
"Maafkan aku Naya" Juna melepaskan Pelukannya dan mundur kebelakang."Maafkan aku....Maafkan aku karena Hatiku telah memilih wanita Lain.Maafkan aku karena Tak sabar untuk menunggumu sehingga saat Ini aku benar-benar mencintainya.Maafkan aku Kanaya"
Cetar.....
Bagaikan petir disiang bolong.Naya terdiam Memaku karena ucapan Juna saat Ini.Kemudian ingatannya berhenti dititik Dimana Varo mengatakan Hal yang sangat Aneh baginya saat itu.
' ( Kau menjaga cintamu untuk Juna.apa menurutmu Juna juga menjaga cintanya untukmu ) '
Dia menggeleng dan tersenyum.inilah alasan kenapa Varo mengatakan Hal ini saat itu.
Sedangkan Juna,Pikirannya Mulai Terkendali saat Mengucapkan kata wanita Yang dicintainya.
"Dara......"Gumamnya dengan pelan.kemudian dia ingat tentang janjinya dengan istrinya." Oh tidak....." Dia langsung pergi meninggalkan Kanaya yang masih setia dengan lamunannya.
"Junnaaaaaa!" Teriak Kanaya dengan berderai air mata."Ini tidak mungkin,Juna tidak mungkin bisa hidup bersama Wanita lain.."Dia menggeleng dan terduduk lemas dilantai.
Dengan nanar matanya menyaksikan Mobil Juna yang pergi dengan sangat cepat dari pandangannya.
Disepanjang perjalanan,Juna Langsung menancap gas menuju restoran dimana Istrinya berada.Untunglah jarak antara Lost garden dan restoran ini tak terlalu jauh.jadi tak butuh waktu lama bagi Juna untuk sampai kesana.
Dengan tergesa-gesa dia berlari untuk masuk kedalam.Matanya memutar untuk mencari keberadaan istrinya.Tapi nihil,tak ada satupun meja yang menunjukkan keberadaan Istrinya disana."Permisi,ada yang bisa saya bantu tuan?"Tanya pelayan itu dengan ramah.
"Apa kau melihat seorang wanita hamil yang datang kesini tadi?"Tanya Juna langsung keintinya.
Pelayan itu diam dan menunjukkan raut yang berfikir keras."Ohh,Nona yang tadi ya tuan.memang tadi Nona Itu sempat Datang kemari tapi sekarang dia sudah pergi"
Juna tercengang tak percaya."sejak kapan dia pergi?"Tanya Juna lagi.
"Satu jam yang lalu tuan"jawabnya."Tadinya Nona itu sempat Menunggu suaminya,Tapi setelah lebih dari dua jam Suaminya tak kunjung datang.jadi nona nona itu lebih memilih pergi tuan." Jelasnya yang semakin membuat hati Juna sanga gusar.
"Arrgghhhhhh" Dia meremas rambutnya dengan kasar."Baiklah Terimakasih" Ujarnya yang langsung berlari untuk kembali kemobil.
Kemudian Juna ingat dengan ponselnya.Dia merogoh ponselnya yang berada disaku jasnya dan kembali menghidupkannya.Saat ponsel itu kembali hidup,Ada sebelas Pesan dari istrinya dan juga tiga panggilan tak terjawab darinya.Juna membuka seluruh pesan yang dikirim istrinya,Dan matanya berhenti dititik pesan terakhir yang tadi sempat dikirim istrinya sebelum kepulangannya.
" Jika kau sibuk aku bisa makan siang sendiri Juna.Jangan khawatir" Air matanya menetes dengan pelan.
__ADS_1
Sibuk?,.Juna menggeleng dalam tangisnya.Dia tidak sibuk dalam bidang pekerjaan,Dia hanya bodoh karena terlalu mengejar masalalunya dan mengabaikan istrinya yang sudah menunggunya sangat lama.
Kemudian Juna kembali melajukan mobilnya.tujuannya kali ini adalah rumah,Karena GPS itu mengatakan bahwa dara sedang berada dirumah sekarang.
50 menit kemudian,mobilnya mulai terparkir dengan pelan di garasinya.
Dengan tergesa-gesa,Juna berlari untuk masuk kedalam."Sayang....!"Panggilnya dengan kuat.Dia langsung berlari keatas untuk menunju kamarnya.
Ceklek....
