Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 103_Masalalu (Varo & Naya)


__ADS_3

"Varo apa yang kau lakukan?"Teriaknya dengan berderai air mata.Saat ini dia hanya bisa meringkuk ketakutan Saat Varo mulai merangkak untuk mendekatinya."Apa kau ingat Kejadian 5 tahun yang lalu?"Bisik Varo tepat ditelinganya.


Naya tercengang mendengarnya,Bahkan dia sampai menghentikan tangisnya."Apa maksudmu?"


"Apa perlu aku mengingatkanmu sekarang?.Baiklah Jika itu yang kau mau"Ucap Varo sambil tersenyum menyeringai.


"Jangan Gila Varo.Aku tidak mau "Teriaknya sambil Menahan Tubuh Varo yang kini semakin mendekat kearahnya.


"Kenapa tidak.Saat itu kau melakukannya dengan suka rela.Apa sisi jalangmu itu telah hilang setalah aku mengurungmu selama satu tahun ini.Atau kau hanya berpura-pura saja,Untuk Lebih menarik perhatianku" Varo berkata sambil menatapnya dengan pandangan menyelidik.


Naya terdiam sesaat,Matanya masih menatap wajah Varo yang kini menatap sinis kearahnya."Apa dengan menyiksaku selama satu tahun ini tidak Membuatmu merasa Puas Varo?."


Varo tertawa mendengar perkataannya barusan."Apa kau pikir dengan kau menjadi tawananku selama ini bisa membayar satu nyawa yang kau hilangkan dari genggamanku?.Aku tidak sebodoh itu Nona Kanaya Agustina pranata" Jelasnya.Kini auranya semakin mencekam.Bahkan tangannya sudah menggapai tengkuk leher Kanaya.


"Jika saat itu kau tidak melenyapkannya,Mungkin aku masih bisa melihat Tawanya.Tapi apa ?,Kau rela menjadi pembunuh demi nikmati semata yang tega melenyapkan putramu sendiri.Apa kau masih pantas disebut sebagai manusia Hah ?.Apa kau masih pantas untuk menatap dunia ini?.Tidak,Itulah jawabannya.Namun apa,Aku masih berbaik hati yang membiarkanmu hidup walau dalam kurungan ku." Varo berkata sambil menunjukkan raut Kemarahan juga penyesalan.


"Selama bertahun-tahun Aku hidup dalam Penyesalan,Aku hidup dalam kesedihan karena menurutku aku telah gagal.Aku ayah yang bodoh karena tidak bisa melindungi anaknya dari tangan ibunya sendiri" Kini Varo mulai menjauh Darinya.Matanya memerah,Juga Dadanya yang naik turun.


Naya semakin terisak mendengar semuanya."Maafkan aku Varo,Aku menyesal." Ucapnya disela-sela isaknya.


"Penyesalanmu tidak akan membawanya kembali kepadaku.Jadi simpan air matamu itu"Bentak Varo.


"Varo,kumuhon maafkan aku"Dengan memberanikan diri,Naya mulai menggapai Tangan Varo dan Menggenggamnya.Tidak ada penolakan dari Varo.Tapi dia hanya diam sambil menatapnya dengan senyum yang tertarik Dibibirnya.


Tangan Varo terangkat Untuk Menghapus air matanya."Dulu aku sangat mencintaimu,Karena kau adalah wanita lugu Yang jauh Dari kata Jalang.Aku tahu Bahwa hubungan kita menyimpan kekhilafan,Namun tidak pernah kubayangkan bahwa kau akan melakukan hal Sejauh ini." Ucap Varo.


"Itu hanya masalalu Varo"Ucap Naya dengan Rendah.


"Masalalu itulah yang membuatku sangat membencimu Sekarang"Jawab Varo sambil berdiri Dari duduknya.Tangannya terangkat untuk Membenahi kemejanya."Kembalilah kekamarmu,Kau membuatku muak"Ucapnya yang langsung berlalu pergi Dari kamarnya.


Naya hanya bisa menangis senggugukan setelah kepergian Varo.Dia tahu dia salah,Dia juga tahu bahwa dia adalah manusia yang kejam.Tapi bukannya manusia adalah tempatnya Dosa.Dia juga sudah berusaha untuk menebusnya,Tapi Varo sudah terlalu dibutakan oleh dendam yang menyampingkan perubahan nya demi mendapatkan maaf darinya.

__ADS_1


________ _


_Sepulang Dari kantor,Juna lebih memilih untuk bermanja-manja dengan Istrinya.Saat ini dia sedang rebahan dipaha Dara sambil memainkan ponselnya.


Tangan Dara dimanjakan oleh lembutnya Rambut Juna.Bukan hanyaa lembut,Rambut Juna juga sangat wangi baginya." Sayang,Dimana kau memotong rambutmu?"Tanya Dara.


