Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 96_Kekantor


__ADS_3

_Sepasang kaki itu terus melangkah menyusuri gerbang tinggi Yang dipimpin oleh Suaminya .Jantungnya sedikit berdebar,Karena merasakan tatapan aneh dari para staf Yang berpapasan dengannya.


Dan sesekali dia hanya bisa tersenyum kikuk saat bertemu dengan karyawan yang menyapanya.Hingga tak terasa Kini kakinya mulai memijak lobby perusahaan itu.


Dia berdecak kagum sambil memperhatikan Bangunan megah yang kini berada dihadapannya.Apalagi interior serta susunan segala property yang terdapat disitu yang sangat memanjakan mata.


Hingga Ada salah satu karyawan yang mendatanginya karena melihat Dara yang hanya Diam mematung ditempatnya."Selamat siang nona,Ada yang bisa saya bantu?"Tanya karyawan itu.Dan dengan Refleks Dara langsung menoleh kearahnya..


"Ahhhh,Iya mba,Maaf saya melamun" Jawabnya tertawa kecil.


"Ada perlu apa ya?"Tanyanya lagi.


Dara diam Sambil berfikir keras dalam otaknya.Dia bingung harus menjawab apa.Apa dia harus mengatakan bahwa dia ingin mengantarkan ponsel milik Juna yang Sebenarnya adalah suaminya.


"Mbak..." Panggil karyawan itu.


"Ehhhh,iya mbak..Saya melamun lagi heheheh" Ucapnya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Begini mbak,Saya ingin bertemu dengan tuan Juna" Ucapnya dengan hati-hati.


' Salah ya?Semoga enggak deh ' Batinnya dalam hati sambil meremas jari-jarinya.


Karyawan itu sedikit bingung saat mendengar Perkataan Dara.Apalagi melihat wajahnya yang terlihat sangat asing bagi mereka." Sebentar ya mbak" Ucap karyawan itu sambil berlalu Kearah Resepsionis.


Lama Dara menunggu,Hingga tak sengaja Dia melihat Juna berjalan dengan seorang wanita disampingnya.Pandangannya lurus kedepan Sehingga dia tak menyadari kedatangan istrinya disitu.


Perasaan sedih,campur kecewa langsung menyeruak dalam hatinya.benarkan suaminya mengabaikannya sekarang? Setidak penting itukah dirinya,sehingga Juna tidak meliriknya sama sekali? Atau sekretarisnya jauh lebih Cantik darinya? Pertanyaan-pertanyaan itu langsung muncul Dikepalanya.


Karyawan Itu langsung menghentikan Juna,Saat melihat Juna berjalan keluar Kantor bersama dengan sekretarisnya.


"Maaf tuan muda,Ada yang ingin bertemu dengan anda" Ucap karyawan itu sambil menunjuk kearah Dara yang duduk tak jauh Dari mereka.


Pandangan Juna langsung mengikuti arah Yang ditunjuk karyawannya tadi.Bukan hanya Juna,bahkan Luna juga ikut melihat Arah yang ditunjuknya.disitu tampak seorang wanita Yang memandangnya dengan pandangan yang tidak terbaca.juga Matanya yang memerah,Bahkan Bibirnya gemetaran.


Terasa ditampar oleh perbuatannya sendiri,Juna langsung berlari Dan berjongkok didepan Dara setibanya dia disitu."Sayang,kau sudah sampai"Ucap Juna seraya menggenggam Kedua tangan istrinya.

__ADS_1


Namun dengan Cepat Dara melepasnya,Dan langsung membuka tasnya untuk memberikan Ponsel Juna yang dibawanya tadi.


Luna juga karyawan yang lainnya hanya bisa menatap tak percaya,Atas pemandangan yang kini berada dihadapan mereka.Apalagi panggilan Yang tadi sempat dilontarkan oleh Juna.


"Aku mau pulang"Ucapnya pelan,Kini matanya mulai menatap seluruh karyawan yang sekarang tengah Memperhatikan mereka.


"Nanti aja ya,Pulangnya sama aku.Sekarang kita Keruangan aku dulu " Ajak Juna sambil berdiri Dari posisinya.Tangannya masih menggenggam Tangan istrinya walau berapa kali Dara melepasnya.


"Aku pulang aja,Kamu sibuk kan?"Ucapnya.matanya tidak berani Menatap mata suaminya.


Dia tidak marah dengan Juna yang Menyembunyikan Identitasnya.Dia hanya Sakit saat Juna mengabaikannya saat dirinya Berada tak jauh darinya.


Juna mulai memperhatikan keadaan Yang membingungkan disekitarnya.Apalagi melihat tatapan dari para karyawannya.


