Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 134_Sebuah kebenaran 3


__ADS_3

Juna berjalan dengan gontai.


Sesekali dia mendongak untuk menatap langit yang masih gelap.Kemudian Pandangannya Teralih kearah rumahnya yang masih gelap dan sunyi.Dia bisa menebak bahwa istrinya masih tertidur sekarang.


Saat langkahnya Sudah sampai didepan pintu,Dia berhenti dan mengamati penampilannya.


Semalaman ini dia tidak pulang,dan Semalaman ini juga dia tak bertemu dengan istrinya.Juna menarik nafasnya panjang.Sekilas, Bayang-bayang tentang kelakuannya semalam Kembali terlintas Dipikirannya.


Tangannya terkepal erat.Kemudian dia kembali melangkah untuk masuk kedalam.


Deg!!!!


Juna terpaku memandangi wajah istrinya yang kini sedang menatapnya.mereka terus bersitatap dan Mencoba untuk melawan emosi masing-masing.Ada perasaan lega didalam dirinya karena suaminya pulang dalam keadaan Selamat.tapi saat melihat wajah serta tatapannya,Dara kembali mengingat kejadian semalam.


"Sayang..."Juna berjalan dan mendekat kearahnya."Maafkan aku" Tanpa Berkata apa-apa lagi,Juna langsung memeluknya dengan erat.


,"Maafkan aku sayang,maafkan aku.Aku tahu aku sangat keterlaluan semalam.Aku tahu bahwa tindakanku itu salah.Jadi kumohon maafkan aku sayang"Juna semakin mendekapnya dengan erat.juna tidak perduli dengan apapun.Dia hanya merasa takut,Takut bila dara akan meninggalkannya nanti.


Dara masih tak bergeming dari posisinya.Dia masih terdiam memaku tanpa membalas pelukan suaminya.

__ADS_1


"Sayang,Aku tahu bahwa kau sangat marah dan kecewa padaku.tapi kumohon maafkan aku.Maafkan khilafku yang saat itu bisa saja melukaimu.Maafkan aku sayang,maafkan aku" Air mata Juna menetes Menemani kesedihan hatinya.menyesal?,pasti iya.


Semalam dia begitu kasar dengan Dara,Bahkan karena emosi,dia tak lagi memperdulikan Dara yang saat ini sedang mengandung anaknya.Apalagi semalaman ini dia tidak pulang dan lebih memilih untuk tidur diluar.Ahk,mengingat itu membuat Kepala Juna ingin meledak sekarang.


"Sayang kenapa kau tidak menjawab ku,"Juna melepas pelukannya dan menatap wajah istrinya dengan lekat.


Dara membalas tatapan itu dan menggeleng dengan pelan.Air matanya kembali menetes."Juna...Hiksas"


"Suttt" Juna kembali memeluknya dan sedikit mengusap kepalanya agar Dara merasa tenang."Juna apa salahku,kenapa kau tega meninggalkan ku seorang diri dirumah.Aku takut Juna,Aku takut hikss...."


Juna terdiam dan memejamkan mata nya dengan rapat.Hatinya terasa tercabik-cabik karena isakan serta Tangisan istrinya batusan."Maafkan aku sayang.Maafkan aku" Kini hanya kata maaflah yang bisa diucapkannya.


"Stttt,Diamlah.Aku disini sayang,jangan takut" Juna mengangkat tangannya dan menghapus air matanya dengan pelan.


"Aku disini.Aku berjanji bahwa aku tidak akan meninggalkanmu lagi.Aku berjanji dara" Dara Menatapnya dengan kesedihan yang mendalam dibenaknya.Dia masih takut,Takut bila Juna akan melukai dan meninggalkannya nanti.


"Apa kau tidak tidur semalaman hmm"Juna menatapnya dengan sedih.Dia masih terus mengusap Pipi Dara yang terlihat pucat dan sembab.


Dengan perhatian,Juna mulai menuntun istrinya untuk berjalan kekamar.sesampainya dikamar,Juna langsung membawa istrinya kedalam Pangkuannya."Sayang,Apa kau juga marah kepada Daddy" Juna mendekatkan kepalanya keperut dara.Dia bisa mendengar jelas tentang detak jantung serta tendangan kecil yang diciptakan oleh jagoannya."Sayang maafkan Daddy ya" Ucap Juna lagi.Dia tersenyum dalam kegelisahan hatinya.

__ADS_1


Dara diam dan hanya bisa menatap interaksi suaminya dengan anaknya."Tidur ya" Juna kembali menatapnya dan mengusap pipinya.


Dara menggeleng.


"Lihatlah wajahmu itu,Bagaimana jika kau tidak cantik lagi nanti.Ayo,sekarang tidurlah" Dia mulai membantu Dara untuk tidur.


Juna melirik sekilas kearah jam yang kini menunjukkan pukul setengah lima subuh."Tidurlah." Dia mengusap Kepalanya dengan lembut.


mata Dara terpejam sambil menikmati sentuhan hangat Suminya."Selamat tidur baby" Juna mendekat Dan mencium keningnya dengan durasi yang sedikit lama.


Saat Dia ingin membalik dan melangkah,Tiba-tiba ada seseorang yang menarik kemejanya.Siapa lagi jika bukan Dara,istrinya."Loh,Kenapa bangun lagi?" Juna Kembali duduk dan Menatap istrinya dengan sayang.


"Kau mau pergi lagi?" Tanya Dara memastikan.


Juna tersenyum dan kembali mengusap rambut Istrinya."Aku tidak akan kemana-mana.Aku disini.Sekarang tidurlah" Juna kembali membantunya untuk tidur


Dan setelah istrinya benar-benar tertidur,barulah Juna masuk kekamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang terasa lengket.


_____________

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2