
_ Kini wajah Juna berubah muram,saat melihat istrinya menangis."Kenapa menangis?"Tanya Juna yang langsung menghapus air mata istrinya.
"Apa Ada yang salah dengan kata-kataku?"Tanya Juna lagi,Kini Dara sudah berada dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat.
Dara menggeleng pelan,"Terus kenapa nangis?" Tanya Juna...
Bukannya malah menjawab,Kini dirinya semakin terisak dibuatnya" Juna..Aku mencintaimu.Tidak perduli dengan hatimu yang masih Mencintainya,Kau adalah milikku Selamanya."Dara berkata sambil terisak Dalam Dekapan suaminya.
"Aku milikmu" Juna berkata sambil menghujani Istrinya dengan Ciumannya.
Kini Juna mulai membawa istrinya untuk duduk Sambil menatapi indahnya Danau itu.
"Tidak perduli kau percaya atau tidak.Yang pasti Kini hatiku Sudah melupakannya Dan telah berpindah kehatimu seutuhnya." Ucap Juna Tanpa menatap wajah istrinya.Dara langsung terdiam Sambil menatap wajah suaminya yang kini tidak berani menatapnya.
"Kau mendengarku sayang?Aku mencintaimu" Sambung Juna Yang kini beralih menatap wajah istrinya.
Dara terdiam tanpa bisa berkata apa-apa,Perkataan Juna Cukup mengejutkan hatinya.Bukan hanya hatinya,Namun juga jiwanya.Benarkah Juna sudah mencintainya seutuhnya?Atau Ini hanya sebuah wacana Yang melengkapi Pernikahan mereka?.
"Kau diam,Itu berarti kau tidak mempercayaiku bukan?"Juna langsung membuang pandangannya kearah lain,Sambil tersenyum hambar.
Wajar...Dirinya sendirilah yang membuat Istrinya tak lagi mempercayainya.
"Aku mempercayaimu Juna" Ucapnya secara tiba-tiba.Dan itu Refleks membuat Juna menoleh kearahnya sambil menatap tidak percaya dengan apa yang dikatakan Dara barusan.
"Aku mempercayai Cintamu juga hatimu " Sambungnya yang langsung menghambur kedalam pelukan suaminya.
Lama mereka berpelukan,Menikmati hangatnya cinta mereka.Merasakan Debaran jantung yang mereka punya.Dan inilah Cinta.Cinta yang mereka punya,untuk kebahagian mereka.
........
Sekarang mereka berdua mulai menikmati indahnya alam ini, berjalan dengan bergandengan tangan menuju Ujung keujung Hingga waktunya mereka tiba tepat Ditepi Danau.
Perlahan,Juna mulai berjongkok untuk menyentuh air itu.Dingin,Itulah yang pertama kali dirasakannya.
"Kau ingin menyentuhnya juga?"Tanya Juna sambil mendongakkan Kepalanya untuk menatap istrinya.Tangannya terulur untuk membantu Istrinya.
Dara mengangguk,Dan membalas uluran suaminya untuk berjongkok disampingnya.
"Dingin" Gumamnya pelan,setelah merasakan air danau itu yang menyentuh Kulitnya.
__ADS_1
"Danau Ini indah,tapi Kenapa Sangat sepi?"Tanya Dara sambil berdiri diikuti Juna yang berada disampingnya.
"Karena Danau Ini tercipta hanya untuk Kita"Jawab Juna asal.Dan itu Cukup membuat Dara tertawa kecil Mendengarnya."Gombal" Ucapnya Sambil Menusuk Pipi Juna Dengan Jari telunjuknya.
"Emang bener tau,Kamu nggak percaya?" Juna berkata seolah perkataannya tadi adalah Fakta.
"Ya enggak lah"Jawab Dara enteng disertai tawa kecilnya.Matanya mulai liar kemana-mana,Menikmati indahnya Danau ini dari Ujung keujung.
"Kita kesana yuk"Ajak Dara sambil menunjuk Kearah Bukitan yang tak jauh dari mereka.
Juna meraih Tangan istrinya dan Menggandengnya untuk berjalan Kearah yang ditunjuk Dara tadi.Mereka berjalan Sambil bernyanyi layaknya Seorang anak ABG yang baru pacaran.Terkadang Mereka berhenti berjalan Hanya untuk memetik sebuah mawar liar yang tumbuh tak jauh dari danau itu.
"Kita Foto yuk" Ajak Dara sambil mengeluarkan ponselnya.Juna meraihnya Dan melakukan Pose untuk gambar yang akan mereka ciptakan Kali ini.
Cekrekk.. cekrekk.. cekrekk...
