
Juna melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,Dia ingin langsung menemui Kelvin untuk membicarakan tentang Masalah ini,
Sesampainya diKantor,Juna langsung bergegas untuk masuk keruangannya,Tidak sengaja ia bertemu dengan Luna, sekretarisnya.
"Selamat pagi tuan muda" sapa Luna ramah.yang dijawab anggukan oleh Juna.
Tetapi sedetik kemudian dia menghentikan langkahnya dan membalik tubuhnya untuk menatap Sekretarisnya itu.
"Panggil Kelvin keruanganku,Sekarang" ucapnya dingin yang langsung berlalu begitu saja.
.......
Ceklek.....
Kelvin melenggang masuk untuk menemui Juna.
"Ada apa?" tanyanya.
"Dia menelfonku" ucap Juna tiba tiba,Kelvin yang tidak mengetahui apa apa hanya bisa mengerutkan keningnya.
"Siapa,Mantanmu" ucapnya mengejek.
"Aku serius Vin" ucapnya sambil menatap asisten kelvin dengan tajam.
"Siapa?" tanyanya.
"Varo,Ya Varo,dia menelfonku tadi.dan dia mengetahui bahwa kita mencoba untuk menguak informasi mengenai masalalunya" jelasnya.
Seketika wajah Kelvin berubah menjadi tegang,
"Apa yang dia katakan?" tanya Kelvin.
"Tidak banyak,Dia hanya mengatakan Jika aku ingin tahu semuanya,maka langsung saja bertanya kepadanya" jelasnya lagi.
"Vin,Coba kau buka situa mengenai identitas nya itu" pinta Juna.
"Baik," Kelvin langsung bergegas untuk mencari informasi yang Saat itu mereka dapatkan.
Wajah Kelvin berubah saat menatap layar komputer itu,Kosong,Tidak ada informasi yang memuat tentangnya seperti saat itu.
"Kenapa?" tanya Juna yang langsung menghampirinya.
"Dia menghapusnya" ucap Kelvin dengan nada berat.
"Kenapa dia menghapusnya" tanya Kelvin lagi.Juna tersenyum bak iblis.
"Dia mengunggah identitasnya hanya untuk mengajak kita untuk bermain,Dan setelah kita masuk kedalam permainannya.maka dia langsung menghapusnya." jelas Juna tersenyum sinis.
"Maksudmu,dia sedang mempermainkan kita" tanya Kelvin.Juna diam tidak menjawab ucapan Kelvin tadi,Namun dia langsung merogoh ponselnya dari dalam sakunya.
Juna menelfon seseorang yang bahkan tidak diketahui oleh Kelvin.
"Jika ingin bermain,Temui aku di tempat biasa kita bertemu jam 9 malam" ucap Juna saat sambungan telfonnya telah terhubung.Tanpa menunggu jawaban Juna langsung mematikan sambungan telfonnya.
"Kau yakin ingin menemuinya?" tanya Kelvin, Setelah mendengar ucapan Juna tadi,sekarang dia tahu siapa orang yang ditelfon oleh Juna.
"Aku hanya ingin menyelesaikan ini semua" ucap Juna.
"Lalu bagaimana jika kejadian malam itu terulang kembali,Apa kau tidak kasihan melihat istrimu yang hampir mati karena kekhawatiran nya" jelas Kelvin.Karena dia mengetahui bahwa luka lebam yang terdapat pada wajah Juna malam itu dikarenakan berkelahi oleh Varo.
__ADS_1
"Aku hanya ingin membicarakannya dengan kepala dingin,Aku tidak akan mengulanginya lagi" ucapnya dan hanya diangguki oleh Kelvin.
..........
Dara yang sedang santai dikejutkan dengan dering telfonnya.
Derrtttt...derttt.....
"Juna" gumamnya dan langsung berlari kearah dimana ponselnya berada
saat melihat kelayar ponselnya,ternyata bukan Juna yang menelfonnya melainkan Elma, sahabatnya.
"Halo" ucap dara setelah mengangkat nya.
"Hey nona muda,apa kau sudah melupakan kami disini hmmm,sehingga kau tidak lagi mengabari kami" omel Elma disebrang sana.
"Maafkan aku" ucap dara cengingisan.
"kau dimana?" tanya Elma.
"Dirumah" jawabnya.
"Apa suami Posesif mu itu juga dirumah" tanya Elma lagi.
"Ada dikantor" jawab Dara sambil terkekeh
"Kau di KF" Tanya Dara.
"Iya,Sekarang KF mulai sangat ramai,dan trending karena yang punya adalah tuan tampan"jelas Elma.Dara hanya tertawa mendengarnya.
"Jadi bagaimana,apa Sudah ada tanda tanda bahwa keponakanku akan hadir" tanya Elma.
