
_Saat seluruh anak buahnya telah menghajar penjaga itu,Kelvin Dan Juna memiliki kesempatan untuk masuk dari arah yang berbeda.Dengan sangat berhati-hati Juna dan Kelvin mulai Menapaki markas itu untuk menuju kesebuah ruangan besar yang diyakini mereka bahwa Hendra pasti berada disana.Baik Juna maupun Kelvin,Mereka selalu memegang pistol untuk berjaga-jaga.
Tapi Tanpa mereka sadari,Hendra serta pengawalnya sudah mengetahui keberadaan mereka sekarang.Karena Hendra sudah keluar dari ruangan itu sebelum Juna dan Kelvin masuk kedalam.
Tepuk tangan serta Tawa riuh menghiasi ruangan itu,Sontak Juna dan Kelvin langsung kaget dan menoleh kearah sumber suara sambil mengarahkan pistol yang mereka pegang Tepat kehadapan Orang itu.
Wajah mereka berdua menegang,Karena mendapati Hendra serta dua anak buahnya yang kini berada Didepannya.
' Sial..Kenapa secepat ini ' Batin Juna yang langsung menurunkan senjatanya Diikuti Kelvin yang kini berada dibelakangnya.
"Ada yang bisa saya bantu taun Arjuna.Jika ada yang anda butuhkan,Langsung saja katakan pada saya agar anda tidak perlu menjadi penyusup jadi-jadian seperti ini" Hendra berjalan mendekati Juna dan Kelvin.Bahkan pengawalnya Juga ikut berjalan dibelakangnya.
Wajah tegang yang sempat dipasang Juna tadi,Kini telah berganti dengan Wajah Menyeringai." Bagaimana Jika aku adalah penyusup Sungguhan?." Juna sedikit tertawa sambil menatap Hendra dengan pandangan Meremehkan.
Pandangan itu cukup membuat Emosi Hendra tersulut."Maka Aku akan membunuhmu"Ucap Hendra dengan nada yang lantang.Matanya menatap Tajam kearah Juna.
"Silahkan saja,Tapi ingat ini baik-baik.Jika ada setetes darah pun yang keluar dari tubuhku,Maka bersiaplah Untuk keneraka" Ucap Juna diiringi tawanya.
"Brengsek" Karena tidak bisa menahan emosinya lebih lama,Hendra mulai melayangkan tangannya Untuk memukul Juna.Dan tepat sasaran,Kini sudut bibir Juna mulai mengeluarkan cairan berwarna merah.
Dengan senyum sinis Juna Mengusap Darah itu."Baiklah,Kau sudah memulainya.Jadi jangan Salahkan aku jika"
Bughhhh...
Satu kepalan melayang Diwajah Hendra,Dan membuat Hendra sedikit terhuyung kebelakang.
Pengawal yang tadi Menjaga Hendra,Kini mereka mulai menyerang Juna Dan Kelvin.Mereka terus beradu kekuatan hingga Ada beberapa penjaga lainnya yang mulai masuk dan ikut melawan mereka berdua.
' Ternyata anak buahnya Hendra sangat banyak"
Juna dan Kelvin sudah mulai kehabisan tenaga.Bahkan Ada sedikit sayatan Dilengan Juna Yang membuatnya semakin kehabisan energi.
__ADS_1
Merasa keadaan mulai genting,Kelvin mulai menembakkan pistonnya kelangit sebanyak dua kali.Itu adalah Tanda yang dijelaskan Juna kepada Anak buahnya tadi.
Mendengar Tembakan Itu,Para anak buah Kelvin langsung masuk kedalam.Namun ada satu orang yang malah Lari untuk bersembunyi dibalik dinding pagar itu.Dia membuka ponselnya Untuk mengirim sebuah pesan kepada Varo.Tapi setelah Pesan itu terkirim,Pria itu langsung berlari untuk menyusul Teman serta bosnya yang kini berjuang didalam.
Lama mereka bertarung,Bahkan Kini mereka mulai memainkan pistolnya untuk mengalahkan lawan masing-masing.Juna menoleh kearah Kelvin seolah Mengucapkan isyarat lewat tatapan matanya.Kelvin mengangguk paham,Dan langsung Berlari kearah Hendra Yang berada tak jauh dari mereka.
___________
_Di jam segini,Varo masih Terduduk santai Sambil meneguk segelas wine ditangannya, Seperdetik kemudian Dia Dikejutkan Oleh notifikasi pesan yang masuk kedalam ponselnya.
