorongnya dengan sekuat tenaga.


Tangisnya langsung pecah saat itu juga,


"Kau jahat Juna hiksss....."Ucapnya terisak.Air matanya tak terbendung lagi,Melihat wajah Juna Juga perhatiannya yang Seolah-olah tidak terjadi apa-apa membuatnya kembali mengingat Kejadian semalam.


"Kau jahat hiks.....Apa salahku hiksss...hikss.."


Melihat kerapuhan istrinya membuat Juna memaki dirinya sendiri,Ini lah hasi dari kebodohannya.


Tidak perduli dengan penolakan istrinya Juna terus berusaha untuk mendekapnya.

__ADS_1


"Apa salahku hiks..."Gumamnya dengan suara seraknya,


"Aku minta maaf"Ucap Juna tercekat,Air matanya juga ikut mengalir menemani hatinya yang hancur berantakan.


Lama kelamaan Dara mulai tenang dalam dekapan suaminya.Tangan mungil itu perlahan mulai membalas dekapan suaminya yang mengisyaratkan bahwa dia takut ditinggalkan.


Juna membawa pandangan istrinya kewajahnya,Saat mata mereka bertemu,Dara tak kuasa menahan air matanya,Juna langsung menghapus tetesan air mata yang memenuhi Pipi Istrinya.


"Maafkan aku"Ucapnya pelan sambil mengecup Kepala istrinya Dan membawanya kembali kedalam pelukannya.


10 menit telah berlalu,namun Juna masih enggan untuk melepas pelukan mereka.Dia menyesal sangat menyesal akarena telah membentak istrinya juga Membawa masalalunya kepada rumah tangganya.


Perlahan Dara melepaskan tautan mereka,Dan menatap wajah tampan itu,Wajah yang menjadi penghancur kebahagian serta kepercayaannya.Setelah puas memandanginya. tanpa berucap apapun Dara bangkit dari duduknya.


"Mau kemana?"Tanya Juna.Seakan Bisu,Dara bahkan tidak ingin membalas Pertanyaan Suaminya.


Melihat Dara yang melangkah menuju kamar mandi,Juna langsung bangkit Untuk membantu istrinya.


"Aku bantu ya"Usul Juna sambil memapah Istrinya.


Sesampainya didalam kamar mandi,Dengan cekatan Juna menyiapkan segalanya untuk istrinya.


"Aku mau sendiri"Ucap Dara dengan suara seraknya.Juna tak mengindahkan kalimat istrinya,Dan masih asik melakukan kegiatannya.


"Aku bilang,Aku mau sendiri"Bentaknya dengan lantang.Juna terdiam mendengar Bentakan istrinya.Wanita yang selalu lemah lembut dalam Perkataanya.Kini melontarkan perkataan kasar karena dirinya sendiri.


"Aku tau aku salah,Aku tahu kau kecewa.Namun jangan egois.Aku tidak ingin kau kenapa kenapa"Jelas Juna.Akhirnya dara pun mengalah,Suaminya memang ada benarnya,Saat ini kondisinya memang sangat lemah.


.......


"Aku bis...."Ucapannya Terputus saat Juna meletakkan Jari telunjuknya tepat dibibirnya.


"Tidak ada bantahan,"Ucapnya sambil membelai lembut rambut istrinya.


Setelah selesai memakai pakaiannya,Dara bangkit dari duduknya untuk keluar kamar,Lagi lagi Juna menghentikannya.


"Mau kemana?"Tanya Juna sambil membawa langkahnya untuk


menghampiri istrinya


"Istrinya Daddy lapar"Ucapnya lembut sambil mengecup singkat bibir manis itu.


"Tunggu disini yah,Aku yang akan mengambilkan makanan untukmu"Ucapnya sambil membawa istrinya keranjang mereka.Setelah itu Juna langsung berlalu keluar untuk membuat makanan untuk Istrinya.


.........


Cekklek.....

__ADS_1


Juna langsung masuk kedalam Setelah Pintu itu terbuka dengan sempurna.Dara yang mendengar suara Pintu langsung mengalihkan pandangannya kearah lain, Karena dia tahu,Bahwa suaminya lah yang datang.


Dengan hati-hati,Juna berjalan kearah Istrinya berada dengan Nampan berisikan Sepiring nasi dan segelas susu ditangannya,Untuk pertama kalinya dia membuat sarapan Setelah Mereka menikah.


"Makan ya"Ucap Juna,Dara menggeleng lemah,Tanpa melirik kearah Suaminya sedikitpun.Hal itu membuat Juna menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Sudah kukatakan tadi,Jangan egois"Ucap Juna lembut selembut lembutnya.Akhirnya Dara mengalah,Dan Mau memakan masakan suaminya itu.


"Aku siapin ya"Usul Juna.


"Aku bisa sendiri"Jawabnya dingin.Juna hanya bisa pasrah sambil menyerahkan sepiring nasi itu ketangan istrinya.


Kebodohanku lah yang membuatmu berada dititik terjauh yang sulit untuk kugapai....


Juga masalaluku lah yang membuatmu membangun Dinding Pembatas antara Kita berdua....


Kumohon bertahanlah sayang,Bantu aku mengikis Segala sesuatu yang berhubungan dengan Kisah masalaluku....


Batin Juna sambil menatap wajah istrinya,Wajah pucat,Mata sembab,Serta hidung yang merah akibat terlalu banyak Menangis.


Hanya beberapa suapan yang berhasil masuk kedalam perutnya,Dara langsung meletakkan piring itu keatas nakas yang berada disamping ranjangnya.


"Kenapa Tidak dihabiskan,Masakannya tidak enak?"Tanya Juna perhatian,Seakan tuli,Dara bahkan tidak menganggap Keberadaan suaminya disitu.


Hening.........


Baik Juna maupun Dara,mereka berdua hanya sibuk dengan perasaannya masing-masing,Hingga beberapa detik kemudian Dara memecahkan keheningan mereka.


"Setiap manusia Pasti memiliki kisah masalalu yang sulit untuk dilupakan..


Begitupun dengan dirimu juga aku..


Lalu apa yang harus kulakukan saat kutahu kau masih membagi hatimu untuknya ?"Tanya Dara sambil beralih menatap wajah Suaminya.


Perkataan itu kembali menghantam Hatinya,Setiap ucapan yang dilontarkan oleh istrinya selalu meninggalkan Luka tersendiri baginya,Luka yang disebabkan Oleh kebodohannya.


.


.


.


*BERSAMBUNG


happy reading all πŸ€—


terimakasih untuk pembaca setia novel baru Author πŸ€— Saranghaeo untukmu kak ❀️, Terimakasih juga untuk para readers yang udah Dukung Author sampai disini πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


jangan lupa like πŸ‘ komen sebanyak banyaknya πŸ’― Dan Votte seiklahsnya ya cinta πŸ™ plus Favorit ❀️


Love you all πŸ€—*


__ADS_2