
_Cerahnya Pagi tak membuat Varo Sedikit bersemangat hari ini,Dari bangun tidur sampai sekarang,Wajahnya hanya mencerut murung.Tidak berbicara Juga tidak marah-marah,Bahkan untuk berjalan saja dia sangat malas.
"Pagi bos"Sapa Akbar ramah,Varo hanya meliriknya sedikit dan kembali Menyibukkan diri dengan pekerjaannya.
"Tadi aku menelfonmu,tapi Bos tidak mengangkatnya"Sambungnya lagi.Varo langsung melirik kearah ponselnya berada. Memang Dari tadi malam dia Sama sekali tidak mengaktifkan ponselnya,Karena Dara yang tak kunjung membalas pesannya.
"Keluarlah"Pinta Varo Rendah.
"Apa kau sakit bos?"Tanya Akbar yang melihat Varo sedaritadi Hanya diam tak bersemangat ditambah lagi dengan wajahnya yang murung.Varo menggeleng pelan dan itu cukup membuat Akbar paham,Dia langsung bergegas keluar ruangan itu Dari pada harus mendengar lengguran suara Varo yang melenggar dimana-mana.
Huffffhhhhhh...
Varo menghela nafas dengan kasar,Matanya beralih menatap benda pipih itu.Hatinya ragu untuk membuka ponsel itu, Dan Akhirnya Varo langsung membukanya.Banyak Pesan masuk keponselnya,Namun yang lebih membuatnya terkejut adalah pesan Dari 'Cutie pie' yang tak lain adalah pesan dari Dara.
Dengan cepat dia langsung membukanya.
📥cutie pie
Aku ketiduran kak,Maaf tidak membalas pesanmu......
Itulah pesan singkat itu yang dikirim dara Tadi malam Tidak lama setelah Varo mematikan ponselnya.Ternyata sepeninggalan Juna dari kamarnya,Dara langsung membalas Pesan Varo karena Rasa tidak enak menyeruak dalam hatinya.
"Dia memang tertidur"Gumamnya,Sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman,
📤Cutie pie
Tidak Apa gadis...(Balas Varo)
,Hanya centang satu.itu berarti ponsel Dara sedang dalam keadaan Off.Padahal tadi Varo Berencana untuk menelfonnnya.Setelah itu Varo langsung meletakkannya dan kembali Mengerjakan pekerjaannya.
Wajah murung yang tadi sempat dipasangnya kini telah berganti Dengan wajah cerianya.Hanya karena Dara membalas pesannya.itulah cinta.Bisa membuat kita 'Setres' karena patah hati Juga bisa membuat kita 'Gila' karena senyum senyum sendiri.
....@....
Pukul 11:38 Wib.
Mobil mewah itu melaju dengan Tenang,membelai Jalanan yang sedikit lenggang.Pandangannya Lurus Kedepan.Tanpa memperdulikan Seseorang yang sedari tadi hampir mati sekarat karena berada dalam satu mobil dengannya.
__ADS_1
Luna memberanikan diri untuk melirik kearah Juna.Wajah itu..Wajah yang selalu mendebarkan jantungnya.wajah yang selalu menggetarkan Jiwanya,Juga wajah yang selalu dirindukannya.Luna menarik senyumnya simpul dikala melihat pemandangan indah Yang Kini berada didekatnya.Apalagi Pandangan Tajamnya yang mampu membuat Kadar ketampanannya menambah.
'Sungguh indah ciptaanmu ini Tuhan,Andai aku terlahir Sama dengan statusnya,Mungkin aku Memiliki sedikit keberanian untuk Menggapainya' Batin Luna tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun Dari Juna.
Tak lama kemudian,Hanya selang beberapa menit dari itu,Juna menghentikan mobilnya tepat dipinggir jalan"Kenapa kita berhenti tuan"Luna memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Juna.Namun Juna Hanya diam.Matanya masih Terus Menatap Jalanan didepannya.Hingga Sedetik Kemudian Juna mulai membuka mulutnya."Aku bukan Driver yang bisa mengantarkan mu kemanapun kau mau.Termasuk kekantor yang memiliki Tujuan yang sama denganku.Dan satu lagi,Wajahku Bukanlah Pajangan yang bisa terus kau pandang kapanpun kau mau"Juna berkata dengan Datar,tidak sedikitpun ada keinginannya untuk menatap Wanita yang kini berada disampingnya.
Luna menutup Mulutnya rapat-rapat ,'Oh tuhan Bagaimana Tuan Juna bisa tahu kalau aku sedang memandanginya' batinnya sambil mengigit bibir bawahnya.