Entah berapa banyak Foto yang mereka ambil Harini.Berlaku layaknya seorang model,Bergaya ini dan itu.Tanpa memperdulikan Teriknya matahari siang ini,Hingga keduanya Pun Terduduk lemas dikursi itu sambil menyandarkan punggung mereka yang sedikit terasa remuk.
"Capek!"Seru Juna sambil mengelap Puluh yang memenuhi wajahnya."Ternyata menjadi model itu Susah" Sambungnya sambil mengipas tubuhnya menggunakan tangannya.
"Tapi kau cocok bila menjadi model," Saran Dara sambil memperhatikan Foto yang mereka Cetak barusan.Karena penasaran,Juna pun ikut kepo dan melihatnya bersama dengan istrinya.
Juna mengerutkan alisnya sambil membuang pandangannya kearah lain.
"Walaupun tegang,Tapi tetap tampan kok"Sambungnya lagi.
Ahhh,kedua telinga Juna langsung naik 5 cm.bahkan diam-diam,Bibirnya terangkat untuk membentuk sebuah senyuman.
"Aku tampan" Ucap Juna.Dengan refleks Dara langsung menoleh kearah Juna.
Cuppppp.....
Kecupan singkat langsung mendarat dibibirnya.Kini Rona merah mulai menghiasi pipi keduanya."Itu hadiahmu,Karena telah memujiku tampan" Ucap Juna.
Dara terdiam untuk beberapa saat.Sentuhan bibir Juna masih terasa sampai sekarang."aaaaaa kau..Inikan ditempat umum" Ucapnya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Jika tidak ditempat umum,Memang boleh" Bisik Juna ditelinganya.Hal itu dapat membuat Dara bertambah Malu dan enggan untuk menurunkan tangannya.
"Ayo kita pulang,Kita lanjut dirumah"Goda Juna lagi.Dia hampir sekarat karena menahan tawanya sedari tadi."Kau nakal" Ucap Dara sambil menurunkan tangannya untuk mencubit perut Juna dan kembali menutupkannya kewajahnya lagi.
_______
Senja mulai menyapa kota X,Dan itupun tidak membangkitkan pasangan muda itu dari duduknya.Mereka masih setia,duduk termenung dengan bersandar satu sama lain,sambil melihat indahnya senja sore ini.
Tangan keduanya menyatu,Saling menggenggam dengan erat.seolah takut bila terpisahkan.
"Aku bahagia" Gumam Dara yang masih didengar oleh Juna.
Pelan,Juna menarik senyumnya sambil menatap matahari yang perlahan tenggelam Ketempatnya."Hari ini atau esok,Aku berjanji untuk selalu membahagiakanmu Hingga Nafas terakhirku" Ucap Juna tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun.
Lama mereka diam,Hingga Dara mengeluarkan Perkataan yang dirangkainya dalam heningnya tadi.
"Indahnya senja ini,Menjadi saksi Atas janjimu,serta hatimu yang telah menjadi milikku seutuhnya.Terimakasih karena selalu berada disampingku,Menemaniku disetiap hari Dan Tarikan nafasku.Menemaniku menjelajahi indahnya dunia ini,Hingga sampai kutahu apa arti cinta yang sebenarnya"Jawabnya tanpa melihat kearah Juna.
Juna cukup terharu mendengar penuturan istrinya.Tanpa disadarinya,Kini matanya sudah dipenuhi oleh cairan bening.Namun dengan sigap dia langsung menghapusnya dan menahan tangisnya Agar istrinya tidak ikut bersedih.
Dara mulai duduk dengan tegak,Matanya Menatap kearah suaminya yang masih asik memandangi Sinar senja yang Kini Menghiasi Indahnya danau ini.Merasa diperhatikan Juna menoleh kearahnya.
Deg!!!!!!
Jantung keduanya berdetak lebih kencang.Mata mereka bertemu,dan Saling menyapa Dalam Diam.Pelan,Juna menarik tengkuk istrinya dan mulai menciuminya dengan cinta.Kini Bayangan keduanya semakin menjadi saksi tenggelamnya senja sore ini,Meninggalkan Terangnya dunia yang digantikan oleh kegelapan malam, Yang akan diterangi dengan bulan dan bintang yang menghiasi langitnya.
___________ _
***Bersambung.....
happy reading all 🤗❤️🤭..
Salam Cinta Dari Author untuk kalian yang tersayang 😁🥰
"Saranghaeo💜💜"
Dan semoga kita Selalu dalam perlindungannya dalam menghadapi pandemi ini🙏🙏🙏🙏
Aminkan ya gasy☺️☺️***
__ADS_1