Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 84_ Sakit 2


__ADS_3

_Keesokan paginya,Juna terbangun dari tidurnya dan mendapati istrinya Yang masih terlalap disampingnya.Pandangannya masih sedikit kabur,Karena Dirinya belum sepenuhnya sembuh.


Tangannya terangkat Untuk Memegang Sapu tangan yang sudah hampir mengering karena Semalaman berada Dikepalanya.Dengan hati-hati,Juna bangkit dari tidurnya Agar tidak membangunkan istrinya.


Kemudian Dia menyadari Bahwa pakaian yang kini dikenakannya berbeda dengan Pakaian yang dikenakannya tadi malam.Senyum indah terukir jelas dibibirnya.Pandangannya lalu beralih untuk menatap Wajah Dara yang kini masih asik dalam dunia mimpinya.


' Terimakasih atas perhatianmu... '


Juna menatap sendu kearah Wajah Dara yang sepertinya sangat kelelahan itu.Tangan Hangatnya Membela rambutnya Dengan lembut Dan memberikan kecupan Hangat disana sebelum Dia beranjak turun.


Dengan lemas kaki itu menuruni satu persatu anak tangga yang ada dimansionnya.Hingga Beberapa detik kemudian kini Juna telah sampai didapur dan langsung meneguk segelas air putih untuk memuaskan Dahaganya.


setelah itu,Juna langsung kembali keatas menuju kamarnya.Walau Keadaannya sedang tidak Vit,Dia harus tetap kekantor bukan?.....


......


Suara gemericik air Yang berasal dari kamar mandi,Mampu membuat Tidur dara terusik.perlahan mata itu mulai terbuka dengan sempurna sambil menyesuaikan Cahaya dikamarnya.


Pandangannya beralih kesampingnya yang sudah kosong.Itu berarti Juna sudah bangun!.Dengan berat Dara langsung bangkit dan berjalan kearah kamar mandi.


"Sayang,Kau didalam.....?"Kini Dara Bertanya dengan nada yang sedikit tinggi,Karena suara shower yang mungkin dapat menghambat pendengaran Juna.


"Iya" Jawab Juna singkat.


Kini Dara hanya diam mematung sambil menunggu suaminya selesai mandi.


Ceklek....


Pintu itu terbuka,yang menampakkan seorang pria tampan dengan wajah Yang masih pucat.


"Ngapain?"Tanya Juna,Namun Dara tidak menggubrisnya samasekali.Tangan mungilnya terangkat Untuk Menyentuh kening suaminya untuk mengecek suhu tubuhnya.


"Masih pusing?"Tanya Dara perhatian.


"Sedikit...."Juna menjawab sambil berjalan kearah walk in closet Yang diikuti Dara dibelakangnya.


Melihat Juna yang mengambil pakaian Formalnya, Membuat Dara langsung berkacak pinggang sambil mengomeli suaminya.


"Sayang,Dalam keadaan sakit seperti inipun kau masih memikirkan pekerjaan.Kumohon jangan keras kepala dan pikirkan kesehatanmu.Apa kau ingin mati muda,Dan meninggalkanku dan anakmu.Akk....." Ujapannya terhenti saat Juna meletakkan Jari telunjuknya tepat dibibirnya.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja,Kau sangat cerewet" Kini Juna sedikit tertawa kecil sambil terus mengancingkan satu persatu kancing kemejanya.


"Saat ini pekerjaan kantor sangat banyak,Jika aku tidak masuk hari ini.maka pekerjaanku semakin menumpuk bukan?"Juna bertutur dengan lembut Agar membuat istrinya mengerti.


"Juna jika kau tetap bersikeras untuk pergi.Aku juga akan pergi" Tidak tahu lagi dengan cara apa dan bagaimana untuk membuat Juna mengerti bahwa Dia sangat takut Juna kenapa-napa.Dengan cepat dia langsung pergi meninggalkan Juna yang menatapnya dengan pandangan tak terbaca.


15 menit kemudian,Juna Datang menghampiri istrinya yang kini sedang duduk Sofa kamarnya.Kini pakaian yang ia kenakan hanyalah kaos putih oblong serta celana Training Hitam yang menurutnya senada dengan Bajunya.


"Sayang..."Panggilnya sambil mendudukkan dirinya disamping istrinya.Namun Dara hanya bersikap acuh seolah tidak memperdulikan kedatangan Juna saat ini.


"Iya, Aku tidak pergi kekantor..." Kini Juna berucap sambil membawa istrinya kedalam pelukannya.


