Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 147_Kekuatan Cinta 2


__ADS_3

Juna Terdiam menatap istrinya dengan Dalam.Saat Ini dirinya masih berada Diatas tubuh Mungilnya." Jangan Pernah meragukanku Sayang,Karena Itu semua tidak akan pernah terjadi." Dia mengangkat tangannya dan mengusap Wajah istrinya dengan lembut.Tatapannya sangat Dalam Dan hangat,Sehingga Dara Langsung terhipnotis oleh nya.


Dia mendekat Dan kembali mengecupnya dengan lembut.Dan setelah Juna Menyudahi ciumannya,Dia beralih untuk berbaring disamping istrinya dan memeluknya dengan hangat.


Saat Ini Dara masih diam tak bergeming sambil membalas tatapan Juna yang sangat dalam.Juna tersenyum dan kembali mengusap wajahnya."Maaf Karena telah membuatmu menangis Sayang!,Dan maaf Karrna telah membuatmu salah paham dengan ku."Juna menjedanya.Dia menarik nafas Dalam Dan mencium pucuk kepalanya."Tidak Pernah sedikitpun Terlintas Dibenakku Untuk kembali kepadanya.Jadi jangan khawatir karena aku akan terus berada di sisimu"Sambung Juna dengan lembut.


"Itu karena Kau belum tahu jika dia masih Juna.Dan sekarang,Sekarang dia_______"


"Sekarang apa?"Potong Juna.Dia Semakin menatap Dara dengan Dalam.


"Dara apa kau masih meragukanku sekarang?"Juna bertanya dengan wajah yang terlihat kesal.


Dara menggeleng Dan Mendekat untuk menenggelamkan Wajahnya dalam pelukan Juna."Maafkan aku"Gumamnya pelan.


Juna tersenyum dan semakin Mendekapnya dengan erat."Seharusnya aku yang meminta maaf sayang.Aku yang jahat karena Telah membiarkanmu Menunggu sangat lama disana.Dan kau tahu apa yang membuatku sangat menyesal?"Tanya Juna.


Dara Mendongak Dan menggeleng untuk menatapnya."Saat aku membiarkan Waktu berhargaku Hilang Hanya karena sebuah masalalu"


Dara terdiam tak bisa berkata-kata."Aku tidak tahu Apa yang sedang terjadi sekarang.begitupun dengan sosok Naya yang tiba-tiba muncul di hadapanku.Itu semua terjadi diluar kendaliku.Aku tidak mempercayai ini semua Saat dia menelfonku.Tapi hati dan naluriku selalu mendorongku untuk mencari tahu Apakah dia masih hidup atau tidak.Dan inilah jawabannya jika dia memang benar-benar masih hidup." Jelas Juna panjang lebar. "Bukan maksudku untuk mengabaikanmu sayang,Hanya Saja Saat itu aku tidak bisa berfikir dengan Baik.Yang ada di pikiranku hanyalah Naya,Sosok yang beberapa saat ini pernah kulihat" Sambungnya lagi.


"Kapan?,Kapan kau melihatnya Juna?"Tanya Dara dengan antusias.dia terduduk tanpa mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Apa kalian pernah bertemu sebelum ini?"Dara bertanya dengan sedih.Air matanya hampir saja menetes.


"Hey..." Juna terduduk dan merasa panik dengan raut Istrinya yang sepertinya bersiap untuk menangis.

__ADS_1


Juna menggeleng dan Membawanya kedalam pelukannya."Aku tidak pernah bertemu dengannya selain hari ini sayang.Saat itu...saat itu aku hanya melihat sekilas bayangannya" Jelas Juna.


"Kapan?"


"Kemarin" Jawabnya Singkat.


Kemudian Dara menarik ingatannya.Kemarin?...Itu berarti penyebab Keanehan serta kemurungan Juna saat Itu karena Hal ini.Tapi..tapi kenapa Juna Dan Kelvin mengatakan itu hanyalah masalah pekerjaan.Atau jangan-jangan mereka berdua bersepakat Untuk mengelabuinya.


"Jadi karena Kanaya Kau Malah mengurung dirimu diruang kerja saat itu?"Tanya Dara lagi.


Ah,Juna Merasa telah memasuki perangkap yang sudah dipasangnya sendiri saat itu.Dan dengan ragu-ragu dia mulai mengangguk,menatap istrinya dengan bingung dan sulit dimengerti.


"Juna kenapa kau sangat jahat...Kenapa kau sangat tega Hiksss..hikss" Dara kembali menangis dan Memukulnya dengan kedua tangan kecilnya.


