Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Aku mencintaimu


__ADS_3

Setelah menyelesaikan seluruh pekerjaan kantor,Juna melajukan Mobilnya menuju kemansionnya,hati ini telah merindu,merindukan pemiliknya,.


Juna sengaja tidak menelfon Istrinya hari ini,Dia ingin melihat ekspresi Istrinya yang sedang marah kepadanya.Entah kenapa melihat Dara yang cemburu itu membuat Dirinya merasa orang paling berharga dihidup dara.


Pukul 7 malam,Juna baru sampai kedepan gerbang tinggi dimansion miliknya.dia buru buru keluar untuk menemui sang Ratu.


Saat sampai didepan pintu,Pintu itu sama sekali tidak terbuka,Biasanya saat Juna pulang,Dara selalu membukakan pintu untuknya.akhirnya Juna membukanya sendiri.


Dia melenggang masuk untuk mencari keberadaan istrinya itu,saat dirasanya dara tidak ada dibawah,Dia langsung berjalan menapaki tangga menuju kamarnya.


Ceklekkk.........


pintu terbuka lebar,Juna langsung masuk kedalam untuk bertemu dengan istrinya.


Dilihatnya Dara yang Tertidur dengan posisi memunggunginya,Juna menarik senyumnya,Dia tahu istrinya sedang marah saat ini,jadi dia melakukan drama pura pura tidur untuk menghindarinya.


Bukannya membujuk,Juna berjalan dengan santainya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa lengket.


Dara yang merasakan bahwa Juna berlalu begitu saja merasa tambah kesal,apakah Juna tak lagi menganggapnya sekarang,dan Secantik apa sekretarisnya itu sehingga membuat Juna berubah.


Tak terasa buliran kristal itu jatuh dari kedua matanya,Bantal putih bersih itu menjadi saksi bisu atas kesedihan yang menyeruak didalam dirinya sekarang.


..........


Sesudah menyelesaikan ritual mandinya,Juna menghampiri Dara untukenyusulnya kealam mimpi.


Juna tahu Istrinya itu tengah berpura-pura tidur.Dia langsung merebahkan tubuhnya disamping Dara,Tanpa aba aba Juna langsung membalik tubuh Dara dan langsung memeluknya dengan hangat.


"Aku tahu kau belum tidur" ucap Juna.Tapi Dara masih saja meneruskan aktingnya itu.


"Sayang" panggil Juna.Masih tetap sama.


Lama kelamaan Juna memasukkan tangannya kebaju dara,Sontak Dara langsung kaget dan menjauh dari tubuh Juna.


"Kenapa?" Tanya Juna.


"Diandra Adistha Leonidas"Sambungnya lagi.


"APA" jawab Dara ketus.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Juna lagi.dan dara hanya diam,Tidak menjawab juga tidak memandang wajah Juna.


"Terserah" ucap Juna yang langsung bangkit dari tidurnya dan berlalu keluar.


Saat Juna sudah sampai diambang pintu,Kalimat yang dilontarkan dara langsung menghentikan langkah kaki Juna.


"Apa aku sudah tergantikan" ucap Dara dengan suara tercekat.Air matanya kembali menetes,Hatinya hancur jika Juna benar benar menggantikannya dengan wanita lain.


Juna langsung membalik tubuhnya,saat dara mengatakan hal itu padanya,Dia terkejut melihat mata sembab dan juga air mata yang mengalir deras dipipi Istrinya.


Dengan langkah cepat Juna menyusul sang istri yang kini tengah duduk disisi ranjang,Dia langsung membekap istrinya dalam dekapannya,mencoba menenangkan istrinya.


"Kau jahat Juna,kau jahat hiks..hiks..." ucap dara mencoba melepaskan diri dari dekapan Juna.namun tenaganya kalah kuat dibandingkan dengan tenaga Juna.


"Suttttttttt,Diamlah jangan menangis lagi,aku tidak akan menggantikan mu" jelas Juna sambil membelai lembut rambut istrinya.


"Kau bohong,Tadi kau tidak memanggilku sayang karena kau menjaga hatinya kan,kau takut bila dia mengetahui kau sudah menikah,jadi kau mencoba asing padaku,Kau jahat Juna hiksss" ucapnya dalam isaknya.


"Tidak ada yang menjaga hatinya sayang"jelasnya lagi.


"Kau bohong,Buktinya kau tidak menelfon ku tadi" sambungnya lagi.Dia masih saja menangis, menumpahkan air matanya didada bidang milik suaminya itu.