"Aku rasa,Kau tahu kemana arah pembicaraanku tadi"Sambungnya Disertai Tatapan tajamnya.mendengar perkataan Juna,Luna langsung melepaskan Safety beltnya.tapi sebelum Itu dia membawa pandangannya kepada Juna"Maafkan saya tuan"Luna berkata dengan rendah dan langsung bergegas Keluar Dari mobil Juna.
Sepeninggalan Luna dari Mobilnya,Juna langsung melajukan mobilnya dengan Kencang meninggalkan Luna yang menatapnya dengan nanar.Apakah ini Hukumannya bila berani mencuri Pandang Kearah 'Wajah tampan' Miliknya.
Huffffhhhh....
Luna Menghela nafas panjang sambil memesan Taxi online untuk menuju Keperusahaannya.
..........
Perlahan Mobil Juna melenggang masuk Ke area parkiran perusahaannya.Dia melirik sekilas kearah jam tangannya yang mengarahkan Tepat pukul 12 siang.Lama dia berdiam diri Didalam mobil Sambil menyandarkan kepalanya..Pikirannya beralih kepada Nama 'Regan' yang Sejak tadi malam Mengganjal Dihatinya.
Juna baru ingat Kalau Nama 'Regan' Ada Dinama Panjang Varo.Tapi dia langsung menggelengkan kepalanya,'Tidak mungkinkan kalau Regan yang dimaksud Dara itu Varo' Batinnya sambil berlawanan dengan Hati dan pikirannya.
Sedangkan Kelvin yang melihat mobil Juna telah terparkir Disitu,Hanya bisa mengerutkan alisnya."Dia sudah Dikantor.Tapi kenapa sedari tadi Aku tidak melihatnya"Ucap Kelvin sambil memperhatikan Mobil milik Juna.Karena penasaran dia langsung berjalan kearah mobil itu.
Juna Kembali Mencari nama itu Di sosial media,Tapi tetap sama.Nama Varo lah yang keluar.
"Ah sial"Umpatnya sambil mengacak-acak rambutnya.Juna menonaktifkan ponselnya Dan langsung memejamkan matanya untuk sedikit meredakan Emosinya.Hingga sebuah ketukan pintu membuatnya kembali membuka matanya.
Dengan segera,Dia langsung membuka Kaca mobilnya dan menatap kearah luar.
"Ada apa"Tanya Juna sambil menatap orang iti.Kelvin langsung menyunggingkan senyum sinisnya sambil menatap Kearah wajah Juna yang sok polos itu.
"Apa ruanganmu meledak?Hingga kau mendirikan Ruanganmu sendiri di mobil ini?"Cecer Kelvin.Juna langsung melemparkan tatapan Tajamnya mendengar perkataan Kelvin.
"Ah yasudahlah,Lebih baik aku menyelesaikan Pekerjaanku.dari pada harus menunggumu Hingga Jamuran"Kelvin langsung meninggalkan Juna sambil tertawa kecil.Sedangkan Juna langsung keluar Dan membanting pintu itu dengan keras.
Dia berjalan Kearah lobby Bertepatan dengan Luna yang baru sampai Setelah Juna meninggalkannya tadi.Mereka berdua sempat menghentikan langkahnya masing-masing,Hingga Luna membungkukkan Tubuhnya barulah Juna Melangkahkan kakinya menuju ruangannya disusul Luna yang berjalan Dibelakangnya.
__ADS_1
.......
Mansion Juna....
Kini Dara sedang berada ditepi Kolam Ikan yang tak jauh Dari Gazebo rumahnya.Senyumnya mengembang saat melihat Ikan-ikannya makan dengan lahap.
"Apa tuanmu jarang memberimu makan hmmm"Tanya Dara sambil terus menaburkan makanan untuk ikan-ikan itu.
"Baiklah Kita akan menghukumnya nanti"Jawabnya yang seakan mengerti bahwa Juna jarang memberi mereka makan.
Setelah puas memberi makan ikannya,Dara langsung berduduk santai sambil memainkan Ponselnya.Ada Rasa rindu dalam Hatinya Saat melihat wajah Juna yang terabadikan Oleh Kameranya tadi pagi.
Dia langsung mengirim pesan singkat kepada Juna.
📤Bee❤️
Sayang....
Centang dua,Itu berarti Ponsel Juna sedang dalam keadaan aktif sekarang.Tanpa menunggu balasan Dari suaminya.Dara langsung melakukan Panggilan Video kepada Juna untuk menghilangkan Rasa rindunya.
.
.
.
.
***BERSAMBUNG.
happy reading all 🤗🤗.
Jangan lupa like 👍 komen 💯 Votte 🙏 Juga Favorit ❤️ ya cinta heheheh....
Salam cinta Dari Author untuk kalian yang tersayang ❤️...
"🌹Thankyou all"🌹***
__ADS_1