Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 79_Ingin Egois


__ADS_3

_Mayanya menatap Nanar kearah langit-langit Ruangan itu,Air matanya tidak berhenti mengalir.Ingatannya Langsung berputar saat Juna Melamarnya, Saat Juna mengikrarkan janji suci dengannya.Baru semalam dia membisikkan Cinta itu,Tapi inikah bentuk dari cinta itu?


Hingga beberapa menit Dara masih tenggelam dalam kesedihannya,Namun Air mata itu sudah mulai berhenti.Kini Dia hanya merenungi bagaimana nasib pernikahannya kedepannya.


Memikirkan waktu yang terus berjalan,Membuatnya harus tetap kuat dan tegar.Bukan demi dirinya tapi demi anaknya.Apapun Takdirnya,Apapun Nasibnya tadi,saat ini Dia hanya ingin egois.Dia ingin memiliki Juna seutuhnya demi cintanya juga demi anaknya.


Hanya Juna dan kebahagianlah yang diinginkannya,tidak ada yang lain lagi....


Flashback off


Air matanya menetes dikala mengingat itu.


Juna yng merasakan Setetes air membasahi kemejanya langsung refleks melepaskan pelukannya dan menatap Wajah istrinya.


Wajah Yang memerah,dengan genangan air yang memenuhi pelupuk matanya.


"Hey...Ada apa,Kenapa kau menangis hmmm" Tangannya langsung menghapus air mata itu,Dia benci melihat Istrinya menangis.


"Juna..Aku takut"Isaknya yang kembali menghambur kedalam pelukan Juna.


"Ada yang melukaimu?"Tanya Juna panik.


"Aku takut kehilanganmu,Aku takut berpisah denganmu,Aku takut kau pergi dariku" Air matanya langsung mengalir dengan Deras.Juna cukup bungkam mendengar perkataan istrinya.Hatinya dibanjiri kebahagiaan Dikala istrinya sangat takut kehilangannya.


"Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu,Lagi pula Perkataan apa itu?Jangan katakan itu lagi,aku tidak suka" Imbuh Juna sambil mendekap istrinya.


Hiks....hiks......


"Sayang..."Panggil Juna yang mendengar isakan Dara semakin bertambah kuat.


"Udah Dong...aku disini sekarang..Aku tidak akan pergi kemanapun"Juna berkata dengan lembut untuk membujuk istrinya agar segera berhenti menangis.


Dara membawa Pandangannya kearah Juna,Menatapnya dengan hati yang tersayat,Menatapnya dengan Hati yang bercamuk,Menatapnya dengan segala kegelisahan juga ketakutan.Rasanya sekarang dia ingin berteriak ' Tolong lupakan Dia ' namun mulutnya seakan enggan untuk mengatakan itu.


"Kenapa kau sangat cengeng?"dengan perhatian Juna Mengusap Sisa air mata yang masih memenuhi pipi Dara,Isakan itu masih ada karena Dara terlalu laenangis.


.....@.....


_Juna masuk Kekamarnya dengan segelas susu ditangannya dan langsung memberikannya kepada Istrinya.pelan Dara mulai meneguk susu itu hingga habis tak tersisa.


Juna mengulum senyumnya menatap wajah istrinya yang sembab karena terlalu lama menangis.Kemudian dia duduk Ditepi ranjang sambil menatapi Dara yang kini tengah duduk di sofa kamar mereka.


"Sini"Pintanya.


Dara langsung Bangkit dan mendudukkan dirinya di pangkuan Juna.



"Jangan nangis lagi okei.."Ucap Juna sambil mengusap Lembut rambut istrinya.Dara mengangguk dengan pasti sambil memandangi wajah Juna.


"Kenapa kau bisa berfikir Kalau aku akan meninggalkanmu?"Tanya Juna lembut,


' Karena kau masih mencintainya '. Ingin rasanya dia menjawab dengan Kata itu,

__ADS_1


"Aku hanya bermimpi tadi"Jawabnya serak.Juna langsung mengangguk paham sambil membawa tangannya untuk menyentuh jagoannya.


" Malam,Jagoannya Daddy" Sapanya dengan calon babynya."Tadi nakal nggak?"Sambungnya lagi. Dara langsung menggeleng dan kembali memeluk Juna.


"Kau mengantuk?" tanya Juna perhatian,Dara mengangguk dan langsung turun Dari pangkuan suaminya dan berbaring disisi Juna.


"Tidurlah"Juna memberikan kecupan singkat Dikening istrinya sebelum merajut mimpi dengan bersama.



___________


Tok..tok..tok....


Ketukan pintu membuyarkan Kefokusan Varo terhadap laptopnya.


"Masuk"Ucapnya datar yang tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun.


"Selamat malam tuan"Sapa akbar Sambil membungkuk hormat,Varo lamgsung mengangguk sebagai tanggapan.


"Ini sudah mulai larut malam tuan,Apa anda tidak berniat untuk pulang?"Tanya Akbar dengan Keberanian yang meningkat pesat.


