
Tak terasa kini usia pernikahan Juna dan Dara telah memasuki satu bulan.Mereka selalu menghabiskan waktu bersama,Jika bertengkar maka Juna akan lebih banyak mengalah pada istrinya,Keharmonisan rumah tangga yang dihiasi dengan pertengkaran-pertengkaran kecil,Dapat menambah cinta yang mereka miliki.
Sikap Dara semakin hari semakin aneh,dan itu dapat membuat suaminya kewalahan olehnya,Terkadang dia susah tidur,Sering merasa kepanasan,Bahkan untuk makan saja dia sangat sulit.
............
Pukul 11 malam,Dara masih asik menonton Tv,Nonton Drakor Adalah hal yang paling disukainya sekarang.Jika adegan dalam drama itu sedih,Maka dia akan menangis sejadi jadinya,Tapi bila Adegan dalam drama itu romantis,maka dia akan senyum senyum sendiri seperti orang gila.
Juna yang baru menyelesaikan pekerjaannya pun langsung naik keatas menuju kamarnya.Sesampainya dikamar, Juna terkejut saat melihat sang istri masih fokus kepada televisi didepannya itu.Dengan langkah berat Juna mendatangi istrinya dan langsung mematikan Tv itu.
"Kenapa belum Tidur?"Tanya Juna dengan suara sedikit meninggi,Juna sudah lelah dengan sikap dara,Bukan hanya malam ini,bahkan sudah seminggu yang lalu Istrinya itu selalu tidur saat Fajar mulai menyapa.Dia takut kesehatan istrinya melemah jika dia kurang tidur.
"Aku belum ngantuk" jawab dara yang berniat menghidupkan Tv kembali.
"Ini sudah malam,tidurlah" ucap Juna menahan Rasa marahnya kepada istrinya.namun dara tidak menghiraukannya dan malah kembali memfokuskan diri menatap layar lebar didepannya itu.
"Dara,aku bilang tidur" ucap Juna lagi.Namun tak ada respon sedikitpun dari Istrinya.
"AKU BILANG TIDUR" bentak Juna,
Dara langsung menangis saat itu juga,Dia berfikir bahwa Juna membentaknya karena dia tak lagi mencintainya.
"Kau jahat Juna,Kau sudah tidak lagi Menyayangiku,Kau jahat,hikss..hikss...hiks.." ucapnya dalam isaknya yang langsung berlari menuju ranjangnya.
Juna hanya bisa menghela nafas panjang untuk mengontrol emosinya yang rasanya sudah ingin meluap,Dilihatnya istrinya yang masih senggugukan dengan posisi membelakanginya.Juna langsung menghampiri Dara dan memeluknya dari belakang.
"Aku hanya ingin kau baik baik saja" ucap Juna yang mencoba menenangkan istrinya.
"Kau membentakku Juna" ucapnya lagi.air matanya mengalir dengan deras bahkan sampai mengenai tangan Juna yang memeluknya.
"Aku membentakmu karena aku ingin kamu mendengarkanku,Bukan karena aku tidak mencintaiu lagi" ucap Juna sambil membalik posisi istrinya untuk menghadap kearahnya dan langsung membekap nya dengan hangat.
"Aku tidak ingin kau sakit, Sudah seminggu lamanya kau selalu seperti ini,Tidur sesuka hatimu,makan sesuka hatimu,Aku seperti ini karena aku mengkhawatirkan mu" jelasnya.
"Tapi jika kau merasa aku seperti ini karena mengekangmu,Maka aku tidak tau lagi dengan cara apa aku harus menjagamu,Lakukanlah semaumu Dara" ucap Juna yang langsung melepaskan pelukannya dan langsung berlalu keluar kamar yang meninggalkan Dara yang masih menangis senggugukan.
.............
Juna turun kebawah dengan membawa kekesalan dalam benaknya,Dia hanya ingin dara baik baik saja,Apa itu salah,Dia terus berjalan keluar rumah untuk menuju gazebo yang ada didekat kolam renang di mansionnya.
Rasa kantuk dan lelahnya hilang begitu saja digantikan dengan emosi yang rasanya hampir mau meledak.
Juna memandangi sekeliling rumahnya,Rumah yang dulunya sepi,dan sekarang rumah ini selalu ceria karena ada Dara yang mengisinya.Banyak kenangan yang telah mereka ciptakan dimansion ini,
__ADS_1
..............
"Juna" panggil dara dengan suara seraknya.
"Juna" panggilnya lagi.namun tak ada sahutan sama sekali.
akhirnya dara memutuskan untuk turun kebawah dan menemui suaminya.
Saat sudah berada dibawah,Dia tidak menemukan Juna samasekali.
"Apa Juna pergi" gumamnya yang langsung menangis lagi.