Perlahan,Tangan itu mulai meraih ponselnya untuk membaca pesan itu.
📥Xxxxxxxxxxxxx
Jika Anda Ingin tahu apa sebenarnya penyebab dari Kegagalan Proyek anda,Maka datanglah kemarkas yang berada di jalan Flores tengah.Datanglah dengan Beberapa Anak buah serta polisi yang akan menemani anda.
matanya membulat dengan sempurna setelah membaca pesan itu," Ap...apa maksudnya ini?" Varo mulai menegakkan tubuhnya untuk melakukan panggilan kepada orang itu,Namun hingga panggilan ketiga,Orang itu tak kunjung mengangkatnya.
Varo menancap gas mobilnya agar cepat sampai ketujuan yang disebutkan dalam pesan tadi.
.....@.....
Dorrrr......
Suara tembakan memenuhi Markas itu,Banyak Para penjaga Yang Sudah terkulai lemas Disitu dan menyisakan Juna,Kelvin,Hendra dan beberapa anak buah dari mereka berdua.
Hendra menatap sini kearah Juna sambil menodongkan senjatanya tepat didepan wajah Juna." Kau bergerak terlalu cepat Tuan Arjuna" Hendra Berkata dengan pelan Tapi penuh penekanan.
"Itu lah yang harus dilakukan oleh pemimpin yang cerdas"Jawab Juna enteng."Kau ingat tentang peringatanku tadi bukan?.Kau serta anak buahmu itu telah membuatku mengeluarkan beberapa tetes darah dari dalam tubuhku.Jadi sekarang,Masuklah kenerakamu."
Mendengar Perkataan Itu membuat Anak Buah Hendra langsung tersulit emosi dan Berencana Untuk menembak Juna saat itu juga.Namun dengan cepat Kelvin dan para anak buahnya langsung menghentikannya.
__ADS_1
"Jik kau pria.Lawanlah aku dengan tangan kosong" Merek saling menatap dengan Tajam.
Merek Terus berkelahi.Bahkan wajah mereka semua kini sudah berlumur darah akibat pukulan serta tinjuan yang mereka layangkan kemasing masing lawan.
Lama-kelamaan,Pandangan Juna mulai kabur.Rasanya dirinya sudah tidak kuat Untuk berkelahi lagi.hingga pada pukulan terakhir Juna tersungkur kebawah.
Hal itu digunakan Hendra untuk mencari kesempatan,Tangannya mengeluarkan pisau dari Sela-sela tali pinggangnya dan berencana Untuk membunuh Juna saat itu juga.Kelvin tidak menyadari hal itu,Karena dirinya Terlalu memfokuskan diri Untuk melawan para anak buah Hendra yang tak kunjung habis.
Juna memegangi kepalanya yang terasa berat.Dengan senyum menyeringainya,Hendra mulai mengayunkan tangannya dan bersiap untuk menusuk Dada Juna.
Tepat saat itu Juga,Varo serta anak buahnya tiba ditempat.Dengan Cepat Varo langsung memukul Hendra dari belakang dan membuat pisau itu terlepas dari tangannya.
"Angkat Tangan " Polisi itu menodongkan Pistolnya kearah Hendra serta anak buahnya.
Dengan Reflek,Hendra serta anak buahnya langsung tertunduk sembari mengangkat tangan mereka.Melihat hal itu,Para Polisi itu langsung menangkap mereka Dan membawanya kekantor polisi meninggalkan Juna,Kelvin,Varo serta anak buah mereka yang masih berada dalam markas itu.
Setelah kepergian mereka,Kesadaran Juna dengan perlahan mulai menghilang."Juna,Kau baik-baik saja." Kelvin mengguncang tubuhnya agar kesadaran Juna Kembali Menguasainya.
Varo yang melihat itu hanya bisa terdiam sambil menatap kearah Juna yang Sudah Hilang Dari kesadarannya."Bantu aku,Kita bawa dia kerumah sakit" Akhirnya Kelvin serta anak buahnya Mulai membopong tubuh Juna diikuti Varo dari belakang.
______________. __
***Bersambung....
happy reading all 🤗❤️
terimakasih untuk pembaca setia novel Author 😘😘...
Jangan lupa mampir dikarya author yang satu lagi ya cinta🙏🙏🙏🙏
Saranghaeo 🌹🤗***
__ADS_1