
_Juna berjalan Menuju Mobilnya Yang terparkir Di garasinya.Langkahnya yang lebar mampu membawanya Sampai dengan cepat Kedepan mobil itu.Tangannya Terangkat untuk menggapai gagang Pintu itu dan bergegas masuk kedalam.
Sesudah memakai seat beltnya Juna langsung bergegas melajukannya menuju kantornya.Belum lagi separuh perjalanan,Ingatannya tertuju pada berkas yang kemarin diserahkan oleh sekretarisnya.Berkas yang harus dibawanya saat meeting nanti siang.Dan saat ini berkas itu tertinggal dirumahnya.
' Sial,Kenapa bisa lupa sih ' gerutunya dalam hati sambil memutar balik mobilnya.
....
Juna langsung membawa langkahnya Menuju Ruangannya dan langsung masuk saat pintu itu telah terbuka dengan sempurna.
Matanya menyapu seluruh Isi ruangan itu,Ruangan yang berbeda dari terakhir kali Dia memasukinya.Itu karena Dara telah membereskannya.Ingatannya langsung berputar pada Surat Dan Foto itu.Dengan langkah yang lebar,Juna langsung menghampiri mejanya dan mencari surat itu.
Dengan lincah tangan itu,Membuka Setiap Map yang berada diatas mejanya berharap Surat dan Foto itu ada Didalamnya.Tapi Nihil.Hingga semua berkas itu berserakan,Juna tak kunjung menemukannya.
Hatinya mulai panik,Dia yakin sekali bahwa terakhir kali dia membaca surat itu,Ada dimeja ini.Tapi kemana?
' Apa Dara membacanya atau bahkan membuangnya' Gumamnya Pelan sambil terus membuka Setiap laci mejanya.
Matanya beralih kearah Sebuah laci besar yang terdapa di almari ruangan itu.
Sebuah laci yang sering digunakan Juna untuk menyimpan semua kenangannya bersama Kanaya,Termasuk surat dan foto itu.
Dengan cepat Dia langsung meraihnya dan membukanya.Ternyata benar,Surat dan Foto itu berada disana.Hati Juna mulai gusar,Siapa lagi Jika Bukan Dara yang menyimpannya.
" Oh tidak...." Ucapnya sambil meremas- remas Rambutnya.
' CCTV ' dia langsung berfikir sambil melihat kearah CCTV yang terpasang diruangan itu.Dengan cepat dia langsung memasuki Ruang CCTV itu untuk mengeceknya,apakah Benar bahwa Dara yang memasuki Ruangannya.
Tak lama kemudian,Juna menemukan Rekaman saat Dara memasuki Ruangannya,matanya bisa melihat dengan Jelas Saat tangan mungil itu menemukan foto Juga selembar kertas itu.
Air matanya menetes saat melihat Dara yang menangis karena membaca Sebuah surat yang ditulisnya untuk Kanaya,Mantan Tunangannya.
"Jadi benar Dia membacanya" Gumamnya pelan,Matanya memerah.Dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Dara ketika membaca surat itu.
__ADS_1
Tangannya Menyusup kedalam saku celananya,Setelah ponsel itu telah berada Digenggamannya,Dengan cepat Juna langsung menghubungi Istrinya.
" Pulanglah " Ucap Juna berat sambil memutus panggilan itu.
Sedangkan Dara yang mendapati panggilan Dari suaminya hanya bisa mengerut Kesal karena Tiba-tiba Juna mematikan panggilannya.
"El,Aku pulang dulu ya" Dara langsung menghampiri Elma.
"Kenapa Ra?"Tanya Elma,Karena Dara baru aja sampai.
"Juna telfon" Jawabnya
"Ya udah deh,Bye Ra" Dara langsung meninggalkan KF untuk pulang kerumah.
_Juna Terduduk lemas Dilantai itu,Ingatannya langsung berputar Saat Malam Itu Dara tiba tiba memeluknya,Dara yang tiba-tiba menangis dalam dekapannya,Juga dara yang mengatakan Takut kehilangannya.Inikah alasannya? Alasan kenapa Dara menangis malam itu?
Dan Tadi pagi,Dara bersikap baik-baik saja seolah tidak terjadi apa-apa.Juna sadarkah kau betapa besar luka yang telah tercipta dihatinya?...
"Maafkan aku sayang" Ucapnya.Dia laki-laki,Tapi air matanya menetes begitu saja.Sudah berapa kali Dia membuat Dara menangis karena masalalunya.' Maafkan aku ' Sambungnya dalam hati.
