
_Dengan tergesa-gesa,Juna menaiki tangga itu,Saat Langkah kakinya Telah sampai Ditangga terakhir,Dia melihat Pintu kamarnya Sedikit Terbuka Yang menampakkan Sosok Dara tengah tersenyum penuh kemenangan kearahnya,"Bye Daddy"Ucapnya sambil melambaikan tangannya.Sebelum Juna sampai didepan pintu,Dara langsung Menutup pintunya untuk menghalangi Juna.
,Sesampainya didepan Kamarnya,Juna langsung memutar Handle pintu itu.tapi Pintunya tidak bisa dibuka,Karena dara Telah menguncinya.Juna langsung terkulai lemas,Apakah malam ini dia memang harus tidur diluar?...
"Sayang,Buka pintunya"Pinta Juna dengan nada yang sedikit tinggi.Namun tidak ada jawaban Dari istrinya,
"Sayang apa kau tega Membiarkan suamimu tidur diluar malam ini?Bagaimana Bila ada nyamuk yang menggigitku?Lalu bagaimana Jika Ada hantu Yang menculik ku?Ahhhh,Sayang buka pintunya,Kasihan baby kita bila Dia kehilangan Daddy-nya saat usianya masih seumur jagung!"Cecernya sambil menggedor-gedor pintu kamarnya!
Sedangkan Didalam Kamar itu,Dara Hanya bisa menahan tawanya untuk Tidak mengeluarkan suara sedikitpun.Dia Langsung membayangkan bagaimana Ekspresi Juna saat ini,Pasti sangat lucu batinnya.
"Sayang"Panggil Juna lagi,Tah henti hentinya tangan Itu menggedor-gedor pintu kamarnya,
",Good Night, Sweet Dreams"Teriak dara dari dalam.Dan Dia langsung Bobok santai diranjangnya sambil membentangkan kedua tangannya.
"Bukain Gak ya..."Batin Dara dalam Hati...Tapi taklama kemudian Dia dikejutkan Oleh suara handle pintu yang Memutar,sontak dia langsung duduk untuk melihatnya.
Ceklekkk.....
Pintu terbuka lebar,Yang menampakkan Seorang pria tampan yang sedang berdiri Dibibir Pintu sambil memutar Kunci yang ada Di jari telunjuknya.
"Ka..kau...Ke..ke..kenapa bisa masuk?"Tanya Dara gelagapan sambil menunjuk kearah Juna,Tanpa menjabab pertanyaan istrinya.Juna langsung membawa langkahnya menuju ranjangnya Sambil Tersenyum menyeringai .Senyum itu?senyum yang tidak pernah dilihatnya selama ini,Ah Sepertinya dara ingin pingsan saat itu juga.
"Sepertinya Kau tidak Cukup dengan hukuman kecil,Maka kau membuat ulah dan meminta hukuman yang lebih besar.Jelaskan kepadaku,Hukuman apa yang kau mau hmmm"Ujar Juna dengan melemparkan tatapan memangsa miliknya,Jika Dibandingkan,Juna tidak jauh beda dengan Harimau Yang siap menerkam Mangsanya saat ini juga.
"Aku...Aku hanya bercanda tadi"Jeasnya dengan keringat yang membasahi Wajahnya"Daddy maafkan aku"Sambungnya lagi sambil menyatukan kedua telapak tangannya.
"Aku tidak akan memaafkanmu,sebelum Kau melakukan hukumanmu,Katakan Hukuman apa yang cocok untukmu?"Jelasnya lagi,Kini kedua tangannya Sudah merayap diBibir ranjangnya.Sedangkan Dara semakin mudur kebelakang hingga Dia berhenti saat terhalang Pembatas ranjangnya."Sayang,Kau sangat tampan malam ini"Rayunya sangat manis.Namun Juna tidak menggubrisnya sama sekali.
"JUNA...Berhenti disitu"Teriak Dara sambil menunjuk kearah Juna,Bukannya malah Berhenti,Juna malah semakin mendekat..Melihat itu Dara langsung menutup matanya sambil menggigit bibir bawahnya...Dan!!!!!!!!
Pletak.....
__ADS_1
"Auuuuuuu"pekik dara sambil memegangi Jidatnya akibat Sentilan Dari Juna,
"Itu hukumanmu"Juna langsung Mendekap istrinya sambil menyandarkan punggungnya dipembatas ranjang mereka.Tapi Dara masih diam,Dia masih setia menutup Wajahnya Karena ingin menghindari Juna.
"Sayang apa hukumnya kurang,Sehingga kau menutup wajahmu untuk membuatku lebih leluasa melakukannya"Kali ini Juna berucap sedikit menggoda,Dara sedikit bergidik ngeri mendengarnya.Perlahan Dara mulai menurunkan kedua tangannya,Menampakkan Wajahnya Imutnya sambil menceritakan bibirnya.
