Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 93_Perkara Cinta


__ADS_3

_Cinta Datang kepada orang yang mempunyai harapan,Walau mereka telah dikecewakan.Kepada mereka yang masih percaya,Walau telah dikhianati.Kepada mereka yang masih ingin mencintai,Walau mereka telah disakiti sebelumnya,dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali Kepercayaannya.


Itulah Cinta mereka,Keduanya menyatu saat hati itu masih bertuan,Tanpa mengenal Sakit Dan lelah.Hingga Kini cinta itu utuh tanpa terbagi sedikitpun.Sekarang bukan hanya janji yang terucap melainkan sebuah Usaha yang berbuah manis demi masa depannya.


Bersusah payah mengubah Pahit menjadi manis, Debu menjadi emas,Keruh menjadi bening,Sakit menjadi sembuh,Penjara menjadi telaga,Derita menjadi nikmat hingga kemarahan menjadi Rahmat.


Itu semua dilakukannya hanya demi Membuat Dirinya Bahagia.Kebahagiaan yang membuatnya merasa berhasil menjadi seorang pria yang kini menyandang status sebagai suami untuk Istrinya.


***


Kini Sinar Jingga itu sudah mulai menghilang,Dia Tenggelam dan bersembunyi Diufuk Barat Dan akan kembali Hari esok Untuk kembali menyinari dunia ini.Bukan Tanpa sebab dia menghilang,melainkan dia Hanya ingin Berbagi dengan Bintang Dan bulan yang akan menerangi gelapnya malam.


Kedua tangan itu masih saling menggenggam ,Menemani langkah mereka yang Mulai menjauh Dari tepi danau,Juga Meninggalkan Sang Mentari yang sudah benar-benar tenggelam.


Tangan Kanannya terangkat untuk meraih gagang pintu mobilnya,Dan membukanya untuk mempersilahkan istrinya masuk.


Juna langsung melajukan mobilnya untuk kembali kerumah,Karena Hari sudah mulai gelap.


"Kau lapar?"Tanya Juna sambil menoleh kearahnya.Dara mengangguk sambil memamerkan Senyumnya.


"Mau makan dimana?"Tanya Juna.


"Dirumah aja,Babynya lagi pengen masakannya Daddy" Jawabnya manja.Juna mengulum senyumnya saat melihat istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan.


45 menit kemudian,Mobil Juna melenggang masuk,melewati pagar yang menjulang tinggi itu.Dengan raut bahagia, mereka membawa langkahnya untuk masuk kedalam rumah sambil Bersiul layaknya Anak ABG yang sedang dimabuk asmara.


Sesampainya didalam,Juna langsung menyuruh istrinya untuk membersihkan dirinya lebih dulu.Karena menurutnya,Tidak baik Bagi orang hamil mandi terlalu malam.


Sedangkan Juna langsung masuk ke dapur,untuk menyiapkan makanan yang diinginkan oleh Istrinya tadi.


selang beberapa lama,Kini Dara mulai membawa langkahnya untuk menyusul sang suami yang sedang berkutat dengan alat dapur demi Memenuhi keinginannya.


"Sayang jangan peluk-peluk" Ucap Juna saat Tangan Dara mulai melingkar dengan sempurna dipinggangnya.


"Kenapa?Emang Tidak boleh ya?"Tanyanya dengan raut wajah kesalnya.Dia juga sempat meregangkan Pelukannya untuk menatap wajah Juna." Bukannya tidak boleh,Aku belum mandi tau!"Seru Juna.

__ADS_1


"Emang kenapa kalau belum mandi?"Tanyanya balik.Sudah,cukup sampai disini perdebatan mereka.Jika Dilanjutkan pada akhirnya Juna juga yang kalah.Jadi lebih baik dirinya Mengalah Demi memuaskan istrinya.


Tak mendengar jawaban apapun dari suaminya,Dara Kembali bergelayut manja dipunggung suaminya."Sayan,Aku lagi masak Lo" Protes Juna.


Mendengar itu,Dara hanya bisa mendengus kesal,Dan Melenggang pergi dari hadapan Juna.Bahkan dia sedikit menghentakkan kakinya dilantai,yang membuat Juna menggeleng terheran-heran.


Setelah selesai Masak,Juna langsung menatanya diatas meja makan,Diikuti lirikan Tajam dari sang istri.Dan Kini Dara semakin merasa kesal,karena Juna sama sekali tak memperdulikannya.Bahkan Setelah selesai menata makanan itu,Juna langsung pergi begitu saja Dari hadapannya tanpa berkata apapun.


Rasa laparnya hilang begitu saja.Sekarang Dara hanya bisa mencerutkan bibirnya sambil menopang dagunya menggunakan Tangannya.