"Nanti"Jawab Varo yang masih berkutat dengan laptopnya.


"Pulanglah dulu,Aku bisa pulang sendiri"Sambungnya sambil menatap Akbar sebentar dan kembali menatap laptop miliknya.


"Baik tuan,Selamat malam"Akbar membungkuk hormat sebelum dia keluar dari ruangan itu dan berlalu pergi.


Varo memejamkan matanya.Senyum itu,Tawa itu selalu mengitari pikirannya.Senyum indah yang selalu menghiasi wajahnya yang membuat jantung Varo berdebar dengan kencang.


Inikah cinta itu?.


Kemudian dia kembali membuka matanya,menatap luasnya ruangan itu sambil berfikir 'Kemana gadisnya pergi? '


Pelan,Tangannya meraih ponselnya untuk mengecek apakan Dara sedang online atau tidak.Saat Varo membuka ponselnya,Dia melihat Waktu dara online terakhir Kali adalah Tadi sore.


Dengan kecewa Dia langsung meletakkan ponsel itu lagi.Dia mendesah kesal sambil membuka Dasinya." Apa dia melupakanku lagi" Gumamnya sambil tertawa kecil.


' Gadis itu memang pandai membuatku menunggu ' Batinnya sambil kembali memejamkan matanya.


...


Pukul 00:13,Varo baru selesai mengerjakan seluruh pekerjaannya.Dengan gontai dia langsung berjalan menuju mobilnya meninggalkan perusahaan yang sudah kosong sedari tadi.


Diperjalanan pulang,Varo sedikit membuka Kaca mobilnya,Membiarkan angin malam Membelai raganya,membiarkan Angin malam menghancurkan bentuk rambutnya...


Pandangannya menyapu jalanan yang sedikit sepi karena Jam sudah menunjukkan pukul dini hari.


Sesekali matanya melirik kearah samping,Melihat Lampu Yang menghiasi jalanan,Kadang senyumnya menyungging saat melihat Lampu itu berkelip dengan indah.Dia ingat,,Dara Dulu sangat suka dengan lampu hias itu,Dan Varo dulu sempat memberinya lampu hias itu untuk menemaninya tidur.


Dan kini,Gadis kecilnya telah tumbuh menjadi gadis ceria dan cantik.Rasanya Varo tidak percaya dengan takdir yang dulu sempat memisahkan mereka dan kini malah kembali mempertemukan keduanya.


Tenggelam dalam lamunannya,Hingga tak sadar mobilnya kini telah melenggang Masuk kehalaman mansionnya.Varo langsung keluar dari mobilnya dan membawa langkahnya untuk memasuki mansionnya.

__ADS_1


________


Keesokan paginya,Juna dan Dara sarapan dengan hening,Hanya suara Paduan sendoklah yang terdengar.Sesekali Dara melirik kearah suaminya,menikmati pemandangan indah dipagi hari yang menjadi awalan harinya.


' Juna kau milikku ' Batinnya dalam hati,Dan kembali Menyantap makanannya.


"Sayang"Panggil Dara,Juna langsung menoleh kearahnya.


"Aku pengen main ke KF " ucapnya rendah,Matanya memancarkan keindahan saat mengatakan itu,Dengan senyum yang menghiasi wajahnya Juna mengangguk sambil membawa Dara kedalam dekapannya.


" Hanya ke KF ya"Juna memberinya Saran untuk tidak kelayapan kemana-mana.


"Janji"Ucap Dara sambil menyerahkan kelingkingnya.


"Bila kau melanggar,Aku akan menghukummu"Juna Langsung menggapai kelingking mungil itu untuk menyatukan Janji mereka.


"Yasudah,aku pergi ya"Ucap Dara gembira sambil mengecup pipi suaminya dan langsung berlari meninggalkan Juna yang bersemu merah.


' Dasar penggoda ' batinnya sambil tertawa kecil.


Selang beberapa menit ponsel Juna berbunyi, Dan Dia langsung membukanya.


📥 My life❤️


aku sudah jalan,Hati - hati bila pergi kekantor dan jangan Lupa makan siang😘


Juna tersenyum sambil membaca pesan itu,Tangannya terangkat untuk Mengetik balasan untuk Istrinya.


Ting....


Dara langsung membuka ponselnya,Dia tahu,Pesan ini pasti balasn Dari Juna.


***📥 Bee❤️


Hati-hati,Terimakasih Atas perhatianmu nyonya....


Mencintaimu😘😘***


Setelah membaca pesan itu,Dara hanya bisa tersenyum hambar sambil meletakkan ponselnya kembali.


Kata Cinta itu membuatnya kembali Mengingat Foto dan surat itu,Surat yang ditulis Juna untuk Kanaya.


Dengan Pasti air mata itu langsung menetes,Dara langsung bergegas Menghapusnya karena tidak ingin terlalu tenggelam Dalam kesedihan.


_________ _


***Bersambung.


happy reading all 🤗❤️🤭


Salam cinta Dari Author 😘🥰..


"Saranghaeo ❤️***"

__ADS_1


__ADS_2