
Di siang yang sangat terik,Dara berjalan dengan Sebuah tentengan ditangannya.Tujuannya kali ini adalah Leonidas Corporation,Tempat suaminya berada
"Selamat siang!"Dara berucap dengan sopan setelah sampai didepan resepsionis perusahaan.
"Siang Nona!"Mereka membungkuk hormat saat mengetahui bahwa nyonya mudanya sedang datang.
"Apa Junanya Ada?"Dara kembali bertanya dan membuat resepsioni itu mengangguk.
"Mari saya antar nona"Resepsionis itu mempersilahkan Dara untuk berjalan mendahuluinya.
Sedangkan Dara,dia hanya tersenyum canggung dan mulai berjalan mendahuluinya.
Setelah sampai didepan ruangan Juna,Dara berbalik dan menatap resepsionis itu dengan Senang."Terimakasih"
Resepsionis itu mengangguk dan membungkuk."Sama-sama Nona"Setelah mengatakan itu, Dia langsung berlalu pergi meninggalkan Dara Sendiri disana.
Tok..tok..tok..
"Masuk.."Suara Juna terdengar Dingin dari dalam.
Ceklek....
Saat pintu itu terbuka,Dara dikejutkan oleh Beberapa tumpukan berkas yang memenuhi meja suaminya,Bahkan wajah Juna sampai tak terlihat karena itu.
Melihat Juna yang sangat sibuk,membuat Dara Tak bersuara sedikitpun. dengan pelan Dia berjalan Kesana dan meletakkan kotak makanannya tepat diatas berkas milik Juna.
Saat merasa Ada yang menyerahkan sesuatu,Juna mendongak Dan mendapati wajah Istrinya yang terlihat Sangat cantik dan berbinar." Sayang Kau datang" dengan refleks Juna Beranjak Dan berdiri tepat dihadapan Istrinya.
"Huuumm"Dara mengangguk pelan.
"Kenapa kau tidak menyapaku sedari tadi hum,?"Juna membawanya Kepada,mendudukkannya dengan Pelan dan menatapnya dengan Dalam.
__ADS_1
"Kau terlalu sibuk,Jadi aku tidak ingin mengganggumu"Imbuh Dara Yang merasa sangat kasihan dengan suaminya.
Juna menggeleng dengan Ragu,Dia Merasa sangat Bersalah karena Disiang yang panas seperti ini istrinya Malah mengunjungi kantornya hanya untuk menemuinya."Oh iya,Kau belum makan kan?,Tadi aku memasakkan sesuatu untukmu"Dara beranjak dan berjalan untuk mengambil box makanannya tadi.
"Sayang aku sudah bilang bukan,Walau sebanyak apapun pekerjaanmu,kau tidak boleh melupakan____"
"Waktu makan siang dan istirahat" potong Juna yang sudah tahu apa yang dikatakan istrinya.
"Nah,Itu kau tahu.Lalu kenapa Kau masih sibuk dengan pekerjaanmu bukannya pergi mencari makan?"Dara mulai membuka satu-persatu box itu,Tapi mulutnya juga tak Berhenti untuk menceramahi suaminya.
Tanpa diketahuinya,Bibir Juna tersungging membentuk sebuah senyuman.Dia merasa sangat beruntung dan bahagia karena Dara."Makanlah"Dara menatapnya dan menangkap senyum yang terpancar dibibirnya.
Juna mengangguk dan mulai melahap makanannya sedikit demi sedikit.
"Oh iya,Apa kau Yang mematikan alarm di ponselku?"Dara bertanya ditengah-tengah kegiatan suaminya.
Juna mengangguk dan tidak menjawab karena ada banyak makanan dimulutnya.Dan setelah menelannya,Juna baru menatapnya dan menjawab pertanyaan Istrinya."Aku tidak ingin kau bangun terlalu pagi." Jelas Juna.
"Tidak ada tapi-tapian"Potong Juna yang mampu membuat istrinya terdiam membisu ditempat.
setelah selesai menghabiskan makanannya,Mau tak mau Juna harus terjun kembali kedalam pekerjaannya."Sayang Jika kau sibuk,aku bisa pulang sendiri" Ujar Dara yang sudah merasa bosan.
Juna menghentikan tangannya dan menoleh kearah Istrinya."Huhhh"Dia menghela nafas panjang,mencoba untuk memikirkan sesuatu."Baiklah."Akhirnya Juna mengangguk karena Tak ada celah jadwal untuk membuatnya mengantarkan istrinya.
Dara teersenyum dan mulai berjalan kearah Juna."Aku pulang ya." Dia mendekat dan mengecup bibir suaminya dengan singkat.
"Hati-hati"bisik Juna dengan lembut.Dara mengangguk,dan Matanya menatap sedih kearah sitrinya yang sudah berjalan keluar dari ruangannya.
______________
_Malam ini Juna pulang tak begitu larut,dan sampai dirumah pada pukul sembilan.Dia berjalan gontai kekamar,dan mendapati istrinya yang sedang bersandar diranjang.
__ADS_1
"Are you okei?"Dara bertanya dengan lembut.
Juna tak menjawabnya dan langsung menghempaskan tubuhnya kesisi istrinya.
Dara tak berbicara,namun tersenyum.Dan dengan lembut tangan itu memainkan rambut Juna yang sangat wangi dan tebal."Mandi sana!"Ujar Dara yang membuat Juna sedikit menampakkan wajahnya.
Juna menggeleng dan kembali menenggelamkan wajahnya."Mandi sayang..." Dara mencoba untuk meraih wajah suaminya.
"Okeiiii..."Dia beranjak dan mulai berjalan kekamar mandi.
Setelah Selesai dengan ritual mandinya,Juna kembali menenggelamkan wajahnya disisi Istrinya."Juna..!"Dara Memanggil dengan lembut.
"Hmmmm" Suara Juna sangat serak,membuat Dara mengetahui bahwa keadaan suaminya sedang tidak baik-baik saja sekarang.
"Aku sudah menyiapkan makanan untuk mu tadi.kita makan ya"
Juna tak mau ambil pusing dan langsung beranjak untuk menyetujui permintaan istrinya.
"Makanlah"Dara duduk disampingnya sambil menyodorkan segelas air putih didepannya.
"Kau sudah makan?"
Dara mengangguk.Dia diam dan terus memperhatikan Wajah suaminya yang terlihat sangat pucat."Kenapa?"Juna bertanya setelah menyadari bahwa Istrinya terus menatapnya.
"Tidak"Dara menggeleng."Hanya saja kau terlihat Pucat" Sambungnya
Juna tersenyum mengangguk."Aku baik-baik saja.Mungkin hanya kelelahan"Jawab Juna yang seakan tahu tentang kekhawatiran Istrinya.
"hummm"Dia kembali Mengangguk."Kau harus baik-baik saja karena sebentar lagi kau harus menemaniku untuk periksa ke dokter"Imbuh Dara dengan senyuman
Juna tersenyum dan mengelus pucuk kepala istrinya dengan lembut.
__ADS_1