Dara berlari keluar rumah,tetapi saat dia melihat kearah garasi,mobil Juna masih terparkir di dalamnya.lalu Dia mengalihkan pandangannya keseluruh penjuru halaman mansionnya untuk mencari keberadaan suaminya.
Dia berlari kearah Gazebo,Dia berfikir pasti Juna sedang ada disana sekarang,Dan benar saja Juna ada disana,Berdiri sambil memandangi gelapanya langit malam.Dara langsung berlari kearah Juna dan langsung memeluknya dari belakang.
Juna terkejut saat mendapati tangan mungil yang melingkar dengan posesif nya dipinggangnya.Kemejanya basah karena air mata yang mengalir deras,Dia tahu siapa orang ini,Dara,istrinya.
"Sayang" panggil Dara dengan suara seraknya.Juna tidak menjawabnya namun langsung menggendong tubuh istrinya untuk masuk kedalam rumah.
"Sayang" panggil dara lagi,namun Juna tetap diam,Dia tidak menjawab istrinya juga tidak menatap mata Istrinya.
Sesampainya dikamar,Juna langsung merebahkan Istrinya diranjang mereka.
Juna terus menghujani istrinya dengan ciumannya hingga ciuman itu menjalar kemana mana,...
"Sayang" panggil Dara lagi,namun suaminya itu masih terus melakukan kegiatannya itu.
"Sayang aku mau tidur" ucap Dara pelan,Dia merasakan lelah yang luar biasa pada tubuhnya,Seperti baru maraton sepanjang 100 m.Juna langsung menghentikan kegiatannya dan menatap wajah istrinya.
Juna langsung menyudahi kegiatannya dan menyelimuti Istrinya hingga keleher,Dia melirik ke arah jam yang menunjukkan pukul 1 dini hari,
"Tidurlah" ucap Juna lembut sambil meninggalkan kecupan singkat dibibir istrinya.
"Sayang panas" ucap Dara menurunkan selimutnya,Juna merasa aneh dengan istrinya,AC dikamar mereka sama seperti saat itu,namu kenapa dicuaca dingin ditambah AC yang dingin itu malah membuat istrinya kegerahan.
"Tidurlah,"Ucap Juna sambil mengusap puluh Yang membasahi wajah dara.tak lama kemudian Mereka berdua terlalap dalam tidurnya.
..............
Seperti biasa Dara akan menyiapkan Sarapan untuk suaminya,Hari ini Juna berangkat sedikit siang karena tidak ada meeting di pagi ini.
Juna langsung turun kebawah dengan jas yang berada ditangannya,Dara yang melihat Juna menuruni tangga hanya bisa menahan gejolak hatinya,Entah kenapa hari demi hari ketampanan Juna selalu bertambah dimatanya.
__ADS_1
"Silahkan tuan muda" ucap Dara yang langsung menyiapkan makan dipiring Juna.
"Terimakasih" Jawabnya yang langsung melahap sarapannya itu.Saat asik asiknya menyantap makanannya,Juna melirik kearah Dara yang hanya bengong menatap kearahnya.
"Kenapa tidak makan?" Tanya Juna membuyarkan lamunan Dara.
"Emmmmmmmm" jawabnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kamu kenapa sih" ucap Juna serius,
"Tidak apa apa" jawab dara enteng yang langsung menambahkan makanan itu ke piring Juna.
"Kenapa ditambahin,Aku sudah kenyang" ucap Juna sambil menahan tangan istrinya itu.
"Biar kamu kenyang" ucap Dara sambil tersenyum manis
"Tapi aku sudah kenyang, Seharusnya kamu yang makan" Ucapnya Juna yang menatap wajah istrinya dengan pandangan yang sulit dibaca.
"Aku Tidak mau makan,kamu aja" ucap Dara yang menyendok satu suap nasi untuk dimasukkan kedalam mulut Juna.
"Aaaaaaaa" ucapnya sambil menyodorkan satu sendok kearah mulut Juna.
Akhirnya Junapun membuka mulutnya dan menerima suapan itu dari istrinya..
.
.
.
.
BERSAMBUNG
*Happy reading all 🤗🤗
Terimakasih untuk pembaca setia novel aku❤️ Saranghaeo untukmu kak🤗❤️❤️🥰Dan terimakasih buat teman teman yang sudah mendukung author sampai detik ini,🤝🤝.
Jangan lupa like 👍, komen sebanyak banyaknya💯💯Dan Votte seiklahsnya ya kesayangan ❤️🤗🤗❤️🙏🙏🙏🙏.plush klik Vaforit ❤️.
Follow Ig Author ya cinta,❤️
@Indahnovita487Nvt.
__ADS_1
🤗LOVE YOU ALL🤗*