
_Siang Ini,Juna dan Kelvin memutuskan Untuk menemui Hendra saat pekerjaan kantor Mulai bersahabat.Didalam perjalanan,Juna selalu menatap padatnya lalu lintas diantara mobilnya yang berlalu lalang.
Setelah sampai dikantor polisi,Juna dan Kelvin langsung masuk ketujuan.Mereka meratapi keadaan Hendra selama didalam sel.Pakaian Kumuh,Wajah yang pucat serta Rambut yang berantakan.
' Bahkan Ini semua belum pantas untuk menebus segala kebusukanmu selama ini tuan Hendra yang terhormat '
Juna terus memandanginya,Hingga Hendra mulai bangkit dan berjalan mendekati mereka."Untuk apa kalian kesini?.Untuk menteetawaiku" Hendra Tertawa seperti tahanan pasien yang setres karena suatu permasalahan yang besar.
"Kedatanganku kemari untuk melihat wajah serta mendengar suaramu itu.
Karena sudah beberapa hari aku sudah Tidak melihat wajah serta suaramu yang sangat menjijikan itu " Wajah Juna dipenuhi kegelapan Saat menatap Hendra Yang kini mulai kepanasan.
Hendra mengulum senyumnya." Kita lihat,Apakah Yang kau dapatkan nantinya setelah apa yang kau lakukan ini kepadaku" Juna tertawa dan menatap kesegala penjuru ruangan.
"Hendra..Hendra....
Apa kau pikir kau bisa membalasku' saat kau masih berada didalam sel seperti ini" Juna melipat kedua tangannya di dada.pandangan matanya seolah menunjukkan seberapa rendahnya Seorang Hendra dimatanya.
"Brengsek." Sorot mata Hendra Menunjukkan kebencian yang mendalam kepada Juna.Dia mendekat Dan berdiri tepat Didepan Juna." Kehancuranku Akan menjadi akar kehancuranku,Tuan Arjuna" Mata tajamnya mampu menusuk Juna lebih dalam.
"Lakukan apapun yang kau mau,Dan yang pasti aku akan melakukannya lebih dulu sebelum kau terbebas dari jeruji besi ini" Setelah Mengatakan Itu,Juna Mulai melngkah pergi meninggalkan Hendra Yang terus teriak memakinya.
Sepanjang kakinya melangkah,Juna terus tersenyum Menang tentang kondisi Hendra saat ini.Itulah balasan Tentang Kejahatannya selama ini,Tapi itu belum setimpal.Karena Juna telah menyimpan kejutan penting untuknya.
___________
_Hari ini,Adalah Hari persidangan Hendra tentang kasus Penipuan serta pencemaran nama baik.Ditengah-tengah padatnya lalulintas,Juna melajukan Mobilnya bersama dengan Kelvin yang berada dibelakang mobilnya.Matanya terus menatap Padatnya Mobil yang berlalu lalang,Dan sesekali Menghembuskan nafas Beratnya.
__ADS_1
30 menit kemudian,Mobil mereka melenggang masuk kearea pengadilan.Disaat Itu Juga,Varo datang bersama dengan didampingi oleh sekretarisnya dibelakangnya.
Persidangan ini Bukan hanya menyangkut tentang perusahaan Juna,Melainkan Juna juga melaporkan tentang Penipuan yang terjadi dalam ikatan kerjasama dengan perusahaan Varo.
Tanpa berkata apapun,Juna langsung meninggalkan Varo yang masih terus menatapnya dengan pandangan tak biasa
10 menit lagi persidangan akan dimulai.Semua Orang yang bersangkutan termasuk Juna dan Varo sudah memasuki Ruangan Itu sebelum Jaksa Dan Pengacara Memasuki ruangan yang besar itu.
Didalam Ruangan Yang bernuansa Putih,Juna duduk berdekatan Dengan Varo disampingnya.sesekali Mata mereka bertemu seolah menyiratkan Pendirian masing-masing.
Akhirnya persidangan Dimulai.Suhu ruangan itu semakin meningkat Saat Varo Dan Juna mengajukan Keinginan Untuk menghukum Hendra dengan seberat-beratnya.Saat Sidang itu berlangsung,Hendra hanya bisa menunduk dan menjawab segala pertanyaan Yang Diajukan oleh jaksa dan hakim ketua.
Dia mengakui segala kejahatannya,Dimulai dari memanfaatkan orang lain saat dalam keadaan mendesak,Menipu perusahaan Varo,Dan bahkan Juga berniat Untuk menghancurkan Perusahaan Juna.
Emosi Varo semakin ingin meledak saat mendengar Mulut Hendra sendirilah yang mengakui segalanya.Tangannya mengepal erat,Dan matanya Menunjukkan sorot Kemurkaan yang mendalam.
