
Malam harinya...
Setelah membersihkan tubuhnya,Juna berjalan mendekati istrinya yang sedang termenung menatap Layar televisi Diruang tamu.
"Hey" Dia duduk disamping istrinya.Menatapnya dengan cinta Dan kehangatan.Dara menoleh dan membalas tatapannya.
Dia diam Namun tersenyum.Dan Juna,Juna merasa aneh dengan Itu."Kenapa tidak makan?.Kan aku sudah bilang tadi jangan menungguku" Ucap Juna dengan lembut.Dia mengerti bahwa istri masih marah kepadanya.
Dara Menunduk dan menggeleng.Sekilas bayang-bayang Pertemuan mereka tadi siang kembali terlintas dibenaknya."Sayang..!"Panggil Juna.
Dara kembali menoleh tanpa suara."Maafkan aku!" Juna berkata dengan lirih.Dia menunduk untuk menghindari Kontak mata dengan Istrinya.
Dara tersenyum dan kembali menatap televisi."Kenapa kau terus meminta maaf Juna,Kau tidak bersalah"Ujarnya Dengan pelan.Dia masih memaksakan senyumnya walau Hatinya terasa perih dan Terluka.
"Kau mendiamkan ku,Itu berarti kau sedang marah kan?"Jawab Juja lagi.Dia mengangkat kepalanya untuk menatap Dara yang kini Ikut menayapnya.
"Apa alasanku Untuk marah Juna"
" masalah Tadi siang " Jawab Juna dengan cepat.Kedua matanya semakin memperdalam tatapannya.
' Masalah yang mana Juna?.Jika Kau bertanya Apa aku marah karena kau tak menepati janjimu Maka aku akan menjawab Tidak Papa.Tapi Jika Kau Bertanya Bagaimana perasaanku setelah melihat Adegan kalian,Maka aku akan menjawab iya.Karena Itulah alasanku mendiamkanmu sekarang '
" Juna...!"Panggil Dara dengan rendah.dia memejamkan matanya dan tersenyum."Menurutmu,Apa yang harus mereka pilih Saat mengetahui Bahwa Suaminya telah kembali pada masalalunya.Apa mereka harus bertahan Atau pergi Juna"
Juna tersentak kaget mendengar Perkataan Istrinya.Dia diam dan tak menjawab apapun.karena sedari tadi,Dara Selalu mengeluarkan kata-kata yang bisa membuatnya terdiam bisu Mengingat Pertemuannya dengan Kanaya tadi siang."Kenapa Kau bertanya seperti itu Sayang?"Tanya Juna balik.Dia mendekatkan tubuhnya dan memeluk Dara dengan erat.
"Aku hanya bertanya,Dan aku ingin kau menjawabnya."
"Bertahanlah,Karena Pria itu pasti tahu dimana Labuhan cintanya selama ini" Jawab Juna dengan spontan.Karena menurutnya itu adalah hal yang Benar,Dan sama persis dengan apa yang dilakukannya Tadi.
__ADS_1
Dara diam dan tersenyum." Haruskah mereka bertahan dan mengesampingkan sakit hati mereka?" Tanya Dara lagi.
Juna menggeleng Dan terus memeluk istrinya dengan erat."Berhentilah berbicara yang tidak-tidak Dara.Aku tidak suka" Ujar Juna dengan segenap hatinya.
Kepalanya semakin ingin pecah.Mendengar segala ucapan istrinya yang seolah tengah menyudutkannya membuatnya semakin sulit untuk bernafas.Dia Juga merasa bahwa Dara sangat aneh hari ini.Jika ini semua hanya lah perkara makan siang tadi,Dara tidak mungkin sampai seperti ini.atau...?Dia melihatnya?.Iya,Dara melihatnya,karena tidak mungkin dia bersikap seperti Ini jika Dia sama sekali tidak melihatnya.Dan Jika dipikir-pikir,Jarak Dari resto ke lost garden Sangat lah dekat.lalu Apa memang benar,Benar jika Dara melohat semuanya.Arggghhhhhh,memikirkan itu membuat kepalanya semakin ingin pecah.
"Aku hanya bertanya,kenap______"
"Kau melihatnya?"Potong Juna dengan lirih.Air matanya mulai menetes karena Tak sanggup untuk membayangkan bagaimanakah Keadaan Dara saat itu.
"Apa yang kulihat?"Tanya Dara dengan wajah Yang berbeda.Dia bisa menebak bahwa Juna sudah mengetahui gerak-gerik nya.
