Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Aku minta maaf


__ADS_3

Dara duduk termenung sambil memikirkan Kelakuannya Tadi,Ada penyesalan dalam dirinya karena memutuskan panggilan mereka seenaknya tanpa memikirkan perasaan Suaminya.


Kelamaan berperang dengan penyesalannya, Akhirnya Dara memutuskan untuk kembali Menelfon suaminya.Namun setelah dia menelfonnya,Ponsel Juna sudah dalam keadaan Off,Jadi percuma sebanyak apapun dia menelfonnya.juna juga tidak akan mengangkatnya.Karena setelah istrinya memutus panggilan mereka tadi,Juna langsung mematikan ponselnya untuk menenangkan diri.


"Kau marah"Gumamnya pelan,Wajahnya berubah sangat murung karena Niatnya untuk meminta maaf kepada suaminya harus diundur.


"Huhhhhh,Tenang Dara.Jika nanti suamimu pulang,Selesaikanlah masalah ini baik baik,"Ucapnya kepada diri sendiri.


Setelah itu Dara langsung bergerak untuk membersihkan rumahnya,Juga Memasak Untuk makan malam,Karena Kini Senja telah datang.


.....@.....


Pukul 8 malam,Akhirnya Juna telah selesai membereskan seluruh pekerjaannya,Walaupun Berkat bantuan dari Kelvin.


Juna memutar kursinya untuk Merilekskan tubuh dan pikirannya.Saat kursi itu kembali berhenti,Juna langsung melirik kearah ponselnya berada,Sejak tadi sore dia Tidak mengecek ponselnya sama sekali.Ada rasa penasaran dalam benaknya,Apakah istrinya mengirimkan pesan atau apalah...


Dia langsung meraih benda pipih itu dan langsung mengaktifkan nya kembali.


Saat ponsel itu telah kembali aktif,Notifikasi Panggilan tidak terjawab langsung masuk ke handponnya,Panggilan dari siapa lagi jika bukan dari istrinya.


"Dia menelfonku,Ah seharusnya kau mengaktifkan nya saja tadi"Pekiknya sambil berdiri dari duduknya dan Berjalan Keluar menuju parkiran dimana Mobilnya berada.


.......


Dimansion Juna....


Sedangkan Dirumah,Dara sudah kalang kabut Menunggu kepulangan suaminya,Ini sudah lewat dari Jam kepulangan suaminya dari kantor.Namun dia ingat bahwa tadi Juna bilang bahwa dia memiliki banyak pekerjaan.Sebenarnya apa rasa dari kepanikannya ini.Rasa tidak sabar ingin bertemu atau rasa tidak sabar karena ingin mengungkapkan kata maaf.


"Tenang Ra"Ucapnya mencoba merilekskan pikiran nya dan kembali duduk sambil menunggu kepulangan suaminya.


Hingga Pukul setengah sembilan malam,Tidak ada tanda tanda kepulangan suaminya,Rasa bosan mulai menguasai dirinya. Helaan nafas tak henti hentinya keluar dari mulutnya.


Dara langsung meraih handponnya dan langsung mengaktifkan nya.Dia melihat Nomor Juna,Disitu Dikatakan bahwa Ponsel Juna terakhir aktif Pukul 8 tadi,


"Kenapa dia tidak menelfonku tadi"Gumamnya rendah.Rasa bersalah kembali menyeruak dalam hatinya,Diapun Memutuskan untuk naik keatas untuk tidur terlebih dahulu.


Namum baru beberapa langkah kaki mungil itu menapaki tangga,Deruman mobil Juna Terdengar ditelinganya.Dara langsung memutar arah dan berlari untuk membuka pintu untuk suaminya.


"Aku minta maaf"Ucapnya setelah pintu itu terbuka dengan sempurna,Bahkan dia mengungkapkan kata itu dengan menunduk karena Rasa bersalahnya.


Juna yang terkejut dengan kemunculan istrinya yang secara tiba-tiba langsung terdiam mematung Ditempatnya.


"Apa katanya,Minta maaf?"Tanya Juna kepada dirinya sendiri.


"Kau mendengarku kan,Aku minta maaf"Ulangnya lagi...

__ADS_1


"Untuk"Tanya Juna dingin yang berpura pura Sok Cool Didepan Istrinya.


"Tadi siang"ucapnya ragu ragu.


"Ada apa dengan tadi siang?"Ucapnya yang masih tak kalah dingin.


"Aku memutuskan telfonmu"Ucapnya rendah,Bahkan Juna hampir tidak mendengar nya.


"Tetaplah aku dan katakan apa yang ingin kau katakan,Aku bukan lantai"Ucapnya datar.Dara langsung mengangkat wajahnya untuk Menatap mata suaminya.Dadanya berdetak kencang saat kedua manik mereka bertemu.


Rindu itu kembali menusuk hatinya.Dia rindu pria ini,Dia rindu dekapan juga ciumannya,Juga rindu akan Kata cinta yang selalu dibisikkan oleh nya.


