
_Tak Terasa,Kini senja mulai Menyapa seluruh penduduk Kota X.Cahaya Jingganya mulai Menandakan Akan adanya pergantian Siang Dan malam.Dengan Sesukanya,Sinar itu menembus masuk Keruangan yang kini Ditempati Oleh Juna dan Istrinya.Namun hal itu, samasekali tidak membangkitkan seorang Arjuna dari duduknya.Dia masih setia memandangi layar laptopnya serta beberapa laporan Yang Belum TerACC.Bahkan Untuk melirik istrinya saja dia tidak sempat.
Merasa dikacangin,Akhirnya Dara memutuskan untuk Bangkit dari duduknya Dan berjalan kearah Jendela ruangan itu guna memandangi indahnya senja sore ini.
"Ahhhhhh,Akhirnya selesai juga" Ucap Juna sambil meregangkan otot-otot nya.Dara menoleh kearah suaminya ,Dan tak lama kemudian Dia kembali menatap senja itu.
Juna berdiri dan langsung berjalan kearah istrinya berada.Tanpa permisi,Dia langsung merengkuh tubuh Dara dari belakang sambil menyandarkan Dagunya dibahu sang istri."Pulang yuk" Ajak Juna.
Dara langsung berbalik arah Dan merangkul kan tangannya dileher Juna."Setelah mengabaikanku,sekarang Kau berani memelukku?" Dara bertanya sambil menatapnya dengan sinis.
Juna menarik senyumnya Sambil memamerkan barisan gigi putihnya.Tangannya terangkat untuk Mengusap Rambut Dara."Maaf" ucapnya disertai senyum manisnya.Seketika Dara langsung terhipnotis dibuatnya.
"Yuk"Ajak Juna Sambil menggandeng tangan istrinya Untuk keluar Ruangan menuju Lift.
Tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk sampai dilantai Satu.Dan Kini mereka telah berjalan Sambil menggenggam satu sama lain."Angkat kepalamu,Dan tunjukkan siapa pemilik tuan Arjuna yang sebenarnya" Bisik Juna saat melihat istrinya yang berjalan sambil menundukkan kepalanya.
Sebenarnya,Dara sangat malu dengan situasi seperti ini.apalagi dengan tatapan aneh dari para karyawan yang kini berpapasan dengan mereka.
Hingga tak terasa kini Mereka telah sampai didepan mobil Juna.Dengan sigap,Juna langsung membukakan pintu untuk istrinya.Dan itu Cukup menyita perhatian banyak orang.
"Kau tidak perlu seperti itu,Ada banyak orang disini" Ucap Dara saat mereka sudah berada didalam mobil.
Juna menaikkan sebelah alisnya."Kenapa?"Tanyanya sok polos.
"Hey,Tuan muda.Apa kau lupa bahwa kau masih merahasiakan pernikahan kita"Jawab Dara Sambil tertawa kecil.Tangannya terangkat untuk meninju lengan suaminya dengan pelan.
"Mereka sudah tahu" Jawab Juna Enteng.
"APA...." Teriak Dara yang merasa terkejut dengan Perkataan suaminya.
"Bisa lebih kuat lagi sayang." Juna berkata sambil menutup kedua telinganya.
"Kkkau..Kau memberi tahu mereka?"Tanya Dara sambil membulatkan kedua matanya.
__ADS_1
"Apa ada masalah dengan itu?" Tanya Juna balik.
"Bu..bukan seperti itu.aku hanya merasa syok karena Dengan begitu mudahnya kau memberitahu mereka tentang kita." Jelas Dara.
"Kau cantik,Dan banyak yang menginginkan mu.Dan aku tidak rela akan itu.Jadi biarkan mereka tahu Siapa Dirimu sebenarnya agar tidak ada yang berani mengganggumu" Ucap Juna sambil mengecup bibir istrinya.
"Alasan yang konyol" Dara memutar bola matanya dengan malas sambil menunjukkan ekspresi Kesalnya Kepada Suaminya.
"Ada yang salah Dengan penjelasanku?.Benar bukan,Bahwa istriku ini memang cantik?" Tangan Juna terangkat untuk mencubit pipi istrinya yang kini mulai terlihat Cabi.
"Aaawwww...Sakit sayang...." Teriaknya sambil melepaskan tangan suaminya.kini bibirnya mencerut dan menurut Juna itu adalah hal yang paling menggemaskan.
Tapi disisi lain.Karyawan yang memandangi mobil Juna yang tak kunjung berlaju sedari tadi,Hanya bisa membayangkan Apa yang bosnya itu lakukan."Menurutmu apa yang mereka lakukan?"Tanya karyawan itu kepada temannya.
