
_Disiang yang terik,Tepat sepeninggalan Juna dari Ruangannya.Dara berdiri Diruangan Suaminya sambil memandangi indahnya pemandangan kota X dari Lantai 27 Yang kini Dipijaknya.Senyumnya mengembang dengan indah.Setidaknya dengan Menatap Pemandangan Ini,Dara bisa sedikit mengurangi Rasa jenuhnya sambil menunggu Juna hingga selesai meeting.
"Sangat Indah" Gumamnya pelan.Matanya terlalu dimanjakan Oleh Pemandangan itu.Hingga Kini kakinya mulai terasa pegal Dan Darapun memutuskan Untuk Duduk Disofa.
Lama Dia menunggu Hingga Ketukan pintu membuatnya langsung berdiri Dari duduknya."Selamat siang nona"Ucap wanita itu yang tak lain adalah sekretaris Luna.
"Si..siang." Jawab Dara kaku.
"Ada yang bisa saya bantu,Atau Mungkin ada yang anda inginkan?"Tanya Luna dengan Lembut.
Ya,karena Ada Dara diruangannya,Juna memutuskan untuk menemui Clientnya bersama dengan Kelvin.Dan menugaskan Luna untuk memenuhi Keinginan Dara.Awalnya Luna Sempat bingung,kenapa Dara Dilerlakukan Seperti itu oleh Juna.
Flashback on
Juna keluar Dari ruangannya Untuk menemui janji dengan Clientnya diikuti sekretarisnya yang berjalan dibelakangnya.
Namun Saat belum sampai keruangan itu,Juna menghentikan langkahnya dan Berbalik arah untuk menatap Luna.
"Panggilkan Kelvin,Dan suru Dia Keruangan meeting sekarang.Saya akan menemui Client ini dengannya.Dan tugasmu Adalah Melayani Wanita Yang ada diruanganku Dengan sebaik mungkin.Dan Penuhi Segala keinginannya." Jelas Juna.
Luna diam Sambil mencerna Penjelasan Dari bosnya.
' Sebenarnya siapa wanita itu?Kenapa Tuan Juna sangat perhatian dengannya ' Batin Luna dalam hati.Namun dia masih diam tak bergeming Dari tempatnya.
"Apa ada yang kurang dari penjelasan saya?"Tanya Juna sambil menyelidik wajah Luna yang kini seperti seseorang yang kebingungan.
" Ti..tidak Tuan,Saya hanya Bingung Saja" Ucap Luna Yang melontarkan isi hatinya.
"Dia istriku...."
Degggg!!!!!!!!
' istri...? Jadi wanita itu bukan Hanya sekedar Kekasih Tuan Juna,melainkan Dia adalah istrinya '
Luna hanya diam tak bisa berkata apa-apa.
Kini mulut Dan kakinya terasa Kaku dan sulit untuk digerakkan.Sakit..?Itu pasti.Hatinya terasa sakit saat mengetahui bahwa pria yang dikaguminya itu telah beristri.
"Kau dengarkan,Dia istriku.Dan Hormati dia seperti kau menghormatiku" Jelas Juna yang langsung Melenggang pergi meninggalkan Luna yang masih Menganggap tak percaya dengan semua ini.
__ADS_1
' Kini Hanya Tinggal Kepingan hatikulah yang tersisa.aku yang salah,Karena membiarkan Cinta ini tumbuh dengan orang yang salah.
Tak seharusnya aku memupuk cinta ini,yang kini membuatku Sakit sesakit sakitnya. ' Matanya menatap Nanar kearah punggung Juna yang kini sudah menghilang dibalik pintu.
Flashback off.
Dara diam Sambil memandangi wanita Yang berstatus sekretaris suaminya ini.
"Tidak perlu repot-repot,Saya bukan Ratu disini" Ucap Dara Yang mulai bersahabat.
"Tapi nona.." Ucapan Luna terpotong karena Dara menyambarnya begitu saja.
"Jika ada yang saya inginkan,Saya akan mencarinya sendiri.Atau Bila saya tidak tahu,baru saya meminta bantuanmu" Jelas Dara.
' Bukan hanya cantik,Tapi wanita ini Juga dewasa.Pantas Saja Tuan Juna sepertinya sangat menyayanginya '
"Baik Nona,Jika Ada yang anda perlukan,Anda bisa memanggil saya" Ucap Luna yang ingin pergi dari ruangan itu.
"Emmm Itu..?Apa Tuan Juna masih lama?" Tanya Dara yang menghentikan sekretaris Luna untuk pergi.
"Mungkin Hanya Satu jam lagi nona," Jawab Luna.