"Ummmmm,Dirumah kelvin" Jawab Juna asal sambil meletakkan ponselnya.


."Apa Kelvin Berganti profesi sekarang?"Tanya Dara sambil terkekeh geli saat mendengar jawaban Juna."Dia adalah Asistenku,Jadi apapun keperluanku Dialah yang memenuhinya"Sambung Juna lagi.


"Oh ya,Kalau begitu mulai sekarang aku yang akan memotong rambutmu,Aku kan istri mu"Jawab Dara Diiringi dengan tawanya.


Juna Tersenyum sambil menarik tengkuk istrinya untuk lebih menunduk.


Cup.....


"Kau sangat menggemaskan"Ucap Juna Setelah meninggalkan kecupan singkat dibibir istrinya.


"Kau....Nakal"Ucap Dara sambil mencerutkan bibirnya.


"Kemana?"Tanya Juna.


"Keliling komplek aja."Jawabnya.


"Apapun untukmu"Juna berkata sambil tersenyum.Dengan gembira dia langsung mengguncang Tubuh Juna Hingga terjatuh kelantai....


"Yayayayayyaaaaa"Teriak keduanya dan


Brukkkk.....


"Auuuuuu"pekik Juna Sambil memegangi pinggangnya.Sedangkan dara hanya bisa membulatkan matanya dan terpaku melihatnya.

__ADS_1


"Maa....maaf sayang"Dara Berjongkok Guna membantu suaminya berdiri."Mana yang sakit?"Tanya nya sambil memutar tubuh Juna.


"Pinggangmu terbentur?Atau Bokongmu yang sakit?. Katakan Juna" Dara Berkata dengan cepat.Raut wajahnya Menunjukkan kekhawatiran yang mendalam.Dan itu cukup menyita perhatian Juna.


Dengan Senyum yang mengembang di bibirnya,Juna menarik tubuh istrinya untuk masuk kedalam dekapannya."Kau pikir aku sudah tua Apa?,Jatuh gitu aja langsung Encok" Kekeh Juna.


"Maaf Daddy"Ucap Dara rendah.Kepalanya sedikit mendongak untuk menatap wajah Juna."Tidur yuk"Ajak Juna sambil menuntun Istrinya keranjang mereka.


Sebelum tidur,Juna lebih dulu meninggalkan kecupan singkat Dikening istrinya."Tidur ah,Kamu kan udah janji Sama aku buat Weekendnan besok."Dara berkata sambil menatap wajah suaminya."iya.iya..Dasar bawel"Gumam Juna Yang masih terdengar oleh Dara.


"Apa kamu bilang, Bawel?"Tanya Dara sambil kembali bangkit Dari tidurnya.


"Bawel"Jawab Juna Tanpa dosa.Bakan kini tangannya Terlipat untuk menopang kepalanya."Terserah"Dara kembali tidur,Tapi dia Mengambil posisi untuk membelakangi Juna.


Tangan Juna terangkat untuk menepuk-nepuk paha Istrinya."Bobo sayang..."Nyanyinya sambil terus menepuk paha Dara.


Tanpa Juna sadari,Senyum Dara mengembang saat mendapatkan perhatian seperti ini darinya.Kehangatan inilah yang membuatnya selalu jatuh kedalam cinta Juna.Juga pertengkaran kecil merekalah yang membuatnya selalu merindukan Juna.


Tapi Dara Masih Dalam Mode Ngambek,Jadi Dia Menahan diri untuk tidak memeluk Juna malam ini."Sayang...'Panggil Juna.Namun hingga beberapa kali Juna memanggilnya,Dara samasekali tidak menanggapinya.


Matanya Terpejam,Namun dia masih mendengar seluruh ocehan Juna,Bahkan Dia hampir sekarat karena menahan tawanya.Juna sudah seperti anak kecil yang merengek kepada ibunya hanya untuk mendapatkan belaian.


"Sayang,Aku hanya bilang Bawel tadi.Masak kamu langsung ngambek sih"Cecer Juna sambil terus mengguncang bahu istrinya.


Seperti Itulah Juna,Dia terus merengek untuk mengembalikan Mood Istrinya,Hingga lama-kelamaan Juna mulai tertidur dengan posisi menghadap kearah Dara.Begitu juga dengan Dara yang langsung tertidur karena mendengar ocehan Juna.Baginya Ocehan Juna itu sama saja dengan nyanyian merdu seorang penyanyi Tingkat Internasional πŸ˜‚...


___________. ______


***Bersambung....


happy reading all πŸ˜„πŸ˜....

__ADS_1


Terimakasih untuk pembaca setia novel Author.......


"Saranghaeo πŸ’œ***"


__ADS_2