"Apa kalian menganggap ini sebagai Drama Hah" Bentak Juna.Dengan refleks mereka semua langsung menunduk hormat Sambil berlalu pergi meninggalkan Juna terkecuali sekretaris Luna.


Tak dipungkiri,Walau mereka telah pergi.Hati dan pikiran mereka masih tertuju Pada Juna dan wanita itu.Muncul pertanyaan-pertanyaan Aneh dalam benak mereka sendiri. Siapa wanita itu?Apakah memang benar Bosnya sudah menikah?,Atau memang benar wanita itu adalah istrinya?....


Semua pertanyaan-pertanyaan itu melayang-layang dipikiran mereka.Dan Saat inipun,mereka masih mencuri-curi pandang Untuk melihat interaksi Antara Juna dan wanita


Sedangkan Dara,Dengan berat hati dia menuruti Perkataan suaminya Guna mengakhiri drama ini.Dan Juna langsung menuntunnya menuju Lift untuk Masuk keruangannya meninggalkan Luna yang masih mematung karena mereka berdua


Dara masih diam Tak bergeming sedikitpun.Matanya Menatap kearah tembok tanpa memperdulikan tatapan suaminya.


"Sayang.." Panggil Juna.Kini suaranya menunjukkan tanda penyesalan.


Dara menoleh kearahnya sambil menunggu apa yang akan dikatakan oleh suaminya.


"Aku benar-benar tidak melihatmu Tadi.Dan Kupikir kau sudah melihat pesanku Yang kukirim kepadamu tadi" Jelas Juna.


"pesan apa?"Tanya Dara yang mulai membuka mulutnya.


"Iya,tadi aku mengirim pesan agar kau tidak perlu jauh-jauh kemari.Aku bisa memakai ponsel sekretarisku kok" Jealsnya.


"Jadi kau berfikir aku tidak jadi datang karena pesanmu,dan Kau benar-benar tidak melihatku tadi?"Tanya Dara.

__ADS_1


"Iya.Mana mungkin aku mengabaikan istri cantikku ini" Ucapnya sambil menyelipkan Anak rambut Dara yang sedikit berantakan.


Wajah Muram Dara kini telah berganti dengan Wajah Merah karena malu.Hatinya dibanjiri kebahagiaan Karena Juna benar-benar tidak mengabaikannya.


"Kau marah?"Tanya Juna lagi yang langsung dibalas gelengan oleh istrinya.


Tak lama kemudian,Tercengan suara ketukan pintu yang membuat Juna berseru dan mempersilahkannya untuk masuk.


"Maaf Tuan muda,Apakah saya harus mengundur meeting siang ini?"Tanya Luna dengan hati-hati.Kini matanya mulai menatap Juna serta Dara Dengan bergantian.


Juna diam sambil berfikir Keras dalam Otaknya."Undur Saja,Dan Katakan pada Client kita Agar mengadakan Rapat dikantor saja" Jelas Juna.Luna langsung mengangguk paham Atas Penjelasan dari sang bos dan langsung berpamitan Untuk keluar dari ruangan itu.


"Aku pulang Aja deh,Kamu sibukkan?" Tanya Dara yang langsung berdiri dari duduknya setelah kepergian Sekretaris luna dari ruangan itu.


"Aku tidak terlalu sibuk hari ini.Dan lagian, Meeting ini juga Nggak lama kok"Juna berkata sambil menuntun Istrinya menuju sofa Yang berada tak jauh dari mereka.


"Terus kalau kamu meeting,Aku gimana?"Tanya Dara dengan kepolosannya.Bukannya menjawab Juna malah Asik tertawa karena baru menyadari bahwa istri cantiknya ya itu sangatlah polos.


"Ya ikut aku meeting lah" Jawab Juna asal dan itu cukup membuat Dara kebingungan.


"Aku mau pulang aja kalau gitu" Kini Wajahnya semakin menggemaskan menurut Juna.


" Ya kamu disini ajalah,Mana mungkin ikut aku meeting.Aku nggak lama kok.Palingan Juga Sejam" Dara mengangguk paham atas perkataan suaminya.Kini dirinya mulai mendekat kearah Juna dan langsung menyandarkan kepalanya dibahu suminya.menurutnya tidak ada yang lebih nyaman dari Sandaran seorang Arjuna.


_________ _


***Bersambung


happy reading all πŸ€—β€οΈπŸ€­


salam Cinta Dari Author β€οΈπŸ€—β€οΈ


"Saranghaeo πŸ’œπŸ’œ"


Ada yang nungguin Up gak?...

__ADS_1


Hehehe maaf yaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™,Author baru Bisa Up Sekarang.Soalnya Athor lagi sibuk.


Makasih buat Yang udah setia.🌹🌹***


__ADS_2