"Baiklah,Terimakasih" Ucap Dara rendah sambil Duduk kembali.
Setelah Itu,Luna langsung pamit keluar Untuk mengerjakan pekerjaannya.
....@....
_Kini Juna Dan Kelvin Sedang berhadapan Dengan Client nya yang semalam baru saja memutus kontrak dengan perusahaan milik Varo.
Raut Wajah Tuan Hendra selaku Client Juna sangat Gembira,Karena sekarang,Perusahaannya dengan perusahaan nomor satu Yang dipimpin oleh Juna Sudah resmi menjalin kerjasama.
' Bersiaplah menuju nerakamu '
Batin Juna Sambil menatap Pak Hendra dengan pandangan meremehkan.
" Kapan Kita bisa memulai proyek ini?"Tanya Hendra dengan antusias.Setelah mendengar itu,Juna dan Kelvin menarik senyum simpul dibibir mereka.
"Jangan terburu-buru,Aku tidak ingin kejadian semalam terulang kembali.Jadi mari kita bermain-main terlebih Dahulu" Hendra diam Sambil Mencerna setiap perkataan yang keluar Dari mulut Juna.Awalnya dia sempat bingung Dengan apa yang dikatakan oleh pemimpin itu,Tapi Karena Sangking gembiranya,pak Hendra hanya bisa berohriah saja tanpa menyelidiki makna dari perkataan Juna barusan.
__ADS_1
"Baiklah,Saya kira Sampai disini saja Pertemuan kita kali ini" Ucap Juna seraya bangkit dari duduknya Diikuti Kelvin Dan juga Hendra serta sekretarisnya.
"Senang bisa bekerjasama dengan anda Tuan muda" Ucap Hendra sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Juna.Dan dengan senang hati Juna Menyambut uluran itu sambil tersenyum yang sebenarnya adalah senyum keterpaksaan.
Semua berjabat tangan Sambil mengakhiri pertemuan mereka kali ini." Sampai bertemu di Meeting selanjutnya tuan muda" Ucap Hendra yang langsung melenggang pergi dari ruangan itu.
"Aku akan mengurus kantor,Dan kau bisa langsung pergi untuk menyelidiki kasus ini.Bila perlu Cari detektif terhandal yang bisa membantumu Mencari titik masalah ini" Jelas Juna dengan dingin sambil berlalu meninggalkan Kelvin.
_______
_Tangan hangatnya mulai menarik gagang pintu dan Membukanya hingga separuh.Matanya menghangat saat mendapati istrinya Tengah tertidur pulas Disofa sambil memegang sebuah buku ditangannya.
Pelan,Kakinya melangkah Untuk mendekati istrinya.Namun Baru saja Juna mendudukkan dirinya.Dara Mulai Terjaga Dari tidurnya.Hingga Kini mata mereka bertemu."Kau terbangun?"Tanya Juna.Dara langsung Duduk dengan Benar sambil menghadap kearah suaminya.
"Kau sudah selesai" Tanya Dara sambil mengusap wajahnya."Hemmm" Jawab Juna.
"Aku kelamaan ya?"Juna bertanya sambil mengelap paruh yang membasahi wajah istrinya.Dara menggeleng pelan,Sambil menghambur kedalam pelukan suaminya.
"Tadi pagi udah minum susu belum?"Tanya Juna."Sudah" Jawabnya.
"Kau mau pulang?"Tanya Juna yang menyadari bahwa istrinya sangatlah Bosan.
"Sama kamu?"Tanya Dara.
"Iya,Aku yang akan mengantarmu sampai rumah.Tapi Setelah itu aku harus balik lagi kekantor,Ada banyak Pekerjaan hari ini" Jelas Juna.Dara dia dan semakin menenggelamkan wajahnya di lengan suaminya.
"Kalau disini aja boleh?Aku pengennya sama Daddy" Ucapnya rendah.Juna menarik senyumnya Dan mengangkat tangannya untuk mengusap rambut Istrinya dengan lembut.
"Boleh dong.Yasudah ,Kamu disini saja,Temani Daddy bekerja" Ucap Juna sambil mengecup Kening istrinya.Raut bahagia terpancar dari wajah keduanya.Tidak ada yang lebih bahagia Dari saling memiliki atau saling melengkapi.
__________ _
***Bersambung....
Happy reading all π€β€οΈπ€...
Salam Cinta Dari Author untuk kalian yang tersayang πβ€οΈπ€β€οΈ...
"Saranghaeo, ππ"
__ADS_1
Terimakasih buat yang sudah setiaππ***