Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 104_Weekend...


__ADS_3

_Pagi-pagi sekali,Dara sudah terjaga Dari tidurnya dan langsung berlari Kekamar mandi untuk melakukan rutinitasnya setiap pagi.Beruntung saja,karena kehamilannya saat ini sama sekali tidak membuatnya pusing atau mual.Hanya Saja emosinya lebih sering memuncak yang membuat Juna harus lebih ekstra bersabar dalam menghadapinya.


Dan kini Dara telah selesai dengan bebersihnya.Matanya membulat saat melihat Juna yang masih setia Dengan tidurnya.padahal Biasanya Juna tidak pernah Bangun terlambat.


Kaki jenjangnya mulai Melangkah mendekati ranjang dan naik keatas nya."Sayang,Bangun.Ini udah siang tau"Teriak Dara sambil mengguncang tubuh suaminya.


Tapi Juna hanya menggeliat pelan,dan kembali tertidur setelah Menutup telinganya dengan bantal."Junaa....Ayo bangun..."Teriaknya lagi.Tangan mungilnya tak berhenti sedikitpun untuk mengguncang tubuh Juna.


"Hmmmmmm"Juna menggeliat sambil meregangkan otot-otot nya."Ayo bangun"Ucap Dara lagi.


"Bentar lagi ya,Aku masih ngantuk"Ucap Juna yang berniat untuk tidur kembali.


"Ayo bangun,Kamu kan udah janji sama aku untuk keliling komplek pagi ini"Rengeknya.


Juna tersenyum sambil mengangkat tangannya untuk menusuk pipinya."Cium dulu"Ucapnya tanpa membuka matanya.


Tak mau berlama-lama,Dara langsung mendekatkan wajahnya untuk mencium pipi Juna."Ummmaaacchhh,Ayo bangun"Tangannya menarik tubuh cuma setelah melepaskan Ciumannya.


Mata Juna diindahkan oleh penampilan istrinya pagi ini.Celana Training serta Hoodie Abu-abu yang tampak Sedikit kebesaran Ditubuhnya."Kita mau Joging?"Tanya Juna.


Dara berfikir sejenak sebelum dirinya mengangguk."Mandi sana,Aku akan menyiapkan pakaianmu"Ucap Dara seraya bangkit dari ranjang dan berjalan menuju walk in closet.


30 menit kemudian,Juna berjalan Kearahnya dengan Balutan handuk yang melilit dipinggangnya.Dengan perasaan gembira Dara menyerahkan Hoodie itu ketangan suaminya."Ini Couple?"Tanya Juna saat menyadari bahwa Hoodie yang dikenakan Istrinya sama dengan Hoodie yang ada ditangannya.


"Hu'um.Semalam aku melihat drama Korea Dengan tema menghabiskan waktu bersama dihari Weekend"Ucap Dara dengan polosnya.


Juna tertawa Sambil kembali memperhatikan Hoodie itu."Kapan kau membelinya?"Tanya Juna."Semalam,Sepulangnya Dari kantormu"Jawab Dara.


"Bersiaplah,Aku akan menunggumu dibawah"Ucapnya yang langsung berlari meninggalkan Suaminya.


....@....


Juna turun kebawah Guna mencari keberadaan Istrinya.Namun Nihil,Tidak ada siapa-siapa dibawah.Kemudian langkahnya terayun untuk menuju halaman Rumahnya.Dan benar saja,Matanya menangkap sosok istrinya yang sedang melambai kearahnya.


Namun ada hal lain yang juga ditangkap oleh matanya.Sebuah Sepeda Gunung yang berada disamping istrinya,Juga sebuah kincir angin kecil yang berada digenggaman Dara.Dengan Raut kebingungan,Juna membawa langkahnya untuk mendekati istrinya."Ayo"Ajak Dara yang Terlalu bersemangat.


"Ini maksudnya apa?"Tanya Juna.


"Kita akan keliling Naik ini"Tunjuk Dara Kearah sepeda yang ada disampingnya.

__ADS_1


"Kita naik ini?"Tanya Juna lagi.


"Hu'um.Apa menurutmu kita akan mengelilingi komplek ini dengan menggunakan mobil"Dara cukup terkekeh saat melihat kepolosan suaminya itu.


"Lalu itu apa?"Tanya Juna sambil menunjuk kearah kincir angin kecil yang berada Digenggamannya.


"Kincir angin" Jawabnya tak kalah polos.


"Apa ini juga bagian dari sakuel drama yang kau tonton itu?"Tanya Juna."Suamiku memang pintar"Ucap Dara sambil mencubit pipi Juna.


"Ayo"Ajak Nya,Dan mau tak mau,Juna harus menuruti Hal yang menurutnya saat kekanak-kanakan itu.