"Kesel..kesel...kesellllll" Rengeknya sambil menghentakkan kakinya kelantai.


Tak lama kemudian, Juna turun dengan Setelan Santainya.Dia langsung membawa langkahnya menuju meja makan, Untuk menyusul istrinya.


Sesampainya disitu,Juna dikejutkan Dengan makanan yang masih Utuh tanpa disentuh sedikitpun." Kenapa tidak dimakan?Ngambek?" Tanya Juna yang meninggikan suaranya.Bahkan Tatapannya menajam yang membuat Dara langsung terdiam ditempat.


Dara hanya diam,Tidak menjawab juga tidak bergerak.Kini dia hanya bisa menunduk guna Memutus kontak mata antara dirinya dan suaminya."Kenapa tidak dimakan Hmmm" Ucap Juna Yang mencoba untuk tenang,Karena melihat raut wajahnya yang ketakutan.


"Nungguin Daddy" Jawabnya lirih.


"Nungguin Daddy"


"Apa...." Ucap Juna yang pura-pura tidak dengar.


"Nungguin Daddy..."Teriaknya sambil mengangkat kepalanya.Juna tersenyum sambil mengusap kepala Istrinya.


Kemudian Dia duduk disamping istrinya,Dan menuntun Dara untuk duduk di pangkuannya.Tangannya mulai menyuapkan Sesendok masakan yang dibuatnya tadi kedalam mulut istrinya.


Tak ingin menolak,Dara langsung membuka mulutnya untuk menerima suapan dari suaminya."Enak..?"Tanya Juna yang diangguki oleh Dara.


Hingga suapan terakhir pun Juna Masih mengulanginya,Layaknya seorang ayah yang memberi makan Anaknya."Sudah" Ucap Dara sambil menutup mulutnya Rapat-rapat saat Juna kembali menyuapkan makanan itu kemulutnya.Kini Rasanya perutnya sudah ingin meledak karena kebanyakan makan.


Setelah selesai makan,Dara menyandarkan kepalanya didada Juna.Dengan perhatian Juna Mengusap rambutnya Dengan lembut sambil meninggalkan kecupan singkat dipucuk kepala istrinya.


"Kenapa Tidak makan?"Tanya Dara.Dia langsung kembali duduk Ketempatnya dan membiarkan Juna makan dengan tenang.

__ADS_1


"Tidur sana,"Pinta Juna sambil tersenyum.Namun Dara tetap Diam,Sambil menunggu suaminya Hingga Selesai makan.


.....@.....


Brakkkkkk........


Varo membanting selembar map yang baru dibacanya barusan.Sebuah Map yang berisi Laporan Tentang Pembangunan Grand Ferron Far yang terletak Dinegara Sebelah.


Matanya menajam,menemani amarahnya yang kini mulai memuncak."Jelaskan kepada saya,Mengapa proyek ini bisa gagal" Teriak Varo yang memenuhi Ruangan itu.


"Beg..begini Tuan, Manager proyek yang menangani proyek ini,Kabur membawa Seluruh Dana yang telah kita siapkan sebelumnya.Lalu Banyak terjadi penyimpangan kerja serta monitoring yang kurang" Jawab Salah satu karyawan itu.


Varo mendekat kearahnya sambil mencengkram kerah bajunya dengan erat."Lalu Apa pekerjaan kalian selam ini Hah" Bentak Varo sambil menghempaskan tubuh pria itu hingga sedikit terhuyung kebelakang.


"Cepat selesaikan semua masalah ini,Dan Seret pengkhianat itu kehadapanku secepatnya"Bentak Varo."Baa...Baik tuan" Jawab para karyawan itu


"Keluar..."Teriaknya.


Tanpa menunggu lagi,para karyawan itu langsung pergi meninggalkan Varo seorang diri diruangan itu.


"Argghhhhhhhh" Teriaknya sambil meremas-remas rambutnya.


Ini bukanlah proyek sembarang proyek,Ini Adalah Proyek kerjasama yang sudah lama diincarnya demi Mengembangkan perusahaannya untuk mengalahkan perusahaan Milik Juna yang semakin melambung tinggi.Inilah hasil Dari kelalaiannya selama ini.Dia terlalu mementingkan Urusan lain,Atau bahkan wanita tawanannya Dari pada sebuah proyek besar yang selama ini telah dirancangnya.


________


***Bersambung...


happy reading all πŸ€—β€οΈπŸ€­


Salam cinta Dari Author β€οΈπŸ€—β€οΈ


"Saranghaeo πŸ’œπŸ’œ".....


Maaf ya gays,Baru bisa update sekarang.Soalnya Author lagi super super sibuk niπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚***

__ADS_1


__ADS_2