"Daddy aku minta maaf"Ucapnya pelan sambil menggigit bibir bawahnya.Namun Juna tetap diam,Tanpa menggubris perkataan istrinya sama sekali.Kemudian ia berlalu meninggalkan istrinya yang hanya bisa menundukkan Kepalanya.


"Daddy"Panggilnya dengan manja,Dia langsung membalik Arah dan berjongkok di lantai sambil Menyatukan kedua tangannya Untuk memohon maaf kepada suaminya.Sedangkan Juna yang mendengar panggilan dari istrinya langsung berbalik arah untuk melihat istrinya.


Juna langsung tertawa melihat tingkah Istrinya itu,perlahan dia membawa langkahnya kearah istrinya dan langsung merengkuhnya dengan hangat sambil membantunya untuk berdiri.


"Kenapa minta maaf?"Tanya Juna lembut sambil menuntun istrinya untuk duduk.


"Aku salah"Ucapnya imut seimut imutnya.


"Kenapa kamu yang minta maaf hmmm?Bukannya kamu lagi marah sama Daddy,Kan Daddy yang salah"jelas Juna sambil menyelinapkan rambut Istrinya ketelinganya.


"Sudah tidak marah?"Tanya Juna yang diangguki oleh istrinya.


"Sekarang Daddy maafin aku kan"Tanyanya sambil tersenyum simpul.


"Maafin ga ya...."Juna sengaja menggantung ucapannya untuk membuat Istrinya kesal.


"Daddy jahat"Ucapnaya sambil meninju perut suaminya..Bibirnya mencerut dengan imut seperti anak kecil.


"Oke.oke,Daddy maafin"Ucapnya sambil terkekeh dan langsung membawa istrinya kedalam pelukannya.


.........


Setelah Membersihkan dirinya,Juna berjalan keluar kamarnya dan berjalan turun kebawah untuk menyusul istrinya yang sudah menunggunya sedari tadi.


Melihat suaminya yang sudah berjalan kearahnya membuat Dara langsung berdiri dari duduknya yang berniat untuk mengambilkan makanan untuk suaminya.


"Aku bisa sendiri"Ucap Juna yang sekarang sudah berada didepannya.


"Sekarang duduklah,"Ucap Juna yang malah mengambilkan makanan itu kepiring istrinya,Dara hanya menanggapi kelakuan suaminya dengan senyum hangatnya.


"Makanlah yang banyak,Kau sangat kurus"Ucap Juna sambil mencubit hidung Istrinya.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua makan dengan tenang,Tidak ada yang berbicara hanya Suara paduan sendoklah yang terdengar.


"Sudah minum susu?"Tanya Juna,Dara langsung diam dan langsung membawa pandangannya kearah suaminya.


"Belum"Ucapnya disertai gelengan kepala sambil memamerkan Senyumnya berharap bahwa suaminya tidak akan marah.


Mendengar Jawaban dan ekspresi istrinya,Juna langsung menyentil dahinya dengan pelan.


pletak......


"Sejak kapan kau mulai nakal hmmm"Ucap Juna sambil tertawa kecil,Dara langsung menggeleng lemah sambil menunjukkan ekspresi imut miliknya.


Setelah selesai Makan,Juna menyuruh istrinya untuk masuk ke kamar terlebih dahulu.awalnya istrinya menolak dan memilih untuk menunggunya,Namun karena Juna memaksanya,Mau tidak Mau dia harus menuruti perkataan suaminya.


Setelah kepergian istrinya,Juna langsung membereskan piring mereka saat makan tadi.Seperti janjinya saat itu,Dia mengizinkan istrinya untuk membereskan rumah namun tidak dengan mencuci piring.Jadi mulai sekarang hingga Sampai istrinya melahirkan nanti,Dialah yang bertanggung jawab Untuk mencuci piring.


Tak butuh waktu lama baginya untuk membereskan semuanya,Untungnya selama ini Juna sering berada didapur jadi dia tidak perlu Kebingungan saat menghadapinya.


Saat dirasanya semuanya sudah rapi,Dan bersih.Juna langsung membuatkan susu untuk istrinya.Jika tidak dirinya yang mengingatkan istrinya,Dara tidak akan mau meminum susunya.,Karena semenjak hamil dia tidak menyukai susu.


.


.


.


.


*BERSAMBUNG


happy reading all πŸ€—πŸ€—


terimakasih untuk pembaca setia novel baru Author πŸ€— Saranghaeo untukmu kak πŸ€—β€οΈ Dan terimakasih juga untuk para readers yang udah Dukung Author sampai disini πŸ₯°πŸ₯°.LopyuπŸ–€


Jangan lupa like πŸ‘ komen sebanyak banyaknya πŸ’― Dan Votte seiklahsnya ya cinta πŸ™ plus Favorit ❀️*.


Ig Author πŸ€—


@Indahnovita487Nvt


Fb Author πŸ€—


_-Indag Novita Sari.


Love you all πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2