"Lihat aku" pinta Juna.Dara langsung melihat wajah Juna saat itu juga.


"Aku mencintaimu"ucap Juna dengan keseriusan,Dara menatap mata milik suaminya itu dengan dalam mencoba untuk mencari kebohongan dari ucapannya tadi,namun nihil dia hanya melihat cinta Dimata Juna.


"Lalu kenapa kau berubah" ucap Dara dengan suara seraknya.


"Siapa yang berubah,aku kan sudah pernah bilang padamu,Bahwa aku tidak ingin ada yang mengetahui pernikahan kita kecuali orang terdekat saja." jelas Juna.


Dara hanya dapat terdiam mendengar ucapan Suaminya itu,Benar juga,mereka menyembunyikan pernikahan mereka dari publik.Dan kenapa Dara marah kepada Juna karena hal ini.


"Maafkan aku" ucapnya yang masih senggugukan,Dia mencoba menetralkan emosinya untuk meredakan tangisannya.


"Aku yang minta maaf,Aku yang salah karena tidak menelfonmu dan menjelaskan semuanya" ucap Juna yang langsung mengelap Air mata Juna.


Dara selalu seperti ini,Jika ada masalah maka dia akan meluapkannya dengan tangisan,Hingga Juna kewalahan menghadapi nya.


"Tidurlah,Ini sudah malam" ucapnya yang langsung membawa Dara kedalam pelukannya.Dara langsung memeluk nya dengan erat,Ada rasa takut didalam dirinya jika benar Juna membagi hatinya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu" ucap Dara Dengan suara khasnya yang baru menangis.


"Buktikan Cintamu dengan kelakuanmu sayang,Terkadang ucapan yang kita dengar dapat mengkhianati kita lebih dari apapun" jelas Juna sambil mencium pucuk kepala Istrinya.


"Ucapanku bukan hanya angin berlalu yang kuucapkan tanpa niat ataupun tanpa kejujuran,Aku tidak munafik dalam hal mencintaimu,Karena dirimulah laki laki pertama yang membuatku mengenal cinta" Jelas dara sambil menatap manik coklat milik suaminya.


"Aku percaya bahwa cintamu tulus untukku,Tapi perlu kita ketahui bahwa sucinya warna putih bisa menjadi kotor bila kita tidak bisa merawatnya.kau tahu apa maksud ucapanku kan" tanya Juna kepada istrinya.


"Hu'um,Aku tidak akan mengkhianatimu" ucap Dara yang langsung membenamkan wajahnya di dada bidang Suaminya.


"Tidurlah" ucapnya lagi.Tak lama mereka berdua pun terlalap dari tidurnya.menikmati hangatnya pelukan masing masing,Mengumpulkan semua cinta yang mereka miliki agar bangunan yang mereka susun tidak mudah runtuh.


............


"Selamat malam tuan muda"Ucap Akbar yang baru saja memasuki ruangan Varo.


"Seluruh tugas yang anda berikan telah saya selesaikan dengan baik,Dan satu lagi, Sepertinya setelah hari itu,Tuan muda Arjuna tidak lagi mengecek identitas tuan" jelasnya sambil menatap Varo yang sedang menatapnya.


"Kau tunggu saja nanti, Jika permainan itu telah dimulai,maka kau akan mengerti semua arti dari apa yang kulakukan selama ini" ucap Varo sambil memutar kursi kebesarannya itu.


"Kalau begitu saya permisi tuan" ucap Akbar sambil membungkukkan tubuhnya dengan hormat.Setelah mendapatkan persetujuan dari Varo Akbar langsung berlalu keluar dari ruangan itu..


"Berlian yang kau tanam,akan musnah ditelan bumi saat kau mengetahui segalanya,dan bila saat itu terjadi,maka jangan pernah menyesal karena telah menanam berlian berhargamu didalam tanah yang dipenuhi dengan kotoran" batin Varo dalam hati diiringi dengan senyum menyeringai yang sulit untuk diartikan.


.


.


.


BERSAMBUNG


Happy reading all πŸ€—πŸ€—


Jangan lupa like πŸ‘, komen dan vote seikhlasnya πŸ™πŸ™ ya kesayangan πŸ₯°πŸ˜πŸ₯°πŸ™πŸ™πŸ€—...plush klik Vaforit ❀️.


*Follow Ig Author ya teman teman.


@Indahnovita487Nvt.

__ADS_1


Love you all πŸ€—πŸ€—πŸ€—*


__ADS_2