
" Kau ingat saat aku menceritakan tentang kronologi kasus ayahku?"
Dara mengangguk.
"Dan apa kau ingat saat itu aku juga mengatakan bahwa anak dari Pria itu tengah berada didekatku sekarang?"
Dara mengaguk lagi.
"Kau mau tau siapa pria itu?" Juna bertanya lagi.
"Siapa?" Tanya Dara penasaran.
"Regan...!"
Deg!!!!
Dara terdiam mematung sambil terus menatap suaminya dengan Lekat.Mulutnya serasa terkunci dan tak bisa berkata apa-apa.
"Aku tahu Kau tidak mempercayainya.Tapi sadarailah Dara,Baiknya Varo terhadapmu itu karena kau tidak memiliki masalah apa-apa dengannya" jelas Juna.Dia menahan nafasnya Untuk sedikit mengurangi emosinya.Karena Kebisuan istrinya cukup membuatnya tahu bahwa di Dalam hatinya dara menolak semua perkataannya barusan.
Dara masih diam dan tak berkata apa-apa.
"Dan untuk pertanyaanmu tadi,aku rasa jawaban ku ini cukup membuatmu paham Untuk itu" Juna beranjak dan berjalan keluar kamar.
Dara menoleh untuk menatap punggung Juna yang sudah tak terlihat dibalik pintu."Ini tidak mungkin..!"Gumamnya Pelan.dia menggeleng untuk menetralkan pikirannya.
' Inilah alasan kenapa Juna bisa semarah itu?.
"Jadi...Selama ini aku telah berteman dengan musuh suamiku sendiri" Air mata dara menetes Menemani keterkejutan dalam hatinya.Dia masih tidak habis fikir dengan semua ini.Temannya Adalah Musuh suaminya,Itu adalah hal yang sangat gila bukan?.
__ADS_1
Dara terus menggeleng sambil memejamkan matanya dengan rapat.Semua kejadian semalam kembali terlintas Dibenaknya.jika saja Mereka bertemu lebih awal,Mungkin semuanya tidak akan menjadi seperti ini,batinnya dengan mata yang tertutup rapat.
________
Disana,disebuah Ruangan yang luas Dan bernuansa putih.Seorang pria sedang terduduk lemas Sambil menatap seisi ruangannya yang sudah hancur seperti kapal pecah.Pria itu adalah Varo,Sahabatnya sara.Satu malaman dia tidak bisa tidur karena masalah itu dan melampiaskannya kepada minuman keras.
Mengingat Fakta bahwa Junalah suaminya dara membuatnya kembali tersulut api amarah.Dia kesal,dia benci,dia marah,marah karena Dia terlalu lambat dan membiarkan Dara menikah dengan musuhnya.
"Kenapa harus harus dia?,Kenapa harus Juna tuhan.selama ini aku Sudah mulai mengikhlaskannya,tapi saat mengetahui bahwa Junalah suaminya itu semua membuatku tidak terima Dan berusaha ingin merebutnya" Racau Varo dengan keadaan yang sudah berantakan.
Dia mencintai Dara,bahkan bisa dibilang bahwa dia sangat mencintainya.Tapi sselama ini Varo selalu menutupinya mengingat Bahwa Dara adalah wanita yang termiliki.namun sekarang,Dia sudah tahu siapa suaminya,Dan Sudah muncul beberapa ide gila dibenaknya untuk merebut Dara dari Juna.
"Pertemuanku dengan Dara Saat itu cukup membuatku tahu bahwa Takdir sedang mencoba untuk mempermainkan kita.Kita lihat seberapa jauh Kau menggenggam kesombonganku itu Juna.Dan saat hari itu tiba nanti,Jangan pernah menangis karena Melihat istrimu yang Datang sendiri kepadaku." Ucap Varo dengan seringai mautnya.
Dia sudah gila,bahkan sangat gila.Entah ide apa yang akan direncanakannya nanti,yang pasti ide itu akan menimbulkan suatu perkara yang sangat besar.Sebuah perkara yang akan membuat Juna bingung harus memilih antara masalalu atau masa depannya.
Varo beranjak Dan mulai berjalan keluar.
Ceklek.....
"Bagaimana harimu sayang?" Tanya Varo dengan menyeringai.dia terus berjalan hingga sampai didepan wanita itu.
Wanita itu terdiam dan menatap Varo dengan lekat.Dia merasa shock dan terkejut saat melihat kedatangan Varo apalagi saat melihat penampilannya yang sangat acak-acakan itu.
"Varo apa kau akan melepaskan____"
"Stthhhh,Jangan terburu-buru baby?" Varo meletakkan jari telunjuknya dimulutnya.dia berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan wanita itu."Wajahmu masih sangat cantik,Bagaimana Jika aku menjualmu kepasar gelap?" Varo tertawa bak iblis.
"Jangan Gila Varo,aku tidak mau" Teriaknya dengan lantang.Dia sangat marah karena Varo terus-terusan menekannya.
__ADS_1
Varo Menyipitkan matanya."Disini aku bosnya.Tapi kenapa kau Yang Mengaturku?"
"Kau tidak berhak atas hidupku Varo.Kita lihat saja nanti,Saat Juna datang Menjemputku maka jangan pernah Menangis karena kekalahanmu"
Varo semakin tertawa mendengarnya."Juna?,Datang menjemputmu?hahah" Naya mengerutkan Alisnya karena melihat Varo yang terus tertawa.
"Jangn bermimpi Naya,Jangankan menjemputmu,Mungkin untuk melihatmu saja dia tidak akan Sudi"Varo mendekat wajahnya ketelinga Naya."Kau tahu kenapa?,karena kau adalah wanita ****** Haha"
karena emosi,Naya langsung memberontak untuk melepaskan diri.Tapi sayang,ikatan itu sangat kuat,Jadi seberapa kuat pun dia berusaha itu akan sia-sia."Kedatanganku kesini hanya ingin memberi tahu ini" Varo tidak ingin basa basi dan membuang waktunya terlalu banyak.
"selama seminggu ini bersikap baiklah padaku,Turuti segala keinginanku.Karena Minggu depan aku akan melepaskanmu"
Naya terdiam memaku ditempatnya.hingga sedetik kemudian dia malah tertawa karena Kelucuan Varo."Apa yang kua tertawaan?" Tanya Varo dengan tajam.
"Seorang Varo melepaskanku?,Itusangat mustahil bukan?" Naya semakin tertawa.
Karena emosi Varo mendekat dan mencengkram dagunya dengan kuat."jangan membuatku marah,Atau aku akan Merubah Keputusanku" Varo melepaskan cengkeramannya setelah mengecupnya dengan singkat.
"Selama seminggu ini,kau harus Melakukan apapun mauku.Tidak ada penolakan atau aku akan merubah segalanya" Varo menjedanya dan mendekat kewajahnya."Termasuk melayaniku" Bisik Varo tepat ditelinganya.
Naya terdiam begidik melihat Tingkah varo.tapi jika yang dijanjikan Varo itu benar,maka Dia akan Dengan senang hati melakukannya.dia ingin cepat keluar dari neraka ini Dan kembali kepelukan Juna,tunangannya.
"Kau tidak berbohong?"tanyanya.
Varo menggeleng.
"Lakukanlah semuanya.Dan setelah itu,berikan kejutan istimewa untuk priamu,Juna" Setelah mengucapkan itu Varo kembali berjalan keluar.Dan anehnya,Dia tak lagi mengunci pintu itu dan hanya menutupnya begitu saja.
_____________
__ADS_1
...BERSAMBUNG...