"Kalian harus lebih giat lagi,Biar keponakan ku cepat hadir" ucap Elma terkekeh.
"Ya,kau tidak perlu mengingatkannya" ucapnya.
"Yaudah deh Ra,gue balik kerja dulu ya" ucapnya.
"Ya,see you baby" ucap dara yang langsung mematikan sambungan telfonnya.
Dia mencoba untuk mengirim pesan kepada suaminya itu.
Beeβ€οΈ
π©Sayang,Apa kau sedang sibuk?"
Itulah pesan singkat yang dikirim oleh dara,Namun pesan itu hanya centang satu,yang menandakan bahwa Ponsel Juna sedang Off sekarang.
Dara kembali meletakkan handphonnya dan kembali melihat kearah TV lagi.
**********.........*******
Pukul 8 malam,Juna belum juga pulang dari kantor,Biasanya Juna akan pulang pukul 7 malam,Namun hingga saat ini tidak ada tanda tanda bahwa dia akan pulang.
Ponselnya tidak bisa dihubungi,bahkan pesan Dara tadi siang pun tidak dibaca ataupun dibalas oleh Juna.
"Juna,kamu Kana sih" gumamnya sambil mondar mandir didepan pintu utama.
...........
__ADS_1
Sedangkan disana,dijalanan kota yang sedikit padat Juna melajukan mobilnya menuju gedung dimana tempat dia akan bertemu dengan Varo.
Dia tidak ingin pulang,ataupun mengaktifkan ponselnya,Dia tidak ingin memberi kabar apapun kepada istrinya.Jika pulang dan minta izin kepada istrinya,pasti dara akan melarangnya,jadi dia memutuskan untuk tidak pulang sama sekali.
Sesampainya digedung itu,dia tidak melihat mobil Varo sama sekali,Itu berarti Varo belum datang.Dia langsung melangkahkan kakinya menuju ropftof digedung itu.
Tak lama kemudian Varo datang menghampirinya yang sedang asik menatap gelapnya langit malam.
"Pukul 9 lewat 3 menit,Itu berarti kau telah membuang waktuku" ucap Juna yang langsung berbalik arah menatap Varo.
"Belajarlah untuk mengulur waktu demi kepuasan orang lain,Kita hanya ingin bermain,jadi tidak perlu bersikap Seperti kita sedang merebutkan suatu tander yang besar" ucap Varo tersenyum sinis.
Juna tidak meresponnya sama sekali,namun dia hanya melemparkan tatapan mautnya kepada Varo.
"So,Dari mana kita akan memulainya" ucap Varo sambil memainkan kunci mobilnya.
"Siapa kau sebenarnya" Ucap Juna to the point.
"Kenapa terburu buru,Itulah yang tidak kisuka darimu,Kau selalu menganggap waktumu itu terlalu sibuk,Lalu apa kau tidak pernah berfikir waktu orang lain yang pernah kau hancurkan" ucap Varo dingin.
"Apa maksudmu?" tanya Juna dengan suara yang meninggi.
Prok...prokk...prokkk....
Tepuk tangan Varo Terdengar nyaring ditelinga,akibat sunyinya suasana malam saat ini.
Hahahahahahahahahahah.......
"Mr, Leonidas yang terhormat.Selama lebih dari lima tahun kita saling mengenal,kau tak kunjung tahu siapa aku sebenarnya" ucap Varo diiringi tawa kerasnya.
"apa kau sangat mencintainya,sehingga kau rela melakukan tindakan konyol seperti ini" ucap Juna.sontak Varo langsung kaget dibuatnya.
"Diam kau,jika kau tidak mengerti apapun"Pekik Varo dengan suara meninggi.
"Dengar kata kata ku baik baik,Aku tidak pernah mencintainya,Dan kau tahu,Aku tidak akan pernah Sudi memasukkan wanita jalang itu kedalam hatiku" ucapnya sambil mencengkram erat Kerah baju Juna.
"Lalu apa semua ini" ucapnya yang membalas cengkraman Varo.
"Kau ingin tahu,baiklah,akan diberitahu sekarang.lagipula aku sudah tidak sanggup mengulur waktuku lebih lama lagi karena dirimu" jelas Varo sambil melepaskan cengkeramannya dari kerah Juna.
...
.
.
.
BERSAMBUNG
*Happy reading all π€π€
terimakasih untuk para readers yang udah setia Baca novel baru Author,β€οΈπ€π€ Saranghaeo untukmu kak β€οΈπ€.dan terimakasih untuk kakak yang sudah mau mendukung akuππππ
Jangan lupa like π, komen sebanyak banyaknya π―π― Dan Votte seiklahsnya ya kesayangan π€π€πππππππplush klik Vaforit β€οΈ.
Follow Ig Author ya cinta
@Indahnovita487Nvt.
__ADS_1
π€LOVE YOU ALLπ€*