"Katakan padaku apa kau melihatnya?"Tanya Juna lagi.dia melepas pelukannya dan menatap Dara dengan intens.
"Kenapa?,Jika iya kau akan meninggalkanku?" Dara mulai menumpahkan segala tangisannya.Dia memukul Juna dengan Segala kekuatan yang dia punya."Kau tega Juna,kau tega.Kau Jahat,kau jahat karena kau telah mengkhianati cintaku.Kau jahat karena kau lebih memilihnya dari pada Aku dan anakmu hiks.....Kau jahat Juna. Hiks..hiskk." Dia terus memukulnya,Tapi tangisannya yang semakin pecah membuatnya Tak lagi Bertenaga untuk memukul Juna.
"Hey.."Juna mencoba untuk menghentikan istrinya dan langsung membungkusnya kedalam pelukannya.
Dara langsung terdiam.Dia berhenti menangis dan menatap Juna dengan kebingungan."Kau benar-benar meragukanku Dara?"
"Aku...aku ti_____"
"Stth,"Juna tersenyum dan menunduk.dia menatap istrinya dengan sayang." Bagian Mana yang Kau lihat?" Tanya Juna tanpa menatapnya.
"Saat Kalian berpelukan" Jawab Dara yang ingin kembali menangis Karena mengingat kejadian itu tadi.
"Hanya itu saja?"Tanya Juna lagi.
Dara mengangguk tanpa berkata-kata.
__ADS_1
Juna tertawa kecil dan melepaskan pelukannya."Jadi inilah alasanmu Bertanya seperti itu kepadaku?,Lalu apa yang akan kau lakukan?,Kau mau pergi?." Wajah Juna berubah Drastis.dia menoleh untuk menatap Dara.
Dara terdiam mentap suaminya.Dia tak lagi menangis dan berbicara.Jujur saja jika dia merasa takut Saat melihat Raut wajah Juna yang berubah.
"Kau mau pergi?"Tanya Juna lagi.
Dara tetap diam.
"Kau mau pergi saat Kau belum tahu Apa yang terjadi selanjutnya.?" Juna menjedanya.Dia berdiri dan menatap dara yang masih menunduk."Dara apa kau pernah mendengar kata-kata ini.' Apa yang kita lihat itu belum tentu semuanya benar'.".
Dara mendongak menatap suaminya.Dia tak mengerti tentang apa dan karena apa Juna mengatakan itu."Tapi kalian berpelukan Juna"
Juna tersenyum dan mendekat."Kau meragukanku sayang" Dia mendekat dan mulai membawa istrinya kedalam gendongannya.
"Juna turunkan aku,Aku takut" Lirihnya pelan.karena jika dia jatuh,Bukan hanya dirinya yang akan merasa sakit,anaknya juga.
"Sttt" Dia berjalan Dengan pelan-pelan menuju kamarnya.Setelah sampai didalam kamar,Dengan hati-hati Juna mulai membaringkan istrinya diranjang.
"Apa kau ingin pergi?" Tanya Juna untuk kesekian kalinya.
"Apa boleh aku membencimu Juna" Akhirnya kata itu keluar Dari bibirnya.Kata kata yang tadinya hanya sebuah gumaman kini berubah menjadi wacana yang sangat menyakitkan.
Juna menggeleng pelan."Kau tidak boleh membenciku karena aku mencintaimu sayang" Dara menunduk dan menciumnya dengan hangat.Ciuman Juna sangat Lembut,Hingga membuat Dara Hilang kendali.
Saat melihat dara yang mulai kehabisan nafas,Juna Mulai menyudahi ciumannya.Kemudian dia mendekat ketelinga nya."didunia ini satu-satunya wanita yang kucintai adalah dirimu Dara.Jadi jangan pernah meninggalkan ku hanya karena sepenggal adegan yang kau saksikan dan hanya karena kisah akhir yang tak pernah kau saksikan" Bisik Juna dengan nafas yang memburu.
Entah kenapa, Malam-malam sebelumnya dia bisa menahan Hasratnya saat mengingat Bahwa istrinya Sedang hamil.Tapi saat ini,Juna tidak sanggup,dia tidak sanggup untuk menahannya.
"Aku mencintai sayang" Setelah kata-kata itu keluar dari bibirnya,Akhirnya mereka menyatu.Menyatu dalam kasih dan cinta yang telah mereka rajut selama ini.Tidak ada yang lebih indah dari ini,Walau tadinya mereka sempat terluka Namun itu semua telah terkalahkan dengan kekuatan cinta yang mereka punya.
__ADS_1
____________
...Bersambung...