
Hari mulai sore namun tak membangkitkan seorang Arjuna dari duduknya.dia masih setia menatap luasnya pantai itu.
Seketika matanya melirik keatas,melihat langit yang sudah sedikit gelap.Gelap yang menandakan malam akan datang juga gelap yang akan menandakan akan turun hujan..
"Kumohon turunlah.."gumamnya pelan yang masih dengan posisi yang sama...
beberapa menit kemudian ......
sreshhhhh......sreshhhhh...srehhhhh
Hujan turun membasahi seluruh penjuru pantai..
Juna masih diam ditempatnya menikmati Aliran air yang menyentuh kulit putihnya,ia membiarkan tubuhnya basah kuyub dibawah guyuran hujan yang deras itu berharap air yang mengalir dari tubuhnya itu dapat membawa sedikit rasa sakit di hatinya...
Di tempat lain....
Saat ia sudah sampai di daerah pantai itu tiba tiba guyuran hujan deras membasahi tubuhnya..
"yah hujan lagi..apa Juna udah pulang ya,ah tapi liat dulu aja deh"
ia terus berjalan dibawah guyuran hujan iyu untuk mencari laki-laki itu...
"Dimana dia,apa dia sudah pulang" gumamnya...
Saat iya melihat kesamping,Dia melihat seorang pria tengah terduduk di bibir pantai yang tak lain adalah juna.
Ia pria itu adalah juna.postur tubuhnya.gayanya semuanya itu milik Juna...
"Juna" gumamnya pelan...
seketika cairan bening itu jatuh membasahi pipinya menemani air hujan yang membasuh wajahnya...
Juna tidak menyadari keberadaan Dara.ia hanya fokus merasakan dinginnya air yang mengalir di tubuhnya..
Dibawah guyuran hujan yang sama Dara berlari ketempat Juna berada..ia berlari sekencang kencangnya agar ia cepat sampai ke hadapan pria itu....
"MAAFKAN AKU JUNA"teriaknya saat sampai dihadapan pria itu..
ia terduduk lemas dan menangis sejadi jadinya...
"Maafkan aku..maaf"Hikss hikss..."Maafkan aku" hiksss
...ucapnya di sela sela isaknya...
Juna tersentak melihat ada seorang wanita berlutut dihadapannya.yang lebih membuatnya terkejut lagi adalah ternyata gadis itu tak lain adalah Dara,Gadis yang menorehkan luka pada hatinya..
Dara mendongakkan kepalanya guna
melihat wajah pria itu...
tak terasa cairan bening itu juga jatuh membasahi pipi laki laki itu....
"maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu..aku tidak bermaksud untuk menyakitimu.kumohon maafkan aku"Hikss..hiksss..hiksss...
Juna masih terdiam di posisi yang sama.dia mengira bahwa semua ini hanyalah mimpi belaka...
"KENAPA KAU DIAM SAJA" teriak dara..
" APA KAU MEMBENCIKU?"tanyanya lagi...
hiksss...hikss...hikss...
__ADS_1
"Apa kau membenciku?Jawab aku"lirihnya pelan..
seketika Juna langsung berdiri dan membawa wanita itu kedalam pelukannya...
"Maafkan aku..maafkan aku Juna" ucapnya lagi..ia membalas pelukan itu dengn erat ,seolah olah ia takut kehilangan pria itu...
"Kumohon maafkan aku" sambungnya lagi
tidak ada Jawaban dari Juna ia hanya diam menikmati hangatnya pelukan ini.Tanpa aba aba dia membawa gadis itu kedalam mobilnya...
Mereka berdua langsung masuk kedalam mobil itu,
Hujan pun tak surut berhenti, suara petir pun terus menggelar,
terlalu lama terkena air hujan membuat tubuh kedua kedinginan..
"Kau kedinginan?" tanya Juna perhatian
"Maafkan aku" kata itu lagi yang keluar dari mulutnya..
Juna langsung memeluk gadis itu lagi..
berharap pelukan mereka dapat mengurangi rasa dingin yang mereka rasakan sekarang...
"Diamlah, apa kau tidak capek menangis sedari tadi" Ucapnya sambil membelai lembut rambut dara.
"Aku tidak akan berhenti menangis jika kau tidak memaafkan ku" ucapnya tercekat.
"Oh ya bagaimana kalau aku tidak memaafkanmu selama 1 Minggu.Apa kau akan tetap menangis?"
"Aku akan tetap menangis" jawabnya
"Tetap menangis"Jawabnya serak
"Jika Satu tahun?"
"Aku akan mati" jawabnya ketus..
"Hahahahah..baiklah karena kau sudah menangis tadi aku akan memaafkanmu"Ucapnya sambil mengusap wajah gadis itu...
"Kau memaafkanmu?" tanyanya memastikan bahwa laki-laki ini benar memaafkannya.
"Iya"
"Terimakasih" ucapnya sambil masuk kedalam pelukan Juna lagi..
"Tunggu sebentar,apa kau dari rumah sakit?" tanyanya khawatir..
"Hu'um"
"Dasar bodoh,kau itu baru saja sembuh dan sekarang kau hujan hujanan.apa kau langsung keluar begitu saja dari rumah sakit?kenapa kau tidak bilang padaku.kan aku bisa menjemputmu?" cecer Juna yang merasa kesal dengan kelakuan dara...
"Kau bohong,kau bilang akan menjemput ku tapi kau malah pergi gitu aja"ucapnya...
Juna merasa bersalah kepada gadis ini.karenanya gadis ini hujan hujan,karenanya gadis ini merasa kedinginan.
"Maafkan aku"ucap Juna pelan
"Aku yang minta maaf" sambung dara..
"Baiklah sepertinya hujannya sudah mulai reda,mati kita pulang"ucapnya yang langsung membenarkan posisi mereka..
__ADS_1
"Pakailah jasku.tubuhmu sangat dingin"ucapnya sambil menyerahkan jasnya itu
"Terimakasih"
"Itu tidak gratis nona"
"aku harus membayarnya?"
"Iya..kau harus membayar nya"
"Dengan"
"Dengan ini" ucap Juna sambil menarik kepala dara
Cup...
satu kecupan mendarat di Bibir merah muda itu...
Dara membulatkan matanya saat mendapatkan ciuman itu.ciuman dari orang yang sama dengan seseorang yang merenggut first Kiss ya.
"Kau"Ucapnya yang langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya...
"Hahaha kau malu nona"ejek Juna..
" kau tidak ingin membalas ku" Tanyanya lagi..
"JUNAAAAA" teriaknya malu malu
"Iya iya.....ayo kita pulang"
Ditengah tengah perjalanan mereka dara bertanya kepadanya
"Apa kau tau rumah ku"Tanya dara serius
"Tau..aku juga tau siapa Jodohmu"jawab Juna enteng
"Wahhh keren.siapa..siapa jodohku?" tangannya antusias
"Apa dia tampan,apa dia baik,apa dia keren"Sambungnya lagi..
"Ya semua yang kau tanyakan itu ada pada dirinya"Jawab Juna sambil tersenyum devil
"Wah sungguh" ucapnya dengan mata berbinar binar...
tak terasa mobil itu berhenti di sebuah mansion mewah yang tak lain adalah mansion Juna..
"Kenapa kita kesini.rumah siapa ini?" tanyanya..
"Rumahmu"
"HAH"
BERSAMBUNG
Jangan lupa likeπ
tambah Favoritβ€οΈ
dan komen ya gays, ππππ
" Dan vOte seikhlasnya"
,πππππβ€οΈβ€οΈπππππ
__ADS_1
LOVE YOU ALLβ€οΈπ€β€οΈ