"Go..."Teriak Dara setelah Juna mulai mengayunkan Sepedanya.


Sesuai kesepakatan mereka tadi malam,Kini keduanya mulai mengelilingi komplek perumahan mereka dengan menggunakan sepeda.Disepanjang perjalanan,Dara selalu mengangkat kincir anginnya agar Dapat memutar mengikuti Lingkar sepeda mereka yang juga tak berhenti berputar.



"Ini seru bukan?"Ucap Dara yang sedang bergembira itu.


"Seperti anak-anak"Jawab Juna Acuh.Dia tidak terlalu suka melakukan ini.Tapi saat melihat senyum serta mendengar Tawa Dara,Itu membuatnya ikut bahagia dan terus menjelajahi Kebahagiaan mereka dengan menggunakan sepeda itu.


"Kapan kau membeli ini"Ucap Juna yang mengarah kepada sepeda yang kini mereka naiki."Semalam,Berbarengan dengan Hoodie ini"Jawab Dara.


"Kau bahagia?"Tanya Juna.


Tangan Dara melingkar sempurna dipinggangnya sambil mengangguk Untuk menanggapi pertanyaannya.Juna merasakan hal itu,Karena kini Dara sedang menyandarkan kepalanya dipunggungnya.



"Aku bahagia,Bila kau bahagia"Gumam Juna.Tapi karena keadaan mereka yang kini sedang berada diarea Kota,membuat Dara tidak mendengat perkataan suaminya karena suara mobil yang berlalu lalang disekitar nya.


Karena tidak sempat sarapan dirumah,Juna dan Dara memutuskan untuk sarapan di KF yang tak jauh dari tempat mereka berada.


"Ayo"Ajak Juna sambil menggandeng tangan istrinya untuk masuk kedalam.


"Kau lelah?"Tanya Juna sambil mengusap paruh yang memenuhi wajah istrinya.Kini mereka sudah duduk dimeja yang Tadi mereka pesan."Hu'um.Tapi aku bahagia"Jawabnya disertai senyuman.


"Mau makan apa?"Tanya Dara sambil membuka Menu yang ada dimeja itu.

__ADS_1


"Memakanmu"Jawabnya asal.Dan itu Cukup membuat Dara menatap sinis kearahnya.


"Dasar Genit"Pekiknya sambil mencerutkan bibirnya.


Juna mendekat guna membisikkan sesuatu ditelinga Istrinya."Aku Kita lakukan sayang".Bisik Juna dengan suara seraknya.


Plak.....


Sebuah tamparan kecil langsung mendarat Dibahunya."Kau nakal...."Ucapnya sambil memutar bola matanya dengan malas.Dan Juna hanya bisa tertawa geli melihatnya.


Sekarang mereka tidak perduli dengan tatapan orang yang berada disekitar mereka.Dan Mereka hanya memikirkan tentang bagaimana menciptakan kebahagiaan kecil untuk melengkapi Pernikahannya.


Bagi Juna,Dara adalah yang nomor satu dalam hidupnya.Tidak perduli dengan orang ataupun musuhnya,Yang namanya sudah menikah ya akan tetap sudah menikah.Sebesar apapun usahanya untuk menutupi Pernikahannya,Itu semua akan sirna,karena kebohongan sekecil apapun Akan terbongkar bila waktunya telah tiba.Jadi biarkanlah seluruh dunia tahu bahwa dirinya sudah menikah,Dan siapa Wanita yang dapat menaklukkan hatinya.


..............


Setelah selesai sarapan,mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk menjelajahi kota ini demi menciptakan bait-bait baru Bagi keduanya.Meninggalkan pesan cinta Disetiap jalan yang mereka lalui,Juga menyampaikan Canda Dan Tawa disetiap Perjalanan mereka.


Tidak ada yang lebih indah Dari hidup bersamamu.....


Tidak ada yang lebih indah dari mencinta bersamamu.....


Juga tidak ada yang lebih indah dari senyummu.....


Terimakasih karena telah benar-benar membawaku pergi dari Masalaluku ......


Juga Terimakasih karena selalu ada Disampingku Dalam keadaan apapun.....


Peganglah janjiku yang selalu mencintaimu,Dan teruslah melangkah Demi menciptakan hal baru yang meninggalkan Keindahan tersendiri Untuk waktu yang akan kita lalui bersama......


~Arjuna L. Leonidas.....


_________ ____


***Bersambung......


Happy reading all πŸ˜„πŸ˜...


Terimakasih untuk pembaca setia novel Author πŸ€—β€οΈ...

__ADS_1


"Saranghaeo πŸ’œ"


Love you all πŸ€—πŸ€—***


__ADS_2