"Kurang?"Tanya Juna lagi, Dengan cepat Dara langsung menggeleng Dan kembali menutup wajahnya."Kenapa Kau bisa masuk?"Tanya Dara, Suaranya menjadi bebrbeda karena terhalangi oleh kedua tangannya yang berada diwajahnya.
"Apa seperti itu Caranya bertanya kepada suamimu?"Tanya Juna sambil menarik tangan dara dari wajahnya.Dara langsung menenggelamkan wajahnya Kedada Juna karena menahan malu akibat ulahnya sendiri.
"Sayang,apa kau lupa bahwa aku pemilik rumah ini,Pastinya aku memiliki Kunci pengganti setiap ruangan yang ada di rumah ini kan"Ujar Juna sambil tersenyum penuh kemenangan."Kau curang"Pekik Dara sambil mencubit perut Juna.
"Masih Kurang?"Goda Juna lagi,
"JUNA..."teriak Dara menggema di ruangan itu.Juna hanya mengulum senyumnya sambil mengacak-acak, rambut istrinya.
"Tidurlah,Ini sudah malam"Ujar Juna sambil Membaringkan tubuhnya,Dara langsung Menenggelamkan Wajahnya di ketiak Juna.Sedetik kemudian,Juna langsung ingat bahwa Laptop dan berkas-berkasnya masih berserakan Dibawah.Dia langsung bangkit yang membuat Dara yang sudah ingin terpejam kembali bangun.
"Mau kemana?"Tanya dara saat melihat Juna hendak Turun dari ranjangnya.
.....@....
Sedangkan Disebrang sana,Pria tampan itu sudah kalang kabut Menunggu Balasan Dari gadisnya,Sudah hampir Satu jam Dia memegang ponselnya,Namun tidak ada balasan sedikitpun.
"Apa dia tertidur"Gumamnya...
"Yah,Mungkin dia Ketiduran"Sambungnya lagi,Dia langsung meletakkan ponsel itu kembali,Dan melangkahkan kakinya menuju ranjang.Tapi Baru beberapa langkah kaki itu menapak,Dering ponselnya membuatnya Bergegas untuk meraih ponselnya kembali..
Dan...Zonnnkkkkkk....
Ternyata bukan pesan Dari Dara,Melainkan pesan Dari Akbar yang hanyaenanyakan apakah dia sudah tidur atau belum.'Sial,Aku kira Dara yang membalas pesanku,Ternyata Si cecunguk ini'Batinnya dalam Hati sambil mematikan ponsel itu tanpa Berniat membalas pesan Dari Akbar sama sekali.
__ADS_1
Dia sedikit menghentakkan kakinya menuju ranjangnya, ..!!!
"Kesel..Kesel..kesel.."umpatnya sambil Menggulingkan tubuhnya Diranjang miliknya hingga beberapa kali.kemudian dia berfikir 'mungkin Dara masih terlalu canggung dengannya,sehingga dia tidak terlalu Memperdulikannya'
'Sepertinya kau ingin Pendekatan kita lebih menarik lagi,Akan kubuat Kau Tidak akan bisa berpaling dariku gadis,Aku tidak akan menyerah hanya Karena kau tidak membalas pesanku'
Batinnya dalam hati.
.........
_Juna langsung masuk Kedalam kamarnya setelah selesai membereskan laptop serta berkas-berkas miliknya,Saat Juna telah sampai dikamar,Dilihatnya Dara masih setia menunggunya tanpa memejamkan matanya.
"Kenapa belum tidur?"Juna langsung menyusulnya untuk masuk kedalam selimut,"Ngapain kebawah?"Tanya dara setelah Kembali Berada diatas lengan Juna.
"Saat kau meninggalkanku tadi,Aku langsung bergegas menyusulmu tanpa membereskan Laptop dan Juga Beberapa berkas itu,Jadi aku kebawah untuk Membereskannya"Jelas Juna,Sedangkan Dara hanya Berohriah saja menanggapinya dan langsung kembali memejamkan matanya.
"Selamat tidur Juna"Gumamnya rendah yang masih Terdengar oleh Juna,Juna langsung menarik bibirnya membentuk senyuman,"Selamat Tidur Juga Nyonya Juna" balasnya Dan langsung mengusap Rambutnya Hingga Dara tertidur pulas.Mendengar Dengkuran halus Dari istrinya,Juna langsung memejamkan Matanya untuk menyusul istrinya kealam Mimpi Dan merajutnya bersama.
.
.
.
.
*BERSAMBUNG
happy reading all š¤ā¤ļø.
Jangan lupa beri yang manis manis ya cinta ā¤ļø.
__ADS_1
Cuma likeš,KomenšÆ,Votteš,Plus Vavoritā¤ļøjuga hehehehe......
Salam Cinta Dari Authorā¤ļø*