"Atas Motif apa anda Melakukan Ini semua?" Pengacara Juna mulai bertanya Didepan Hendra.
Selama sidang berlangsung,Baik Juna maupun Varo mereka hanya Diam dan menutup mulut mereka rapat-rapat.Hanya Tatapan matalah Yang mengisyaratkan bagaimana keinginan mereka.
Setelah Satu jam lebih,Akhirnya Sidang itu berakhir.Pihak pengadilan menuntut Hendra Dengan seberat-beratnya,Dengan Hukuman 25 tahun penjara serta Denda sebesar Rp.8,8 Triliun rupiah.
Juna dan Varo bersorak dalam hati atas kemenangan mereka.Setelah Hakim ketua serta jaksa penuntut keluar,Barulah mereka Ikut keluar dengan berjalan beriringan.
Langkah keduanya terhenti tepat dihalaman pengadilan yang begitu luas.Juna dan Varo sama-sama menoleh hingga mata mereka bertemu."Jangan berterimakasih kepada Ku" Juna tersenyum kearah Varo yang kini menatapnya dengan intens.
Dengan senyum yang mengembang,Varo menepuk bahu Juna dengan pelan." Berapa Jumlah yang harus kubayar" Varo bertanta dengan nada yang tak biasa.
__ADS_1
Juna mengangkat bahunya."Kelihatannya aku tidak begitu miskin hingga aku membutuhkan bayaranmu itu" Varo tetap tersenyum walau berulang kali Juna selalu mematahkan pembicaraannya
"Lagu pula aku melakukan itu semua karena aku tidak ingin Lawanku Jatuh terlalu rendah Dan harus menangis karena kekalahannya sebelum bertempur." Dengan sombong Juna kembali melangkahkan kakinya Meninggalkan Varo yang Telah bersiap untuk meledak karena kobaran api yang membesar dalam dirinya.
" Brengsek" Umpatnya sambil memandangi mobil Juna yang mulai menghilang dari pandangannya.Sedangkan Sekretaris Akbar,Dia hanya bisa terdiam dan menyaksikan segala Pembicaraan antara Juna dan Varo tadi.
"Bos" Akbar memanggilnya karena Varo berniat untuk memasuki kursi kemudi.Varo menoleh dan menatapnya dengan Keheranan.
"Biar aku saja Yang mengemudikannya" Varo tertawa mendengar perkataan Akbar barusan.
"Apa kau pikir aku Akan memberikan tumpangan lagi untukmu?" Varo bertanya diiringi tawa kecil yang berasal dari mulutnya."Pergilah Naik taksi,Aku ingin berpesta" Setelah mengatakan itu,Varo langsung Pergi meninggalkan Akbar yang masih tak percaya dengan nasibnya sekarang.
"Bos sialan,Seenaknya saja meninggalkanku disini sendirian" Akbar memaki Varo dengan emosi yang memuncak.Dengan berat hati,Dia mulai berjalan keluar Untuk mencari taksi.
Dalam hati dia berdoa,Agar Dunia mau bersahabat dengannya dan langsung memberikannya keajaiban dengan Taksi yang akan menjemputnya" Mama sih taksinya" Akbar mulai kesal karena keringat sudah membasahi tubuhnya.
Cuaca yang terik membuatnya merasa kepanasan karena harus menunggu taksi dijalanan.Berulang kali dia mengecek ponselnya,Namun tetap sama,semuanya kosong."Ah sial" Dia kembali mengumpat Dan menendang jalanan dengan sepatu mengkilap miliknya.
"Dasar,Bos sialan" Akbar sedikit berteriak untuk mengurangi kekesalannya.Dan tanpa disadarinya,Bos yang dimaksudnya tadi kini sedang menatapnya dengan tajam dari dalam Mobilnya."Apa yang kau bilang barusan?" Akbar terkejut dengan Pertanyaan seseorang barusan.Suara yang sangat familiar dengan nya,Tapi siapa batinnya.
Kemudian Akbar menoleh dan mendapati Varo yang sedang Menatapnya dengan Tajam."Masuk" Varo berucap dengan Datar.
' Matilah aku...... '
Karena melihat Varo yang sepertinya sudah siap untuk meledak,Akhirnya Akbar memutuskan untuk bergegas masuk menggantikan Juna Dikursi kemudi itu." Kekantor,Sekarang" Varo sengaja menekankan kata Sekarang karena melihat Akbar yang sangat gugup dan tak kunjung melajukan mobilnya.
"Ahhh,Iya bos...." Akbar langsung membawanya Keluar dari area gedung persidangan dan langsung menuju kekantor.
__ADS_1
________
...BERSAMBUNG...