Pintu itu terbuka sempurna,Yang menampakkan seorang wanita cantik yang sedang meringkuk Dilantai dengan wajah pucat dan mata yang sembab.
Ingin rasanya Juna berteriak,memaki kebodohannya,menghukum dirinya,Mencaci dirinya.karrna dirinyalah penyebab dari tangisan istrinya."Sayang.."Juna mendekat dan langsung memeluknya dengan erat.
"Maafkan aku..."Lirihnya pelan.Melihat wajah Dara yang sembab,Juna bisa menebak kalau Sudah sedari tadi Dara menangis.
"untuk apa kau meminta maaf Juna?" Tanyanya dengan serak.
' Apa untuk masalah Kanaya' Batinnya yang masih mengeluarkan air mata.
"Maafkan aku sayang,maafkan aku.maaf karena Aku tidak menemuimu tadi" Ujar Juna yang semakin memeluk istrinya dengan erat.
Dara tersenyum dalam kesedihannya.Mendengar jawaban Juna membuatnya tahu bahwa sebisa mungkin dirinya menyembunyikan tentang Naya.Sesuatu yang sakit kembali menghantam Jiwanya dengan sangat Kuat.
"Jangan meminta maaf,Kau tidak salah" Ujarnya yang mencoba untuk melepaskan pelukan mereka.Tapi Juna tak membiarkannya,Dia masih tetap memeluk dara dengan erat.
Dia menyesal,sangat menyesal karena telah membiarkan wanita lain memeluknya tadi."Maafkan aku Dara..maafkan aku.." Gumamnya pelan.
"Untuk apa kau terus meminta maaf.kau tidak salah Juna" Dia melepas pelukan mereka dan menatap mata Juna dengan dalam.
' Aku lah yang salah,karena terlalu berharap lebih darimu '
Batinnya dalam kesedihannya.
"Kau banyak pekerjaan tadi?"Tanya Dara.
__ADS_1
Juna menggeleng.dia ikut meneteskan air mata karena penyesalan."Apa akj membautmu menunggu sangat lama tadi?"Juna kembali bertanya.
Dara mengangguk dan mencoba untuk tetap tersenyum.Karena dirinya tidak ingin jika Juna mengetahui bahwa dia melihat semuanya tadi.
' Apa yang kalian lakukan setelah pelukan tadi Juna?'
Dara terus menatap Juna dengan Dalam.Mwncoba untuk mencari cinta dan kebohongan.Tapi dara selalu kalah,Karena Mata Juna terus menghipnotisnya.
Dia mendekat dan kembali memeluk Juna dengan erat.
' Aku takut Juna,aku takut....
aku takut jika aku tidak akan pernah lagi merasakan pelukan ini.Aku takut Jika aku melupakan semua ini.Dan....Aku juga takut Jika Kau meninggalkanku demi dirinya. '
Dia kembali menitikkan air mata.Aroma Farfum wanita itu masih tercium jelas ditubuhnya.Hanya saja Farfum Juna sangat Wangi sehingga Wangi farfum itu tak sangat jelas tercium.
"Sayang" Panggil Dara dengan serak.
"hmmmm"
"Apa kau mengingat permintaanku dulu?"Tanya Dara.
Juna terdiam dan mencoba mengingat segala permintaan Dara kepadanya."Permintaan yang mana sayang,Aku tidak mengingatnya karena Kau sudah sangat banyak meminta permintaan kepadaku"
Dara tersenyum.Dia memejamkan matanya dengan erat,menikmati hangatnya pelukan Juna."Saat itu aku pernah meminta Bahwa jika suatu saat nanti kau mendapatkan Wanita Yang menurutmu sangat lebih baik dariku,Aku ingin kau Jujur Daripada memilih untuk menyembunyikannya.Karena Kebohonganku itu akan lebih sakit dari kejujuranmu nantinya"
Deg!!!!
Juna terdiam memaku.Apa yang dikatakan istrinya Seolah menggambarkan Tentang apa yang dilakukannya tadi siang."Ssttt,bicara apa sayang.Aku tidak akan menggantikanmu" Jawabnya dengan cepat.
Dara tersenyum dalam dekapan suaminya."Kau berbohong Juna,Kau berbohong". Batinnya Dalam kesedihan yang tercekat.
______________
...BERSAMBUNG...
__ADS_1