
_Dari siang menjelang Sore,Mereka selalu menghabiskan waktu dengan canda dan tawa.Bahkan Kelvin mulai berani untuk menggoda Elma Yang malu-malu kepadanya.Sedangkan Juna dan Dara,mereka hanya bisa Menyaksikan keduanya sambil membawa harapan besar Dalam Hatinya.
Mereka selalu seperti itu.Tertawa bila Lucu,Dan akan terdiam saat malu.Bagi Dara dan Juna,Itu adalah hal biasa.Namun Bagi Kelvin dan Elma,Itu hanyalah Candaan Baru yang membuka lembaran untuk mereka agar semakin dekat.
"El,Kau masih ingat kejadian saat pernikahan ku saat itu?.Saat Kau dan Kelvin yang mendapatkan bunganya" Dara Mulai menggoda Elma.
Elma tersenyum sembari Menyembunyikan rona merah yang tercipta dipimpinnya."Mungkin saja,Mereka akan segera menyusul nanti" Jawab Juna sambil tertawa kecil.
Kelvin dan Elma Hanya bisa tersenyum kikuk sembari menggaruk kepala mereka yang tak terasa gatal.
"Lagi pula,Umurmu juga sudah tua kan.Jadi menikah saja" Kelvin melemparnya telat setelah Juna menyelesaikan Ucapannya.
Kelvin kembali menatapnya dengan tajam.pandangan matanya seolah mengisyaratkan Untuk berhenti menggodanya."Kenapa kau marah,benar kan yang kukatakan?" bukannya diam,Juna malah semakin membuat Kelvin merasa kesal.
Melihat raut kekesalan dara wajah Kelvin,membuat dara Mencubit tangan suaminya dan mencoba untuk Menengahi mereka." Sudah-sudah.Diminum tehnya Vin,El"
Saat ingin menggoda Kelvin lagi,Dara Mulai melemparkan tatapan mautnya kearah Juna.
Dengan senyum yang mengembang diwajahnya,Juna kembali menunduk Dan sesekali melirik wajah Kelvin yang masih menatapnya dengan tajam.
....@....
Saat Elma Dan dara Menyiapkan makan malam.Kelvin Dan Juna mulai membicarakan Tentang masalah Hendra yang tak kunjung usai.
"Temani aku menemuinya besok" Juna berkata dengan singkat.
__ADS_1
"Bersiaplah Untuk mendapatkan lemparan bom darinya" Kelvin tertawa sambil membayangkan wajah Hendra Yang kini telah Ditahan disel Kantor polisi.
Juna tersenyum sinis,"Lihat saja nanti,Bagaimana kita memusnahkannya." Juna menunjukkan raut Kekesalannya Saat mengingat Bagaimana cara Hendra saat ingin menjebaknya.
Sedangkan Dara dan Elma,Mereka terus Saja berkutat dengan alat Dapur.Saat ini mereka sedang berlomba untuk membuat masakan yang terlintas dipikiran mereka masing-masing.
"Lo masak apa si El?"Tanya Dara yang mulai penasaran."Udah,Kita liat aja nanti.pasti enak" Jawab Elma dengan PDnya.
Dara memutar bola matanya Dengan malas dan kembali mempokuskandiri ha kemasakan yang dibuatnya."Emmm,Oh iya Ra.Gimana Tuh Cerita Lo sama yang namanya Regan itu?"Elma bertanya karena merasa heran dengan kisah dara dengan pengusaha tampan itu dulunya.
Dara diam sambil kembali mengingat kejadian terakhirnya saat di Restoran saat itu."Sudah lama aku tidak bertemu dengannya lagi." Dara berkata Dengan sendu.
Elma mengerutkan keningnya."Kenapa.Juna marah ya?" Dara menggeleng untuk pertanyaan Elma kali ini.Bukan Juna penyebabnya renggangnya persahabatan mereka,Melainkan sebuah perasaan yang salah diantara mereka.
"Sukak sama Lo" Dara panik dan langsung membekap mulut Elma dengan tangannya.
"Stttth,jangan keras-keras.Nanti Juna denger tau" Elma mengangguk dan mencoba untuk melepaskan Dara dari mulutnya.
"Hu'um." Mata Elma membulat saat mengetahui bahwa tebakannya itu adalah benar.
" Terus?" Tanya Elma lagi.
"Sebenarnya,Aku ngga enak juga sih sama kak Regan.Tapi mau gimana lagi,Aku kan Sudah menikah" Dara berkata dengan pasti.
"Lo Nggak niat untuk membalas perasaan Regan itu kan?"Tanya Elma sambil menatap Dara dengan pandangan menyelidik.
__ADS_1
"Ya enggak lah.Suami aku itu cuman Juna" Jawabnya yang disambut tawa oleh Elma.
Kemudian,Mereka kembali Memasak karena waktu sudah mulai petang.Setelah Masakan mereka telah selesai.Dara dan Elma langsung Menyusunnya diatas meja sembari menunggu kedatangan Juna dan Kelvin disana.
"Kau lelah" Juna datang dengan membawa Segelas susu Untuk istrinya.bahkan tanpa malu-malu,Juna Meninggalkan kecupan hangat dirambut istrinya.
"Selamat menikmati" Dara berniat Untuk mengambilkan Nasi untuk Kelvin,Nun Juna segera mencegahnya.
"kenapa?"Tanya Dara.
"Diakan Sudah besar sayang.Masa ngga bisa ngambil makan sendiri." Juna mulai meliriknya dengan tajam.
"Ambilin Ra" Sekarang,Kelvin yang mulai menggoda Juna.
Juna menatapnya dengan tajam sambil meraih piring yang dipegang Kelvin tadi."Ambilin dia El." Dengan seenaknya Juna memberikan piring Itu ketangan Elma.
Dengan terpaksa Elma menerimanya dan mulai Menyendok kan Nasi kepiring Kelvin."Dasar manja" Umpatnya yang masih didengar oleh Kelvin.
Setelah itu,Mereka makan dengan Hening.Hanya suara Paduan sendoklah yang terdengar.Sedangkan Kelvin dan Elma,Mereka hanya Mencuri-curi pandang Untuk Melihat wajah mereka masing-masing.
_____________
...Bersambung.......
...Happy reading all 🤗...
__ADS_1