Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 126_Dua tuan muda 2


__ADS_3

_Vato tertawa melihat kemarahan Juna saat ini."Kenapa kau suka terburu-buru.Minumlah dulu,Dan cobalah untuk bersantai" Varo masih Bersikap acuh Sambil terus menyeruput tehnya.


Juna merasa kesal,Namun dia masih ingat ini adalah tempat umum.Jadi dia tidak ingin gegabah dan membuatnya malu nanti.


"Apa rencanamu selanjutnya?" Juna menoleh kearah Varo.


"Tidak Banyak.Hanya Mengalahkanmu,Itu saja" Jawab Juna sambil tersenyum


sudut bibir Varo terangkat.Dia masih menatap wajah Juna dengan Intens."Juna apa kau percaya Tentang kehidupan setelah kematian?" Juna menyipitkan sebelah matanya setelah Varo menyelesaikan ucapannya.


"Aku rasa kau sudah gila" Guna menggelengkan kepalanya dan menoleh kearah lain.


"Aku tidak main-main.Aku serius" Juna kembali menatapnya dan menyimpan Beribu pertanyaan dalam benaknya."Jika Naya masih hidup,Apa kau akan meninggalkan istrimu?" Wajah Juna Mulai tegang saat Mendengar Nama Naya keliar dari bibirnya.


"Apa maksudmu?" Juna bertanya dengan lantang.Dia tak lagi perduli dengan keadaan sekitar yang kini mulai memperhatikan mereka."Aku hanya bertanya,Jangan Emosi" ucap Varo dengan santainya.


Melihat Reaksi Juna Yang seperti membuat Varo bisa Menebak Bahwa saat Ini Juna benar-benar mencintai istrinya."Sebanrnya,Hingga sampai detik ini aku juga belum bisa melupakan semuanya tuan Muda Arjuna yang terhormat." Aura Varo mulai mencekam.

__ADS_1


Berbicara tentang Naya membuatnya kembali Mengingat bayang-bayang putranya Yang kini telah berbeda alam dengannya."Lalu untuk apa semua ini.Untuk apa pembicaraan serta kerjasama ini.Jika kau tidak bisa berdamai dengan waktu,bersikaplah Profesional Varo.Jangan samakan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi.Atau jika kau benar-benar masih menyimpan dendam kepadaku,Jangan berpura-pura Manis didepan orang dan kembalilah menjadi Varo yang dulu" Emosi Juna juga ikut tersulut.Dia tidak mengerti dengan jalan Pikiran Varo sekarang.


Varo mengulum senyum hambar."Kau tahu,Apa yang kulakukan selama ini Membuatku merasa berdosa Juna.Aku merasa bahwa aku dan ayahmu sama saja.Bisa saja aku membunuhmu kapanpun aku mau,Tapi aku tidak ingin seperti mereka,yang dengan seenaknya melayangkan sebuah nyawa."


"Jaga bicaramu.Ingatlah Varo,Bahwa kematian orang tuamu adalah sebuah kecelakaan dan bukan ketersengajaan" Juna tak bisa lagi menguasai emosinya.


"Lalu Untuk apa kalian mengubur kasus itu?" Varo beranjak dan menatap wajah Leo dengan tajam."Hah,Untuk apa kalian mengubur kasus itu.Apa karena kalian adalah orang kaya,jadi dengan Seenaknya kalian bisa menutup kasus itu dengan menggunakan uang" Teriak Varo.


Para pengunjung lainnya Cukup terkejut melihat Juna dan Varo yang kini sama-sama melayangkan Tatapan tajam.Bahkan mereka juga terkejut melihat pertengkaran mereka karena selama ini mereka selalu menganggap bahwa hubungan keduanya selalu baik-baik saja.


"Itu bukan kesalahan Ayahku.Mengubur kasus itu hanyalah salah satu cara agar nama ayahku bisa bersih dari tuduhan itu." Varo tertawa Mendengar penuturan Juna barusan.


Juna terdiam dan mengatur deru nafasnya.


Saat ini,mata mereka masih Bertemu dan saling melemparkan tatapan tajam." Lupakan masalah kerjasama ini.Dan lawanlah aku Sebagai sesama pria dan bukan sesama manusia" Juna menjedanya." Dan satu lagi tuan Varo yang terhormat,Aku Tidak pernah takut untuk menghadapimu Ataupun melawanmu" Juna meninggalkan Varo yang masih Berdiri menatap tajam kearahnya.


Pertengkaran mereka Membuat kebencian yang tertanam dalam diri mereka semakin membesar.

__ADS_1


kemudian Tatapan Varo beralih kearah seluruh pengunjung yang sedari tadi menyaksikan pertengkaran mereka."Jika ada salah satu dari kalian yang menyebarkan ini semua."Varo menjedanya." Bersiaplah Untuk tenggelam dilautan"


Tap....


mereka semua terdiam kaku ditempat mereka masing-masing.Tatapan Varo serta Ucapannya tadi mampu membuat mereka bungkam Dan tak bisa berkutik sedikitpun.


Dengan Aura yang mencekam,Varo mulai pergi meninggalkan Restoran itu setelah Meletakkan Beberapa lembar ratusan ribu tepat diatas meja itu.


Disepanjang perjalanannya,Varo selalu mengumpat dalam hatinya.Karena Apa yang Juna katakan tadi cukup membuat emosinya Meledak-ledak.Dia tidak habis berfikir tentang jalan Pikiran kedua orang tuan Juna, yang dengan seenaknya mengubur dalam-dalam kasus kecelakaan itu karena Demi kepuasan mereka sendiri."Brengsek" Varo memukul kemudinya.Emosinya tak kunjung reda.


....@....


Juna melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.Dia tidak perduli dengan Padatnya lalu lintas bahkan sudah beberapa kali Juna menerobos Jalanan.Yang dia inginkan sekarang hanya dara ,Daralah yang bisa membuat Moodnya membaik nantinya.


Sesampainya di mansionnya.Juna bergegas untuk masuk dan mencari keberadaan Istrinya."Sayang kau sudah pulang?" Dara terkejut karena melihat Juna yang datang dengan cara yang tiba-tiba.


Juna mendekat dan langsung memeluk dara dengan erat.

__ADS_1


___________


...BERSAMBUNG...


__ADS_2