"Sayang berhentilah menangis."Juna Mencoba Untuk menangkap tubuh dara dan kembali mengungkungnya."Kau jahat hiks..." Dia menangis sejadi-jadinya dipelukan suaminya,persis dengan apa yang dilakukan Naya dengannya tadi siang.


"Kau jahat Juna...kau jahat hiks..hiks.." Dia memberontak keras Untuk terlepas dari kungkungannya,Tapi Percuma karena tenaga Juna jauh lebih Besar darinya.


"Lepaskan Aku Juna,lepas.."


"Dara berhentilah menangis.Apa yang kau tangiskan ha?,Aku disini sekarang.Aku masih berada di sisimu dan meninggalkan Masalaluku demi dirimu.Lalu kenapa kau masih menangis,Apa kau tidak lelah karena menangis sedari tadi" Bentak Juna dengan keras.Dia sangat kesal karena melihat istrinya yang tak henti-hentinya menangis sedaritadi.


"Apa yang kukatakan benar kan Juna.Kau rela tidak tidur dan membiarkanku sendirian dikamar hanya karena Pikiranmu itu terus dipenuhi oleh Kanaya.Dan....Itu berarti memang benarkan jika kau masih mencintainya?"


Juna sangat marah dan geram.Dia mendekat dan langsung menarik tengkuk istrinya untuk kembali menciumnya.

__ADS_1


Ciuman itu sangat lembut tapi berbeda dengan tadi,Bahkan Juna sama sekali tak melepasnya walau Dirinya sudah tak bisa bernafas Sedari tadi.


Dengan sekuat tenaga Dia mendorong suaminya,Dan berhasil.ciuman itu akhirnya terlepas."Aku sudah bilang jangan mengatakan yang tidak-tidak Dara,aku tidak suka" Ucapnya dengan nada yang sedikit meninggi.


Dia benci,sangat benci saat mendengar jika dara masih menganggapnya mencintai Juna menatap tajam kearah dara yang menunduk takut karenanya."Maaf" Gumamnya pelan.


Kata maafnya mampu membuat Juna sedikit melembut.Dia mendekat Dan kembali membawa istrinya kedalam pelukannya."Aku suka jika kau marah dan cemburu saat melihatku bersama dengan wanita lain sayang,Tapi tidak dengan seperti ini.Tidak dengan menangis dan terus menuduhku seolah Aku benar-benar mencintai nya" Jelas Juna.


Dara mengangguk dalam dekapannya.dia semakin mempererat pelukannya Dan terus menghirup aroma tubuh Juna yang sangat memanjakan Hidungnya."Aku hanya takut Juna..Takut Jika kau meninggalkanku secara tiba-tiba" Ucapnya dengan serak.


"Sttth"Juna menggeleng dan Tersenyum."Tidak ada yang akan meninggalkanmu.Dan aku juga Tidak mau menjadi pria yang kejam karena telah menyia-nyiakan Istri dan Calon anak Ku nantinya" Jawabnya Sambil mengusap Sisa air mata yang ada diwajah Istrinya.


Juna menunduk dan mendekatkan wajahnya keperut Istrinya."Malam sayang.....Apa kau Juga marah dengan Daddy?,Jika Iya,Tolong maafkan Daddy ya sayang.Maaf karena Daddy sangat Bodoh dan membiarkanmu dan mom menunggu sangat Lama Tadi.Dan Suatu saat nanti,Jika kau sudah besar,kau bisa membalas Daddy untuk kesalahan Daddy kali ini" Dara tersenyum menatap suaminya yang Sedang asik mengobrol dengan calon buah hati mereka.Tangannya terangkat untuk mengusap rambutnya dengan sayang.


"Tidur ya" Ucap Juna yang kembali menatap istrinya.Dia membantu Dara untuk kembali berbaring disamping nya dan memeluknya dengan hangat."good Night.Sweet dreams baby" Bisik Juna ditelinganya.


Dara Tersenyum dan Mengangguk."Aku mencintaimu Juna"Ucapnya dengan sungguh-sungguh.


"Aku bahkan lebih mencintaimu sayang" Ucap Juna ynag kembali Menghujani wajahnya dengan ciuman."Tidurlah" Dia Mengusal perut Istrinya dengan hangat Sambil memejamkan kedua matanya dengan rapat.


"Dan maaf karena aku tidak bisa menahannya sayang." Sambungnya tanpa membuka mata.


Dara Tersenyum dan membuka matanya,menatap Juna yang saat Ini masih setia dengan Kedua mata yang tertutup.


_____________

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2