_____
Tapi belum sempat Tangannya meraih gagang pintu itu,Juna lebih dulu membukanya.
Juna menyambut kedatangannya dengan Hati yang bercamuk.Mata mereka bertemu,Menyampaikan Luka juga cinta.Siapa yang salah disini?,Juna Atau masalalunya?.
"Kau marah?" Dara yang mendapati pertanyaan itu hanya bisa berdiam diri karena tidak mengerti akan ucapan suaminya.
"Dara aku bertanya kepadamu! Kau marah kan?" Ulang Juna lagi,Kini Suaranya sedikit meninggi. " Kau membacanya kan" Sambungnya lagi sambil menunjukkan Selembar kertas itu kehadapan Dara.
Dara langsung terdiam,Hatinya kembali tersayat saat mengingat isi surat itu.
Kenapa Juna bertanya seperti itu,Atau karena Juna sudah tahu bahwa dia sudah membacanya.
"Aaak..Aku......" Ucapnya dengan tercekat,Air matanya telah memenuhi pelupuk matanya.Marah? Iya dia marah.
__ADS_1
Marah Terhadap takdir yang mempermainkan mereka,Marah kepada Takdir yang dengan lancang mempertemukan mereka.
"Jawab aku sayang" Kini Air mata Juna ikut menetes,Menemani kesedihan istrinya yang dipendam olehnya.Dara menggeleng pelan sambil menutup wajahnya.
Dengan cepat Juna langsung merengkuhnya,Mendekapnya dengan Hangat."Aku marah Juna,Marah kepada takdir yang dengan lancang mempertemukan kita,Aku benci dengan cinta ini.Benci dengan semua ini" Teriaknya dengan berderai air mata.Kesedihannya tidak bisa dipendamnya lagi.Kini dia Telah pasrah.Apapun Yang terjadi kedepannya,Dia akan menerimanya.
Juna Cukup Bungkam mendengarnya,Hanya air matalah yang mampu menjawab perkataan istrinya.
"Aku benci dengan takdir ini.Takdir yang membuatku dengan mudah mencintaimu dan bersikap Egois untuk selalu memilikimu.Kau mencintainya kan? Lalu untuk apa pernikahan ini?" Lanjutnya sambil memukul Juna,
"Sayang....." Juna mencoba menghentikan tangan istrinya dan mendekapnya dalam pelukannya.
"Aku mencintaimu Juna.Itu sebabnya aku tidak rela jika hatimu masih menyimpan namanya,aku ingin selalu Egois Untuk memilikimu demi Cintaku juga anakku.Dan surat itu...Surat itu cukup Membuatku tahu bahwa kau tidak akan pernah melupakannya..Dan aku,Aku hanya Bayangan semu yang kau anggap seperti dirinya karena kami pernah mengalami kejadian yang sama.Dan sekarang Apa yang harus kulakukan?.Haruskah aku meninggalkanmu demi Masalalumu itu? Atau Berdiam diri seolah tidak Tahu bahwa kau masih terbelenggu dengan Masalalumu itu ? aku mencoba kuat demi cintaku.karena aku percaya bahwa Kau akan menjadi milikku seutuhnya.Tapi sekarang kekuatan itu seolah sedikit sirna karena melihatmu yang tak kunjung melepasnya.Dan sekarang katakan padaku Juna.Kau memang tidak bisa melupakannya atau kau tidak berniat samasekali untuk melupakannya?.Agar aku tahu jalan mana yang akan kupilih " Air mata itu mengalir deras Membasahi pipinya,Setidaknya perkataannya saat ini mampu mengurangi sesak yang selama ini dipendamnya.
"Aku ingin kau selalu berada disisiku" hanya itulah Jawaban Juna atas semua pertanyaan istrinya.
"Aku mencintaimu sayang"Sambungnya sambil mengecup Pucuk rambut istrinya.
"Sama sepertiku,Aku juga mencintaimu Juna.Cinta yang membuatku bodoh,yang membuatku mau bertahan melewati jalanan berduri hanya untuk bersama denganmu.Denganmu yang masih Menjadi miliknya" Kini Dara mulai melepaskan pelukannya.mata mereka bertemu,saling menyapa dalam luka.Mereka saling mencintai.namun masalalu itu terlalu kuat untuk mengalahkan cinta yang mereka miliki......
" Maafkan aku"
~Arjuna L . Leonidas....
_____________ __
***Bersambung...
Happy reading all 🤗❤️🤭...
Salam Cinta Dari Author Untuk kesayangan😘😊😍
"🌹 Saranghaeo🌹***
__ADS_1