
_Didalam Ruangan yang bernuansa putih itu,Seorang pria tampan Duduk menyandar Sambil menyilangkan kakinya,dengan kedua tangannya yang dilipat didada.Dia memejamkan matanya,Guna mencari jalan keluar Atas kegagalan proyeknya.
Tok..tok..tok....
Akbar langsung masuk setelah mendapat izin Dari sang bos,Dan berjalan hingga tepat dihadapannya.
"Apa yang ingin kau sampaikan" Ucap Varo yang melihat Akbar hanya diam mematung sambil Memperhatikannya.
"Begini tuan,Tentang proyek Grand Ferron Far yang mengalami kegagalan itu..." Ucapnya menggantung.Rasanya dia sudah Tidak sanggup untuk mengatakan yang sebenarnya Kepada bosnya itu.
"Lanjutkan,Dan jangan setengah-setengah" Varo berkata sambil menatapnya dengan tajam.
"Client kita Ingin memutus Kontrak kerja dengan perusahaan kita tuan"....
Brakkkkkk.....
Varo berdiri sambil memukul meja dengan sekuat tenaganya.Rahangnya mengeras.Bahkan matanya sudah memerah karena amarah." Brengsek..." Teriaknya menggema diruangan itu.Detak jantung Akbar semakin tak karuan.Melihat amarah sang bos yang sepertinya telah bersiap memakan orang,membuatnya begidik ngeri dan ingin cepat-cepat keluar dari ruangan itu.
"Cepat bawa penghianat itu kehadapanku,Dan Rampungkan masalah proyek ini.Masalah Client,Aku sendiri yang akan mengurusnya." Ucap Varo sambil beranjak dari duduknya dan melenggang pergi dari hadapan Akbar.
"Dan satu lagi"Varo menghentikan langkahnya sambil menoleh kearah Sekretaris Akbar yang masih setia berdiri dibelakangnya."Jangan sampai berita ini Diketahui oleh awak media" Sambungnya yang langsung melangkah pergi Meninggalkan Akbar yang masih berdiri terpaku memandangi kepergiannya.
Bahkan saat berjalan dilorong perusahaannya,Semua karyawan itu hanya bisa menunduk tanpa berkata apa-apa.
mereka takut bila perkataan mereka akan Menyinggung Bosnya itu.
Setelah sampai di mobilnya,Varo langsung melajukan mobilnya menuju kearah yang belum pernah samasekali didatanginya.
_____
Sementara dikediaman Juna.
_ Mereka masih asik menghabiskan waktu mereka dengan canda dan tawa.Bahkan Mereka hampir Kesulitan untuk bernafas karena rasa keram diperut mereka karena terlalu banyak tertawa.
Entah apa yang membuat mereka bisa seperti itu,Dan pastinya hanya merekalah yang tahu.Selanv beberapa Detik,Ponsel milik Juna berbunyi.
Juna menoleh sebentar,Dan langsung kembali menatap Layar televisi Tanpa menggubris Bunyi telfon itu samasekali.
"Sayang,ponsel kau bunyi tuh" Ucap Dara sambil menunjuk kearah ponsel Juna yang terletak tak jauh dari mereka.
__ADS_1
"Palingan juga,Kelvin.atau bahkan orang gila" Jawabnya enteng.
Karena berisik,Akhirnya Dara Bangkit dan meraih ponsel itu.Saat Melihat nama Kelvin yang tertera Disitu,Tanpa Persetujuan dari Juna,Dia langsung mengangkatnya begitu saja.
"Halo..."Sapa Kelvin disebrang sana..
"Halo Vin" Jawabnya.Juna langsung menoleh kearahnya karena mendengar Nama Kelvin yang disebut istrinya barusan.
"Kamu Ra..Junanya mana?" Tanya Kelvin.
"Bentar ya" Dara langsung berjalan kearah suaminya untuk memberikan ponsel itu keruangannya.
"Kelvin" Ucapnya tanpa mengeluarkan suara dan hanya menunjukkan mimik mulutnya yang mengatakan ' Kelvin'.
Tangan Juna terangkat untuk meraihnya.
"Halo" Ucapnya Dingin.
"Kekantor sekarang" Kelvin berkata to the point tanpa menjelaskan Terlebih dahulu kepada Juna.
Belum sempat lagi Juna menjawab,Kelvin sudah lebih dulu menyambarnya"Tidak ada bantahan.Ini tentang Varo" Sambungnya yang langsung mematikan panggilannya.
"Kenapa" Tanya dara,yang membuat lamunan Juna buyar seketika.
"Kelvin menyuruhku untuk kekantor,Ada Pekerjaan penting yang harus Kami urus" Jelas juna.