"Aku melarangmu bukan untuk mengatur hidupmu.Hanya saja aku ingin kau memikirkan kesehatanmu.aku takut kau kenapa-napa" Dara berucap dengan rendah sambil membalas pelukan Juna dengan erat.


Dara dapat merasakan Suhu tubuh Juna yang masih panas namun tidak sepanas tadi malam."Kita kedokter ya.."Dia sedikit mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Juna.


"Aku baik-baik saja,Jangan khawatir" Ucap Juna Sambil membalas tatapan Istrinya.


Dara melepaskan pelukan mereka dan langsung bangkit dari duduknya.


"Mau kemana?"Tanya Juna.


"Ayo kebawah,Aku akan membuatkan bubur dan soup untukmu" Dara meraih tangan suaminya dan berjalan kebawah untuk memasak.


Lama dia berkutat dengan alat masaknya,Kini masakannya telah siap untuk dihidangkan.Menu Soup Buntut dan semangkuk bubur untuk suaminya.


Setelah selesai menyusun makanan itu diatas meja,Dia langsung duduk disamping Juna yng berniat untuk menyuapkan bubur itu Kemulut Juna.


"Aaaaaaa"Pintanya.Dengan senang hati Juna langsung membuka mulutnya dan mengunyah bubur itu secara perlahan.


Saat suapan Kelima,Juna menutup mulutnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa,Ini belum habis Lo" Dara mencoba membujuk suaminya untuk menghabiskan buburnya.Tapi tetap sama,Juna sangat enggan untuk membuka mulutnya.


Akhirnya Dara pasrah dan meletakkan mangkuk itu didepannya.Tangannya beralih kearah segelas air putih dan langsung menyuapkannya Kemulut Juna.


"Makasih" Juna berucap dengan lembut sbil mengelus pipi Dara.


"Kamu juga harus makan."Kini Juna yang mulai menyiapkan Makanan untuk istrinya.Namun Dara langsung mencegahnya.

__ADS_1


"Aku bisa sendiri..." Ucapnya sambil menyendok kan secentong nasi kedalam piringnya.


_Setelah Selesai Sarapan.Kini Juna dan Dara sedang berduduk santai diruang tamu sambil menonton televisi.Keduanya sama-sama memfokuskan diri untuk melihat Pasar saham yang dipilih Juna.


Namun Dara langsung teringat akan keperluan rumah yang sudah habis.Dan hari ini waktunya untuk berbelanja.


"Sayang..."Panggil Dara.Juna langsung membawa pandangannya kearah istrinya dan menunggu perkataan Istrinya.


"Kamu dirumah sendiri nggak papa kan?"Dahi Juna langsung berkerut saat mendengar pertanyaan Istrinya.


"Emang kamu mau kemana?"Tanyanya balik.


"Supermarket,Keperluan bulanan kita sudah menipis.Jadi aku harus belanja hari ini" Jelas Dara yang diangguki oleh Juna.


"Susumu juga sudah mau habis" Usul Juna.Juna selalu tahu apasaja keperluan untuk Dara.


"Aku juga akan membelinya nanti" Dara sedikit berat saat membicarakan tentang susu.


"Ayo" Ucap Juna yang langsung bangkit dari duduknya.Dara langsung mendongak untuk menatap suaminya.


"Kamu mau kemana?"Tanya Dara.


"Nemenin kamulah"Jawab Juna enteng.


Dara langsung menarik tangan suaminya untuk duduk kembali disampingnya.


"Kamu dirumah aja,Aku bisa sendiri kok.Lagi pula Kamu masih sakit kan?.Jadi jangan kemana-mana okei.." jelas Dara sambil mengusap puluh yang memenuhi wajah Juna.


"Tap...."Dara langsung membekap mulut Juna sambil menggeleng pelan.


"Tidak ada tapi - tapian okeiii" kini Juna mulai pasrah dengan kemaun istrinya.Memang benar sih bahwa saat ini kepalanya masih terasa pusing.Tapi dia takut membiarkan Dara pergi sendirian.


",Aku bersiap dulu ya..." Dara berkata sambil bangkit Dari Duduknya dan berjalan keatas menuju kamarnya.Ditemani oleh tatapan Juna yang kini menatap kepergiannya dengan pandangan Tidak rela ataupun semacamnya....


__________ __


***Bersambung...


Happy reading all 🤗🤗❤️🤭

__ADS_1


"Salam Cinta dari Author ❤️🤗❤️"


"Saranghaeo🌹***"


__ADS_2