Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 148_Kekuatan cinta 3


__ADS_3

Pagi harinya.


"Kau tidak kekantor?"Dara Berjalan mendekat kearah Juna yang sedang duduk di ruang tengah.


Juna menoleh dan tersenyum kearahnya."Bagaimana Aku mau pergi kekantor,sedangkan istriku masih mendiamkanku sampai sekarang" Ujar Juna sambil menatap Dara yang Terlihat Sangat Cantik pagi ini.


Dara Tersenyum dan tetap berdiri didepan suaminya.Tangan Juna terangkat untuk menarik Dara kedalam pelukannya."Masih marah?"Tanya Juna.


Dara menggeleng pelan Dan Mendongak untuk menatap suaminya."Sayang,aku lapar" Ucapnya pelan.Dia sedikit tersenyum malu karena Juna terus menatapnya.


"Kau lapar?" Juna menyipitkan alisnya dan Tersenyum.


Dara mengangguk.


"Mau makan apa?"Tanya Juna Yang sudah tahu jika istrinya itu memintanya untuk memasak pagi ini.


"Hanya telur dadar saja" Jawabnya cepat.


Juna mulai berdiri Dan menyuruh istrinya untuk tetap duduk."Sebentar ya" Dara mengangguk dan Terus menatap kepergian suaminya.


Saat Juna sudah masuk kedalam dapur,pandangannya Teralih kearah Ponsel Juna yang terletak diatas meja.Sebenarnya Dia masih penasaran dengan Naya,Itu sebabnya dia ingin mencari petunjuk dari ponsel suaminya "Sayang,aku pinjam ponselmu ya!"Teriaknya dengan kencang,berharap Juna akan mendengarnya dengan jelas.


"Iya" Jawab Juna yang juga Berteriak.


' Ponsel ? ' Gumamnya dalam Hati.


"Ahkkk,kenapa kau sangat bodoh Juna." Ucapnya sambil menepuk jidatnya Berulangkali.Pasalnya karena masalah Naya,dia sampai melupakan Ponsel Dara yang hancur karenanya.


Sedangkan Dara,Dia langsung mengambil ponsel Juna Saat Dirinya sudah mendapat persetujuan dari suaminya.tak sulit baginya Untuk membukanya karena Juna tak pernah memberi sandi pada ponselnya.


Dengan Teliti dia memeriksa seluruh pesan ataupun panggilan Masuk yang tertera dilayar ponsel suaminya.Tak banyak Nama yang dikenalinya,Hanya Saja Ada satu Nomor tak dikenal yang dicurigainya.Kemudian Dara membuka pesan yang terkirim dari Nomor yang sama.

__ADS_1


' Temui aku di lost garden '


Dara Tercengang dalam durasi yang cukup lama.Iya..tidak salah lagi jika Ini benar-benar Nomor ponselnya Naya.


Dara menghela nafas panjang.Tadinya dia fikir bahwa Ada banyak pesan diponsel Juna,atau apapun yang bisa membuatnya benar-benar percaya dengan semua ini.Tapi percuma,karena rasa penasarannya Tak terbayar dengan sempurna karena hanya ada satu pesan diponsel Juna.


Dia memejamkan matanya Dan kembali meletakkan ponselnya.Dia bosan sendiri,Jadi dia memutuskan untuk menyusul Juna kedapur.


"Kau belum selesai?"Juna dikejutkan oleh suara serta sepasang tangan yang melingkar sempurna dipinggangnya.


"Kenapa?.Apa kau sangat lapar?" Tanya Juja yang masih berfokus untuk membalik telurnya.


Dara menggeleng dan Menghirup aroma Juna sedalam-dalamnya."Aku hanya ingin memelukmu saja"


Juna tersenyum bahagia karena istrinya Sudah kembali seperti biasanya."okeii,selesai" Juna mematikan kompornya dan membuat pelukan mereka terlepas.


"Duduklah disana,Aku akan menyusul nanti" Dara mengangguk dan mulai berjalan kearah meja makan.


"Kenapa kau membuatnya hanya satu?"Dara bertanya dengan raut keheranan karena melihat Juna datang dengan sepiring telur dadar ditangannya."Kenapa,Apa ini kurang sayang?.Jika iya aku bisa membuatkannya lagi nanti" Jelas Juna.


"Apa yang kau lihat diponselku?"Juna bertanya sambil terus menatap istrinya.Sesekali Dia merapikan Rambut istrinya kebelakang.


"Telur dadarnya enak" Ujar Dara yang berniat untuk mengalihkan pembicaraannya.


"Jangan Mengalihkan pembicaraan.Apa ini tentang Kanaya?" Tanya Juna langsung keintinya.


Dara terdiam memaku.Bahkan dia sampai berhenti mengunyah makanannya."Iya" Jawabnya setelah sekian lama dia berdiam.


Juna Tersenyum dan mendekat kearahnya."Lalu apa yang kau dapatkan?"Tanya Juna yang berniat untuk mencium pipinya.


Dara menoleh kaku dan kebingungan harus menjawab apa "Hanya..Sebaris pesan saja" Jawabnya dengan gugup.

__ADS_1


Juna mengangguk dan mulai menarik wajahnya dari tengkuk Istrinya."Dari mana kau tahu jika pesan itu dikirim dari Nomor ponselnya,Kan aku tidak menyimpan nomornya." Ujar Juna dengan panjang lebar.


"Kenapa kau tidak menyimpannya?"Tanya Dara dengan heran.


"Karena aku takut jika istriku akan marah nantinya"Jawab Juna sambil mengecupnya dengan singkat.Dara tersenyum dan mulai menenggelamkan wajahnya didada Suaminya.


"Makanlah.." Dara mengangguk dan kembali memakan makanannya.


***@***


Setelah Selesai sarapan,Mereka berdua duduk santai diruang tamu sambil menatap Layar televisi yang sedari tadi menyaksikan keromantisan mereka.


"Sayang jangan terus-terusan menciumku" Protes dara dengan kesal karena Juna tak henti-hentinya menciumnya sedari tadi.


Tapi Juna tak perduli.Dia malah semakin memperdalam ciumannya hingga sebuah bunyi bel mengejutkan dirinya.


Juna diam dan melepaskan ciumannya.Tapi dia tak perduli dan kembali mencium istrinya."Sayang,Ada yang datang" Ucap Dara yang mencoba Untuk Menghentikan Juna.


"Arrghh,Siapasih.Pagi-pagi begini sudah bertamu" Omel Juna Dan langsung duduk kembali ditempatnya.


"Sebentar ya,aku lihat dulu" Ujar Dara dengan senyuk yang mengembang karena melihat wajah Juna yang terlihat sangat kesal.


"Hati-hati" Ucap Juna yang diangguki oleh Dara.


Dengan wajah yang ceria Dara membuka pintu untuk melihat siapa yang sedang bertamu kerumahnya."Siapa Ya..."


Deg!!!!!.


Mata mereka bertemu dan saling menyapa dalam diam dan keterkejutan.Baik Dara maupun orang itu,mereka hanya Berdiri mematung sambil melawan segala rasa sakit yang begitu menancap dalam Dada mereka.


" Kau......" Ucap Mereka dengan bersamaan.

__ADS_1


__________


...BERSAMBUNG...


__ADS_2