"Emmmm,Berciuman.atau bahkan..."Ucapnya sambil menautkan jari telunjuknya.Ahhh,Saat ini pikiran mereka mulai dipenuhi dengan hal-hal kotor.apalagi saat membayangkan Bagaimana ekspresi Juna saat Bercumbu mesra dengan istrinya.
"Oh tuhan,Aku tidak rela"Gumamnya sambil menggigit ibu jarinya.
Dan mereka masih terus memandangi mobil Juna,hingga mobil itu mulai melaju Untuk keluar dari area perusahaan.
_Varo berjalan dengan lunglai sambil menyusuri Lorong perusahaannya.Hingga saat ini,Orang suruhannya pun tak kunjung menemukan penghianat itu.Varo mungkin Bisa dengan mudah menyelesaikan Seluruh masalahnya.Namun untuk masalah ini,Dia Cukup Kalah saat Clientnya memilih untuk beralih Keperusahaan Juna.
Bukan kerugian yang dipikirkannya.Melainkan harga dirinya yang Kini mulai merendah dihadapan Juna.
"Arrrrgggggghhhhhhh" Teriaknya prustasi.
"Kenapa harus Juna ha..kenapa...?"Teriaknya dengan lantang sambil memukul dinding yang kini berada dihadapannya.
Walau berita itu Sudah hilang.Namun publik sempat mengetahuinya.Dan walaupun Kini masalah itu telah selesai.Namun Junalah yang lebih unggul darinya.
"Tuan"Panggil Akbar yang kini sudah Berada dihadapannya.Varo membawa pandangannya kearah sekretaris Akbar dan menunggu apa yang akan dikatakannya selanjutnya.
"Kami sudah menemukannya"Jelas Akbar.
__ADS_1
Varo diam.Matanya menggelap dan penuh amarah.Kini dadanya mulai naik turun,Yang bertanda bahwa dia sangat marah sekarang.
"Brengsek...Dimana dia sekarang" Teriak Varo dengan lantang.
Dan tak lama kemudian,Anak buahnya datang Sambil menyeret penghianat itu sampai kehadapannya.
"Bawa keruanganku sekarang" Perintah Varo sambil berjalan kearah ruangannya.Karena tidak mungkin bagi dirinya untuk mengeksekusi Penghianat itu didepan umum.
Brruukkkkkkk....
Tubuh pria itu terlempar dengan keras sampai tersungkur kelantai.Senyum sinis mengembang diwajah Varo.Senyum malaikat bak seorang iblis yang bersiap untuk memangsa targetnya.
kini Para anak buahnya sudah mulai meninggalkan ruangan itu,yang menyisakan Varo,Anbar dan pria itu.
Kemudian Varo mengambil posisi berjongkok dihadapan Pria itu.Tangannya terangkat untuk membuka kain penutup wajahnya."Kau salah dalam memilih lawan" Bisik Varo sambil melontarkan tatapan tajamnya.Kini kedua tangannya terkepal sampai mencekram erat Kerah Bajunya.
"Apa kau tahu dampak Dari pengkhianatan mu?.apa kau tahu berapa kerugian yang Telah kau perbuat?.Dan apa kau tahu seberapa Dalamnya harga diriku terjatuh karena perbuatanmu?"Teriak Varo dengan lantang.
"Maa...maafkan saya tuan.Saya terpaksa melakukan itu"Ucap pria itu tergagap.Kini dia mulai bersujut dikaki Varo untuk meminta maaf."Aku tidak memerlukan Permintaan maafmu."Ucap Varo sambil menarik kakinya untuk menjadi dari pria itu.
"Aku tidak ingin mengotori tanganku untuk membalasmu." Ucapnya dengan sinis.kini dirinya mulai Berdiri dari posisinya.
"Akbar"Panggilnya sambil menoleh kearah Sekretaris Akbar." Ada yang bisa saya bantu tuan?"Tanya Akbar yng mulai melangkah mendekati Varo.
"Bawa penghianat ini kepenjara,dan hukum dia seberat-beratnya.Tidak ada ampunan bagi seorang penghianat."Varo berkata sambil Menatap Pria itu dengan tajam.
"Maafkan saya tuan,Saya benar-benar terpaksa melakukannya.Saya mohon tuan,Jangan seret saya kepenjara.Saya masih memiliki istri dan anak yang masih membutuhkan saya tuan" Jelas Pria itu sambil bersimpuh di hadapan Varo.
___________ ___
Bersambung....
happy reading all π€β€οΈπ€
__ADS_1
Salam Cinta Dari Author untuk kalian yang tersayang πβ€οΈπ€
"Saranghaeo ππ"