Dara mengerutkan alisnya" Kekantor? Malam-malam begini?" Tanyanya yang diangguki oleh Juna.
"Aku siap-siap dulu ya sayang" Ucap Juna yang langsung berlari untuk naik keatas.Ditemani oleh tatapan heran dari istrinya.
Tak butuh waktu lama bagi Juna untuk Bersiap,Karena Dia hanya mengganti bajunya saja.Melihat jam yang kini menunjukkan pukul setengah sembilan malam,membuat Juna sedikit berat untuk pergi.Tapi Kelvin bilang,Ini adalah hal yang penting.Dan masalah ini menyangkut Nama Varo.
Setelah berfikir panjang,Akhirnya Juna berlari untuk menuruni anak tangga dan menghampiri istrinya." Sayang aku pergi dulu ya,Aku janji ga bakalan pulang Larut" Ucapnya Sambil mengecup puncak kepala Dara.
Bahkan dirinya langsung melenggang pergi begitu saja,tanpa mendengarkan jawaban istrinya.Sepenting apasih pekerjaan itu,sehingga Juna sangat terburu-buru.
'Semoga kau baik-baik saja juna' Gumamnya sambil menatapi Punggung Juna yang sudah menghilang dibalik pintu.
....@....
__ADS_1
Hampir satu jam Juna menghabiskan waktunya untuk menuju kantornya.Jalanan yang sedikit macet dari biasanya membuatnya sangat sulit untuk menerobos lalu lintas.Belum lagi melihat waktu yang terus berjalan.Bahkan kini sudah hampir jam setengah sepuluh malam.
Ponselnya tak berhenti berbunyi sedari tadi.Sangking fokusnya terhadap jalanan,Kini Juna seolah tuli karena tidak lagi mendengar bunyi ponsel itu.
Hingga kini mobilnya mulai melenggang masuk kegedung itu,dan berhenti tepat didepan lobby kantornya.Suasana kantor sudah mulai sepi,Karena ini sudah bukan lagi jam operasional kerja.Dengan sedikit berlari,Juna langsung masuk lift untuk menuju lantai 24 dimana ruangan Kelvin berada.
Ting....
Saat pintu lift itu terbuka,Juna dikejutkan oleh Kehadiran Luna yang kini berada dihadapannya."Selamat malam tuan muda"Ucapnya seraya membungkuk hormat.
Tanpa menjawab sapaan sekretarisnya,Juna langsung bergegas masuk keruangan Kelvin tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
"Ada masalah apa?"Tanya Juna yang sudah berada dihadapan Kelvin.Bahkan kini nafasnya sedikit tersengal karena terlalu banyak berlari untuk cepat sampai ketujuan.
"Proyek yang Dibangun oleh Perusahaan Varo mengalami kegagalan.Dan Client itu sudah mulai Mengajukan kerjasama dengan perusahaan kita "Jelas Kelvin sambil menunjukkan Berita Yang dibacanya dari Ipad-nya.
Juna menerimanya dan membacanya Dengan detail.Disitu tertera dengan jelas bahwa yang menjadi incaran Client Itu selanjutnya adalah perusahaan miliknya." Mereka sudah berusaha Untuk menyelesaikannya tanpa memutus kontrak kerja antar perusahaan mereka.Tapi Client itu tetap menolak,Dan tetap bersikeras untuk mengakhirinya." Jelas Kelvin lagi.
"Dan Perusahaan Varo mengalami kerugian yang sangat besar.Jika diperhitungkan dapat mencapai milyaran.Tapi setelah membacanya,Ada sedikit keganjalan Dibenakku tentang kasus ini" Ucap Kelvin.
"Maksudmu?"
"Setelah memutus kerajasama dengan perusahaan Milik Varo.Kenapa dia langsung mengajukan kontrak dengan perusahaan kita.Bukankah seharusnya dia menyelesaikan semua masalah ini dari awak media,Baru Kembali Mengajukan kontrak dengan perusahaan lain" Jelas Kelvin yang mengeluarkan semua isi kepalanya.
"Maksudmu,Dia melakukan permainan dibelakang Kerja sama ini begitu"Tebak Juna.
"Yeesss.Benar.Tapi aku akan mencari tahu lebih lanjut.Untuk membuktikan benar atau tidaknya Pemikiran kita ini"Ucap Kelvin.
"Emmm,Bila Dia mengajukan kontrak kepada perusahaan kita.Terima saja" Ucap Juna dengan penuh keyakinan.
"Karena dengan ini,Kita akan lebih mudah untuk menyelidikinya" Sambungnya lagi...
____________ _
Bersambung....
happy reading all 🤗❤️🤭
Salam Cinta Dari Author ❤️❤️
__ADS_1
"Saranghaeo 💜💜"